Bursa saham Malaysia berakhir 0,28 persen lebih rendah

Ada sebanyak 333 saham berhasil membukukan keuntungan

Kuala Lumpur (ANTARA) – Bursa saham Malaysia berakhir lebih rendah pada perdagangan Senin, dengan indikator utama Indeks Komposit Kuala Lumpur (KLCI) turun 0,28 persen atau 4,48 poin, menjadi 1.592,93 poin.

Sementara itu, indeks emas berkurang 30,55 poin atau 0,27 persen menjadi ditutup pada 11.252,42 poin.

Ada sebanyak 333 saham berhasil membukukan keuntungan, 502 saham mengalami kerugian dan 398 saham diperdagangkan tidak berubah.

Nilai transaksi turun menjadi 2,03 miliar saham senilai 1,39 miliar ringgit Malaysia (333,33 juta dolar AS), dibandingkan dengan 3,10 miliar saham senilai 3,29 miliar ringgit Malaysia (785,20 juta dolar AS) pada Jumat lalu (20/9/2019).

Baca juga: Bursa saham Malaysia ditutup menguat, indeks KLCI naik 0,07 persen
Baca juga: Bursa saham Malaysia berakhir melemah 0,30 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Saham-saham China ditutup melemah setelah selama pekan lalu menguat

Indeks Komposit Shanghai turun 0,98 persen menjadi 2.977,08 poin

Beijing (ANTARA) – Saham-saham China ditutup melemah pada perdagangan Senin, menghentikan tren kenaikannya setelah selama pekan lalu terus menguat, dengan Indeks Komposit Shanghai turun 0,98 persen menjadi 2.977,08 poin.

Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua China, berakhir 1,01 persen lebih rendah menjadi 9.781,14 poin.

Baca juga: Saham-saham di China dibuka turun, setelah pekan lalu terus menguat

Sementara itu, sebut Xinhua, indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang China di papan bergaya Nasdaq, kehilangan 1,22 persen menjadi ditutup pada 1.684,32 poin.

Indeks ChiNext, bersama dengan Indeks Komponen Shenzhen dan Indeks Papan SME (perusahaan kecil dan menengah) Shenzhen, mencerminkan kinerja saham yang tercatat di Bursa Efek Shenzhen.

Baca juga: Pasar saham Australia terangkat kenaikan sektor energi dan kesehatan
Baca juga: IHSG bakal bergerak variatif, dipicu khawatir memanasnya perang dagang

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Filipina ditutup 0,05 persen lebih rendah

Indeks seluruh saham berkurang 11,11 poin atau 0,23 persen menjadi 4.761,24 poin

Manila (ANTARA) – Bursa saham Filipina ditutup sedikit lebih rendah pada perdagangan Senin, dengan indikator utama di Bursa Efek Filipina, indeks komposit PSE, turun tipis 0,05 persen atau 3,60 poin, menjadi 7.867,51 poin.

Indeks seluruh saham berkurang 11,11 poin atau 0,23 persen, menjadi mengakhiri perdagangan di 4.761,24 poin, sebut Xinhua.

Baca juga: Bursa saham Seoul berakhir hampir tidak berubah

Volume perdagangan mencapai 3,35 miliar saham senilai 5,86 miliar peso (112,29 juta dolar AS), dengan 57 saham berhasil mencatat keuntungan, 149 saham mengalami kerugian, sementara 45 saham ditutup tidak berubah.

Baca juga: Saham-saham China ditutup melemah setelah selama pekan lalu menguat
Baca juga: Pasar saham Australia terangkat kenaikan sektor energi dan kesehatan

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Hong Kong ditutup melemah, Hang Seng turun 0,81 persen

Indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong melemah 213,27 poin menjadi 26.222,4 poin

Hong Kong (ANTARA) – Bursa saham Hong Kong ditutup lebih rendah pada perdagangan Senin, dengan indikator utama Indeks Hang Seng (HSI) melemah 0,81 persen atau 213,27 poin, menjadi 26.222,4 poin.

Indeks Hang Seng diperdagangkan berkisar antara terendah 26.186,01 poin hingga tertinggi 26.483,03 poin, dengan nilai transaksi mencapai 65,29 miliar dolar Hong Kong (sekitar 8,33 miliar dolar AS), sebut Xinhua.

Baca juga: Bursa saham Filipina ditutup 0,05 persen lebih rendah
Baca juga: Saham-saham China ditutup melemah setelah selama pekan lalu menguat
Baca juga: Bursa saham Seoul berakhir hampir tidak berubah

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar saham Australia terangkat kenaikan sektor energi dan kesehatan

Pada penutupan pasar saham Australia, indeks S&P/ASX 200 naik 18,90 poin atau 0,28 persen menjadi 6.749,70 poin

Sydney (ANTARA) – Pasar saham Australia berakhir lebih tinggi pada perdagangan Senin, terangkat oleh kenaikan sektor energi dan kesehatan.

Pada penutupan pasar, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 18,90 poin atau 0,28 persen menjadi 6.749,70 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas naik 22,10 poin atau 0,32 persen pada 6.861,10 poin.

“Saham-saham lokal menentang petunjuk lemah dari Wall Street untuk memulai pekan perdagangan baru dengan keuntungan kuat,” kata analis pasar Commsec, Tom Piotrowski.

Baca juga: Pasar saham Australia dibuka menguat dengan keuntungan luas

Sementara semua sektor memulai hari lebih tinggi, pada penutupan pasar, sektor industri, layanan komunikasi dan utilitas semuanya cenderung lebih rendah.

Sementara itu sektor meterial berhasil mempertahankan keuntungan awal menjadi mengakhiri hari dengan sedikit perbaikan, sementara sektor perawatan kesehatan dan energi keduanya melonjak.

“Keuntungan dipimpin oleh saham-saham energi – selama pekan lalu Brent naik 6,7 persen dan Nymex naik 5,9 persen, menyusul serangan terhadap infrastruktur minyak Arab Saudi,” kata Piotrowski, dikutip dari Xinhua.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia beragam dengan Commonwealth Bank turun 0,04 persen, ANZ naik 0,14 persen, National Australia Bank turun 0,24 persen dan Westpac Bank naik 0,54 persen.

Saham-saham pertambangan juga bervariasi dengan BHP turun 0,03 persen, Rio Tinto naik 0,73 persen, Fortescue Metals naik 0,67 persen, dan penambang emas Newcrest naik 0,92 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas menguat dengan Oil Search naik 1,12 persen, Santos naik 0,51 persen dan Woodside Petroleum naik 0,99 persen.

Supermarket terbesar Australia meningkat dengan Coles naik 1,42 persen dan Woolworths naik 0,32 persen.

Sementara itu, raksasa telekomunikasi Telstra turun 0,27 persen, maskapai nasional Qantas naik 0,81 persen dan perusahaan biomedis CSL menguat 1,10 persen.

Baca juga: Saham-saham di China dibuka turun, setelah pekan lalu terus menguat
Baca juga: Bursa saham Hong Kong menguat, Indeks Hang Seng dibuka naik 27,95 poin

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Perusahaan besi bekas masuk Bursa Efek Indonesia, harga saham Rp135

Langkah IPO ini sebagai batu loncatan untuk mewujudkan perusahaan sebagai pionir penyedia besi scrap

Jakarta (ANTARA) – Perusahaan penyedia besi bekas atau besi tua (scrap) kapal bekas PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin.

“Langkah IPO ini sebagai batu loncatan untuk mewujudkan perusahaan sebagai pionir penyedia besi scrap,” kata Komisaris Utama Optima Prima Metal Sinergi Sumardi Wijaya.

Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko BEI Fitri Hadi mengatakan dengan melantai di bursa, perseroan dapat menggalang dana dari masyarakat dan dipandang lebih profesional.

“PT Optima Prima Metal Sinergi merupakan perusahaan ke-37 yang tercatat di bursa tahun ini sehingga total perusahaan yang tercatat di BEI mencapai 625 perusahaan. Kami harapkan perusahaan dapat terus melakukan tata kelola yang baik dan memastikan kepatuhan terhadap aturan di pasar modal,” ujar Fitri.

Perusahaan yang mendapatkan kode emiten OPMS tersebut sebelumnya melaksanakan penawaran umum saham (IPO) dengan harga Rp 135 per saham. OPMS menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai underwriter-nya.

OPMS melepas 400 juta saham baru atau setara 40 perseb modal yang ditempatkan dan disetor penuh sehingga perusahaan memperoleh dana segar sebesar Rp54 miliar.

Pada pencatatan perdana, saham OPMS naik 93 poin atau 68,89 persen ke posisi Rp228 per saham.

Direktur Utama OPMS Meilyna Widjaja sebelumnya mengatakan dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat modal kerja yakni untuk pembelian kapal bekas yang akan dijadikan besi scrap.

Baca juga: IHSG bakal bergerak variatif, dipicu khawatir memanasnya perang dagang

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG bakal bergerak variatif, dipicu khawatir memanasnya perang dagang

Adapun faktor yang mempengaruhinya yaitu pernyataan China yang dikabarkan membatalkan kunjungannya ke AS

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta,  pada awal pekan diprediksi bergerak variatif seiring kabar batalnya pertemuan antara Amerika Serikat dan China di Washington.

IHSG dibuka menguat 8,67 poin atau 0,14 persen ke posisi 6.240,14. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 1,2 poin atau 0,12 persen menjadi 981,96.

“Kami perkirakan IHSG akan bergerak mixed hari ini. Adapun faktor yang mempengaruhinya yaitu pernyataan China yang dikabarkan membatalkan kunjungannya ke AS, sehingga hal ini membuat pasar khawatir bahwa perang dagang akan kembali memanas, ” kata Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi di Jakarta, Senin.

Sebelumnya pasar saham mulai bergairah setelah sejumlah bank sentral di dunia memberikan stimulus untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi. Namun optimisme tersebut memudar setelah pejabat China mengumumkan bahwa rencana kunjungannya dibatalkan.

Pembatalan itu dilakukan setelah perundingan antara Amerika Serikan dan hina di Washington menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump ingin kesepakatan perdagangan yang sempurna, bukan hanya kesepakatan bahwa China akan membeli hasil pertanian Amerika Serikat.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Hang Seng melemah 82,38 poin atau 0,31 persen ke 26.353,29 dan Indeks Straits Times melemah 1,1 poin (0,03 persen) ke posisi 3.158,58. Sementara bursa saham Jepang hari ini tutup.

Baca juga: Bursa saham Hong Kong menguat, Indeks Hang Seng dibuka naik 27,95 poin

Baca juga: Saham-saham di China dibuka turun, setelah pekan lalu terus menguat

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Hong Kong menguat, Indeks Hang Seng dibuka naik 27,95 poin

Hong Kong (ANTARA) – Bursa saham Hong Kong dibuka lebih tinggi pada Senin pagi, dengan indikator utama Indeks Hang Seng (HSI) naik 0,11 persen atau 27,95 poin, menjadi diperdagangkan di 26.463,62 poin.

Indeks HSI turun 0,13 persen atau 33,28 poin menjadi 26.435,67 poin pada penutupan perdagangan Jumat (20/9/2019), dengan nilai transaksi mencapai 94,38 miliar dolar Hong Kong (sekitar 12,05 miliar dolar AS).

Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: IHSG Senin dibuka menguat 8,67 poin

Baca juga: Pasar saham Australia dibuka menguat dengan keuntungan luas

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Saham-saham di China dibuka turun, setelah pekan lalu terus menguat

Beijing (ANTARA) – Saham-saham di China dibuka lebih rendah pada Senin pagi, setelah selama pekan lalu cenderung terus menguat, dengan indikator utama Indeks Komposit Shanghai turun 0,27 persen menjadi diperdagangkan di 2.998,40 poin.

Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua China, dibuka melemah 0,28 persen menjadi diperdagangkan pada 9.853,47 poin.

Sementara itu, Indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang China di papan bergaya Nasdaq, kehilangan 0,33 persen menjadi dibuka di 1.699,34 poin.

Indeks ChiNext, bersama dengan Indeks Komponen Shenzhen dan Indeks Papan SME (perusahaan kecil dan menengah) Shenzhen, mencerminkan kinerja saham yang tercatat di Bursa Efek Shenzhen.

Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: IHSG Senin dibuka menguat 8,67 poin

Baca juga: Bursa saham Hong Kong menguat, Indeks Hang Seng dibuka naik 27,95 poin

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG Senin dibuka menguat 8,67 poin

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, dibuka menguat 8,67 poin atau 0,14 persen ke posisi 6.240,14.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 1,2 poin atau 0,12 persen menjadi 981,96.

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rupiah Senin pagi melemah 20 poin

Jakarta (ANTARA) – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta, Senin pagi bergerak melemah 20 poin atau 0,14 persen menjadi Rp14.075 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.055 per dolar AS.

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Harga minyak turun, menyusul kekhawatiran baru perang dagang

Pertanyaannya adalah apakah mereka dapat meyakinkan pasar bahwa mereka dapat menjaga ladang minyak mereka aman

New York (ANTARA) – Harga minyak turun pada Jumat (Sabtu pagi WIB) di tengah kekhawatiran baru atas perang perdagangan AS-China, tetapi minyak berjangka masih membukukan kenaikan mingguan, dengan Brent menandai kenaikan mingguan terbesar sejak Januari, setelah serangan terhadap industri minyak Arab Saudi akhir pekan lalu.

Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman November turun 0,12 dolar AS menjadi ditutup pada 64,28 dolar AS per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober turun 0,04 dolar AS menjadi menetap pada 58,09 dolar AS per barel.

Harga minyak memangkas kenaikan bersama dengan pasar saham dan pasar biji-bijian setelah pejabat pertanian China yang akan mengunjungi negara-negara bagian pertanian AS minggu depan membatalkan perjalanan mereka ke Montana dan Nebraska untuk kembali ke China lebih cepat dari yang dijadwalkan semula.

Pembatalan itu terjadi ketika pembicaraan perdagangan diadakan di Washington dan Presiden AS Donald Trump mengatakan dia menginginkan kesepakatan perdagangan lengkap dengan negara Asia itu, bukan hanya perjanjian bagi China untuk membeli lebih banyak barang pertanian AS.

Namun untuk minggu ini, Brent naik 6,7 persen, kenaikan terbesar sejak Januari, sementara WTI naik 5,9 persen, terbesar sejak Juni.

Produsen minyak serpih AS mengambil peluang untuk mengunci pendapatan berjangka tahun ini dan berikutnya setelah harga minyak melonjak paling tinggi dalam 30 tahun awal pekan ini setelah serangan, sumber yang akrab dengan aliran uang mengatakan.

Manajer uang menaikkan posisi net long minyak mentah berjanga AS dan opsi sebanyak 11.209 kontrak menjadi 220.758 dalam minggu yang berakhir 17 September, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) mengatakan.

Pasar minyak melonjak hampir 20 persen pada Senin (16/9/2019) sebagai reaksi terhadap serangan 14 September, yang mengurangi separuh produksi Saudi dan memotong pasokan global sekitar lima persen. Namun harga sejak itu memangkas sebagian besar keuntungan karena jaminan dari kerajaan bahwa pihaknya akan mengembalikan produksi yang hilang pada akhir bulan ini.

Namun, harga telah mempertahankan premi risiko karena ketegangan geopolitik di wilayah tersebut meningkat dengan Amerika Serikat dan Arab Saudi menuduh Iran dibalik serangan tersebut. Teheran menyangkal keterlibatannya.

Serangan itu telah mengintensifkan pertarungan selama bertahun-tahun antara Arab Saudi dan Iran, yang dikurung dalam kontes kekerasan untuk mendapatkan pengaruh di beberapa titik nyala di sekitar Timur Tengah.

Koalisi yang dipimpin Saudi pada Jumat (20/9/2019) melancarkan operasi militer di utara kota pelabuhan Hodeidah Yaman sementara Amerika Serikat bekerja dengan negara-negara Timur Tengah dan Eropa membangun koalisi untuk mencegah ancaman Iran.

Perusahaan milik negara Saudi Aramco telah mengalihkan grade minyak mentah dan menunda pengiriman minyak mentah serta produk minyak kepada pelanggan beberapa hari setelah serangan tersebut yang sangat mengurangi produksi minyak ringannya dan menyebabkan penurunan produksi di kilangnya, kata sumber pasar.

Sementara menunjukkan kepada wartawan kerusakan ladang Khurais dan fasilitas pemrosesan minyak Abqaiq, Aramco mengatakan sedang mengirim peralatan dari Amerika Serikat dan Eropa untuk membangun kembali fasilitas yang rusak. Ia juga mengatakan bahwa Abqaiq diharapkan memiliki kapasitas penuh pulih pada akhir bulan.

“Pertanyaannya adalah apakah mereka dapat meyakinkan pasar bahwa mereka dapat menjaga ladang minyak mereka aman,” kata Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group di Chicago, dalam sebuah catatan.

Di Amerika Serikat, sementara itu, banjir dari Badai Tropis Imelda memaksa kilang-kilang utama memotong produksi, sementara pipa saluran minyak utama, terminal dan saluran kapal di Texas ditutup, menurut sumber yang akrab dengan operasi.

Exxon Mobil Corp menutup beberapa unit di kilang Beaumont 369.024 barel per hari (bph) sementara Valero Energy Corp mengurangi produksi di kilang Port Arthur 335.000 barel per hari.

Perusahaan energi AS minggu ini mengurangi jumlah rig minyak yang beroperasi selama lima minggu berturut-turut ke level terendah sejak Mei 2017. Pengebor memotong 14 rig minyak dalam seminggu hingga 20 September, sehingga jumlah totalnya turun menjadi 719 rig, kata perusahaan jasa energi Baker Hughes. Demikian laporan yang dikutip dari Reuters.

Baca juga: Harga emas bangkit setelah sempat turun, investor buru aset yang aman

Baca juga: Bursa saham Inggris ditutup jatuh, saham unilever anjlok 2,54 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa Wall Street jatuh, pasca-China batal kunjungi pertanian AS

Dalam hal ini, ini sedikit lebih memprihatinkan karena China yang membuat keputusan, bukan Trump

New York (ANTARA) – Saham-saham di Wall Street turun pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), dan juga berakhir lebih rendah selama seminggu, setelah delegasi pertanian China membatalkan kunjungan yang direncanakan ke Montana, mengurangi optimisme tentang pembicaraan perdagangan Amerika Serikat dan China.

Delegasi, yang telah dijadwalkan untuk mengunjungi negara-negara bagian pertanian AS minggu depan, akan kembali ke China lebih cepat dari yang dijadwalkan sebelumnya, kata Biro Pertanian Montana.

Indeks saham utama jatuh ke wilayah negatif setelah pembatalan, yang terjadi ketika pembicaraan perdagangan diadakan di Washington dan Presiden AS Donald Trump mengatakan dia menginginkan kesepakatan perdagangan yang lengkap, bukan hanya kesepakatan bagi China untuk membeli lebih banyak barang pertanian AS.

Sebelum berita ini, S&P 500 dan Dow berada di wilayah positif.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 159,72 poin atau 0,59 persen, menjadi berakhir di 26.935,07 poin. Indeks S&P 500 turun 14,72 poin atau 0,49 persen, menjadi 2.992,07 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 65,21 poin atau 0,80 persen, menjadi 8.117,67 poin.

Untuk minggu ini, S&P 500 turun 0,52 persen, Dow kehilangan 1,05 persen dan Nasdaq turun 0,72 persen.

Selama berbulan-bulan, Wall Street memantul ke atas dan ke bawah dengan tanda-tanda perbaikan atau kemunduran dalam pembicaraan perdagangan, seringkali berdasarkan komentar atau cuitan dari Trump, sebuah siklus yang telah biasa digunakan para investor.

“Dalam hal ini, ini sedikit lebih memprihatinkan karena China yang membuat keputusan, bukan Trump,” kata Ahli Strategi Pasar Baird, Willie Delwiche di Milwaukee.

Optimisme perdagangan dalam beberapa pekan terakhir membantu meningkatkan S&P 500 menjadi sedikit di bawah rekor tertinggi sepanjang masa pada Juli.

Delapan dari 11 sektor utama S&P jatuh pada Jumat (20/9/2019). Indeks consumer discretionary S&P 500 dan indeks teknologi informasi S&P 500 yang sensitif terhadap tarif, masing-masing mengalami penurunan paling besar, turun 1,2 persen dan 1,1 persen. Indeks chip Philadelphia turun 1,8 persen.

Netflix jatuh 5,5 persen setelah CEO Reed Hastings membuat komentar menggarisbawahi meningkatnya biaya dan meningkatnya persaingan dari Walt Disney Co, Apple Inc dan layanan streaming video lainnya.

Menambah kesengsaraan Netflix, Evercore ISI mengatakan data terbaru melukiskan gambaran yang tidak pasti tentang pertumbuhan pelanggan internasional perusahaan.

Sementara itu, indeks kesehatan S&P 500 yang telah menjadi sektor S&P dengan kinerja terburuk tahun ini, mencatat kenaikan terbesar di antara 11 sektor utama, terangkat 0,6 persen.

Merck & Co naik 1,4 persen setelah obat perusahaan Pifeltro dan Delstrigo menerima persetujuan FDA untuk digunakan pada pasien dewasa tertentu dengan HIV-1 yang “ditekan secara virus.”

Roku Inc jatuh 19,2 persen setelah Pivotal Research memulai peliputan sahamnya dengan peringkat “jual”.

Xilinx Inc turun 6,8 persen setelah kepala keuangan perusahaan Lorenzo Flores mengatakan ia akan mundur, mendorong Bank of America Merrill untuk menurunkan peringkat pembuat chip itu menjadi “netral.” Demikian laporan yang dikutip dari Reuters.

Baca juga: Harga emas bangkit setelah sempat turun, investor buru aset yang aman

Baca juga: Harga minyak turun, menyusul kekhawatiran baru perang dagang

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Harga emas bangkit setelah sempat turun, investor buru aset yang aman

Chicago (ANTARA) – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah sehari sebelumnya jatuh, karena logam mulia didorong oleh pembelian safe haven (aset yang aman) dan penurunan pasar ekuitas AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik 8,9 dolar AS atau 0,59 persen, menjadi ditutup pada 1.515,1 dolar AS per ounce.

Pada pukul 17.30 GMT, Indeks Dow Jones Industrial Average turun 159,72 poin atau 0,59 persen. Indeks S&P 500 turun 14,72 poin atau 0,49 persen, dan Indeks Komposit Nasdaq turun 65,2 poin atau 0,8 persen.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan ekuitas AS. Ketika pasar saham sedang meningkat, investor dapat berhenti membeli aset-aset safe haven, seperti emas, dan beralih ke saham.

Harga emas juga tertekan oleh penguatan dolar AS, dengan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,25 persen menjadi 98,5200 pada akhir perdagangan.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 3,5 sen atau 0,2 persen menjadi ditutup pada 17,849 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 0,2 dolar AS atau 0,02 persen, menjadi menetap di 942,6 dolar per ounce.

Sehari sebelumnya, emas berjangka mencatat kerugian pertama dalam empat hari perdagangan terakhir pada Kamis (Jumat pagi WIB), setelah Federal Reserve (Fed) AS mengumumkan pemotongan suku bunga acuan kedua tahun ini.

Para pembuat kebijakan Fed pada Rabu (18/9/2019) memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 1,75 persen hingga 2,00 persen, tetapi langkah tersebut memperlihatkan tiga perbedaan pendapat – dengan dua pejabat Fed mendesak suku bunga untuk tetap tidak berubah dan satu menyerukan pemotongan yang lebih besar. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Rupiah akhir pekan menguat, terbawa sentimen turunnya suku bunga BI

Baca juga: Bursa saham Inggris ditutup jatuh, saham unilever anjlok 2,54 persen
 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Inggris ditutup jatuh, saham unilever anjlok 2,54 persen

London (ANTARA) – Bursa saham Inggris berakhir sedikit lebih rendah pada perdagangan Jumat (20/9/2019), dengan indeks acuan FTSE-100 turun 0,16 persen atau 11,50 poin, menjadi 7.344,92 poin, dengan saham barang-barang konsumsi Unilever jatuh.

Persimmon, sebuah perusahaan pengembang perumahan Inggris, melonjak 4,43 persen, menjadi pencetak keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan atau blue chips.

Diikuti oleh saham perusahaan ritel multinasional Inggris Kingfisher serta Burberry Group, sebuah rumah mode berkelas asal Inggris yang mendistribusikan pakaian, aksesoris mode, dan parfum berlisensi, yang masing-masing meningkat 3,64 persen dan 3,33 persen.

Sementara itu, DS Smith, perusahaan pengemasan internasional berbasis di Inggris, mencatat kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 3,79 persen.

Disusul oleh saham Mondi, kelompok perusahaan pengemasan dan kertas internasional, yang berkurang 2,56 persen, serta Unilever, perusahaan yang memproduksi makanan, minuman, pembersih, dan juga perawatan tubuh, turun 2,54 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Bursa saham Jerman menguat, Indeks DAX-30 ditutup naik 10,31 poin

Baca juga: Bursa saham Prancis menguat, namun saham Aibus jatuh 3,21 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Prancis menguat, namun saham Aibus jatuh 3,21 persen

Paris (ANTARA) – Saham-saham Prancis berakhir lebih tinggi pada perdagangan Jumat (20/9/2019), dengan indeks acuan CAC-40 di Bursa Efek Paris naik 0,56 persen atau 31,70 poin, menjadi 5.690,78 poin, namun saham Airbus jatuh.

Sebanyak 22 dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen Indeks CAC-40 berhasil membukukan kenaikan harga.

Perusahaan minyak dan gas terintegrasi multinasional Prancis Total terangkat 2,73 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan atau blue chips.

Diikuti oleh saham perusahaan farmasi multinasional Prancis Sanofi yang meningkat sebesar 2,33 persen, dan kelompok perusahaan keuangan Prancis AXA naik sebesar 2,12 persen.

Sementara itu, kelompok perusahaan produsen pesawat terbang Eropa Airbus mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 3,21 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan elektronik dan semikonduktor multinasional Prancis-Italia STMicroelectronics yang kehilangan 2,34 persen, serta raksasa pertahanan dan teknologi Prancis Thales turun 1,55 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Bursa saham Singapura nyaris datar, Indeks STI ditutup naik 0,88 poin

Baca juga: Bursa Hong Kong melemah, Indeks Hang Seng ditutup turun 33,28 poin

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Jerman menguat, Indeks DAX-30 ditutup naik 10,31 poin

Frankfurt (ANTARA) – Saham-saham Jerman ditutup sedikit lebih tinggi pada perdagangan Jumat (20/9/2019), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt menguat 0,08 persen atau 10,31 poin, menjadi 12.468,01 poin.

Perusahaan farmasi Merck meraih keuntungan paling banyak (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan sahamnya meningkat sebesar 3,13 persen.

Disusul oleh kelompok perusahaan energi RWE dan perusahaan perangkat lunak multinasional SAP, yang masing-masing naik sebesar 2,92 persen dan 0,70 persen.

Di sisi lain, perusahaan produsen semikonduktor Infineon Technologies mencatat kerugian paling banyak (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 3,67 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan pemasok komponen otomotif Continental, serta perusahaan perawatan kesehatan Eropa Fresenius SE, yang masing-masing turun sebesar 3,24 persen dan 2,14 persen.

Perusahaan manufaktur dan elektronik Siemens adalah saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang hari dengan nilai transaksi mencapai 556,9 juta euro (614,2 juta dolar AS). Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Bursa saham Prancis menguat, namun saham Aibus jatuh 3,21 persen

Baca juga: Bursa saham Singapura nyaris datar, Indeks STI ditutup naik 0,88 poin

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa Hong Kong melemah, Indeks Hang Seng ditutup turun 33,28 poin

Hong Kong (ANTARA) – Bursa saham Hong Kong berakhir lebih rendah pada perdagangan Jumat, dengan indikator utama Indeks Hang Seng (HSI) turun 0,13 persen atau 33,28 poin atau 0,13 persen, menjadi 26.435,67 poin.

Indeks Hang Seng diperdagangkan berkisar antara terendah 26.410,41 poin hingga tertinggi 26.564,36 poin, dengan nilai transaksi mencapai 94,38 miliar dolar Hong Kong (sekitar 12,05 miliar dolar AS).

Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Rupiah akhir pekan menguat, terbawa sentimen turunnya suku bunga BI

Baca juga: Bursa Efek Filipina melemah, Indeks PSE ditutup anjlok 40,21 poin

Baca juga: Bursa saham Australia menguat, Indeks ASX 200 ditutup naik 0,20 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Seoul terangkat, Indeks KOSPI berakhir naik 0,54 persen

Seoul (ANTARA) – Bursa saham Seoul berakhir lebih tinggi pada perdagangan Jumat, dengan indikator utama Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) bertambah 0,54 persen atau 11,17 poin, menjadi 2.091,52 poin.

Volume perdagangan mencapai 577 juta saham senilai 5,2 triliun won (4,4 miliar dolar AS).

Mata uang Korea Selatan berakhir pada 1.188,0 won terhadap greenback, naik 5,6 won dari tingkat penutupan hari sebelumnya.

Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Rupiah akhir pekan menguat, terbawa sentimen turunnya suku bunga BI

Baca juga: Bursa Hong Kong melemah, Indeks Hang Seng ditutup turun 33,28 poin

Baca juga: Bursa Efek Filipina melemah, Indeks PSE ditutup anjlok 40,21 poin

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Singapura nyaris datar, Indeks STI ditutup naik 0,88 poin

Singapura (ANTARA) – Bursa saham Singapura ditutup hampir tidak berubah pada perdagangan Jumat, dengan indeks acuan STI (Straits Times Index) naik tipis 0,03 persen atau 0,88 poin, menjadi 3.159,68 poin.

Total 1,17 miliar saham berpindah tangan senilai 1,62 miliar dolar Singapura (sekitar 1,18 miliar dolar AS), dengan jumlah saham turun lebih banyak daripada yang naik, sebanyak 187 saham terhadap 151 saham.

Indeks STI turun 0,25 persen atau 8,04 poin, menjadi 3.158,80 poin pada penutupan perdagangan Kamis (19/9/2019). Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Rupiah akhir pekan menguat, terbawa sentimen turunnya suku bunga BI

Baca juga: Bursa Efek Filipina melemah, Indeks PSE ditutup anjlok 40,21 poin

Baca juga: Bursa Hong Kong melemah, Indeks Hang Seng ditutup turun 33,28 poin

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Australia menguat, Indeks ASX 200 ditutup naik 0,20 persen

Penggerak terbesar ASX 200 adalah Premier Investments (PMV)

Sydney (ANTARA) – Bursa saham Australia berakhir lebih tinggi pada perdagangan Jumat, meskipun mengalami pengurangan sepanjang hari setelah dibuka menguat, dan berhasil mencatat kenaikan mingguan kelima berturut-turut.

Pada penutupan pasar, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 13,30 poin atau 0,20 persen menjadi 6.730,80 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas bertambah 13,80 poin atau 0,20 persen menjadi 6.839,00 poin.

Hasilnya mewakili kenaikan mingguan kelima berturut-turut untuk indeks Australia dengan sektor energi terangkat lebih dari tiga persen selama lima perdagangan didukung lonjakan harga minyak.

Pada hari terakhir perdagangan untuk minggu ini, para penambang memimpin kenaikan meskipun harga-harga komoditas berada di bawah tekanan, sementara sektor teknologi dan consumer discretionaries juga melonjak.

“Penggerak terbesar ASX 200 adalah Premier Investments (PMV),” kata analis pasar Commsec, James Tao.

“Operator ritel merek-merek seperti Smiggle, Just Jeans dan Peter Alexander mengumumkan rekor penjualan 1,27 miliar dolar Australia, meningkat 7,5 persen untuk tahun lalu, sementara labanya melonjak hampir 28 persen menjadi 106,8 juta dolar Australia.”

Saham PMV berakhir 15,7 persen lebih tinggi.

Di sektor keuangan, saham bank-bank besar Australia sebagian besar lebih tinggi dengan Commonwealth Bank tidak berubah, ANZ naik 0,29 persen, National Australia Bank naik 1,60 persen dan Westpac Bank naik 0,30 persen.

Saham-saham pertambangan beragam dengan BHP naik 0,19 persen, Rio Tinto turun 0,65 persen, Fortescue Metal turun 1,33 persen dan penambang emas Newcrest naik 2,30 persen.

Saham produsen-produsen minyak dan gas bervariasi dengan Oil Search naik 0,13 persen, Santos naik 0,78 persen, dan Woodside Petroleum naik 0,37 persen.

Saham supermarket terbesar Australia bervariasi dengan Coles turun 1,27 persen dan Woolworths naik 0,78 persen.

Sementara itu saham raksasa telekomunikasi Telstra menguat 0,28 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas berkurang 1,12 persen dan perusahaan biomedis CSL naik 0,22 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa Efek Filipina melemah, Indeks PSE ditutup anjlok 40,21 poin

Manila (ANTARA) – Saham-saham di Filipina ditutup lebih rendah pada perdagangan Jumat, dengan indikator utama Bursa Efek Filipina, indeks komposit PSE, melemah 0,51 persen atau 40,21 poin, menjadi 7.871,11 poin.

Sementara itu, indeks seluruh saham turun 10,61 poin atau 0,22 persen, menjadi berakhir 4.772,35 poin.

Volume perdagangan mencapai 2,69 miliar saham senilai 10,17 miliar peso (194,47 juta dolar AS), dengan 91 saham mencatat keuntungan, 94 saham mengalami kerugian, sementara 62 saham ditutup tak berubah. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Bursa saham Australia menguat, Indeks ASX 200 ditutup naik 0,20 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG akhir pekan melemah dipicu aksi ambil untung

Jakarta (ANTARA) – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan ditutup melemah dipicu aksi ambil untung

IHSG ditutup melemah 13 poin atau 0,21 persen ke posisi 6.231,47. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 2,03 poin atau 0,21 persen menjadi 980,77.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto di Jakarta, Jumat, mengatakan, pelemahan indeks hari ini salah satunya dipicu aksi jual investor asing.

Baca juga: IHSG Jumat dibuka menguat 4,5 poin

“IHSG melemah karena net sell asing dan karena ada koreksi saham bank. Selain itu memang umum jika akhir pekan banyak aksi ambil untung,” ujar William.

Dibuka menguat, IHSG tak lama melemah dan justru banyak menghabiskan waktu di teritori negatif sepanjang hari hingga penutupan perdagangan saham.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual asing bersih atau “net foreign sell” sebesar Rp833,82 miliar.

Baca juga: IHSG berpeluang menguat ditopang sentimen positif eksternal-domestik

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 439.793 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 16,51 miliar lembar saham senilai Rp10,9 triliun. Sebanyak 175 saham naik, 213 saham menurun, dan 153 saham tidak bergerak nilainya

Sementara itu, bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei menguat 34,64 poin (0,16 persen) ke 22.079,09, indeks Hang Seng melemah 33,28 poin atau 0,13 persen ke 26.435,67, dan indeks Straits Times menguat 7,86 poin (0,25 persen) ke posisi 3.166,66.

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG berpeluang menguat ditopang sentimen positif eksternal-domestik

IHSG diperkirakan bergerak ‘mixed’ dengan peluang menguat

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat berpeluang menguat ditopang sentimen positif baik eksternal maupun domestik.

IHSG dibuka menguat 4,5 poin atau 0,07 persen ke posisi 6.248,97. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,78 poin atau 0,08 persen menjadi 983,57.

Baca juga: IHSG Jumat dibuka menguat 4,5 poin

“Bauran sentimen yang variatif baik dari dalam negeri dan eksternal, mendorong pasar saham Indonesia dengan indeks acuan IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan peluang menguat pada perdagangan saham hari ini,” kata Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Jumat.

Pada Kamis (19/9/2019) kemarin, sejumlah bank sentral di dunia mengumumkan kebijakan suku bunga acuannya. Diawali oleh The Fed mengumumkan kebijakan suku bunganya atau Fed Fund Rate turun 25 basis poin (bps) menjadi 1,75-2 persen.

Baca juga: Federal Reserve AS pangkas suku bunga untuk kedua kali tahun ini

Kemudian, bank sentral Jepang (BoJ) mengumumkan mempertahankan kebijakan suku bunganya (short-term interest rate) pada level minus 0,1 persen.

Berikutnya, bank sentral Hong Kong memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 2,25 persen dan BI mengumumkan penurunan suku bunga 25 bps menjadi 5,25 persen.

“Di tengah perlambatan ekonomi global, bank sentral di dunia diproyeksikan mengambil dan melanjutkan kebijakan moneter akomodatif,” ujar Alfiansyah.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan China telah membeli produk-produk pertanian asal AS dalam jumlah yang besar, sebelum kemudian mengatakan bahwa kesepakatan dagang dengan China bisa diteken sebelum gelaran pemilihan presiden di AS pada 2020 atau sehari setelahnya.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 93,76 poin (0,43 persen) ke 22.138,21, indeks Hang Seng melemah 9,01 poin atau 0,03 persen ke 26.477,96, dan indeks Straits Times melemah 4,32 poin (0,14 persen) ke posisi 3.163,12.

Baca juga: Bursa Wall Street berakhir bervariasi di tengah sejumlah data ekonomi
Baca juga: Harga emas berjangka turun setelah Fed turunkan suku bunga

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG Jumat dibuka menguat 4,5 poin

IHSG dibuka menguat 4,5 poin atau 0,07 persen ke posisi 6.248,97

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat dibuka menguat 4,5 poin atau 0,07 persen ke posisi 6.248,97.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,78 poin atau 0,08 persen menjadi 983,57.

Baca juga: Bursa Wall Street berakhir bervariasi di tengah sejumlah data ekonomi
Baca juga: IHSG ditutup melemah dipicu aksi jual oleh investor asing

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Harga minyak naik karena kekhawatiran kekurangan pasokan

Serangan pesawat tak berawak terhadap fasilitas minyak utama Arab Saudi selama akhir pekan lalu menghapus 5,7 juta barel produksi minyak mentah setiap hari.

New York (ANTARA) – Harga minyak naik pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena pasar tetap khawatir tentang kemungkinan kekurangan pasokan.

Meskipun Menteri Energi Arab  Saudi Abdulaziz bin Salman mengatakan pada Selasa (17/9/2019) bahwa pasokan minyak akan sepenuhnya pulih pada akhir September, analis mengatakan rendahnya kapasitas cadangan global saat ini tetap menjadi perhatian bagi investor dan mendukung harga minyak.

Serangan pesawat tak berawak terhadap fasilitas minyak utama Arab Saudi selama akhir pekan lalu menghapus 5,7 juta barel produksi minyak mentah setiap hari. Jumlah tersebut menyumbang lebih dari setengah dari total produksi negara Saudi, atau lebih dari lima persen dari total produksi dunia.

Patokan AS, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober, naik tipis 0,02 dolar AS menjadi menetap pada 58,13 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara patokan global, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November bertambah 0,8 dolar AS menjadi ditutup pada 64,4 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
Baca juga: Harga minyak terus menurun, setelah Saudi janji pulihkan produksi

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Prancis ditutup naik, indeks CAC-40 menguat 0,68 persen

Indeks CAC-40 di bursa saham Paris naik 0,68 persen atau 38,43 poin menjadi 5.659,08 poin

Paris (ANTARA) – Saham-saham Prancis berakhir lebih tinggi pada perdagangan Kamis (19/9/2019), dengan indeks acuan CAC-40 di Bursa Efek Paris naik 0,68 persen atau 38,43 poin, menjadi 5.659,08 poin.

Pemimpin transformasi digital Prancis, Atos, terangkat 3,00 persen, menjadi peraih keuntungan tertinggi (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips.

Diikuti oleh kelompok perbankan Prancis Societe Generale yang menguat 2,71 persen, serta kelompok perusahaan keuangan internasional Prancis BNP Paribas naik 2,16 persen.

Baca juga: Bursa saham Inggris berakhir naik, indeks FTSE bertambah 0,58 persen
Baca juga: Indeks CAC-40 Prancis berakhir cenderung datar

Sementara itu, sebut Xinhua,  perusahaan perangkat lunak Eropa Dassault Systems mencatat kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya kehilangan 1,63 persen.

Disusul oleh saham perusahaan konsultan teknologi informasi multinasional Prancis Cap Gemini yang melemah 0,97 persen, dan produsen mobil multinasional Prancis Renault turun 0,67 persen.

Baca juga: Bursa saham Singapura ditutup melemah, indeks STI turun 0,25 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa Wall Street berakhir bervariasi di tengah sejumlah data ekonomi

Indeks Dow Jones turun 52,29 poin atau 0,19 persen menjadi 27.094,79 poin

New York (ANTARA) – Saham-saham di bursa Wall Street AS mengupas sebagian besar kenaikan awal menjadi bervariasi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), di tengah sejumlah data ekonomi utama terbaru.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 52,29 poin atau 0,19 persen, menjadi ditutup di 27.094,79 poin. Indeks S&P 500 meningkat 0,06 poin atau 0,0020 persen, menjadi berakhir di 3.006,79 poin. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 5,49 poin atau 0,07 persen, menjadi ditutup di 8.182,88 poin.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berhasil mengamankan wilayah positif pada penutupan, dengan sektor perawatan kesehatan naik 0,47 persen, memimpin keuntungan. Sementara sektor industri mundur 0,49 persen, menjadi kelompok dengan kinerja terburuk.

Baca juga: Harga emas berjangka turun setelah Fed turunkan suku bunga
Baca juga: Wall Street ditutup bervariasi setelah Fed pangkas suku bunga

Dalam pekan yang berakhir 14 September, klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, tercatat 208.000, naik 2.000 dari tingkat direvisi pekan sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja melaporkan Kamis (19/9/2019).

Para ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan klaim baru akan mencapai total 215.000 yang disesuaikan secara musiman.

Total penjualan existing-home (rumah yang sebelumnya telah dimiliki atau rumah yang sudah dibangun sebelumnya selama satu bulan atau dikenal juga dengan home resales/rumah bekas) di AS, naik 1,3 persen dari Juli ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 5,49 juta pada Agustus, menurut National Association of Realtors. Angka tersebut mengalahkan konsensus pasar.

Wall Street juga terus mencerna keputusan Federal Reserve terbaru tentang suku bunga. Bank sentral AS pada Rabu (19/9/2019) menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin di tengah meningkatnya risiko dan ketidakpastian yang berasal dari ketegangan perdagangan dan perlambatan ekonomi global, menyusul penurunan suku bunga pada Juli yang merupakan yang pertama dalam lebih dari satu dekade.

Baca juga: OECD perkirakan pelambatan lebih lanjut ekonomi global 2019 dan 2020

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indeks DAX-30 Jerman ditutup menguat 0,55 persen

indeks DAX-30 Jerman menguat 0,55 persen atau 68,08 poin menjadi 12.457,70 poin

Frankfurt (ANTARA) – Saham-saham Jerman ditutup lebih tinggi pada perdagangan Kamis (19/9/2019), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt menguat 0,55 persen atau 68,08 poin, menjadi 12.457,70 poin.

Perusahaan farmasi Merck meraih keuntungan paling banyak (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya meningkat 3,26 persen.

Disusul oleh saham perusahaan bahan bangunan multinasional HeidelbergCement serta bank terkemuka Jerman Deutsche Bank, yang masing-masing naik sebesar 2,08 persen dan 2,05 persen.

Baca juga: Bursa Wall Street berakhir bervariasi di tengah sejumlah data ekonomi
Baca juga: Bursa saham Inggris berakhir naik, indeks FTSE bertambah 0,58 persen

Di sisi lain, sebut Xinhua, perusahaan penyedia teknologi internet dan jasa keuangan global Wirecard mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 5,31 persen.

Diikuti oleh saham maskapai penerbangan Jerman Lufthansa dan perusahaan perawatan pribadi Beiersdorf, yang masing-masing turun sebesar 2,98 persen dan 1,19 persen.

Wirecard adalah saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang hari dengan nilai transaksi mencapai 494,9 juta euro (547,7 juta dolar AS).

Baca juga: Bursa saham Prancis ditutup naik, indeks CAC-40 menguat 0,68 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Inggris berakhir naik, indeks FTSE bertambah 0,58 persen

Indeks FTSE-100 bertambah 0,58 persen atau 42,37 poin menjadi 7.356,42 poin

London (ANTARA) – Saham-saham Inggris berakhir lebih tinggi pada perdagangan Kamis (19/9/2019), dengan indeks acuan acuan FTSE-100 di Bursa Efek London bertambah 0,58 persen atau 42,37 poin, menjadi 7.356,42 poin.

International Consolidated Airlines Group, sebuah perusahaan induk maskapai multinasional Inggris-Spanyol, melonjak 3,76 persen, menjadi peraih keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan atau blue chips.

Diikuti oleh saham perusahaan telekomunikas Inggris Vodafone Group dan perusahaan farmasi Astrazeneca, yang masing-masing meningkat sebesar 2,69 persen dan 2,59 persen.

Baca juga: Indeks FTSE-100 Inggris berakhir turun tipis 0,09 persen

Sementara itu, sebut Xinhua, Next, perusahaan pengecer pakaian, alas kaki dan produk rumah tangga multinasional Inggris, mencatat kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 5,67 persen.

Disusul oleh saham supermarket grosir daring Inggris Ocado Group yang berkurang 3,65 persen, JD Sports Fashion, sebuah perusahaan ritel fashion-olahraga, turun 2,86 persen.

Baca juga: IHSG ditutup melemah dipicu aksi jual oleh investor asing

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG ditutup melemah dipicu aksi jual oleh investor asing

Penurunan IHSG lebih dipengaruhi oleh faktor net sell asing

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup melemah dipicu aksi jual oleh investor asing.

IHSG ditutup melemah 32,16 poin atau 0,51 persen ke posisi 6.244,47. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 9,04 poin atau 0,91 persen menjadi 982,8.

“Penurunan IHSG lebih dipengaruhi oleh faktor net sell asing,” kata analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta di Jakarta, Kamis.

Baca juga: IHSG Kamis dibuka melemah 2,46 poin

Dibuka melemah, IHSG banyak menghabiskan waktu di teritori negatif sepanjang hari Kamis hingga penutupan perdagangan saham.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual asing bersih atau net foreign sell sebesar Rp596,66 miliar.

Baca juga: IHSG menguat ditengah turunnya bursa saham Asia

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 492.026 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 14,95 miliar lembar saham senilai Rp7,76 triliun.

Sebanyak 137 saham naik, 267 saham menurun, dan 146 saham tidak bergerak nilainya

Sementara itu, bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei menguat 83,74 poin (0,38 persen) ke 22.044,45, indeks Hang Seng melemah 285,17 poin atau 1,07 persen ke 26.468,95, dan indeks Straits Times melemah 4,62 poin (0,15 persen) ke posisi 3.162,22.

Baca juga: IHSG Rabu dibuka menguat 2,02 poin

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Saham Filipina berakhir melemah 0,05 persen

Manila (ANTARA) – Saham-saham Filipina berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis, dengan indikator utama Bursa Efek Filipina, indeks komposit PSE, melemah 0,05 persen atau 3,97 poin, menjadi 7.911,32 poin.

Sementara itu, indeks seluruh saham berkurang 3,47 poin atau 0,07 persen, menjadi ditutup pada 4.782,96 poin.

Volume perdagangan mencapai 453,90 juta saham senilai 4,12 miliar peso (78,84 juta dolar AS), dengan sebanyak 86 saham berhasil membukukan keuntungan, 108 saham mengalami kerugian, sementara 53 saham ditutup datar.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rupiah Kamis ditutup menguat usai BI turunkan suku bunga acuan

Penurunan suku bunga sudah diumumkan, berarti BI memangkas suku bunga dalam tiga bulan berturut-turut. Inflasi yang bisa terus terjaga memberikan ruang bagi BI untuk kembali melonggarkan kebijakan moneter

Jakarta (ANTARA) – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta, Kamis sore ditutup menguat usai Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuannya.

Rupiah ditutup menguat 7 poin atau 0,05 persen menjadi Rp14.060 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.067 per dolar AS.

“Rupiah berbalik menguat melawan dolar AS setelah BI kembali menurunkan suku bunga acuannya,” kata Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta. 

BI kembali menurunkan suku bunga acuan  sesuai dengan ekspektasi pasar. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 September 2019 memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin menjadi 5,25 persen.

“Penurunan suku bunga sudah diumumkan, berarti BI memangkas suku bunga dalam tiga bulan berturut-turut. Inflasi yang bisa terus terjaga memberikan ruang bagi BI untuk kembali melonggarkan kebijakan moneter,” ujar Ibrahim.

Baca juga: BI kembali pangkas suku bunga acuan menjadi 5,25 persen

Selain itu, memasuki kuartal III-2019, neraca perdagangan mencatat defisit tidak terlalu besar pada Juli, kemudian berbalik surplus di pada Agustus meski tidak terlalu besar juga.

Bisa dikatakan neraca perdagangan lebih stabil di kuartal III-2019, sehingga defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD) bisa membaik.

Baca juga: Cegah efek perlambatan ekonomi global, ini yang dilakukan BI

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah Rp14.101 dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.060 per dolar AS hingga Rp14.105 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis ini menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp14.099 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.080 per dolar AS.

Baca juga: Gubernur BI minta perbankan jangan ulur waktu pangkas bunga kredit
 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Saham China menguat ditopang sektor pariwisata dan elektronika

Beijing (ANTARA) – Saham-saham China melanjutkan tren penguatannya dengan ditutup lebih tinggi pada Kamis, di mana sektor pariwisata dan elektronik memimpin kenaikan.

Indikator utama Indeks Komposit Shanghai naik 0,46 persen menjadi ditutup pada 2.999,28 poin, sedangkan Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua China berakhir 1,01 persen lebih tinggi pada 9.852,2 poin.

Nilai transaksi gabungan saham dalam dua indeks meningkat menjadi 491,5 miliar yuan (sekitar 69,5 miliar dolar AS) dari 487,2 miliar yuan pada hari perdagangan sebelumnya.

Jumlah saham naik melebihi yang turun dengan di bursa Shanghai sebanyak 1.076 saham berbanding 309 saham, dan di bursa Shenzhen sebanyak 1.628 saham berbanding 440 saham.

Baca juga: Perusahaan elektronik China gencar akuisisi merek global

Perusahaan-perusahaan dalam industri pariwisata melihat pertumbuhan yang kuat dalam harga sahamnya. Saham Utour Group Co, Ltd melonjak 8,41 persen menjadi ditutup pada 6,06 yuan per saham, sedangkan saham Zhang Jia Jie Tourism Group Co, Ltd naik 6,99 persen menjadi 5,82 yuan.

Melawan tren kenaikan, saham di sektor minyak memimpin kerugian, dengan Tong Petrotech Corp jatuh 3,8 persen menjadi 5,57 yuan.

Sementara itu, indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang China di papan bergaya Nasdaq, bertambah 1,57 persen, menjadi ditutup pada 1.705,6 poin.

Baca juga: Perusahaan China Tiens incar bisnis transaksi elektronik Indonesia

Baca juga: China perbanyak impor komponen elektronik dari Indonesia
 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Hong Kong ditutup 1,07 persen lebih rendah

Hong Kong (ANTARA) – Bursa saham Hong Kong ditutup lebih rendah pada perdagangan Kamis, dengan indikator utama Indeks Hang Seng (HSI) turun 1,07 persen atau 285,17 poin, menjadi 26,468,95 poin.

Indeks Hang Seng diperdagangkan berkisar antara terendah 26.372,09 poin hingga tertinggi 26.820,73 poin, dengan nilai transaksi mencapai 70,58 miliar dolar Hong Kong (sekitar 9,01 miliar dolar AS).

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Saham Tokyo ditutup lebih tinggi karena Fed pangkas suku bunga

Tokyo (ANTARA) – Saham-saham Tokyo ditutup naik pada perdagangan Kamis, karena investor menyambut penurunan suku bunga oleh Federal Reserve AS, meskipun beberapa keuntungannya dikupas oleh kenaikan yen terhadap dolar AS setelah Bank Sentral Jepang (BOJ) tidak meluncurkan kebijakan moneter baru.

Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) bertambah 83,74 poin atau 0,38 persen, dari tingkat penutupan Rabu (18/9), menjadi mengakhiri perdagangan di 22.044,45 poin.

Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas dari seluruh saham papan utama di pasar Tokyo meningkat 9,04 poin atau 0,56 persen, menjadi ditutup pada 1,615,66 poin.

Saham-saham yang berhubungan dengan tekstil dan pakaian jadi, jasa-jasa, dan tenaga listrik serta gas paling banyak meraih keuntungan pada penutupan perdagangan.

Pada akhir pertemuan penetapan kebijakan dua hari bank sentral, Dewan Kebijakan BOJ memilih untuk tidak mengubah suku bunga jangka pendek pada minus 0,1 persen dan mempertahankan suku bunga jangka panjang mendekati nol.

Dewan bank sentral pada akhir pertemuan juga memilih untuk tidak mengubah program pembelian aset besar-besaran.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Seoul berakhir naik untuk sesi ke-10 berturut-turut

KOSPI berakhir di posisi tertinggi dalam sekitar delapan minggu karena Federal Reserve AS memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi ke kisaran 1,75-2,00 persen

Seoul (ANTARA) – Saham-saham Seoul berakhir naik pada perdagangan Kamis, mencatat kemenangan selama 10 sesi berturut-turut didukung penurunan suku bunga AS.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) naik 9,62 poin atau 0,46 persen, menjadi ditutup pada 2.080,35, dengan volume perdagangan mencapai 484 juta saham senilai 4,6 triliun won (3,9 miliar dolar AS).

Baca juga: Bursa saham Seoul berakhir menguat 0,41 persen

KOSPI berakhir di posisi tertinggi dalam sekitar delapan minggu karena Federal Reserve AS memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi ke kisaran 1,75-2,00 persen.

Ini mendukung ekspektasi bagi Bank Sentral Korea (BOK) untuk memangkas target suku bunga lebih lanjut pada akhir tahun ini, setelah menurunkannya dari 1,75 persen menjadi 1,50 persen pada Juli.

Gubernur BOK Lee Ju-yeol mengatakan pemotongan suku bunga AS mengurangi beban bagi bank sentral lain, termasuk BOK, dalam pengelolaan kebijakan moneter, mencatat bahwa The Fed tidak menutup ruang untuk penurunan suku bunga lebih lanjut.

Baca juga: Bursa saham Seoul menguat, Indeks KOSPI ditutup naik 0,01 persen

Orang asing adalah penjual bersih di pasar saham lokal, sementara investor ritel dan institusional mengurangi kepemilikan saham mereka.

Saham-saham teknologi menguat karena data BOK menunjukkan harga ekspor untuk semikonduktor rebound bulan lalu. Ini membangkitkan harapan bahwa penurunan dalam siklus bisnis industri chip global mungkin telah berakhir.

Pemimpin pasar Samsung Electronics naik 3,0 persen, dan raksasa chip memori SK Hynix naik 3,1 persen.

Saham-saham blue-chips berakhir beragam. Perusahaan kimia terkemuka LG Chem menambahkan 0,6 persen, dan produsen mobil terkemuka Hyundai Motor naik 1,2 persen. Pembuat baja terbesar POSCO turun 1,9 persen, dan pembuat suku cadang mobil No.1 Hyundai Mobis mundur 1,6 persen.

Mata uang Korea Selatan berakhir pada 1.193,6 won terhadap greenback, turun 2,3 won dari penutupan sebelumnya.

Baca juga: Bursa saham Seoul dibuka melemah, indeks KOSPI turun 0,22 persen
 

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG diprediksi variatif hari ini, setelah The Fed turunkan suku bunga

…investor domestik berharap kebijakan The Fed diikuti oleh Bank Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pada Kamis diprediksi variatif pasca turunnya suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed)..

IHSG dibuka dibuka melemah 2,46 poin atau 0,04 persen ke posisi 6.274,18. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak turun 1,83 poin atau 0,18 persen menjadi 990,01.

Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi di Jakarta, Kamis, memperkirakan IHSG akan bergerak bervariasi hari ini.

“Sentimen positifnya datang dari kebijakan The Fed yang menurunkan suku bunga sesuai ekspektasi pasar dan investor domestik berharap kebijakan The Fed diikuti oleh Bank Indonesia,” ujar Lanjar.

Adapun Bank Indonesia akan mengumumkan penetapan suku bunga hari ini. Investor optimis Bank Indonesia akan memangkas suku bunga menjadi 5,25 persen.

Federal Reserve  akhirnya memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,75-2 persen, sesuai ekspektasi pasar.

Meski demikian, pernyataan The Fed kemarin mengindikasikan bahwa sepertinya tidak akan ada lagi penurunan suku bunga hingga akhir tahun.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei menguat 170,68 poin (0,78 persen) ke 22.131,39, Indeks Hang Seng melemah 203 poin atau 0,76 persen ke 26.551,12, dan Indeks Straits Times melemah 0,94 poin (0,03 persen) ke posisi 3.167,78.

Baca juga: Bursa Hong Kong menguat, Indeks Hang Seng dibuka naik 0,25 persen

Baca juga: Bursa saham Tokyo dibuka menguat, setelah penurunan suku bunga Fed

Baca juga: Harga emas naik 3 hari beruntun, hanya turun tipis pascakeputusan Fed

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cukai naik, saham perusahaan rokok fluktuatif sampai Oktober

Saat ini harga saham rokok secara valuasi sudah cukup atraktif

Jakarta (ANTARA) – Harga saham perusahaan rokok di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan masih akan berfluktuasi seiring dengan pengumuman pemerintah menaikkan rata-rata cukai rokok sebesar 23 persen dan Harga Jual Eceran (HJE) naik 35 persen, yang efektif berlaku mulai 1 Januari 2020.

“Rencana kenaikan tarif cukai ini cukup mengejutkan pelaku pasar karena ini adalah kenaikan cukai tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Namun sebenarnya bisa dimengerti karena pada tahun ini, pemerintah tidak menaikkan tarif cukai,” kata Analis Bahana Sekuritas Giovanni Dustin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Dengan rencana kenaikan tersebut, sekuritas yang dimiliki Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) ini menilai volatilitas saham rokok masih akan berlanjut sampai Oktober 2019 hingga pemerintah mengeluarkan detil  Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

‘’Dengan kenaikan ini, sebenarnya sama saja seperti pemerintah menaikkan cukai pada tahun ini, yang setiap tahunnya berada pada kisaran 10-12 persen, dan pada tahun depan dengan kisaran yang sama,’’ paparnya.

Hanya saja, kenaikan itu menjadi berganda pada tahun 2020, karena tahun 2019 tidak ada kenaikan tarif, namun pelaku pasar perlu melihat lebih rinci detail peraturan menteri keuangan-nya.

Dalam hitungan sementara Bahana, dengan rencana kenaikan rata-rata tarif cukai sebesar 23 persen, produsen rokok akan membebankan kenaikan tersebut kepada konsumen dengan menaikkan harga jual rata-rata sekitar 16-18 persen.

Dengan rencana kenaikan ini, Bahana menilai PT Gudang Garam akan sedikit lebih sulit membebankan seluruh beban kenaikan cukai ini kepada konsumen karena produksi masih lebih didominasi oleh rokok untuk kalangan menengah bawah.

Sedangkan PT Hanjaya Mandala Sampoerna akan sedikit lebih leluasa menaikkan harga rokoknya karena portfolio produk rokok yang lebih berimbang.

‘’Saat ini harga saham rokok secara valuasi sudah cukup atraktif, namun tekanan dan ketidakpastian masih akan ada hingga pemerintah mengeluarkan detail peraturan menteri keuangan,’’ ujar Giovanni.

Ia mengatakan tidak melihat kenaikan tarif cukai di atas 20 persen ini masih akan berlanjut hingga beberapa tahun ke depan.

Bahana memberi rekomendasi beli atas saham HM Sampoerna dengan target harga Rp 4.150/lembar saham sebagai pilihan terbaik, karena produksi rokoknya yang lebih beragam sehingga lebih leluasa dalam menyesuaikan harga. Selain itu perusahaan berkode saham HMSP ini juga memiliki cashflow yang lebih sehat untuk menopang dividen.

Rekomendasi beli juga diberikan untuk saham Gudang Garam dengan target harga Rp 90.200/lembar saham.

Keputusan pemerintah menaikkan tarif cukai yang cukup mengejutkan pasar itu untuk mengurangi konsumsi rokok nasional dan meningkatkan kesehatan masyarakat, mengurangi rokok ilegal, serta mendorong kenaikan pendapatan negara.

Baca juga: Sri Mulyani beberkan pertimbangan pemerintah naikkan cukai rokok

Pewarta: Royke Sinaga
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG Kamis dibuka melemah 2,46 poin

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, dibuka melemah 2,46 poin atau 0,04 persen ke posisi 6.274,18.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak turun 1,83 poin atau 0,18 persen menjadi 990,01.

Baca juga: Melemah, dolar diperdagangkan pada paruh tengah 108 yen

Baca juga: Harga emas naik 3 hari beruntun, hanya turun tipis pascakeputusan Fed

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa Hong Kong menguat, Indeks Hang Seng dibuka naik 0,25 persen

Hong Kong (ANTARA) – Bursa saham Hong Kong dibuka lebih tinggi pada Kamis pagi, dengan indikator utama Indeks Hang Seng (HSI) naik 0,25 persen atau 66,61 poin, menjadi diperdagangkan di 26.820,73 poin.

Sementara Indeks HSI turun 0,13 persen atau 36,12 poin menjadi 26.754,12 poin pada penutupan perdagangan Rabu (18/9/2019) dengan nilai transaksi mencapai 59,51 miliar dolar Hong Kong (sekitar 7,60 miliar dolar AS).

Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: IHSG Kamis dibuka melemah 2,46 poin

Baca juga: Rupiah Kamis pagi anjlok 34 poin, dekati Rp14.100

Baca juga: Bursa saham Australia menguat, Indeks ASX 200 dibuka naik 0,86 persen

Baca juga: Bursa saham Tokyo dibuka menguat, setelah penurunan suku bunga Fed

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham China lanjutkan penguatan, Indeks Shanghai dibuka naik

Beijing (ANTARA) – Bursa saham China melanjutkan tren penguatan, dibuka lebih tinggi pada perdagangan Kamis pagi, dengan Indeks Komposit Shanghai naik 0,24 persen menjadi diperdagangkan di 2.992,92 poin.

Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua China, dibuka meningkat 0,34 persen menjadi diperdagangkan pada 9.786,4 poin.

Sementara itu, Indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq China, naik 0,33 persen menjadi dibuka pada 1.684,93 poin.

Indeks ChiNext, bersama dengan Indeks Komponen Shenzhen dan Indeks Papan SME (perusahaan kecil dan menengah) Shenzhen, mencerminkan kinerja saham yang tercatat di Bursa Efek Shenzhen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: IHSG Kamis dibuka melemah 2,46 poin

Baca juga: Harga emas naik 3 hari beruntun, hanya turun tipis pascakeputusan Fed

Baca juga: Bursa Hong Kong menguat, Indeks Hang Seng dibuka naik 0,25 persen

Baca juga: Bursa saham Tokyo dibuka menguat, setelah penurunan suku bunga Fed

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Australia menguat, Indeks ASX 200 dibuka naik 0,86 persen

Perbedaan itu dapat berarti bahwa pasar akan lebih bergantung pada data, dengan fokus pada pertumbuhan, inflasi dan ekspor

Sydney (ANTARA) – Bursa saham Australia dibuka menguat pada perdagangan Kamis pagi, dengan keuntungan berbasis luas dan setiap sektor mencatat kenaikan kuat.

Pada pukul 10.30 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 57,40 poin atau 0,86 persen menjadi 6.739,00, sedangkan Indeks All Ordinaries yang lebih luas naik 56,10 poin atau 0,83 persen pada 6.847,30 poin.

Dengan pasar global bereaksi terhadap keputusan Federal Reserve (Fed) AS menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin semalam, komentator menyebut langkah itu “pemotongan hawkish“.

Tetapi menurut Kepala Strategi Pasar CMC Markets, Michael McCarthy, proyeksi anggota dewan menunjukkan jalur tingkat bunga yang lebih tinggi daripada yang ditunjukkan oleh pasar saat ini.

“Perbedaan itu dapat berarti bahwa pasar akan lebih bergantung pada data, dengan fokus pada pertumbuhan, inflasi dan ekspor,” katanya.

“Sementara reaksi pasar dibungkam, reaksi dari Gedung Putih sangat luar biasa. Presiden mencuit bahwa Ketua Fed Powell ‘Tidak ada nyali, tidak masuk akal, tidak ada visi”

Baca juga: Powell: Fed AS tak akan pakai suku bunga turun untuk dongkrak ekonomi

“Antipati terbuka antara presiden dan ketua Fed belum pernah terjadi sebelumnya.”

“Mungkin saja presiden menanggapi beberapa bahasa yang lebih halus dalam pernyataan terlampir The Fed, menyoroti gangguan perdagangan dan penurunan ekspor sebagai risiko utama bagi ekonomi AS.”

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia reli dengan saham Commonwealth Bank naik 1,03 persen, Westpac Bank naik 1,19 persen, National Australia Bank naik 1,13 persen dan ANZ naik 1,26 persen.

Saham-saham pertambangan sebagian besar lebih tinggi dengan BHP naik 0,27 persen, Rio Tinto naik 0,73 persen dan Fortescue Metals naik 0,44 persen, namun penambang emas Newcrest turun 1,01 persen.

Saham produsen-produsen minyak dan gas terangkat dengan Woodside Petroleum naik 0,25 persen, Santos naik 0,26 persen dan Oil Search naik 0,92 persen.

Baca juga: Harga minyak terus menurun, setelah Saudi janji pulihkan produksi

Saham jaringan supermarket terbesar di Australia juga melonjak dengan Coles Group naik 0,58 persen dan Woolworths naik 1,29 persen.

Sementara saham raksasa telekomunikasi Telstra meningkat 1,69 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas terangkat 1,12 persen dan perusahaan biomedis CSL naik 0,89 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Melemah, dolar diperdagangkan pada paruh tengah 108 yen

Baca juga: Harga emas naik 3 hari beruntun, hanya turun tipis pascakeputusan Fed

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Tokyo dibuka menguat, setelah penurunan suku bunga Fed

Tokyo (ANTARA) – Bursa saham Tokyo dibuka lebih tinggi pada perdagangan Kamis pagi, setelah Federal Reserve (Fed) AS menurunkan suku bunganya lagi namun mengisyaratkan pandangan beragam untuk sisa tahun ini dalam hal pemotongan tambahan, tetapi pasar juga didukung yen yang relatif lemah.

Ketika pasar dibuka, indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) naik 177,82 poin atau 0,81 persen, dari tingkat penutupan Rabu (18/9/2019), menjadi diperdagangkan di 22.138,53 poin.

Sementara itu, Indeks Topix yang lebih luas dari semua saham papan utama di pasar Tokyo menambahkan 12,00 poin, atau 0,75 persen, menjadi diperdagangkan pada 1.618,62 poin.

Saham-saham yang berhubungan dengan asuransi, tenaga listrik dan gas, serta tekstil dan pakaian paling banyak mengalami kenaikan di menit-menit pembukaan setelah bel perdagangan pagi.

Bank sentral AS pada Rabu (18/9/2019) menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin di tengah meningkatnya risiko dan ketidakpastian yang berasal dari ketegangan perdagangan dan perlambatan ekonomi global, menyusul penurunan suku bunga pada Juli yang pertama dalam lebih dari satu dasawarsa.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan penetapan suku bunga Fed, memangkas target untuk suku bunga acuan dana federal ( federal funds rate) sebesar 25 basis poin menjadi ke kisaran 1,75 persen hingga 2,00 persen setelah menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari, sebagian besar sejalan dengan ekspektasi pasar. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Harga emas naik 3 hari beruntun, hanya turun tipis pascakeputusan Fed

Baca juga: Powell: Fed AS tak akan pakai suku bunga turun untuk dongkrak ekonomi

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Harga minyak terus menurun, setelah Saudi janji pulihkan produksi

Pasar minyak global memiliki sumber daya yang cukup bahkan di luar minyak serpih…

New York (ANTARA) – Harga minyak turun sekitar dua persen pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), memperpanjang penurunan hari sebelumnya setelah Arab Saudi mengatakan akan dengan cepat memulihkan produksi penuh setelah serangan akhir pekan lalu pada fasilitasnya, dan karena stok minyak mentah AS naik secara tak terduga.

Ketegangan di Timur Tengah tetap meningkat, namun, setelah Kementerian Pertahanan Saudi mengadakan konferensi pers, menampilkan pesawat tak berawak dan puing-puing rudal yang dikatakannya merupakan “bukti yang tidak dapat disangkal” dari agresi Iran. Presiden AS Donald Trump pada Rabu (18/9/2019) mengatakan ia memerintahkan peningkatan besar sanksi-sanksi terhadap Iran dalam langkah terbaru AS untuk menekan Teheran.

Iran membantah terlibat dalam serangan itu.

Amerika Serikat ingin membangun koalisi mitra Eropa dan Arab untuk menghalangi Iran setelah serangan terhadap Arab Saudi yang dijelaskan oleh Menteri Luar Negeri Mike Pompeo pada Rabu (18/9/2019) sebagai “tindakan perang.”

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November turun 0,95 dolar AS atau 1,5 persen menjadi ditutup pada 63,60 dolar AS per barel, sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober menetap 1,23 folar AS atau 2,1 persen lebih rendah menjadi 58,11 dolar AS per barel.

Stok minyak mentah AS naik 1,1 juta barel pekan lalu, data Badan Informasi Energi (EIA) menunjukkan, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk penurunan 2,5 juta barel. Namun, persediaan minyak mentah di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk patokan berjangka, menurun untuk minggu ke-11 berturut-turut minggu lalu, penurunan beruntun terpanjang sejak Agustus 2018.

Minyak mentah juga berada di bawah tekanan setelah Federal Reserve (Fed) AS memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin untuk kedua kalinya tahun ini, mengirim indeks dolar lebih tinggi. Dolar AS yang lebih kuat membuat minyak berdenominasi greenback lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Harga minyak anjlok enam persen pada Selasa (17/9/2019) setelah menteri energi Saudi mengatakan kerajaan telah mengembalikan pasokan minyak kepada pelanggan ke tingkat mereka sebelum serangan dengan menarik dari persediaannya. Serangan pada Sabtu (14/9/2019) secara efektif menutup lima persen dari produksi minyak global, dan mendorong harga naik sekitar 15 persen pada Senin (16/9/2019).

“Serangan itu merupakan eskalasi yang jelas dalam ketegangan Timur Tengah yang sedang berlangsung, dan penargetan struktur 15-18 spesifik, menunjuk pada peningkatan kecanggihan sehubungan dengan perencanaan dan implementasi,” kata Pusat Studi Kajian Strategis & Internasional (CSIS) dalam sebuah catatan.

“Ukuran dan durasi pemadaman digabungkan dengan ketersediaan dan waktu pilihan pasokan lainnya, termasuk rilis stok strategis, dan pertimbangan pertumbuhan permintaan, pada akhirnya akan menentukan pergerakan harga berjangka.”

Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan saat ini pihaknya tidak melihat kebutuhan untuk pelepasan cadangan minyak darurat.

“Secara keseluruhan, selama kita melihat volatilitas yang tinggi ini timbul dari meningkatnya risiko geopolitik bersama dengan masalah kelebihan pasokan/lemahnya permintaan 2020, para generalis kemungkinan akan tetap dikesampingkan dari sektor energi,” kata analis di Tudor Pickering Holt dalam sebuah catatan.

Waktu yang menantang

Menteri Energi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan pada Selasa (17/9/2019) rata-rata produksi minyak Arab Saudi pada September dan Oktober akan menjadi 9,89 juta barel per hari (bph) dan bahwa komitmen pasokan minyak bulan ini kepada pelanggan akan dipenuhi sepenuhnya.

Kapasitas produksi akan mencapai 11 juta barel per hari pada akhir September dan 12 juta barel per hari pada akhir November, kapasitas produksi kerajaan sebelum serangan, katanya.

Hubungan antara Amerika Serikat dan Iran telah memburuk sejak Trump menarik diri dari perjanjian nuklir Iran tahun lalu dan menerapkan kembali sanksi terhadap ekspor minyaknya.

Trump pada Rabu (18/9/2019) mengatakan kepada wartawan bahwa ia akan memberikan rincian lebih lanjut tentang peningkatan sanksi AS terhadap Iran dalam waktu 48 jam, setelah mengumumkannya sebelumnya di Twitter. Inisiatif ini mengikuti pernyataan berulang AS bahwa Republik Islam Iran berada di belakang serangan terhadap kerajaan, sekutu dekat AS.

“Pasar minyak global memiliki sumber daya yang cukup bahkan di luar minyak serpih untuk mengimbangi pemadaman besar tanpa memerlukan rilis cadangan minyak strategis OECD (yang tetap menjadi penyangga tambahan yang signifikan untuk menyeimbangkan pasar),” Goldman Sachs mengatakan dalam sebuah catatan.

Harga Brent kemungkinan akan tetap di bawah 75 dolar AS per barel bahkan jika pemadaman terbukti jauh lebih lama daripada perkiraan saat ini, kata Goldman.

Dalam lompatan harga terbesar dalam 30 tahun, patokan internasional hampir mencapai 72 dolar AS pada Senin lalu ketika pasar dibuka setelah serangan terhadap fasilitas minyak Saudi. Demikian laporan yang dikutip dari Reuters.

Baca juga: Harga emas naik 3 hari beruntun, hanya turun tipis pascakeputusan Fed

Baca juga: Harga minyak anjlok 6 persen, Arab Saudi berhasil pulihkan pasokan

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Harga emas naik 3 hari beruntun, hanya turun tipis pascakeputusan Fed

Chicago (ANTARA) – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange mencatat kenaikan hari ketiga berturut-turut pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), sebelum Federal Reserve (Fed) mengumumkan pemangkasan suku bunga acuan kedua tahun ini.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik 2,4 dolar AS atau 0,16 persen, menjadi ditutup pada 1.515,8 dolar AS per ounce.

Emas berjangka telah menyelesaikan perdagangannya ketika Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengumumkan penurunan suku bunga acuan dana federal (federal fund ) 25 basis poin seperti yang diperkirakan ke kisaran 1,75 persen hingga 2,00 persen. Tak lama setelah keputusan Fed, emas berjangka turun tipis dalam perdagangan elektronik.

Namun kenaikan logam mulia itu dibatasi oleh greenback yang lebih kuat. Indeks dolar AS, yang mengukur mata uang AS terhadap enam mata uang saingannya, naik 0,26 persen menjadi 98,52 pada pukul 17.30 GMT sesaat sebelum penyelesaian perdagangan emas.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS menguat maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 22,1 sen atau 1,22 persen menjadi ditutup pada 17,919 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 9,6 dolar AS atau 1,02 persen, menjadi menetap pada 934,6 dolar AS per ounce. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Rupiah diprediksi melemah, dibayangi sentimen Timur Tengah dan The Fed

Baca juga: IHSG diprediksi menguat hari ini, dipicu redanya sentimen Timur Tengah

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wall Street ditutup bervariasi setelah Fed pangkas suku bunga

New York (ANTARA) – Saham-saham di Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah Federal Reserve AS memangkas suku bunga acuannya untuk kedua kali sepanjang 2019.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 36,28 poin atau 0,13 persen, menjadi berakhir di 27.147,08 poin. Indeks S&P 500 meningkat 1,03 poin atau 0,03 persen, menjadi berakhir di 3.006,73 poin. Sedangkan, Indeks Komposit Nasdaq turun 8,62 poin atau 0,11 persen, menjadi berakhir di 8.177,39 poin.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih tinggi, dengan sektor utilitas dan keuangan masing-masing naik 0,47 persen dan 0,43 persen, melampaui sektor sisanya. Sementara itu, sektor energi turun 0,42 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.

Bank sentral AS pada Rabu (18/9/2019) menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin di tengah meningkatnya risiko dan ketidakpastian yang berasal dari ketegangan perdagangan dan perlambatan ekonomi global, menyusul penurunan suku bunga pada Juli yang merupakan yang pertama dalam lebih dari satu dekade.

“Ketika Komite merenungkan jalur masa depan kisaran target untuk suku bunga dana federal, Komite akan terus memantau implikasi informasi yang masuk untuk prospek ekonomi dan akan bertindak sesuai untuk mempertahankan ekspansi,” Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) ), badan penetapan suku bunga Fed, mengatakan dalam sebuah pernyataan setelah menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari.

Langkah penurunan suku bunga sebagian besar sejalan dengan ekspektasi pasar, namun, the Fed gagal memberi sinyal apakah akan menurunkan suku bunga lagi akhir tahun ini, mengecewakan para pedagang, para ahli mencatat.
Baca juga: Saham di Wall Street naik, investor tunggu penurunan bunga The Fed
Baca juga: Harga emas naik 3 hari beruntun, hanya turun tipis pascakeputusan Fed

 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indeks FTSE-100 Inggris berakhir turun tipis 0,09 persen

London (ANTARA) – Saham-saham Inggris berakhir sedikit lebih rendah pada perdagangan Rabu (18/9/2019), dengan indeks acuan FTSE -100 di Bursa Efek London turun tipis 0,09 persen atau 6,35 poin menjadi 7.314,05 poin.

International Consolidated Airlines Group, sebuah perusahaan induk maskapai penerbangan multinasional Anglo-Spanyol, meningkat 1,90 persen menjadi peraih keuntungan teratas (top gainer) dari saham-saham unggulan atau blue chips.

Diikuti oleh grup perusahaan teknologi yang membuat produk untuk deteksi bahaya dan perlindungan jiwa Halma, serta perusahaan liburan, perjalanan dan pariwisata terbesar di dunia TUI, yang masing-masing menguat 1,46 persen dan 1,35 persen.

Sementara itu, Kingfisher, sebuah perusahaan perbaikan rumah internasional, menderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 3,15 persen.

Disusul oleh saham Burberry Group, sebuah perusahaan fashion mewah Inggris, yang meroost 2,53 persen, serta 3i Group, perusahaan multinasional ekuitas swasta dan modal ventura, turun 2,20 persen.
Baca juga: Bursa saham Inggris datar, Indeks FTSE-100 ditutup turun 0,01 persen
Baca juga: Sikap Partai Buruh Inggris, sebagai oposisi, mengenai Brexit

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Singapura berakhir turun 0,51 persen

Singapura (ANTARA) – Bursa saham Singapura ditutup lebih rendah pada perdagangan Rabu, karena investor menunggu hasil pertemuan kebijakan Federal Reserve AS, dengan indeks acuan STI (Straits Times Index) turun 0,51 persen atau 16,16 poin, menjadi 3.166,84 poin.

Sebanyak 905,12 juta saham berpindah senilai 914,04 juta dolar Singapura (sekitar 664,76 juta dolar AS), dengan jumlah saham turun melebihi yang naik sebanyak 196 saham berbanding 166 saham.

Indeks STI turun 0,65 persen atau 20,93 poin, menjadi 3.183,00 poin pada penutupan perdagangan Selasa (17/9/2019).

Baca juga: Bursa Efek Singapura rontok, Indeks Straits Times turun 0,65 persen

Baca juga: Bursa saham Singapura ditutup 0,24 persen lebih rendah

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG menguat ditengah turunnya bursa saham Asia

Jakarta (ANTARA) – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup menguat ditengah turunnya bursa saham regional Asia.

IHSG ditutup menguat 39,94 poin atau 0,64 persen ke posisi 6.276,63. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 5,92 poin atau 0,6 persen menjadi 991,84.

“Para pelaku pasar menyambut baik terkait dengan meredanya sentimen perang dagang, berakhirnya rezim suku bunga tinggi global. Diperkirakan bahwa The Fed maupun BI akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps,,” kata analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta di Jakarta, Rabu.

Baca juga: IHSG Rabu dibuka menguat 2,02 poin

Di sisi lain, lanjut Nafan, pelaku pasar juga mengapresiasi terkait dengan terjaminnya stabilitas fundamental makroekonomi domestik yang inklusif dan berkesinambungan.

Sementara itu, analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan, tiga sentimen positif bagi indeks hari ini yaitu penguatan rupiah, “window dressing”, dan meredanya sentimen cukai rokok.

Windows dressing adalah strategi yang dilakukan oleh manajer investasi maupun perusahaan terbuka untuk mempercantik portofolio atau performa laporan keuangan sebelum ditampilkan kepada para pemegang saham.

Terkait cukai rokok, pasar kembali netral setelah efek kejut dari rencana kenaikan tarif cukai rokok 23 persen pada 2020 pada awal pekan lalu.

Baca juga: IHSG diprediksi menguat hari ini, dipicu redanya sentimen Timur Tengah

“Karena window dressing berlanjut, maka IHSG akan menguat kembali dalam range 6.250-6.320 besok,” ujar William.

Dibuka menguat, IHSG betah berada di teritori positif sepanjang hari hingga penutupan perdagangan saham.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual asing bersih atau “net foreign sell” sebesar Rp338,04 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 595.539 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 13,53 miliar lembar saham senilai Rp7,87 triliun. Sebanyak 203 saham naik, 189 saham menurun, dan 153 saham tidak bergerak nilainya

Sementara itu, bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei melemah 40,61 poin (0,18 persen) ke 21.960,71, indeks Hang Seng melemah 36,12 poin atau 0,13 persen ke 26.754,12, dan indeks Straits Times melemah 16,16 poin (0,51 persen) ke posisi 3.166,84.

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Malaysia berakhir melemah 0,30 persen

Kuala Lumpur (ANTARA) – Bursa saham Malaysia berakhir lebih rendah pada perdagangan Rabu, dengan indikator utama Indeks Komposit Kuala Lumpur (KLCI) melemah 0,30 persen atau 4,81 poin, menjadi 1.599,49 poin.

Sementara itu, indeks Emas turun 22,22 poin atau 0,20 persen, menjadi ditutup di 11.299,47 poin.

Sebanyak 339 saham berhasil meraih keuntungan, 480 saham mengalami kerugian dan 416 saham diperdagangkan tidak berubah.

Volume transaksi turun menjadi 1,98 miliar saham senilai 1,60 miliar ringgit Malaysia (382,78 juta dolar AS), dibandingkan dengan 2,73 miliar saham senilai 2,18 miliar ringgit Malaysia (521,53 juta dolar AS) pada Selasa (17/9/2019).

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Saham Filipina berakhir 0,21 persen lebih rendah

indeks seluruh saham berkurang 7,77 poin atau 0,16 persen, menjadi ditutup pada 4.786,43

Manila (ANTARA) – Saham-saham Filipina berakhir lebih rendah pada perdagangan Rabu, dengan indikator utama Bursa Efek Filipina, indeks komposit PSE, turun 0,21 persen atau 16,94 poin, menjadi 7.915,29.

Sementara itu, indeks seluruh saham berkurang 7,77 poin atau 0,16 persen, menjadi ditutup pada 4.786,43.

Volume perdagangan mencapai 451,06 juta saham senilai 6,74 miliar peso (128,75 juta dolar AS), dengan sebanyak 90 saham berhasil membukukan keuntungan, 107 saham mencatat kerugian, sementara 43 saham ditutup tak berubah.

Baca juga: Bursa saham Filipina rontok, Indeks PSE ditutup turun 0,81 persen

Baca juga: Saham Filipina ditutup naik tipis 0,06 persen

Baca juga: Bursa saham Filipina berakhir menguat, indeks PSE naik 0,60 persen

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar saham Australia berakhir lebih rendah terseret sektor energi

Harga minyak global turun tajam semalam karena Arab Saudi mengkonfirmasikan bahwa mereka telah mengembalikan sebagian produksi kilang minyaknya yang rusak setelah serangan pesawat tak berawak pada akhir pekan, sementara juga mengklaim bahwa produksi

Sydney (ANTARA) – Pasar saham Australia berakhir lebih rendah pada perdagangan Rabu, terseret saham sektor energi menyusul penurunan harga minyak dan juga terbebani sektor keuangan.

Pada penutupan, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 13,70 poin atau 0,20 persen menjadi 6.681,60, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas berkurang 10,50 poin atau 0,15 persen pada 6.791,20.

Meskipun pada pembukaan pasar sedikit lebih tinggi, indeks terus menurun sepanjang hari, dengan saham-saham minyak memimpin kerugian karena pembalikan harga komoditas.

Baca juga: Pasar saham Australia turun tipis, dipicu pembalikan sektor energi

“Harga minyak global turun tajam semalam karena Arab Saudi mengkonfirmasikan bahwa mereka telah mengembalikan sebagian produksi kilang minyaknya yang rusak setelah serangan pesawat tak berawak pada akhir pekan, sementara juga mengklaim bahwa produksi dapat sepenuhnya berjalan pada akhir September,” analis pasar Commsec, James Tao mengatakan.

Saham-saham teknologi, industri dan material semuanya naik seperti halnya perawatan kesehatan, sementara saham konsumen dan keuangan tertekan.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia melemah dengan Commonwealth Bank turun 0,61 persen, ANZ turun 0,22 persen, National Australia Bank turun 0,51 persen dan Westpac Bank turun 0,30 persen.

Baca juga: Bursa saham Australia berbalik arah, berakhir lebih tinggi

Saham-saham pertambangan beragam dengan BHP turun 0,26 persen, Rio Tinto naik 0,29 persen, Fortescue Metals naik 1,22 persen dan penambang emas Newcrest naik 2,03 persen.

Produsen minyak dan gas merosot dengan Oil Search turun 2,06 persen, Santos turun 1,66 persen, dan Woodside Petroleum turun 2,52 persen.

Supermarket terbesar Australia melemah dengan Coles turun 0,74 persen dan Woolworths turun 0,22 persen.

Sementara itu, raksasa telekomunikasi Telstra turun 0,56 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas terangkat 1,78 persen dan perusahaan biomedis CSL naik tipis 0,02 persen.

Baca juga: Pasar saham Australia dibuka turun dengan kerugian meluas

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Saham China dibuka lebih tinggi setelah sehari sebelumnya turun

Beijing (ANTARA) – Saham-saham China dibuka lebih tinggi pada Rabu pagi, setelah melemah selama dua hari berturut-turut pekan ini, dengan Indeks Komposit Shanghai naik 0,2 persen menjadi diperdagangkan pada 2.984,08 poin.

Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua China, dibuka 0,26 persen lebih kuat menjadi diperdagangkan pada 9.747,98 poin.

Sementara itu, indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq China, naik 0,31 persen menjadi dibuka pada 1.683,15 poin.

Indeks ChiNext, bersama dengan Indeks Komponen Shenzhen dan Indeks Papan SME (perusahaan kecil dan menengah) Shenzhen, mencerminkan kinerja saham yang tercatat di Bursa Efek Shenzhen.
 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar saham Australia turun tipis, dipicu pembalikan sektor energi

Harga minyak mentah turun lebih dari enam persen semalam setelah seorang pejabat Saudi mengatakan telah memulihkan 70 persen dari kehilangan produksi dalam serangan akhir pekan

Sydney (ANTARA) – Pasar saham Australia dibuka cenderung datar pada perdagangan Rabu pagi, dengan sektor teknologi dan layanan kesehatan mengimbangi kerugian besar di sektor energi.

Pada pukul 10.30 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX turun tipis 0,091 persen atau 6,10 poin menjadi diperdagangkan di 6.689,20 poin, sedangkan Indeks All Ordinaries yang lebih luas turun 4,20 poin atau 0,062 persen pada 6.797,50 poin.

Saham-saham minyak membalikkan beberapa kenaikan kuat dari awal pekan yang merupakan konsekuensi dari harga komoditas yang melonjak.

“Harga minyak mentah turun lebih dari enam persen semalam setelah seorang pejabat Saudi mengatakan telah memulihkan 70 persen dari kehilangan produksi dalam serangan akhir pekan,” kata Kepala Strategi Pasar CMC Markets.

Saham-saham bank dan penambang juga membebani indeks dengan keduanya turun sekitar 0,25 persen, sementara teknologi dan kesehatan memimpin kenaikan, membukukan perbaikan yang solid.

Di sektor keuangan, saham bank-bank besar Australia melemah dengan Commonwealth Bank turun 0,34 persen, ANZ turun 0,22 persen, National Australia Bank turun 0,38 persen dan Westpac Bank turun 0,27 persen.

Saham-saham pertambangan sebagian besar lebih rendah dengan BHP turun 1,03 persen, Rio Tinto turun 0,89 persen dan Fortescue Metals turun 0,17 persen, namun penambang emas Newcrest naik 1,16 persen.

Saham produsen-produsen minyak dan gas anjlok dengan Oil Search berkurang 2,32 persen, Santos turun 1,53 persen, dan Woodside Petroleum jatuh 2,92 persen.

Baca juga: Harga minyak di Asia lanjut turun, pasca-Arab Saudi pulihkan produksi

Saham supermarket terbesar Australia terangkat dengan Coles naik 0,58 persen dan Woolworths naik 0,08 persen.

Sementara saham raksasa telekomunikasi Telstra melemah 0,42 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas meningkat 2,69 persen dan perusahaan biomedis CSL menguat 0,86 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Saham di Wall Street naik, investor tunggu penurunan bunga The Fed

Baca juga: Harga emas naik 2 hari beruntun, investor beralih ke aset aman

Baca juga: Dolar melemah jelang keputusan suku bunga Bank Sentral AS

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG Rabu dibuka menguat 2,02 poin

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, dibuka menguat 2,02 poin atau 0,03 persen ke posisi 6.238,71.

Baca juga: Saham di Wall Street naik, investor tunggu penurunan bunga The Fed

Baca juga: Dolar melemah jelang keputusan suku bunga Bank Sentral AS

Baca juga: Harga emas naik 2 hari beruntun, investor beralih ke aset aman

Baca juga: Harga minyak di Asia lanjut turun, pasca-Arab Saudi pulihkan produksi

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa Saham Tokyo dibuka rontok, investor tunggu hasil pertemuan Fed

Tokyo (ANTARA) – Bursa Saham Tokyo dibuka sedikit lebih rendah pada perdagangan Rabu pagi, karena investor menunggu kesimpulan dari pertemuan kebijakan Federal Reserve (Fed) AS di kemudian hari, dengan harapan tinggi untuk penurunan suku bunga.

Ketika pasar dibuka, indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) turun tipis 0,07 persen atau16,13 poin, dari tingkat penutupan Selasa (17/9/2019), menjadi diperdagangkan di 21.985,19 poin.

Sementara itu, Indeks Topix yang lebih luas dari semua saham papan utama di pasar saham Tokyo kehilangan 6,05 poin atau 0,37 persen, menjadi diperdagangkan pada 1.608,53 poin.

Saham-saham pertambangan, minyak dan batu bara, serta saham-saham yang terkait dengan besi dan baja paling banyak menurun pada menit-menit pembukaan setelah bel perdagangan pagi. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: IHSG Rabu dibuka menguat 2,02 poin

Baca juga: Rupiah Rabu pagi menguat 18 poin, di bawah Rp14.100

Baca juga: Saham di Wall Street naik, investor tunggu penurunan bunga The Fed
 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG diprediksi menguat hari ini, dipicu redanya sentimen Timur Tengah

faktor eksternal bisa menjadi katalis bagi IHSG yang berpeluang menguat

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, diprediksi menguat seiring meredanya sentimen geopolitik di Timur Tengah pasca-serangan terhadap ladang minyak Arab Saudi.

IHSG dibuka menguat 2,02 poin atau 0,03 persen ke posisi 6.238,71. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,83 poin atau 0,08 persen menjadi 986,75.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Rabu, mengatakan sentimen pasar atas serangan fasilitas Aramco milik Arab Saudi diperkirakan cenderung mereda.

“Selain itu, pernyataan Trump atas perjanjian perdagangan dengan Jepang menjadi bagian sentimen positif bagi pasar global. Meskipun, sentimen domestik terbatas, faktor eksternal bisa menjadi katalis bagi IHSG yang berpeluang menguat,” ujar Alfiansyah.

Dari AS, Presiden Donald Trump mengatakan pemerintahannya akan mengadakan perjanjian perdagangan awal atas tarif dengan Jepang dalam beberapa minggu mendatang.

Selain itu, Trump juga mengatakan AS akan memasuki perjanjian eksekutif dengan Jepang mengenai perdagangan digital. Meski pihak Jepang memperingatkan setiap kesepakatan akhir harus mencakup jaminan bahwa AS tidak akan mengeluarkan tarif baru pada ekspor mobil Jepang senilai 50 miliar dolar AS.

Dari Timur Tengah, menyusul serangan fasilitas Aramco milik Arab Saudi, Donald Trump menyebut bahwa Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam serangan tersebut. Meski demikian Trump mengatakan tidak ingin berperang dengan siapa pun, termasuk dengan Iran terkait konflik TImur Tengah.

Baca juga: Harga minyak anjlok 6 persen, Arab Saudi berhasil pulihkan pasokan

Iran sendiri membantah tuduhan AS yang disalahkan atas serangan ke Aramco. Serangan yang dilakukan oleh gerakan Houthi Yaman dinilai sebagai balasan atas serangan koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei menguat 13,08 poin (0,06 persen) ke 22.014,4, Indeks Hang Seng menguat 62,05 poin atau 0,23 persen ke 26.852,29, dan Indeks Straits Times melemah 1,75 poin (0,06 persen) ke posisi 3.181,25.

Baca juga: Bursa Saham Tokyo dibuka rontok, investor tunggu hasil pertemuan Fed

Baca juga: Saham di Wall Street naik, investor tunggu penurunan bunga The Fed

Baca juga: Harga emas naik 2 hari beruntun, investor beralih ke aset aman

Baca juga: Rupiah Rabu pagi menguat 18 poin, di bawah Rp14.100

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Saham di Wall Street naik, investor tunggu penurunan bunga The Fed

Pemotongan suku bunga yang kami perkirakan pada kuartal keempat mencerminkan keyakinan kami bahwa lapangan kerja akan terus melambat…

New York (ANTARA) – Saham-saham di Wall Street membukukan kenaikan moderat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), di tengah pertemuan kebijakan moneter utama Federal Reserve (Fed) dan sejumlah data ekonomi setelah sehari sebelumnya menyusul serangan terhadap fasilitas minyak di Arab Saudi selama akhir pekan.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 33,98 poin atau 0,13 persen, menjadi ditutup di 27.110,80 poin. Indeks S&P 500 bertambah 7,74 poin atau 0,26 persen, menjadi berakhir di 3.005,70 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup naik 32,47 poin atau 0,40 persen, menjadi 8.186,02 poin.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan sektor real estat dan utilitas masing-masing naik 1,4 persen dan 0,89 persen, memimpin kenaikan. Sementara sektor energi turun 1,52 persen, menjadi kelompok dengan kinerja terburuk.

Wall Street berakhir lebih tinggi karena dampak serangan akhir pekan terhadap kilang minyak terbesar Arab Saudi memudar dan investor menunggu penurunan suku bunga Federal Reserve yang diperkirakan pada Rabu waktu setempat.

Pertemuan kebijakan moneter September Federal Reserve AS dimulai pada Selasa (17/9/2019) dan bank sentral diperkirakan akan mengumumkan keputusan terbaru tentang suku bunga pada Rabu sore waktu setempat. Pasar bertaruh tinggi pada langkah-langkah penurunan suku bunga lebih lanjut.

“Pemotongan suku bunga yang kami perkirakan pada kuartal keempat mencerminkan keyakinan kami bahwa lapangan kerja akan terus melambat, konsumsi juga akan memudar dan arus lintas global akan terus berlanjut,” kata Kepala Ekonom FTN Financial Chris Low dalam sebuah catatan.

Di sisi ekonomi, produksi industri AS naik 0,6 persen pada Agustus setelah turun 0,1 persen pada Juli, Federal Reserve melaporkan Selasa (17/9/2019). Wall Street memperkirakan kenaikan 0,4 persen, menurut survei MarketWatch. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Harga minyak anjlok 6 persen, Arab Saudi berhasil pulihkan pasokan

Baca juga: Harga emas naik 2 hari beruntun, investor beralih ke aset aman

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Harga minyak anjlok 6 persen, Arab Saudi berhasil pulihkan pasokan

Berita terbaru berarti bahwa kita tidak akan terburu-buru untuk merevisi perkiraan harga minyak kita 60 dolar AS per barel pada akhir 2019

New York (ANTARA) – Harga minyak anjlok sekitar enam persen pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), setelah menteri energi Arab Saudi mengatakan negara itu telah berhasil memulihkan pasokan minyak ke tempat mereka berdiri sebelum serangan akhir pekan terhadap fasilitasnya, yang menutup lima persen dari produksi minyak global.

Serangan pada Sabtu (14/9/2019) meningkatkan momok guncangan pasokan besar di pasar yang dalam beberapa bulan terakhir disibukkan dengan kekhawatiran permintaan dan pelambatan pertumbuhan global. Minyak sempat melonjak sebanyak 20 persen pada Senin (16/9/2019) setelah serangan tersebut.

Selama konferensi pers pada Selasa (17/9/2019), Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan kerajaan telah memulihkan pasokan dengan menyedot persediaan, dan kehilangan produksi minyak 5,7 juta barel per hari (bph) pada akhir September.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November jatuh 4,47 dolar AS atau 6,5 persen, menjadi ditutup pada 64,55 dolar AS per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober turun 3,56 dolar atau 5,7 persen, menjadi menetap di 59,34 dolar AS per barel.

Brent tenggelam lebih dari tujuh persen selama konferensi pers.

“Berita terbaru berarti bahwa kita tidak akan terburu-buru untuk merevisi perkiraan harga minyak kita 60 dolar AS per barel pada akhir 2019. Itu mengatakan, masih ada beberapa pertanyaan penting yang harus dijawab tentang serangan, yang mungkin berarti bahwa kita harus mempertimbangkan premi risiko yang lebih tinggi secara permanen dalam perkiraan harga kami,” kata Kepala Ekonom Komoditas Capital Economics Caroline Bain dalam sebuah catatan.

Produsen minyak milik negara, Saudi Aramco, mengatakan kepada beberapa perusahaan penyulingan Asia akan memenuhi komitmen minyaknya, meskipun dengan perubahan, kata sumber. Serangan terhadap fasilitas pemrosesan minyak mentah di Abqaiq dan Khurais mengakibatkan gangguan pasokan tunggal terbesar dalam setengah abad, dan mempertanyakan status Arab Saudi sebagai pemasok pilihan terakhir ketika yang lain tidak bisa memenuhinya.

Prospek pelepasan dari cadangan minyak strategis di Amerika Serikat, dan negara industri lainnya yang disarankan oleh Badan Energi Internasional (IEA), seperti Jepang, telah membebani harga, tetapi ancaman pembalasan secara geopolitik menyebabkan kekhawatiran.

Wakil Presiden AS Mike Pence mengatakan Amerika Serikat sedang meninjau bukti yang menunjukkan Iran berada di balik serangan itu.

“Kami sedang mengevaluasi semua bukti. Kami berkonsultasi dengan sekutu kami. Dan presiden akan menentukan tindakan terbaik di masa mendatang,” kata Pence.

Washington yakin serangan itu berasal dari Iran barat daya, kata seorang pejabat AS kepada Reuters.

Hubungan antara Amerika Serikat dan Iran telah memburuk sejak Presiden AS Donald Trump menarik diri dari perjanjian nuklir Iran tahun lalu dan menerapkan kembali sanksi terhadap ekspor minyaknya.

Teheran menolak tuduhan di balik serangan itu, dan pada Selasa (17/9/2019) mengesampingkan pembicaraan dengan Trump. Raja Saudi Salman meminta pemerintah-pemerintah dunia untuk menghadapi ancaman terhadap pasokan minyak.

Persediaan minyak mentah AS naik 592.000 barel dalam pekan yang berakhir 13 September menjadi 422,5 juta barel, data dari kelompok industri American Petroleum Institute (API) menunjukkan pada Selasa (17/9/2019). Para analis memperkirakan penurunan 2,5 juta barel. Data resmi pemerintah AS akan dirilis pada Rabu waktu setempat.
 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019