Pasar saham China ditutup menguat setelah Fed bersikap lebih “dovish”

Beijing (ANTARA) – Saham-saham China ditutup sedikit lebih tinggi pada perdagangan Kamis, setelah Federal Reserve AS mengambil sikap yang lebih akomodatif pada pertemuan kebijakannya.

Indeks Komposit Shanghai naik 0,35 persen, menjadi berakhir di 3.101,46 poin, sementara Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua China ditutup 0,71 persen lebih tinggi pada 9.869,80 poin.

Dalam pernyataan pada akhir pertemuan kebijakan dua hari pada Rabu (20/3), The Fed mengabaikan proyeksi untuk setiap kenaikan suku bunga tahun ini di tengah tanda-tanda perlambatan ekonomi, dan mengatakan akan menghentikan penurunan neraca keuangannya pada September.

Sementara itu, ada kekhawatiran tentang valuasi karena indeks-indeks saham utama China diperdagangkan mendekati tertinggi sembilan bulan, di tengah kekhawatiran tentang pembicaraan perdagangan dengan Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump pada Rabu (20/3) memperingatkan bahwa Washington dapat mempertahankan tarif untuk barang-barang China selama “periode substansial” untuk memastikan kepatuhan Beijing dengan kesepakatan perdagangan apa pun.

Sementara itu, indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq China, menguat 0,95 persen menjadi ditutup pada 1.703,85 poin.
 

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar saham Filipina berakhir 1,23 persen lebih tinggi

Manila (ANTARA) – Saham-saham Filipina berakhir lebih tinggi pada perdagangan Kamis, dengan indeks acuan Bursa Efek Filipina (PSE) naik 1,23 persen atau 96,52 poin, menjadi 7.954,72 poin.

Sementara itu, indeks semua saham bergerak naik 41,30 poin atau 0,85 persen, menjadi ditutup di 4.888,79 poin.

Volume perdagangan mencapai 1,42 miliar saham senilai 5,66 miliar peso (106,95 juta dolar AS), dengan 124 saham naik, 76 saham turun, sementara 43 saham ditutup datar.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Hong Kong ditutup 0,85 persen lebih rendah

Hong Kong (ANTARA) – Saham-saham Hong Kong ditutup lebih rendah pada perdagangan Kamis, tertekan oleh perusahaan-perusahaan teknologi, menyusul berlanjutnya kekhawatiran tentang pembicaraan perdagangan China dan Amerika Serikat.

Indikator utama bursa Indeks Hang Seng (HSI) turun 0,85 persen atau 249,41 poin, menjadi 29.071,56 poin, sedangkan China Enterprises Index kehilangan 0,70 persen menjadi 11.544,09 poin.

Indeks Hang Seng diperdagangkan antara 29.051,85 poin hingga 29.446,77 poin, dengan nilai transaksi mencapai 114,03 miliar dolar Hong Kong (sekitar 14,53 miliar dolar AS).

Presiden AS Donald Trump pada Rabu (20/3) memperingatkan bahwa Washington dapat mempertahankan tarif untuk barang-barang China selama “periode substansial” untuk memastikan kepatuhan Beijing dengan kesepakatan perdagangan apa pun.

Pembicaraan perdagangan China dan Amerika Serikat akan dilanjutkan minggu depan.

Penurunan dipimpin oleh saham-saham perusahaan telekomunikasi dan teknologi informasi. Indeks telekomunikasi Hang Seng merosot 3,2 persen, membukukan hari terburuk dalam setahun. Indeks TI ditutup turun 1,8 persen, karena pasar melihat hasil kuartalan raksasa game Tencent.

Tencent Holdings pada Kamis akan melaporkan penurunan laba kuartalan tertajam dalam lebih dari 13 tahun, karena kegagalannya meluncurkan blockbuster games baru akibat tinjauan peraturan China membatasi pertumbuhan pendapatan.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG ditutup menguat seiring ditahannya suku bunga The Fed dan BI

Jakarta (ANTARA) – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat seiring ditahannya suku bunga acuan bank sentral AS The Fed dan suku bunga acuan Bank Indonesia.

IHSG ditutup menguat sebesar 19,07 poin atau 0,29 persen menjadi 6.501,78. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 4,23 poin atau 0,41 persen menjadi 1.024,62.

“IHSG menguat didorong oleh ditahannya suku bunga The Fed dan BI, dan juga karena penguatan rupiah yang berlanjut, naiknya beberapa komoditas dan kinerja emiten,” kata analis Indopremier Sekuritas Mino di Jakarta, Kamis.

The Fed mempertahankan Fed Fund Rate (FFR) di kisaran 2,25-2,5 persen, sedangkan BI mempertahankan BI 7Day Reverse Repo Rate di level 6 persen.

Dibuka menguat, IHSG nyaman berada di zona hijau sepanjang hari hingga penutupan bursa saham.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham investor asing yang ditunjukkan dengan jual asing bersih atau “net foreign buy” sebesar Rp58,92 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 456.441 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 15,25 miliar lembar saham senilai Rp8,75 triliun. Sebanyak 193 saham naik, 195 saham menurun, dan 144 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa regional Asia antara lain indeks Hang Seng melemah 249,41 poin (0,85 persen) ke 29.071,56 dan indeks Straits Times menguat 5,99 poin (0,19 persen) ke posisi 3.213,65.

Baca juga: BI kembali pertahankan suku bunga acuan enam persen

Baca juga: IHSG diperkirakan terus menguat seiring proyeksi bertahannya suku bunga BI

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Singapura ditutup menguat 0,19 persen

Singapura (ANTARA) – Bursa saham Singapura ditutup lebih tinggi pada perdagangan Kamis, dengan indeks acuan STI (Straits Times Index) menguat 0,19 persen atau 5,99 poin, menjadi 3.213,65 poin.

Sebanyak 1,03 miliar saham berpindah tangan senilai 947,97 juta dolar Singapura (sekitar 701,37 juta dolar AS), dengan jumlah saham naik melebihi yang turun, sebanyak 192 saham berbanding 170 saham.

Indeks STI turun 0,41 persen atau 13,26 poin, menjadi ditutup di 3.207,66 poin pada Rabu (20/3).

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Reli telat angkat pasar saham Australia berakhir lebih tinggi

Sydney (ANTARA) – Pasar saham Australia pulih dari keterpurukan sore menjadi berakhir sedikit lebih tinggi pada perdagangan Kamis, terbantu oleh penguatan saham-saham pertambangan dan minyak.

Pada penutupan pasar, indeks acuan S&P/ASX 200 naik tipis 1,90 poin atau 0,031 persen menjadi 6.167,20 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas sedikit bertambah 1,70 poin atau 0,027 persen menjadi 6.253,50 poin.

“Pasar Aussie telah reli pada akhir sesi, keluar dari penurunan baru-baru ini sehingga ASX 200 ditutup sedikit lebih tinggi pada hari lain perdagangan yang berombak,” kata analis pasar Commsec, James Tao.

Fokus besar hari itu adalah rilis data pekerjaan penting.

“Untuk Februari, jumlah yang sedikit lebih rendah 4.600 pekerjaan telah dibuat dengan perkiraan konsensus 15.000 pekerjaan akan ditambahkan,” kata Tao.

“Tingkat pengangguran secara mengejutkan turun ke level terendah sejak Juni 2011, pada 4,9 persen.”

Penurunan didorong oleh sektor keuangan, teknologi, dan kebutuhan pokok sementara kekuatan di sektor sumber daya mengimbangi penurunan lebih lanjut untuk indeks.

“Harga logam dasar dan minyak sebagian besar menguat dalam perdagangan semalam — bijih besi adalah pengecualian utama, jatuh 3,3 persen karena meningkatnya pasokan ke pasar,” kata Tao.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia beragam, dengan Commonwealth Bank naik 0,45 persen, National Australia Bank turun 0,56 persen, Westpac Bank turun 0,11 persen dan ANZ naik 0,47 persen.

Saham-saham pertambangan menguat, dengan BHP naik 1,29 persen, Rio Tinto naik 1,56 persen, Fortescue Metals naik 2,67 persen dan Newcrest naik 2,56 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas terangkat, dengan Oil Search naik 1,37 persen, Santos naik 0,14 persen, dan Woodside Petroleum naik 0,61 persen.

Supermarket terbesar Australia bervariasi, dengan Coles turun 0,86 persen dan Woolworths naik 0,33 persen.

Sementara itu, raksasa telekomunikasi Telstra turun 0,31 persen, operator penerbangan nasional Qantas kehilangan 1,63 persen dan perusahaan biomedis CSL melemah 0,23 persen.

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Saham raksasa “chip” dukung bursa Korea Selatan ditutup naik

Seoul (ANTARA) – Saham-saham Korea Selatan ditutup lebih tinggi pada perdagangan Kamis, meskipun menghapus beberapa keuntungan awal akibat kekhawatiran pertumbuhan, tetapi reli saham-saham chip mendukung pasar yang lebih luas.

Indikator utama bursa, Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI), naik 7,78 poin atau 0,36 persen, menjadi berakhir di 2.184,88 poin.

Saham raksasa chip Korea Selatan, Samsung Electronics dan SK Hynix, masing-masing berakhir melonjak 4,1 persen dan 7,7 persen, setelah pembuat chip AS Micron Technology memperkirakan pemulihan di pasar memori.

Pasar lokal dibuka menguat, didorong oleh prospek Micron, tetapi sentimen tertekan di akhir perdagangan oleh kekhawatiran pertumbuhan, kata Seo Sang-young, seorang analis di Kiwoom Securities.

YG Entertainment, salah satu agensi manajemen talenta terbaik Korea Selatan, dan afiliasinya YG Plus, jatuh ketika Layanan Pajak Nasional meluncurkan penyelidikan ke agensi tersebut di tengah skandal seks yang menggelembung di industri musik nasional.

Kurs won  berada pada 1.127,7 per dolar pada platform penyelesaian domestik, 0,24 persen lebih tinggi dari penutupan sebelumnya di 1.130,4 won. Di perdagangan luar negeri, won dikutip pada 1.127,5 per dolar AS, turun 0,2 persen dari hari sebelumnya.

KOSPI telah meningkat 7,05 persen sepanjang tahun ini, dan telah turun 1,3 persen dalam 30 sesi perdagangan sebelumnya.

Volume perdagangan selama sesi perdagangan pada indeks KOSPI mencapai 337 juta saham senilai 6,1 triliun won (5,4 miliar dolar AS), dan dari total 897 saham yang diperdagangan tercatat 236 saham membukukan kenaikan harga.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Resmikan 251, kantor Metrologi Mendag RI raih Rekor MURI

 (Antara)- Menteri Perdagangan Republik Indonesia  Enggartiasto Lukita meresmikan 251 kantor Metrologi di seluruh Indonesia, dalam peringatan Hari Konsumen Nasional di depan Gedung Sate,  Bandung, Jawa Barat, Rabu ini.  Peresmian tersebut  di anugerahi rekor dari Museum Rekor Indonesia (Muri)  dengan kategori peresmian gedung terbanyak di Indonesia.

BEI tanggapi positif rencana IPO Lion Air

Jakarta (ANTARA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) menanggapi positif rencana PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) yang dikabarkan akan melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) di bursa.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna di Jakarta, Kamis, mengatakan pihak BEI hingga saat ini belum menerima secara resmi dokumen pengajuan IPO dari Lion Air.

“Pada saat ini, dokumen secara resmi belum diterima bursa. Bursa menyambut baik apabila perseroan segera merealisasikan rencana tersebut,” ujar Nyoman.

Nyoman menuturkan, tim Lion Air memang telah menghadiri IPO Master Class yang digelar di bursa. IPO Master Class adalah kegiatan yang dirancang untuk menyiapkan tim dari calon emiten untuk melakukan IPO, khususnya yang telah memiliki rencana yang matang untuk segera menjadi perusahaan terbuka atau “go public”

“Kelas ini khusus dirancang dengan memberikan materi secara komprehensif dan melibatkan profesi penunjang pasar modal sebagai pembicara,” ujar Nyoman.

Informasi rencana IPO Lion Air pernah muncul pada medio tahun 2000-an. Saat ini Lion Air dikabarkan tengah dalam persiapan untuk menjadi perusahaan tercatat di BEI dengan target penghimpunan dana dari publik sekitar 1 miliar dolar AS atau setara Rp14,1 triliun (kurs Rp14.100 per dolar AS).

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG diperkirakan terus menguat seiring proyeksi bertahannya suku bunga BI

Kami perkirakan BI akan cenderung menahan suku bunga acuan ini tetap di tahun 2019 ini

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Kamis, dibuka menguat jelang pengumuman kebijakan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia.

IHSG dibuka menguat 16,56 poin atau 0,26 persen ke posisi 6.499,27. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 4,04 poin atau 0,4 persen menjadi 1.024,43

Kepala Riset Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih di Jakarta, Kamis, mengatakan, Bank Indonesia (BI) pada sore ini kemungkinan akan mempertahankan suku bunga acuan seiring dengan keputusan Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed) yang menahan suku bunganya.

“Hari ini BI akan putuskan kebijakan suku bunga acuan 7Day Reverse Repo Rate pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Kamis ini dengan kemungkinan mempertahankan kebijakan suku bunga acuannya 7DRR tetap di enam persen,” ujar Lana.

Kemungkinan tersebut, lanjut dia, dengan pertimbangan kondisi makro yang relatif masih terjaga, seperti tingkat inflasi yang masih rendah bahkan tercatat deflasi pada Februari 2019, rupiah yang bergerak relatif stabil dengan volatilitas yang rendah, dan data-data lain yang cenderung masih stabil, walaupun transaksi berjalan masih melebar.

Menurut Lana, dengan kebijakan suku bunga tetap,  BI juga menjaga spread  suku bunga Indonesia dan AS khususnya untuk pasar obligasi tetap menarik sebagai upaya memikat dana asing masuk ke Indonesia.

“Kami perkirakan BI akan cenderung menahan suku bunga acuan ini tetap di tahun 2019 ini,” ujar Lana

Bursa regional Asia antara lain Indeks Hang Seng menguat 66,96 poin (0,23 persen) ke 29.387,93 dan Straits Times melemah 0,19 poin (0,01 persen) ke posisi 3.207,47.

Baca juga: Meski menguat seiring kebijakan Bank Sentral AS, namun rupiah diprediksi turun

Baca juga: Dolar jatuh setelah Bank Sentral AS pertahankan tahan suku bunga

Baca juga: Harga emas “rebound” setelah Bank Sentral AS pertahankan suku bunga

Baca juga: Harga minyak AS naik di atas 60 dolar akibat pengetatan pasokan

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Yuan China menguat jadi 6,6850 terhadap dolar AS

Beijing (ANTARA) – Kurs tengah nilai tukar mata uang China renminbi atau yuan menguat 251 basis poin menjadi 6,6850 terhadap dolar AS pada Kamis, menurut  Sistem Perdagangan Valuta Asing China.

Di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Kurs tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antarbank pada setiap hari kerja.

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Saham China dibuka lebih tinggi

Beijing (ANTARA) – Saham-saham China dibuka lebih tinggi pada Kamis pagi, dengan Indeks Komposit Shanghai naik 0,11 persen menjadi diperdagangkan pada 3.094,12 poin.

Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua China dibuka menguat 0,08 persen menjadi diperdagangkan pada 9.808,74 poin.

Sementara itu, Indeks ChiNext, yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq China, berkurang 0,26 persen menjadi diperdagangkan pada 1.683,55 poin.

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG dibuka menguat 16,56 poin

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, dibuka menguat 16,56 poin atau 0,26 persen ke posisi 6.499,27.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 4,04 poin atau 0,4 persen menjadi 1.024,43.

Baca juga: Rupiah Kamis pagi menguat 94 poin

Baca juga: Dolar jatuh setelah Bank Sentral AS pertahankan tahan suku bunga

Baca juga: Harga minyak AS naik di atas 60 dolar akibat pengetatan pasokan

Baca juga: Harga emas “rebound” setelah Bank Sentral AS pertahankan suku bunga

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa Australia menguat tipis, Indeks ASX 200 bertambah 1,40 poin

Minyak mentah unggul setelah laporan persediaan mingguan menunjukkan penarikan 9,6 juta barel

Sydney (ANTARA) – Pasar saham Australia dibuka cenderung datar pada perdagangan Kamis pagi, dengan sektor energi dan material mengimbangi kerugian untuk pasar yang lebih luas.

Pada pukul 10.30 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 naik tipis 1,40 poin atau 0,023 persen menjadi diperdagangkan di 6.166,70 poin, sedangkan Indeks All Ordinaries yang lebih luas turun tipis 0,60 poin atau 0,0096 persen.

Kekuatan luar negeri mendukung sektor sumber daya yang mencegah kemerosotan lebih lanjut dalam indeks secara keseluruhan. Sektor energi dan material diperdagangkan sekitar setengah persen lebih tinggi.

“Minyak mentah unggul setelah laporan persediaan mingguan menunjukkan penarikan 9,6 juta barel,” kata Kepala Strategi Pasar CMC Markets, Michael McCarthy.

Baca juga: Harga minyak AS naik di atas 60 dolar akibat pengetatan pasokan

“Baik minyak mentah Brent maupun West Texas telah naik kembali ke tingkat yang tidak terlihat sejak November lalu, dibantu oleh dolar yang lebih lemah. Emas terus naik sedikit, mungkin mencerminkan kekhawatiran yang sedang berlangsung serta Fed yang lebih akomodatif.”

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia beragam, dengan Commonwealth Bank naik 0,06 persen, National Australia Bank turun 0,20 persen, Westpac Bank naik 0,04 persen dan ANZ tidak berubah.

Saham-saham pertambangan menguat dengan BHP naik 0,97 persen, Rio Tinto naik 1,00 persen, Fortescue Metals naik 0,79 persen dan Newcrest naik 1,00 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas terangkat, dengan Oil Search naik 1,12 persen, Santos naik 0,21 persen, dan Woodside Petroleum naik 0,61 persen.

Supermarket terbesar di Australia bervariasi, dengan Coles turun 0,94 persen dan Woolworths naik 0,16 persen.

Sementara itu, raksasa telekomunikasi Telstra tidak berubah, maskapai penerbangan nasional Qantas kehilangan 1,63 persen dan perusahaan biomedis CSL naik tipis 0,02 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Dolar jatuh setelah Bank Sentral AS pertahankan tahan suku bunga

Baca juga: Harga emas “rebound” setelah Bank Sentral AS pertahankan suku bunga

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wall Street ditutup bervariasi di tengah pengumuman kebijakan The Fed

New York (ANTARA) – Saham-saham di Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), di tengah pengumuman kebijakan moneter terbaru Federal Reserve AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 141,71 poin atau 0,55 persen, menjadi berakhir pada 25.745,67 poin. Indeks S&P 500 turun 8,34 poin atau 0,29 persen, menjadi ditutup pada 2.824,23 poin. Indeks Komposit Nasdaq naik 5,02 poin atau 0,07 persen menjadi berakhir pada 7.728,97 poin.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih rendah, dengan sektor keuangan turun lebih dari dua persen, memimpin kemerosotan di antara kelompok. Layanan komunikasi naik 1,16 persen, mengungguli sektor lain.

Federal Reserve AS pada Rabu (20/3) mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah setelah mengakhiri pertemuan kebijakan selama dua hari, dalam sebuah langkah yang memenuhi ekspektasi pasar dan mencerminkan pendekatan “sabar” bank sentral mengenai perubahan kebijakan moneternya.

Saham-saham memangkas kerugian awal mereka dan berubah positif tidak lama setelah pengumuman kebijakan terbaru bank sentral karena para pedagang menyambut sikap The Fed yang lebih akomodatif.

Namun, tidak semua indeks utama berhasil mengamankan kenaikan mereka pada penutupan karena pengumuman The Fed juga menyeret turun imbal hasil obligasi pemerintah yang mendorong saham-saham bank menurun.

Saham FedEx merosot 3,49 persen pada penutupan, rebound dari posisi terendah sesi. Perusahaan layanan pengiriman paket AS ini melaporkan hasil kuartal fiskal ketiga setelah penutupan perdagangan Selasa (19/3), dengan laba per saham dan pendapatan per saham di bawah ekspektasi.

Perusahaan, yang secara luas dipandang sebagai penentu arah aktivitas ekonomi, juga memangkas panduan laba setahun penuh untuk kedua kali sejak Desember, mengutip pertumbuhan perdagangan global yang lebih lemah.

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Harga emas “rebound” setelah Bank Sentral AS pertahankan suku bunga

Chicago (ANTARA) – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange menetap lebih rendah pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), tetapi rebound setelah Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April turun 4,80 dolar AS atau 0,37 persen, menjadi ditutup pada 1.301,70 dolar AS per ounce.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,08 persen menjadi 96,49 pada pukul 17.16 GMT, tak lama sebelum penyelesaian (settlement) emas berjangka.

Ketika dolar AS naik, emas berjangka biasanya jatuh karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Namun, selama perdagangan elektronik berikutnya atau setelah penutupan perdagangan reguler, The Fed mengumumkan bahwa mereka memutuskan untuk membiarkan suku bunga tidak berubah pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya, emas berjangka mulai pulih dari kerugian awal dan sekarang diperdagangkan di wilayah positif.

Langkah The Fed telah memenuhi harapan pasar dan mencerminkan pendekatan “sabar” bank sentral mengenai perubahan kebijakan moneternya.

Setelah pengumuman keputusan bank sentral tersebut, indeks dolar AS membalikkan kenaikannya dan turun secara signifikan, yang pada gilirannya mendukung emas dalam perdagangan elektronik.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 5,4 sen AS atau 0,35 persen menjadi ditutup pada 15,318 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 7,0 dolar AS atau 0,82 persen, menjadi berakhir di 859,60 dolar AS per ounce. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Bank Sentral AS pertahankan suku bunga, tak berubah sesuai ekspektasi

Baca juga: Analis: Tren IHSG menguat seiring ekspektasi ditahannya suku bunga The Fed

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa Spanyol melemah, Indeks IBEX 35 ditutup turun 86,70 poin

Madrid (ANTARA) – Saham-saham Bursa Spanyol ditutup lebih rendah pada perdagangan Rabu (20/3), dengan indeks acuan IBEX-35 di Madrid turun 0,91 persen atau 86,70 poin, menjadi 9.405,60 poin setelah dibuka di 9.492,30 poin.

Sebanyak 27 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam komponen indeks IBEX-35 tercatat mengalami kerugian, sementara delapan saham perusahaan melihat nilai sahamnya naik.

Bank tabungan Caixabank membukukan kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya jatuh 3,44 persen.

Disusul oleh saham kelompok maskapai penerbangan IAG dan Banco Sabadell, yang masing-masing merosot sebesar 3,19 persen dan 3,15 persen.

Di sisi lain, saham perusahaan energi terbarukan Siemens Gamesa berkinerja paling baik (top gainer) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya menguat 1,28 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan industri Acciona dengan kenaikan 1,26 persen, sementara perusahaan energi Enagas melihat harga saham bertambah 1,06 persen. Demikian laporan yang dikutip Xinhua.

Baca juga: Bursa Jerman rontok, diikuti saham Bayer dan BMW anjlok

Baca juga: Bursa Prancis melemah, Indeks CAC 40 berakhir turun 43,24 poin

Baca juga: Bursa Inggris melemah, Indeks FTSE 100 berakhir turun 32,99 poin

Baca juga: Analis: Tren IHSG menguat seiring ekspektasi ditahannya suku bunga The Fed

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa Jerman rontok, diikuti saham Bayer dan BMW anjlok

Frankfurt (ANTARA) – Saham-saham Bursa Jerman ditutup lebih rendah pada perdagangan Rabu (20/3), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt melemah 1,57 persen atau 184,52 poin, menjadi 11.603,89 poin, diikuti saham Bayer dan BMW anjlok.

Perusahaan kimia dan farmasi multinasional Jerman, Bayer, menderita kerugian paling banyak (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya anjlok turun 9,61 persen.

Disusul oleh saham pabrikan otomotif BMW serta perusahaan penyedia teknologi internet dan jasa keuangan global Wirecard, yang masing-masing jatuh sebesar 4,94 persen dan 3,60 persen.

Di sisi lain, perusahaan perawatan kesehatan Eropa Fresenius SE, mencatat keuntungan paling besar (top gainer) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya menguat 1,41 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan perawatan pribadi Beiersdorf dan kelompok perusahaan energi E. ON, yang masing-masing naik sebesar 1,40 persen dan 1,36 persen.

Bayer adalah saham yang paling aktif diperdagangkan sepanjang hari ini dengan nilai transaksi mencapai 920,1 juta euro (1,04 miliar dolar AS). Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Bursa Prancis melemah, Indeks CAC 40 berakhir turun 43,24 poin

Baca juga: Analis: Tren IHSG menguat seiring ekspektasi ditahannya suku bunga The Fed

Baca juga: Analisis perkirakan rupiah akan bergerak melemah tipis

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa Inggris melemah, Indeks FTSE 100 berakhir turun 32,99 poin

London (ANTARA) – Saham-saham Bursa Inggris berakhir lebih rendah pada perdagangan Rabu (20/3), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London turun 0,45 persen atau 32,99 poin, menjadi 7.291,01 poin.

Kingfisher, perusahaan ritel multinasional Inggris, adalah pemain dengan kinerja terburuk (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya kehilangan 6,36 persen.

Diikuti oleh saham Persimmon, sebuah perusahaan pengembang perumahan Inggris, yang jatuh 4,03 persen, serta Taylor Wimpey, sebuah perusahaan pengembang perumahan berbasis di Inggris, turun 3,46 persen.

Sementara itu, DCC, kelompok penjualan, pemasaran dan layanan dukungan internasional, meningkat 1,68 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham GlaxoSmithKline dan Smurfit Kappa Group, yang masing-masing naik sebesar 1,42 persen dan 1,40 persen.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa Prancis melemah, Indeks CAC 40 berakhir turun 43,24 poin

Paris (ANTARA) – Saham-saham Bursa Prancis berakhir lebih lemah pada perdagangan Rabu (20/3), dengan indeks acuan CAC-40 di Paris turun 0,80 persen atau 43,24 poin, menjadi 5.382,66 poin.

Dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen Indeks CAC-40, tercatat 32 saham mengalami penurunan harga.

Grup perbankan Prancis Societe Generale mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya merosot 2,63 persen.

Diikuti oleh saham pemasok komponen otomotif global Prancis Valeo yang kehilangan 3,21 persen, serta produsen mobil multinasional Prancis Peugeot turun 3,23 persen.

Sementara itu, perusahaan produsen barang-barang fashion mewah Prancis Hermes Intl meningkat 1,08 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham perusahaan listrik multinasional Prancis Engie S.A. yang bertambah 0,72 persen, serta perusahaan multinasional Prancis yang memasok gas industri dan jasa-jasa ke berbagai industri, Air Liquide, naik 0,54 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Analis: Tren IHSG menguat seiring ekspektasi ditahannya suku bunga The Fed

Baca juga: Analisis perkirakan rupiah akan bergerak melemah tipis

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BEI tunda penghapusan batas bawah harga transaksi saham

Jakarta (ANTARA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk menunda penghapusan batas bawah harga transaksi saham Rp50 per saham di pasar reguler pada tahun ini.

“Sementara kita tunda dulu, tidak jadi tahun ini. Kita musti lihat environtment-nya apakah sudah sesuai, karena ini juga berkaitan dengan investor dan kesiapan mereka terhadap aturan ini,” kata Direktur Perdagangan dan Penilaian Anggota Bursa BEI Laksono Widodo saat diskusi dengan awak media di Gedung BEI, Jakarta, Rabu.

BEI sebelumnya memang berencana mengubah nilai terendah harga saham yang boleh diperdagangkan di pasar modal. Saham-saham yang telah mencapai batas bawah Rp50 per saham ini sendiri dikenal dengan sebutan saham gocap. Apabila batas bawah berubah, maka batasan penolakan otomatis (auto rejection) juga akan berubah.

Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT. Bursa Efek Indonesia No. Kep-00096/BEI/08-2015 perihal Perubahan Batasan Auto Rejection, tertulis bahwa dalam pelaksanaan perdagangan efek bersifat ekuitas di pasar reguler dan pasar tunai, JATS (Jakarta Automated Trading System) akan melakukan auto rejection apabila harga penawaran jual atau permintaan beli saham yang dimasukkan ke JATS lebih kecil dari Rp50.

“Kita sudah bicara, “auto rejection” itu masih pending review, melihat dampak dari electronic book building. Harga IPO itu distribusinya perlu diperbaiki dengan electronic book buildiing,” ujar Laksono.

Otoritas pasar modal mengembangkan sistem “e-book building” untuk memperkuat basis investor ritel dan sebagai salah satu bentuk pendalaman pasar. Melalui sistem ini, juga diharapkan mendukung transparansi pembentukan harga untuk saham perdana dan menghindari kolusi antara penjamin emisi dan investor yang dikenalnya saja.

Laksono menuturkan, saat ini ada 33 perusahaan dengan saham gocap dengan kapitalisasi sekitar Rp28 triliun dari total kapitalisasi saham Rp7.400 triliun.

“Kita tunda untuk program tahun depan. Kan ada banyak perubahan juga seperti electronic book building dan lain-lain,” kata Laksono. 

Baca juga: Dirut BEI yakini Pemilu 2019 tak banyak pengaruhi harga saham
Baca juga: BEI: 14 perusahaan segera menjadi perusahaan publik

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jelang rilis kebijakan Fed, IHSG ditutup menguat 0,04 persen

The Fed kemungkinan besar dovish (hati-hati), karena ekonomi di AS makin rendah

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup menguat menjelang rilis kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed).

IHSG ditutup menguat sebesar 2,43 poin atau 0,04 persen menjadi 6.482,71. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 1,05 poin atau 0,1 persen menjadi 1.020,39.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto di Jakarta, Rabu, mengatakan, pergerakan IHSG hari ini dipengaruhi aksi pelaku pasar menjelang pengumuman Fed Fund Rate (FFR) pada Rabu waktu setempat.

“The Fed kemungkinan besar dovish (hati-hati), karena ekonomi di AS makin rendah,” ujarnya.

Dibuka menguat, IHSG bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi pertama. Namun IHSG melemah di sesi kedua sebelum akhirnya ditutup kembali di zona hijau.

Penutupan IHSG diiringi aksi beli saham investor asing yang ditunjukkan dengan aksi beli bersih atau net foreign buy” sebesar Rp83,01 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 420.113 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 16,59 miliar lembar saham senilai Rp8,12 triliun.

Sebanyak 178 saham naik, 195 saham menurun, dan 144 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa regional Asia antara lain indeks Nikkei menguat 42,07 poin (0,2 persen) ke 21.608,92, indeks Hang Seng melemah 145,31 poin (0,49 persen) ke 29.320,97, dan indeks Straits Times melemah 13,26 poin (0,41 persen) ke posisi 3.207,66.

Baca juga: Saham China ditutup cenderung datar jelang pertemuan The Fed
Baca juga: Indeks Nikkei Jepang ditutup naik tipis jelang pertemuan The Fed
Baca juga: Pasar saham Malaysia ditutup melemah, indeks KLCI turun 0,21 persen

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dirut BEI yakini Pemilu 2019 tak banyak pengaruhi harga saham

Tiga pemilu sebelumnya, korelasinya tidak terlalu terlihat. Jadi, harapannya untuk tahun ini, korelasinya juga tidak terlalu banyak terhadap indeks kita

Jakarta (ANTARA) – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi meyakini pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 tak banyak memengaruhi pergerakan harga saham di pasar modal.

“Dalam waktu dekat, kita ada pilpres. Pasti kita mereka-reka indeksnya bagaimana. Saya hanya ingin katakan, untuk tiga pemilu sebelumnya, korelasinya tidak terlalu terlihat. Jadi, harapannya untuk tahun ini korelasinya juga tidak terlalu banyak terhadap indeks kita,” ujar Inarno saat diskusi dengan media di Gedung BEI, Jakarta, Rabu.

Menurut dia, gelaran pemilu memang akan berdampak terhadap bursa saham domestik, namun tidak akan berpengaruh secara signifikan.

Selain pemilu, saat ini pihaknya masih menunggu laporan kinerja keuangan emiten sepanjang tahun lalu.

“Tantangan pada 2019, dari domestik, sekarang kita masih tunggu laporan kinerja keuangan emiten. Kita masih tunggu kira-kira pada 2018, kinerja keuangannya, apakah bagus atau tidak. Kalau kita lihat sih mudah-mudahan kinerjanya masih cukup baik,” katanya.

Tantangan berikutnya, lanjut Inarno, produk-produk investasi di pasar modal saat ini masih relatif kurang. Oleh karena itu, pihaknya akan terus berupaya untuk memperbanyak produk-produk investasi.

“Produk-produk di pasar modal masih kurang. Kita akan tingkatkan atau perbanyak produk-produknya,” ujarnya.

Inarno menambahkan, respon kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) terhadap kebijakan bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) juga akan memengaruhi pasar saham.

“Terkait The Fed, kita sedang tunggu-tunggu apakah mereka akan tetap suku bunganya. Tapi, itu merupakan tantangan kita, kebijakan monter kita suku bunganya apakah tetap atau naik,” katanya.

Selain itu, tantangan lainnya yang patut dicermati yaitu neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang masih defisit hingga saat ini serta kapasitas sumber daya manusia yang perlu terus ditingkatkan.

Dari sisi eksternal, Inarno menyebutkan sejumlah sentimen yang akan memengaruhi bursa saham Tanah Air antara lain kebijakan moneter The Fed dan bank sentral dunia lainnya, perang dagang antara Amerika Serikat dan China, serta proyeksi perlambatan ekonomi global.

“Volatilitas harga minyak dan juga Brexit yang juga belum kunjung selesai. Ini tantangan eksternal yang berpengaruh ke domestik kita,” ujarnya.

Baca juga: Analis: Tren IHSG menguat seiring ekspektasi ditahannya suku bunga The Fed
Baca juga: BEI targetkan transaksi harian saham Rp9 triliun pada tahun depan

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Analis: Tren IHSG menguat seiring ekspektasi ditahannya suku bunga The Fed

Investor tengah bersiap menyambut pertemuan kebijakan The Fed dalam pekan ini

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia  pada Rabu dibuka menguat seiring ekspektasi ditahannya suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed).

IHSG dibuka menguat 6,61 poin atau 0,1 persen ke posisi 6.486,88. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 1,6 poin atau 0,16 persen menjadi 1.020,94

“Ekspektasi pasar bahwa dalam rapat RDG BI dan juga rapat FOMC keduanya akan menahan suku bunga, ditambah sentimen dari Fitch Ratings yang menetapkan peringkat utang Indonesia berada di posisi BBB dengan outlook stable, dapat menjadi katalis positif bagi IHSG untuk dukungannya bergerak ke teritorial positif pada hari ini,” kata Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Rabu.

Katalis positif bagi pasar saham Indonesia menyusul Fitch Ratings yang mengumumkan peringkat utang Indonesia tetap berada di posisi BBB dengan outlook stable. Fitch menyatakan bahwa tingkat beban utang pemerintah yang rendah dan pertumbuhan ekonomi yang baik merupakan faktor pendorong tercapainya peringkat utang Indonesia tersebut.

“Beban utang Indonesia dibandingkan negara peers dinilai lebih aman dan sektor keuangan domestik berada dalam kondisi sehat,” ujar Alfiansyah.

Selain itu, perhatian pasar kini tertuju pada pertemuan The Fed yang dimulai pada Rabu dan Kamis pekan ini. Berdasarkan Fed Fund Futures per 18 Maret 2019, terdapat peluang sebesar 98,7 persen bahwa The Fed akan menahan tingkat suku bunga acuan pada pertemuan bulan ini.

Sementara per akhir tahun ini, terdapat peluang sebesar 24,3 persen bahwa The Fed akan memangkas tingkat suku bunga acuan, lebih tinggi dibandingkan posisi minggu lalu yang peluangnya sebesar 11,8 persen.

“Investor tengah bersiap menyambut pertemuan kebijakan The Fed dalam pekan ini,” katanya.

Bursa regional Asia antara lain Indeks Nikkei menguat 3,54 poin (0,02 persen) ke 21.570,39, Indeks Hang Seng melemah 136,32 poin (0,46 persen) ke 29.329,96, dan Straits Times melemah 20,54 poin (0,64 persen) ke posisi 3.200,38.

Baca juga: Bursa Asia bertahan dekat tertinggi 6 bulan jelang keputusan Bank Sentral AS

Baca juga: Qatar bakal luncurkan bank energi terbesar senilai 10 miliar dolar

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Yuan China melemah 39 basis poin terhadap dolar

Beijing (ANTARA) – Kurs tengah nilai tukar mata uang China, renminbi atau yuan, melemah 39 basis poin menjadi 6,7101 terhadap dolar AS pada Rabu, menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China.

Di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Kurs tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antarbank pada setiap hari kerja. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Rupiah menguat tipis, hanya tiga poin

Baca juga: Harga emas naik didukung pelemahan dolar

Baca juga: Dolar melemah, pedagang bertaruh kebijakan suku bunga Bank Sentral AS

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa Asia bertahan dekat tertinggi 6 bulan jelang keputusan Bank Sentral AS

…kami memperkirakan Fed akan mengakhiri peluncuran neraca pada Juni, sekitar 3,85 triliun dolar AS

Tokyo (ANTARA) – Saham-saham Asia turun tipis ketika mengawali perdagangan yang berhati-hati pada Rabu pagi, bertahan dekat tertinggi enam bulan di tengah harapan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (Fed) akan tetap berpegang pada sikap dovish dan mengungkap rencana untuk menghentikan pemotongan kepemilikan obligasi tahun ini.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang, berdetak turun 0,1 persen dari level tertinggi enam bulan yang tersentuh hari sebelumnya. Indeks Nikkei Jepang juga turun 0,1 persen.

Saham-saham Wall Street beragam tipis pada Selasa (19/3), dengan S&P 500 kehilangan 0,01 persen dan Nasdaq bertambah 0,12 persen.

Bank Sentral AS yang sedang menyelesaikan kajian kebijakan dua hari pada Rabu, diharapkan akan menurunkan proyeksi suku bunga para pembuat kebijakan dari Desember, ketika ekspektasi median mereka adalah untuk dua kenaikan suku bunga tahun ini.

Sejak awal tahun, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bank sentral akan sabar — diartikan sebagai kata sandi untuk menunda kenaikan suku bunga — karena tanda-tanda perlambatan pertumbuhan ekonomi  AS dan banyak bagian dunia lain.

Pasar-pasar keuangan telah melangkah lebih jauh dengan menetapkan harga dalam pemotongan suku bunga tahun ini. Fed Fund berjangka menunjukkan peluang sekitar 30 persen dari pemotongan hingga akhir tahun.

The Fed juga diperkirakan akan mengeluarkan rencana untuk menghentikan penyusutan neraca keuangan senilai 4 triliun dolar AS, atau yang disebut pengetatan kuantitatif. Banyak pembuat kebijakan telah menyatakan Fed kemungkinan akan menghentikan proses dan menstabilkan kepemilikan obligasi pada akhir tahun ini.

“Saya pikir konsensus pasar berpusat pada akhir September, tetapi kami memperkirakan Fed akan mengakhiri peluncuran neraca pada Juni, sekitar 3,85 triliun dolar AS, berdasarkan perhitungan kami pada jumlah kelebihan cadangan yang dibutuhkan Fed,” kata Kepala Strategi Ekonomi Makro HSBC Securities, Shuji Shirota, di Tokyo, Jepang.

Ekspektasi Fed yang dovish telah menekuk dolar AS, yang telah berada di bawah tekanan tahun ini setelah Powell semuanya memberi sinyal jeda pada siklus pengetatan pada pertemuan sebelumnya.

Indeks dolar AS terhadap sekeranjang enam mata uang utama mencapai terendah 2,5 minggu di 96,288 pada Selasa (19/3) dan terakhir berdiri di 96,390.

Euro diperdagangkan pada 1,1354 dolar AS, dekat tertinggi dua minggu pada Selasa di 1,1362 dolar AS. Dolar AS diambil 111,41 yen, tergelincir dari tertinggi sembilan hari pada Jumat (15/3) di 111,90 yen. Pound Inggris tetap menjadi sandera berita utama di Brexit.

Perdana Menteri Theresa May diperkirakan akan meminta Uni Eropa untuk menunda Brexit setidaknya tiga bulan, setelah rencananya untuk mengadakan pemungutan suara ketiga atas kesepakatannya dilemparkan ke dalam kekacauan oleh intervensi mengejutkan dari ketua parlemen.

May sebelumnya telah memperingatkan parlemen bahwa jika parlemen tidak meratifikasi kesepakatannya, dia akan meminta untuk menunda Brexit setelah 30 Juni, sebuah langkah yang dikhawatirkan pendukung Brexit akan membahayakan seluruh perceraian.

Di sisi lain, Kepala Negosiator Uni Eropa, Michel Barnier mengatakan perpanjangan hanya akan masuk akal jika meningkatkan kemungkinan kesepakatan May diratifikasi oleh parlemen Inggris.

Sterling terakhir berdiri datar di 1,3265 dolar AS, mundur dari puncaknya sembilan bulan di 1,3380 dolar AS yang dicapai seminggu lalu.

Pelaku pasar berpegang pada harapan kesepakatan perdagangan antara Washington dan Beijing karena para pejabat dari kedua belah pihak tetap terkunci dalam negosiasi.

Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin berencana untuk melakukan perjalanan ke China minggu depan, untuk putaran pembicaraan perdagangan dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He, seorang pejabat pemerintahan Trump mengatakan pada Selasa (19/3).

Harga minyak bertahan mendekati level tertinggi empat bulan di tengah ekspektasi bahwa OPEC akan melanjutkan pengurangan produksi hingga akhir tahun, dan setelah data dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan penurunan mengejutkan pada persediaan minyak mentah.

Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) berdiri datar di 59,02 dolar AS per barel setelah menyentuh tertinggi sejak November di 59,57 dolar AS pada Selasa (19/3).

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa Hong Kong melemah, Indeks Hang Seng dibuka turun 109,09 poin

Hong Kong (ANTARA) – Saham-saham pada Bursa Hong Kong dibuka lebih rendah pada perdagangan Rabu pagi, dengan indikator utama bursa Indeks Hang Seng (HSI) melemah 0,37 persen atau 109,09 poin, menjadi diperdagangkan di 29.357,19 poin.

Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Bursa Tokyo melemah jelang pengumuman hasil pertemuan Bank Sentral AS

Baca juga: Bursa Australia melemah, saham Qantas rontok

Baca juga: Wall Street ditutup bervariasi di tengah data baru ekonomi AS

Baca juga: Dolar melemah, pedagang bertaruh kebijakan suku bunga Bank Sentral AS

Baca juga: Harga emas naik didukung pelemahan dolar

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar saham China melemah, Indeks Komposit Shanghai merosot

Beijing (ANTARA) – Pasar saham Cina dibuka lebih rendah pada Rabu, dengan Indeks Komposit Shanghai turun 0,22 persen menjadi diperdagangkan di 3.084,17 poin.

Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua di China dibuka melemah 0,12 persen menjadi diperdagangkan pada 9.828,07 poin.

Sementara itu, Indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq China, berkurang 0,42 persen menjadi dibuka pada 1.701,73 poin. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Bursa Asia bertahan dekat tertinggi 6 bulan jelang keputusan Bank Sentral AS

Baca juga: Bursa Australia melemah, saham Qantas rontok

Baca juga: Wall Street ditutup bervariasi di tengah data baru ekonomi AS

Baca juga: Dolar melemah, pedagang bertaruh kebijakan suku bunga Bank Sentral AS

Baca juga: Harga emas naik didukung pelemahan dolar

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG Rabu dibuka menguat 6,61 poin

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu dibuka menguat 6,61 poin atau 0,1 persen ke posisi 6.486,88.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 1,6 poin atau 0,16 persen menjadi 1.020,94.

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa Australia melemah, saham Qantas rontok

Sensitivitas terhadap setiap berita tentang perdagangan meningkat dengan kurangnya rilis data utama hari ini

Sydney (ANTARA) – Bursa Australia dibuka lebih rendah pada perdagangan Rabu pagi, karena penurunan saham sektor material sangat membebani serta sektor industri dan perawatan kesehatan berkontribusi terhadap kerugian secara keseluruhan, diikuti saham perusahaan penerbangan Qantas rontok.

Pada pukul 10.30 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 20,80 poin atau 0,34 persen menjadi diperdagangkan di 6.164,00 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas berkurang 24,60 poin atau 0,39 persen pada 6.252,00 poin.

“Sensitivitas terhadap setiap berita tentang perdagangan meningkat dengan kurangnya rilis data utama hari ini,” kata Kepala Strategi Pasar CMC Markets, Michael McCarthy.

Secara lokal, barang-barang kebutuhan pokok konsumen dan utilitas konsumen terangkat, sementara semua sektor lainnya cenderung lebih rendah.

Di sektor perbankan, kerugian moderat, mengurangi penurunan yang lebih luas untuk indeks. Bank-bank besar Australia beragam, dengan Commonwealth Bank turun 0,13 persen, National Australia Bank naik 0,28 persen, Westpac Bank turun 0,08 persen dan ANZ naik 0,19 persen.

Saham-saham pertambangan merosot, dengan BHP turun 1,49 persen, Rio Tinto turun 2,41 persen, Fortescue Metals jatuh 4,62 persen dan Newcrest turun 0,52 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas bervariasi, dengan Oil Search naik 0,62 persen, Santos turun 0,14 persen, dan Woodside Petroleum naik 0,14 persen. Baca juga: Harga minyak bervariasi di tengah ekspektasi kenaikan stok AS

Supermarket terbesar di Australia terangkat, dengan Coles naik1,32 persen, dan Woolworths naik 0,56 persen.

Sementara itu, raksasa telekomunikasi Telstra turun 0,30 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas kehilangan 1,34 persen, dan perusahaan biomedis CSL turun 0,87 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Wall Street ditutup bervariasi di tengah data baru ekonomi AS

Baca juga: Dolar melemah, pedagang bertaruh kebijakan suku bunga Bank Sentral AS

Baca juga: Harga emas naik didukung pelemahan dolar

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cenderung melemah, dolar diperdagangkan di paruh bawah 111 yen

Tokyo (ANTARA) – Kurs dolar AS berpindah tangan di zona paruh bawah 111 yen dalam transaksi awal di Tokyo pada Rabu pagi, sebagian besar sejalan dengan levelnya di New York semalam (Selasa).

Ketika pasar dibuka, dolar dikutip pada 111,42-43 yen dibandingkan dengan 111,38-48 yen di New York dan 111,26-28 yen di Tokyo pada Selasa (19/3) pukul 17.00 waktu setempat.

Euro, sementara itu, diambil 1,1353-1354 dolar dan 126,53-54 yen terhadap 1,1346-1356 dolar dan yen 126,43-53 di New York, serta 1,1346-1347 dolar dan 126,24-28 yen pada perdagangan Selasa (19/3) sore di Tokyo. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Dolar melemah, pedagang bertaruh kebijakan suku bunga Bank Sentral AS

Baca juga: Harga emas naik didukung pelemahan dolar

Baca juga: Wall Street ditutup bervariasi di tengah data baru ekonomi AS

Baca juga: Harga minyak bervariasi di tengah ekspektasi kenaikan stok AS

Baca juga: Qatar bakal luncurkan bank energi terbesar senilai 10 miliar dolar

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa Tokyo melemah jelang pengumuman hasil pertemuan Bank Sentral AS

Tokyo (ANTARA) – Saham-saham pada Bursa Tokyo dibuka sedikit lebih rendah pada perdagangan Rabu pagi, karena investor menghindari membuat langkah-langkah berani menjelang hasil akhir pertemuan kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (Fed).

Pada pukul 09.15 waktu setempat, Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) turun 0,12 persen atau 24,88 poin, dari tingkat penutupan Selasa (19/3), menjadi diperdagangkan di 21.541,97 poin.

Sementara itu, Indeks Topix yang lebih luas dari semua saham papan utama di pasar Tokyo, turun tipis 1,24 poin atau 0,08 persen, menjadi diperdagangkan pada 1.608,99 poin.

Saham-saham yang berhubungan dengan aneka produk, perusahaan sekuritas, serta pertanian dan perikanan paling banyak mencatat penurunan pada awal perdagangan, setelah bel perdagangan pagi. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Cenderung melemah, dolar diperdagangkan di paruh bawah 111 yen

Baca juga: Dolar melemah, pedagang bertaruh kebijakan suku bunga Bank Sentral AS

Baca juga: Harga emas naik didukung pelemahan dolar

Baca juga: Wall Street ditutup bervariasi di tengah data baru ekonomi AS

Baca juga: Harga minyak bervariasi di tengah ekspektasi kenaikan stok AS

Baca juga: Qatar bakal luncurkan bank energi terbesar senilai 10 miliar dolar
 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dolar melemah, pedagang bertaruh kebijakan suku bunga Bank Sentral AS

Apa yang kami lihat adalah posisi pasar untuk nada yang berpotensi dovish besok

New York (ANTARA) – Kurs dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena kekhawatiran atas kekuatan ekonomi AS dan ekspektasi bahwa Federal Reserve  (Fed) akan membuktikan akomodatif pada pertemuannya minggu ini membebani greenback.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,15 persen menjadi 96,375, melayang mendekati level terendah dalam lebih dari dua minggu yang disentuh semalam.

Para pedagang fokus pada Federal Reserve (Fed) yang memulai pertemuan kebijakan dua hari pada Selasa (19/3), untuk petunjuk tentang kemungkinan jalur biaya pinjaman AS dan apakah bank sentral akan menegaskan komitmennya terhadap kebijakan moneter “sabar”, kata para analis.

Investor khususnya akan melihat apakah pembuat kebijakan telah cukup menurunkan perkiraan suku bunga mereka untuk lebih menyelaraskan dot plot mereka, sebuah diagram yang menunjukkan pandangan suku bunga individu para pembuat kebijakan selama tiga tahun ke depan, kata para analis.

“Apa yang kami lihat adalah posisi pasar untuk nada yang berpotensi dovish besok,” kata Minh Trang, pedagang mata uang senior di Silicon Valley Bank California.

Lebih rinci tentang rencana untuk berhenti memotong kepemilikan The Fed hampir 3,8 triliun dolar AS dalam obligasi juga diperkirakan, kata analis.

Sebelumnya pada Selasa, data menunjukkan pesanan baru untuk barang-barang manufaktur AS naik kurang dari yang diharapkan pada Januari dan pengiriman turun untuk bulan keempat berturut-turut. Itu mengikuti data pada Jumat (15/3) yang menunjukkan output manufaktur AS turun untuk bulan kedua berturut-turut pada Februari.

“Angka inflasi yang lebih lembut, pertumbuhan pekerjaan yang mengecewakan dan output manufaktur yang lembek memperkuat gagasan bahwa bank sentral tidak lagi relevan untuk beberapa bulan mendatang,” kata Kepala Strategi Pasar Bannockburn Global ForexMarc Chandler, dalam sebuah catatan yang dikutip Reuters.

Dolar Australia, yang telah maju dalam beberapa hari terakhir – dibantu oleh kelemahan dolar AS – turun 0,22 persen setelah risalah pertemuan kebijakan Maret bank sentral Australia, Bank Reserve Australia, mengungkapkan kekhawatiran tentang pasar perumahan.

Volatilitas di pasar valuta asing adalah yang terendah dalam lima tahun dan analis mengatakan keputusan baru-baru ini oleh The Fed dan bank-bank sentral utama lainnya berkontribusi.

“Bank sentral seperti armada pesawat di landasan pacu dan mereka semua berputar-putar di sekitar landasan pacu dan tidak ada yang benar-benar ingin lepas landas,” kata Trang.

Sterling naik 0,18 persen pada 1,3278 dolar AS, mengupas kenaikan awal di tengah kekhawatiran bahwa permintaan Perdana Menteri Inggris Theresa May untuk menunda Brexit mengalami komplikasi dengan Uni Eropa.

Downing Street mengkonfirmasi pada Selasa (19/3) bahwa Perdana Menteri Inggris Theresa May akan menulis surat kepada Presiden Dewan Eropa Donald Tusk yang meminta kepergian Inggris dari blok tersebut ditunda.

Perpanjangan apa pun akan membutuhkan dukungan dari 27 anggota UE lainnya. May akan bertemu dengan para pemimpin 27 anggota UE lainnya pada pertemuan puncak UE yang berlangsung pada Kamis (21/3).

Baca juga: Wall Street ditutup bervariasi di tengah data baru ekonomi AS

Baca juga: Harga emas naik didukung pelemahan dolar

Baca juga: Harga minyak bervariasi di tengah ekspektasi kenaikan stok AS

Baca juga: Qatar bakal luncurkan bank energi terbesar senilai 10 miliar dolar

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wall Street ditutup bervariasi di tengah data baru ekonomi AS

New York (ANTARA) – Saham-saham di Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena para investor mempertimbangkan sejumlah data ekonomi yang baru dirilis.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 26,72 poin atau 0,10 persen, menjadi berakhir di 25.887,38 poin. Indeks S&P 500 sedikit melemah 0,37 poin, atau 0,01 persen, menjadi ditutup di 2.832,57 poin. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 9,47 poin atau 0,12 persen, menjadi berakhir di 7.723,95 poin.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih rendah, dengan utilitas turun lebih dari satu persen, memimpin penurunan di antara kelompok. Sementara sektor perawatan kesehatan dan consumer discretionary masing-masing naik 0,78 persen dan 0,50 persen, mengungguli yang lain.

Di sisi ekonomi, pesanan baru untuk barang-barang manufaktur AS naik 0,1 persen pada Januari, menyusul kenaikan 0,1 persen pada Desember, Departemen Perdagangan melaporkan pada Selasa (19/3). Angka itu, tanda lain yang menunjuk pada pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat, jatuh jauh dari perkiraan para ekonom untuk kenaikan sebesar 0,4 persen yang disurvei oleh MarketWatch.

Wall Street juga menunggu petunjuk dari pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve (Fed) AS yang sedang berlangsung, dan akan berakhir pada Rabu waktu setempat.

Para pelaku pasar akan mencari petunjuk tentang prospek ekonomi The Fed, berharap bahwa bank sentral AS akan mengadopsi nada dovish di tengah pertumbuhan global yang melambat, para ahli mencatat.

Pada pertemuan Januari, The Fed berjanji untuk bersabar tentang kenaikan suku bunga di masa mendatang. Demikian laporan yang dikutip Xinhua.

Baca juga: Harga emas naik didukung pelemahan dolar

Baca juga: Harga minyak bervariasi di tengah ekspektasi kenaikan stok AS

Baca juga: Qatar bakal luncurkan bank energi terbesar senilai 10 miliar dolar

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indeks CAC-40 Prancis berakhir naik 0,24 persen

Paris (ANTARA) – Saham-saham Prancis berakhir lebih tinggi pada perdagangan Selasa (19/3), dengan indeks acuan CAC-40 di Paris naik 0,24 persen atau 13,07 poin, menjadi 5.425,90 poin.

Dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks CAC-40, tercatat 29 saham berhasil membukukan kenaikan harga.

Pemasok komponen otomotif global Prancis Valeo meningkat 3,2 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips.

Diikuti oleh saham produsen mobil multinasional Prancis Peugeot yang menguat 2,74 persen, dan kelompok perusahaan produsen barang-barang fashion mewah internasional Prancis Kering naik 2,70 persen.

Sementara itu, perusahaan kelompok industri Prancis Bouygues mencatat kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya merosot 1,37 persen.

Disusul oleh saham Vinci yang kehilangan 1,01 persen, serta produsen cermin multinasional Prancis Compagnie de Saint-Gobain melemah 0,85 persen.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indeks DAX-30 Jerman ditutup 1,13 persen lebih tinggi

Frankfurt (ANTARA) – Saham-saham Jerman ditutup lebih tinggi pada perdagangan Selasa (19/3), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt naik 1,13 persen atau 131,35 poin, menjadi 11.788,41 poin.

Perusahaan penyedia teknologi internet dan jasa-jasa keuangan global Wirecard meraih keuntungan paling banyak (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya melonjak 3,54 persen.

Disusul oleh saham pabrikan otomotif Daimler serta perusahaan kimia dan farmasi multinasional Bayer, yang masing-masing menguat sebesar 3,44 persen dan 2,45 persen.

Di sisi lain, Deutsche Bank menderita kerugian paling banyak (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 1,45 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan kelompok energi RWE serta perusahaan kimia dan barang-barang konsumen Henkel, yang masing-masing turun 0,75 persen dan 0,16 persen.

Daimler adalah saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang hari dengan omzet mencapai 278,5 juta euro (316 juta dolar AS).

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indeks FTSE-100 Inggris berakhir menguat 0,34 persen

London (ANTARA) – Saham-saham Inggris berakhir lebih tinggi pada perdagangan Selasa (19/3), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London menguat 0,34 persen atau 24,81 poin, menjadi 7.324,00 poin.

Ocado Group, perusahaan bahan makanan dalam jaringan (online), melonjak 5,36 persen, menjadi pencetak keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan atau blue chips.

Diikuti oleh saham Informa dan Smurfit Kappa Group, yang masing-masing naik 3,69 persen dan 3,25 persen.

Sementara itu, Evraz, perusahaan pembuat dan penambangan baja multinasional yang terintegrasi secara vertikal, mencatat kinerja terburuk (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 3,81 persen.

Disusul oleh saham Relx, perusahaan informasi dan analisis multinasional Inggris, yang merosot 1,56 persen, serta Standard Chartered, perusahaan perbankan dan jasa keuangan multinasional Inggris, turun 1,15 persen.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indeka IBEX-35 Spanyol ditutup bertambah 0,88 persen

Madrid (ANTARA) – Saham-saham Spanyol ditutup lebih kuat pada perdagangan Selasa (19/3), dengan indeks acuan IBEX-35 di Madrid, bertambah 0,88 persen atau 83,20 poin, menjadi 9.492,30 poin setelah dibuka pada 9.409,10 poin.

Hanya empat saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks IBEX-35 yang menderita kerugian, dengan 31 saham lainnya semuanya mencatat kenaikan harga.

Perusahaan media, Mediaset membukukan keuntungan paling besar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya meningkat 3,69 persen.

Disusul oleh saham perusahaan energi terbarukan Siemens Gamesa dengan kenaikan 3,62 persen, serta perusahaan telekomunikasi Cellnex Telecom, yang harga sahamnya menguat 3,03 persen.

Di sisi lain, perusahaan energi terbarukan dan produsen selulosa Ence Energia y Celulosa mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 2,32 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan infrastruktur Ferrovial yang mencatat penurunan 0,57 persen, serta bank tabungan Caixabank turun 0,10 persen.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Singapura ditutup 0,25 persen lebih tinggi

Singapura (ANTARA) – Saham-saham Singapura ditutup lebih tinggi pada perdagangan Selasa, dengan indeks acuan STI (Straits Times Indeks) naik 0,25 persen atau 7,96 poin, menjadi 3.220,92 poin.

Sebanyak 789,53 juta saham berpindah tangan senilai 1,01 miliar dolar Singapura (sekitar 0,75 miliar dolar AS), dengan jumlah saham naik melebihi yang turun, sebanyak 192 saham terhadap 170 saham.

Indeks STI naik 0,4 persen atau 12,78 poin, menjadi ditutup di 3.212,96 pada Senin (18/3).

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Hong Kong ditutup naik, Hang Seng menguat 0,19 persen

Hong Kong (ANTARA) – Saham-saham Hong Kong ditutup lebih tinggi pada perdagangan Selasa, dengan indikator utama bursa Indeks Hang Seng (HSI) naik 0,19 persen atau 57,27 poin, menjadi 29.466,28 poin.

Indeks Hang Seng diperdagangkan antara 29.319,51 poin hingga 29.486,15 poin, dengan nilai transaksi mencapai 99,33 miliar dolar Hong Kong (sekitar 12,65 miliar dolar AS), sebut Xinhua.

Baca juga: Pasar saham China ditutup lebih rendah

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Nikkei Jepang turun tipis karena saham eksportir melemah

Tokyo (ANTARA) – Indeks acuan Nikkei Jepang, berakhir sedikit lebih rendah pada perdagangan Selasa, karena investor mengambil untung dari saham-saham eksportir, tetapi kerugian dibatasi oleh keuntungan di sektor keuangan yang dibantu oleh kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat.

Namun, sebagian besar investor tetap menahan diri, sementara mereka menunggu keputusan kebijakan terakhir bank sentral AS setelah pertemuan dua hari yang dimulai pada Selasa waktu setempat.

Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) berakhir turun tipis 0,08 persen atau 17,65 poin, menjadi 21.566,85 poin.

Pengecer fesyen dalam jaringan (online) Zozo Inc, menukik 11 persen dan merupakan saham yang paling aktif diperdagangkan berdasarkan omset, dengan para pedagang mengutip penurunan peringkat oleh pialang.

Eksportir kehilangan kekuatan karena yen menguat terhadap dolar AS, dengan Tokyo Electron turun 0,4 persen dan Panasonic Corp jatuh 0,7 persen setelah menguat sehari sebelumnya.

Dolar AS tergelincir 0,2 persen menjadi 111,26 yen, memperpanjang penurunannya untuk sesi ketiga berturut-turut.

Di sisi lain, perusahaan asuransi dan bank, yang memburu aset dengan imbal hasil lebih tinggi seperti obligasi asing, dibeli para investor. Asuransi MS&AD bertambah 0,5 persen dan Dai-ichi Life melonjak 1,3 persen, sementara Sumitomo Mitsui Financial Group menguat 1,0 persen.

Kurangnya berita dari pembicaraan perdagangan AS-China juga meredam aktivitas.

“Kami melihat volume rendah baru-baru ini dan itu karena sebagian besar berita telah dihargkan ke pasar,” kata Shoji Hirakawa, kepala ahli strategi global di Tokai Tokyo Research Center.

“Katalis berikutnya kemungkinan akan (laporan) laba setahun penuh, tetapi sampai saat itu, aktivitas mungkin tetap tenang.”

Topix melihat volume transaksi sebanyak 1,1 miliar saham pada Selasa setelah membukukan 1,0 miliar saham pada Senin (18/3), terendah dalam 1,5 minggu.

Investor memperkirakan Federal Reserve AS akan memperkuat pendekatan dovish terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Di tempat lain, Japan Display Inc melonjak 7,3 persen setelah dana yang berbasis di Singapura, Effissimo mengatakan dalam sebuah laporan bahwa tujuannya memiliki saham Display Jepang telah berubah untuk membuat saran kepada manajemen dan mungkin meningkatkan proposal pemilikan saham, dari tujuan investasi murni sebelumnya.

Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas turun 0,2 persen menjadi 1.610,23 poin.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Seoul berakhir turun 0,09 persen

Seoul (ANTARA) – Saham-saham Seoul berakhir sedikit lebih rendah pada perdagangan Selasa, dengan indikator utama bursa Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) kehilangan 0,09 persen atau 1,87 poin menjadi 2.177,62 poin.

Volume transaksi mencapai 314 juta saham, senilai 3,8 triliun won (3,4 miliar dolar AS).

Mata uang Korea Selatan berakhir pada 1.130,6 won terhadap greenback, naik 1,5 won dari tingkat penutupan hari sebelumnya.

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar saham Filipina ditutup melemah 0,38 persen

Manila (ANTARA) – Saham-saham Filipina ditutup lebih rendah pada perdagangan Selasa, dengan indeks acuan Bursa Efek Filipina (PSE) melemah 0,38 persen atau 29,61 poin, menjadi 7.843,41 poin.

Sementara itu, indeks semua saham bergerak turun 12,13 poin atau 0,25 persen, menjadi berakhir di 4.833,29 poin.

Volume perdagangan mencapai 1,39 miliar saham senilai 5,97 miliar peso (113,28 juta dolar AS), dengan 89 saham naik, 104 saham turun, sementara 44 saham ditutup datar.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Saham Australia turun terseret sektor keuangan dan perawatan kesehatan

Sydney (ANTARA) – Saham-saham Australia berakhir melemah pada perdagangan Selasa, terseret penurunan saham sektor keuangan dan perawatan kesehatan meskipun perdagangan terbatas karena investor global tetap berhati-hati menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve AS.

Indeks acuan S&P/ASX 200 turun 5,7 poin atau 0,1 persen menjadi 6.184,8 poin pada penutupan perdagangan. Indeks naik 0,3 persen pada perdagangan Senin (18/3).

Saham-saham keuangan jatuh untuk sesi kedelapan berturut-turut. National Australia Bank kehilangan 0,6 persen, sementara pemberi pinjaman terkemuka Commonwealth Bank of Australia turun 0,7 persen.

Westpac Banking Corp berakhir 0,4 persen lebih rendah. Bank mengatakan akan keluar dari bisnis penasehat keuangan, ketika regulator meningkatkan tekanan pada sektor yang dilanda skandal untuk bertindak demi kepentingan terbaik nasabah.

“Ada kesadaran tinggi bahwa akan ada perubahan signifikan di sektor keuangan pada tahun-tahun mendatang setelah penyelidikan Komisi Kerajaan,” kata Michael McCarthy, kepala strategi pasar di CMC Markets.

“Pengumuman bahwa Westpac akan menjual bisnis penasehat (keuangan) hanyalah sebuah pengulangan dari perubahan yang akan terjadi.”

Saham-saham perawatan kesehatan, yang menjalankan sebagian besar bisnis mereka di luar negeri, tergelincir setelah dolar AS melemah semalam. Saham CSL Ltd turun 1,6 persen.

Mengimbangi kerugian, para penambang membukukan keuntungan kuat karena harga bijih besi naik, dengan raksasa pertambangan BHP Group dan saingannya Rio Tinto Ltd keduanya naik 1,7 persen.

“Kami telah melihat petunjuk kuat dari pasar AS dan Eropa, harga komoditas lebih tinggi … kegagalan pasar secara keseluruhan untuk mencatat kenaikan, dan bahkan keuntungan yang kurang bagus kemarin menunjukkan bahwa ada kelemahan mendasar di pasar Australia dan kami bisa naik untuk jatuh signifikan dalam waktu dekat,” tambah McCarthy.

Dalam risalah pertemuan bank sentral Australia, Reserve Bank of Australia (RBA) yang dirilis pada Selasa, anggota membahas penurunan tajam harga rumah dan pelemahan dalam konsumsi rumah tangga, dengan penjualan mobil terutama terpukul oleh jatuhnya harga-harga properti.

Sementara itu, ndeks acuan S&P/NZX 50 Selandia Baru turun 0,19 persen atau 17,85 poin menjadi mengakhiri sesi di 9.497,27 poin, dengan raksasa produk susu a2 Milk Company Ltd tergelincir.

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa Asia stabil jelang pertemuan Bank Sentral AS, kesepakatan Brexit May kacau

Spekulan tampaknya bertaruh pada kenaikan harga-harga saham di belakang Fed yang dovish

Tokyo (ANTARA) – Saham-saham pada Bursa Asia diperdagangkan di kisaran sempit, melayang di dekat tertinggi enam bulan pada Selasa pagi, menjelang pertemuan kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed), sementara sterling berfluktuasi karena ketua parlemen Inggris melarang pemungutan suara lagi pada kesepakatan Brexit yang sama.

Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang hampir datar, hanya sedikit di bawah level tertinggi sejak 21 September.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,5 persen, sementara saham Australia turun 0,1 persen.

Ketiga indeks utama AS naik semalam, terangkat oleh bank dan teknologi ternama, dengan Dow Jones Industrial Average, S&P 500, dan Nasdaq Composite, masing-masing bertambah antara 0,3 persen hingga 0,4 persen.

“Spekulan tampaknya bertaruh pada kenaikan harga-harga saham di belakang Fed yang dovish. The Fed tidak mungkin membunuh harapan seperti itu. Namun ada risiko The Fed bisa menurunkan dovishness-nya,” kata Ahli Strategi Lintas Aset  Nomura Securities, Masanari Takada, seperti yang dikutip dari Reuters.

Dengan tanda-tanda pertumbuhan ekonomi global melambat, para pedagang fokus pada Federal Reserve, yang memulai pertemuan kebijakan dua hari pada Selasa waktu setempat, untuk petunjuk tentang kemungkinan jalur biaya pinjaman AS.

Secara khusus, investor akan fokus pada apakah para pembuat kebijakan telah cukup menurunkan perkiraan suku bunga mereka untuk lebih menyelaraskan dot plot mereka, sebuah diagram yang menunjukkan pandangan suku bunga masing-masing pembuat kebijakan untuk tiga tahun ke depan.

Diharapkan juga lebih detail tentang rencana untuk berhenti memotong kepemilikan The Fed hampir 3,8 triliun dolar AS dalam bentuk obligasi.

“Fokus utama adalah ketika The Fed akan menghilangkan kata ‘sabar’ dari pernyataannya, karena itu akan menjadi prasyarat untuk kenaikan suku bunga,” kata Kepala Strategi Pendapatan Tetap Daiwa Securities, Toru Yamamoto, .

Di pasar mata uang, pound menemukan pijakan yang lebih kuat pada Selasa setelah tergelincir ke level 1,3183 dolar semalam, karena anggota parlemen meragukan upaya ketiga Perdana Menteri Theresa May untuk membuat parlemen mendukung perjanjian Brexit-nya.

Rencana Brexit May dilemparkan ke dalam kekacauan lebih lanjut pada Senin (18/3) ketika pembicara parlemen memutuskan bahwa dia tidak dapat menempatkan kesepakatan perceraiannya dengan pemungutan suara baru, kecuali jika diajukan kembali dalam bentuk yang berbeda secara fundamental.

May hanya memiliki dua hari untuk memenangkan persetujuan untuk kesepakatannya meninggalkan Uni Eropa, jika dia ingin pergi ke pertemuan puncak dengan para pemimpin blok pada Kamis (21/3) dengan sesuatu untuk menawarkan mereka sebagai imbalan untuk waktu yang lebih lama.

Sementara itu, diplomat senior mengatakan para pemimpin Uni Eropa bisa menunda membuat keputusan akhir tentang penundaan Brexit ketika mereka bertemu di Brussels akhir pekan ini, tergantung pada apa tepatnya yang diminta oleh May.

Indeks dolar terhadap sekeranjang enam mata uang utama nyaris tidak bergerak dan berada di 96.498.

Yen Jepang naik tipis 0,1 persen menjadi 111,27 yen terhadap dolar, sementara euro hampir datar di 1,1334 dolar.

Harga minyak naik mendekati level tertinggi empat bulan pada Senin, didukung oleh prospek perpanjangan pemotongan pasokan minyak yang dipimpin OPEC dan tanda-tanda penurunan persediaan dalam stok minyak mentah AS.

Pada Selasa pagi, minyak mentah berjangka AS tergelincir 0,2 persen menjadi 58,99 dolar AS per barel. Baca juga: Harga minyak ditutup pada level tertinggi 4-bulan karena pemangkasan OPEC

Baca juga: Wall Street berakhir menguat, tertahan saham Boeing dan Facebook

Baca juga: Saham Boeing jatuh lagi, sertifikasi jet 737 MAX banyak dipertanyakan

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG dibuka menguat tipis 0,09 persen

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, dibuka menguat 6,11 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.515,56.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 1,38 poin atau 0,13 persen menjadi 1.026,35.

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa China menguat, Indeks Komposit Shanghai dibuka naik

Beijing (ANTARA) – Saham-saham pada Bursa China dibuka lebih tinggi pada Selasa pagi, dengan Indeks Komposit Shanghai naik 0,11 persen menjadi 3.099,90 poin.

Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua China dibuka menguat tipis 0,01 persen menjadi diperdagangkan di 9.844,45 poin.

Sementara itu, Indeks ChiNext, yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq China, sedikit berkurang 0,05 persen menjadi dibuka pada 1.706,19 poin. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Wall Street berakhir menguat, tertahan saham Boeing dan Facebook

Baca juga: Bursa Tokyo anjlok, Indeks Nikkei 225 dibuka turun 151,14 poin

Baca juga: Harga emas merosot jelang pertemuan bank sentral AS

Baca juga: Rupiah Selasa pagi menguat 16 poin

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa Hong Kong menguat, Indeks Hang Seng dibuka naik 10,13 poin

Hong Kong (ANTARA) – Saham-saham pada Bursa Hong Kong dibuka sedikit lebih tinggi pada Selasa pagi, dengan indikator utama bursa Indeks Hang Seng (HSI) naik tipis 0,03 persen atau 10,13 poin, menjadi diperdagangkan di 29.419,14 poin.

Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: IHSG dibuka menguat tipis 0,09 persen

Baca juga: Wall Street berakhir menguat, tertahan saham Boeing dan Facebook

Baca juga: Bursa China menguat, Indeks Komposit Shanghai dibuka naik

Baca juga: Harga emas merosot jelang pertemuan bank sentral AS

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG menguat di tengah sentimen yang variatif

…membaiknya laba perusahaan untuk tahun buku 2018, setidaknya bisa menjadi katalis positif bagi IHSG pada perdagangan saham hari ini

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa pagi, dibuka menguat di tengah sentimen yang variatif.

IHSG dibuka menguat 6,11 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.515,56. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 1,38 poin atau 0,13 persen menjadi 1.026,35.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Selasa, mengatakan pergerakan IHSG hari ini akan dipengaruhi sentimen ketidakpastian Brexit dan rencana pemangkasan pasokan minyak oleh OPEC Plus.

“Sentimen di atas yang variatif, namun sisi lain pasar optimistis atas membaiknya laba perusahaan untuk tahun buku 2018, setidaknya bisa menjadi katalis positif bagi IHSG pada perdagangan saham hari ini,” ujarnya.

Ketidakpastian Brexit diperkirakan berdampak terhadap perusahan yang akan memangkas investasi, yang kemungkinan menjadi yang terbesar dalam 10 tahun terakhir di tahun ini. Investasi diperkirakan turun satu persen dan hal ini dapat memicu kenaikan upah dan dapat membebani perekonomian Inggris secara keseluruhan.

Bahkan beberapa perusahaan telah memindahkan investasi dan rencana pertumbuhan sebagai bagian dari persiapan darurat. Dikhawatirkan sebagian dari investasi ini kemungkinan bisa tidak berinvestasi kembali ke Inggris karena sudah banyak perusahaan keuangan telah mendirikan operasi di negara Uni Eropa lainnya dan pembuat mobil telah mengurangi rencana ekspansi di Inggris. BMW mengatakan bulan ini bisa memindahkan beberapa produksi jika Brexit tidak ada kesepakatan.

Sementara itu, Arab Saudi mendesak negara yang tergabung dalam koalisi OPEC Plus tetap melanjutkan kebijakan pemangkasan pasokannya dan menganggap kebijakan tersebut belum sepenuhnya selesai. OPEC Plus perlu tetap berada di jalur pemangkasan pasokan hingga Juni untuk memulihkan fundamental. Sedangkan, persediaan AS tetap signifikan di atas tingkat normal, dan risiko kelebihan pasokan dalam jangka pendek.

Bursa regional Asia antara lain Indeks Nikkei melemah 67,28 poin (0,31 persen) ke 21.517,22, Indeks Hang Seng melemah 13,59 poin (0,05 persen) ke 29.395,42, dan Straits Times melemah 2,29 poin (0,07 persen) ke posisi 3.210,67.

Baca juga: Bursa Tokyo anjlok, Indeks Nikkei 225 dibuka turun 151,14 poin

Baca juga: Bursa China menguat, Indeks Komposit Shanghai dibuka naik

Baca juga: Bursa Hong Kong menguat, Indeks Hang Seng dibuka naik 10,13 poin

Baca juga: Wall Street berakhir menguat, tertahan saham Boeing dan Facebook

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa Australia melemah tipis jelang pertemuan Bank Sentral AS

Sydney (ANTARA) – Pasar saham Bursa Australia dibuka sedikit berubah dalam perdagangan tipis pada Selasa pagi, menjelang pertemuan dua hari Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed), dengan saham sektor perawatan kesehatan mengimbangi kenaikan di sektor pertambangan yang didukung harga bijih besi yang kuat.

Indeks acuan S&P/ASX 200 turun 0,06 persen atau 3,5 poin menjadi 6.187,00 poin pada pukul 00.31 GMT. Indeks acuan bertambah 0,3 persen pada perdagangan Senin (18/3).

Pertemuan kebijakan dua hari bank sentral Amerika Serikat dimulai pada Selasa waktu setempat, di mana bank diperkirakan akan membiarkan suku bunga acuannya tidak berubah, dengan investor bahkan membangun taruhan untuk penurunan suku bunga pada 2020.

Secara lokal, saham perawatan kesehatan, yang melakukan sebagian besar bisnis mereka di Amerika Serikat, berada di posisi merah karena dolar AS tergelincir semalam.

Dolar AS terjebak dekat ke level terendah dua minggu, karena kewaspadaan tentang ekonomi Amerika dan ekspektasi untuk Federal Reserve yang akomodatif membuat greenback lemah.

Perusahaan biofarmasi, CSL Ltd, menyumbang sebagian besar penurunan di sektor ini. CSL juga melihat beberapa konsolidasi setelah sahamnya mencapai level tertinggi lebih dari lima bulan pada minggu lalu. Saham CSL adalah yang kelima terbesar di ASX 200.

Indeks keuangan turun lebih dari 0,2 persen, dengan bank-bank empat besar, tidak termasuk Westpac, turun antara 0,3 persen hingga 0,5 persen.

Saham Westpac Banking Corp sedikit lebih tinggi, setelah bank terbesar kedua di negara itu mengatakan keluar dari penyediaan pemberian nasihat keuangan pribadi melalui perjanjian penjualan dengan Viridian Advisory.

Penambang global BHP Group dan Rio Tinto didorong oleh harga bijih besi yang kuat, masing-masing naik lebih dari 1,3 persen. Sub-indeks naik ke dekat level tertinggi tiga minggu.

Harga bijih besi berjangka China naik ke level tertinggi dua minggu, karena kekhawatiran atas pasokan bahan baku pembuatan baja yang ketat, setelah penambang Brazil Vale SA mengumumkan pengurangan produksi lebih lanjut.

Di tempat lain, hakim AS pada Senin (18/3) menolak tawaran Rio Tinto Plc untuk memberhentikan gugatan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS yang menuduh perusahaan pertambangan melakukan penipuan sipil dalam penanganannya atas kegagalan investasi dalam proyek batubara Mozambik.

Sementara itu, indeks acuan S&P/NZX 50 Selandia Baru turun 0,2 persen atau 21,15 poin menjadi 9.493,97 poin, pada pukul 00.10 GMT dalam perdagangan yang lesu. Kerugian dalam saham keuangan dan perawatan kesehatan menyeret indeks turun dari rekor tertinggi pada Senin (18/3). Demikian laporan yang dikutip dari Reuters.

Baca juga: Wall Street berakhir menguat, tertahan saham Boeing dan Facebook

Baca juga: Dolar stabil jelang pertemuan kebijakan suku bunga Bank Sentral AS

Baca juga: Harga emas merosot jelang pertemuan bank sentral AS

Baca juga: Harga minyak ditutup pada level tertinggi 4-bulan karena pemangkasan OPEC

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019