Pasar saham Aussie berakhir lebih rendah terseret sektor sumber daya

Produsen-produsen energi lebih lemah dengan sesi bervariasi untuk harga-harga minyak global

Sydney (ANTARA) – Pasar saham Australia berakhir lebih rendah pada perdagangan Selasa terseret sektor sumber daya dengan saham-saham perusahaan energi dan pertambangan anjlok karena harga-harga komoditas bervariasi.

Pada penutupan pasar, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 34,00 poin atau 0,53 persen menjadi 6.325,50 poin, sedangkan indeks All Ordinaries, yang lebih luas turun 31,20 poin atau 0,48 persen menjadi 6.418,40 poin.

“Kerugian berlanjut pada Selasa untuk saham-saham lokal dengan ASX 200 tergelincir … setelah mencapai tertinggi 11 tahun selama sepekan terakhir,” kata analis pasar Commsec, James Tao.

“Indeks mencapai titik terendah sesi pada data manufaktur China yang lebih lemah.”

Saham-saham sumber daya adalah beban terbesar di pasar, dengan perusahaan energi dan pertambangan anjlok.

“Produsen-produsen energi lebih lemah dengan sesi bervariasi untuk harga-harga minyak global,” kata Tao, dikutip dari Xinhua.

Sementara itu, saham-saham kebutuhan pokok konsumen dan layanan kesehatan mengelola keuntungan moderat seperti halnya teknologi informasi.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia melemah, dengan Commonwealth Bank turun 0,71 persen, ANZ turun 0,26 persen, National Australia Bank turun 0,39 persen, dan Westpac Bank turun 0,18 persen.

Saham-saham pertambangan merosot, dengan Rio Tinto jatuh 2,41 persen, Fortescue Metals turun 1,38 persen, BHP turun 1,11 persen dan penambang emas Newcrest jatuh 2,42 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas juga lebih rendah, dengan Oil Search jatuh 2,38 persen, Santos turun 1,10 persen, dan Woodside Petroleum turun 1,42 persen.

Jaringan supermarket terbesar Australia beragam, dengan Coles turun 0,24 persen, dan Woolworths naik 0,44 persen.

Sementara itu, raksasa telekomunikasi Telstra menyusut 0,60 persen, perusahaan penerbangan nasional Qantas naik 0,72 persen dan perusahaan biomedis CSL naik 0,22 persen.

Baca juga: Bursa saham Hong Kong dibuka melemah, Hang Seng turun 0,22 persen
Baca juga: Pasar saham China dibuka lebih rendah

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar saham China menguat meski data aktivitas pabrik mengecewakan

Indeks Komposit Shanghai naik 0,52 persen menjadi berakhir di 3.078,34 poin

Beijing (ANTARA) – Pasar saham China berakhir menguat pada perdagangan Selasa, meskipun data kegiatan pabrik tidak bersemangat, dengan beberapa analis mengatakan bahwa koreksi tajam baru-baru ini sebagian besar mencerminkan ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat.

Aktivitas pabrik di China mencatat ekspansi untuk bulan kedua berturut-turut pada April tetapi pada kecepatan jauh lebih lambat dari yang diperkirakan, sebuah survei resmi menunjukkan pada Selasa, menggambarkan bahwa ekonomi masih berjuang untuk mendapatkan traksi meskipun ada banyak langkah-langkah stimulus.

Indeks Komposit Shanghai naik 0,52 persen, menjadi berakhir di 3.078,34 poin, dan Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua China, ditutup 0,54 persen lebih tinggi menjadi 9.674,53 poin.

Sementara itu, sebut Xinhua, indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq China, bertambah 0,51 persen, menjadi ditutup pada 1.623,78 poin.

Pasar China akan ditutup mulai Rabu (1/5/2019) untuk libur Hari Buruh, dan akan dibuka kembali pada Senin, 6 Mei.

Baca juga: Pasar saham China dibuka lebih rendah

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Seoul ditutup melemah 0,58 persen

Seoul (ANTARA) – Saham-saham Seoul ditutup lebih rendah pada perdagangan Selasa, dengan indikator utama bursa Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) melemah 0,58 persen atau 12,84 poin, menjadi 2.203,59 poin.

Volume perdagangan mencapai 375 juta saham senilai 5,6 triliun won (4,8 miliar dolar AS).

Mata uang Korea Selatan berakhir pada 1.168,2 won terhadap greenback, turun 9,7 won dari tingkat penutupan hari sebelumnya.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar saham Filipina berakhir 0,71 persen lebih tinggi

Indeks seluruh saham bergerak menguat 25,17 poin atau 0,52 persen menjadi ditutup pada 4.889,56 poin

Manila (ANTARA) – Saham-saham Filipina berakhir lebih tinggi pada perdagangan Selasa, dengan indikator utama Bursa Efek Filipina, indeks komposit PSE, naik 0,71 persen atau 55,70 poin, menjadi 7.952,72 poin.

Sementara itu, sebut Xinhua, indeks seluruh saham bergerak menguat 25,17 poin atau 0,52 persen, menjadi ditutup pada 4.889,56 poin.

Volume perdagangan mencapai 943,57 juta saham senilai 6,98 miliar peso (133,94 juta dolar AS), dengan 99 saham berhasil mencatat keuntungan, 89 saham merugi, sementara 49 saham ditutup tidak berubah.

Baca juga: Bursa saham Seoul ditutup melemah 0,58 persen
Baca juga: Pasar saham China menguat meski data aktivitas pabrik mengecewakan

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Hong Kong ditutup 0,65 persen lebih rendah

Hong Kong (ANTARA) – Saham-saham Hong Kong ditutup lebih rendah pada perdagangan Selasa, dengan indikator utama bursa Indeks Hang Seng (HSI) turun 0,65 persen atau 193,70 poin, menjadi 29.699,11 poin.

Indeks Hang Seng diperdagangkan berkisar antara 29.620,45 poin hingga 29.855,76 poin, dengan nilai transaksi mencapai 73,92 miliar dolar Hong Kong (sekitar 9,43 miliar dolar AS).

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Singapura ditutup 0,2 persen lebih rendah

Singapura (ANTARA) – Saham-saham Singapura ditutup lebih rendah pada perdagangan Selasa, dengan indeks acuan STI (Straits Times Index) turun 0,2 persen atau 6,82 poin, menjadi 3.400,20 poin.

Sebanyak 911,33 juta saham berpindah tangan senilai 1,26 miliar dolar Singapura (sekitar 926,04 juta dolar AS), dengan jumlah saham turun melebihi yang naik, sebanyak 239 saham berbanding 153 saham.

Indeks STI naik 1,49 persen atau 50,07 poin, menjadi ditutup di 3.407,02 poin pada perdagangan Senin (29/4/2019), sebut Xinhua.

Baca juga: Pasar saham China menguat meski data aktivitas pabrik mengecewakan

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG ditutup menguat seiring ‘window dressing’ kuartal pertama

IHSG menguat karena sudah “window dressing” kuartal I. Jadi market akan menguat

Jakarta (ANTARA) – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa ditutup menguat seiring fenomena “window dressing” kuartal pertama 2019.

IHSG ditutup menguat 29,46 poin atau 0,46 persen ke posisi 6.455,35. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 5,86 poin atau 0,58 persen menjadi 1.019,33.

“IHSG menguat karena sudah “window dressing” kuartal I. Jadi market akan menguat,” ujar Analis Panin Sekuritas William Hartanto di Jakarta, Selasa.

“Window dressing” adalah strategi yang dilakukan oleh manajer investasi maupun perusahaan terbuka untuk mempercantik portofolio atau performa laporan keuangan sebelum ditampilkan kepada para pemegang saham.

Dibuka menguat, IHSG terus berada di zona hijau sepanjang hari hingga penutupan bursa saham.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli asing bersih atau “net foreign buy” sebesar Rp230,4 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 488.866 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17,62 miliar lembar saham senilai Rp11,02 triliun. Sebanyak 196 saham naik, 222 saham menurun, dan 116 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa regional Asia antara lain indeks Hang Seng melemah 193,7 poin atau 0,65 persen ke 29.699,11 dan indeks Straits Times melemah 6,82 poin (0,2 persen) ke posisi 3.400,2.

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rupiah melemah seiring masih tingginya permintaan dolar AS

Memang sepertinya ‘demand’ dolar masih cukup tinggi. Secara musiman, pada Q2 selalu tinggi karena ada pembayaran bunga utang luar negeri dan juga pembayaran dividen

Jakarta (ANTARA) – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa sore melemah seiring masih tingginya permintaan dolar AS di dalam negeri.

Rupiah melemah 49 poin atau 0,34 persen menjadi Rp14.257 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.208 per dolar AS.

“Sepertinya ‘demand’ dolar masih cukup tinggi. Secara musiman, pada kuartal II  selalu tinggi karena ada pembayaran bunga utang luar negeri dan juga pembayaran dividen,” kata analis PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rully Arya Wisnubroto di Jakarta, Selasa.

Analis Monex Investindo Futures Dini Nurhadi Yasyi mengatakan, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh pelaku pasar yang mengantisipasi hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Kamis (2/5) dini hari.

“Padahal hari ini indeks dolarnya juga melemah karena menunggu keputusan kebijakan moneter The Fed itu. Terkoreksinya harga minyak dunia juga ternyata belum mampu topang nilai tukar rupiah,” ujar Dini.

Sebelumnya, tingginya harga minyak menjadi sentimen negatif bagi rupiah karena bisa mengancam neraca transaksi berjalan. Namun, dalam dua hari terakhir harga minyak cenderung terkoreksi tapi belum mampu menopang rupiah.

“Sementara itu, dari dalam negeri, belum ada katalis positif yang dapat menopang rupiah lebih lanjut,” kata Dini.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat Rp14.205 dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.205 per dolar AS hingga Rp14.265 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa menunjukkan, Rupiah melemah menjadi Rp14.215 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.188 per dolar AS.
 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pendapatan PT PP selama 2018 naik 16,82 persen

Usulan tersebut telah disetujui dan disahkan dalam RUPST sehingga dapat dibayarkan oleh perusahaan pada akhir Mei 2019

Jakarta (ANTARA) – Pendapatan usaha PT PP (Persero) selama tahun buku 2018 mencapai Rp25,11 triliun atau naik 16,82 persen dibanding tahun sebelumnya Rp21,50 triliun antara lain didorong dengan kemampuan perusahaan dalam membangun sejumlah proyek infrastruktur.

“Peroleh pendapatan tersebut juga berpengaruh positif terhadap profitabilitas perusahaan sehingga laba tahun bejalan perusahaan untuk tahun buku 2018 mencapai Rp1,95 triliun atau naik 13,64 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp1,72 triliun,” kata Direktur Utama PT PP (persero Tbk Lukman Hidayat usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2018 di Jakarta, Selasa. 

Dikatakan,dalam rapat tersebut pemegang saham juga menyetujui pembagian dividen sebesar 20 persen dari laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau setara dengan Rp48,452 per saham untuk tahun buku 2018.

Lukman mengatakan, perusahaan akan membayar dividen tunai tahun buku 2018 sebesar Rp300 miliar atau setara dengan Rp48,452 per lembar saham kepada pemegang saham.

“Usulan tersebut telah disetujui dan disahkan dalam RUPST sehingga dapat dibayarkan oleh perusahaan pada akhir Mei 2019,” katanya.

Pembagian dividen tersebut, katanya, memberikan ruang flektibilitas keuangan yang besar bagi perusahaan untuk mendanai modal kerja perusahaan mulai dari pembangunan proyek infrastruktur hingga pelaksanaan investasi yang akan dilakukan oleh perusahaan sekaligus dalam rangka memperkuat struktur modal perusahaan.

Dengan demikian, dari laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,50 triliun tahun 2018, PT PP mencadangkan Rp1,20 triliun untuk penguatan ekuitas perusahaan.

Per 31 Desember 2018, perseroan memiliki total ekuitas sebesar Rp16,31 triliun atau naik 14,55 persen dibanding per 31 Desember 2017 sebesar Rp14,2 triliun.

Penguatan ekuitas tersebut, katanya merupakan bagian dari strategi pengembangan korporasi jangka panjang perusahaan melalui penguatan posisi keuangan sehingga dengan struktur modal sehat, perusahaan dapat terus berkembang.

Pewarta: Ahmad Wijaya
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indofood laporkan laba kuartal I naik 14 persen

Ke depannya, kami akan melanjutkan berbagai strategi dan inisiatif yang telah dijalankan serta mendorong efisiensi guna meraih tujuan untuk menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan

Jakarta (ANTARA) – Laba usaha PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk naik 14 persen pada kuartal I 2019 menjadi Rp1,96 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,72 triliun.

“Kondisi pasar secara umum masih menghadapi banyak tantangan. Namun demikian, melalui upaya-upaya untuk terus mendorong penetrasi pasar dan menjalankan strategi pemasaran yang terintegrasi, ICBP dapat mencatatkan pertumbuhan yang baik pada kuartal pertama ini,” kata Direktur Utama dan CEO PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Anthoni Salim, dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Selasa.

ICBP mencatatkan pertumbuhan penjualan neto konsolidasi sebesar 13,9 persen menjadi Rp11,26 triliun dari Rp9,88 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

ICBP juga mampu menjaga marjin laba usaha relatif stabil pada kisaran 17,4 persen.

Adapun laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 10,2 persen menjadi Rp1,34 triliun dari Rp1,21 triliun pada kuartal pertama 2018 dan marjin laba bersih sebesar 11,9 persen.

“Ke depannya, kami akan melanjutkan berbagai strategi dan inisiatif yang telah dijalankan serta mendorong efisiensi guna meraih tujuan untuk menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan,” kata Anthoni.

ICBP merupakan salah satu produsen produk konsumen bermerek di Indonesia dengan kegiatan usaha utama antara lain produksi mi instan, dairy, makanan ringan, penyedap makanan, nutrisi dan makanan khusus, serta minuman.

Selain itu, untuk mendukung kegiatan usaha utamanya, ICBP juga menjalankan usaha kemasan yang memproduksi baik kemasan fleksibel maupun karton.

Perusahaan itu juga memiliki lebih dari 50 pabrik yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia dan produk yang dihasilkan tersebar di lebih dari 60 negara di dunia.

Pewarta: Risbiani Fardaniah
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Saham sumber daya seret pasar Aussie dibuka lebih rendah

“Bagaimanapun angka PMI China hari ini dapat mengayunkan sentimen, jika mereka menyimpang dari perkiraan indeks manufaktur sedikit di atas 50 dan jasa-jasa di sekitar 55,” kata Kepala Strategi Pasar CMC Markets, Michael McCarthy.

Sydney (ANTARA) – Pasar saham Australia dibuka lebih rendah pada perdagangan Selasa pagi, karena penurunan di sektor sumber daya mengimbangi kenaikan moderat saham-saham teknologi dan bahan pokok konsumen.

Pada pukul 10.30 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 19,10 poin atau 0,30 persen menjadi diperdagangkan di 6.340,40 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas berkurang 18,20 poin atau 0,28 persen pada 6.431,40 poin.

Sektor energi dan material menjadi penekan terbesar di pasar, dengan jasa komunikasi dan utilitas juga berkontribusi terhadap kerugian.

Sementara itu, sektor kebutuhan pokok konsumen dan teknologi informasi menguat, diikuti oleh perawatan kesehatan.

Investor Aussie sedang mencari rilis data keuangan penting yang akan datang dari China pada hari ini.

“Bagaimanapun angka PMI China hari ini dapat mengayunkan sentimen, jika mereka menyimpang dari perkiraan indeks manufaktur sedikit di atas 50 dan jasa-jasa di sekitar 55,” kata Kepala Strategi Pasar CMC Markets, Michael McCarthy.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia sebagian besar lebih rendah, dengan Commonwealth Bank turun 0,36 persen, ANZ turun 0,18 persen dan National Australia Bank turun 0,28 persen, namun Westpac Bank naik 0,11 persen.

Saham-saham pertambangan merosot, dengan Rio Tinto turun satu persen, Fortescue Metals turun 0,90 persen, BHP turun 0,69 persen dan penambang emas Newcrest turun 1,52 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas juga merosot, dengan Oil Search turun 0,82 persen, Santos turun 0,28 persen, dan Woodside Petroleum turun 0,28 persen.

Supermarket terbesar Australia beragam, dengan Coles turun 0,16 persen dan Woolworths naik 0,19 persen.

Sementara itu, raksasa telekomunikasi Telstra melemah 0,15 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas naik 1,62 persen dan perusahaan biomedis CSL turun 0,31 persen.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Seoul dibuka 0,19 persen lebih rendah

Seoul (ANTARA) – Saham-saham Seoul dibuka lebih rendah pada Selasa pagi, dengan indikator utama bursa Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) turun 0,19 persen atau 4,18 poin, menjadi 2.212,25 poin dalam 15 menit pertama perdagangan.

Mata uang Korea Selatan dikutip pada 1.160,1 won terhadap dolar AS, turun 1,6 won dari tingkat penutupan sehari sebelumnya, dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Wall Street berakhir naik seiring berlanjutnya musim laporan laba
Baca juga: Indeks FTSE-100 Inggris berakhir 0,17 persen lebih tinggi

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Yuan China menguat jadi 6,7286 terhadap dolar AS

Beijing (ANTARA) – Kurs tengah nilai tukar mata uang China renminbi atau yuan menguat 24 basis poin menjadi 6,7286 terhadap dolar AS pada Selasa, menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China.

Di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Kurs tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antarbank pada setiap hari kerja.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Hong Kong dibuka melemah, Hang Seng turun 0,22 persen

Hong Kong (ANTARA) – Saham-saham Hong Kong dibuka lebih rendah pada Selasa pagi, dengan indikator utama bursa Indeks Hang Seng (HSI) melemah 0,22 persen atau 64,66 poin, menjadi diperdagangkan di 29.828,15 poin, sebut Xinhua.

Baca juga: Bursa saham Seoul dibuka 0,19 persen lebih rendah

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG diprediksi datar jelang peringatan Hari Buruh

IHSG masih bergerak ‘sideways’ di tengah pasar yang mengantisipasi rilis laporan laba kuartal pertama 2019

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa diprediksi bergerak datar menjelang peringatan Hari Buruh pada Rabu (1/5/2019).

IHSG dibuka menguat 12,07 poin atau 0,18 persen ke posisi 6.437,98. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 2,9 poin atau 0,29 persen menjadi 1.016,45.

“Diproyeksikan IHSG masih bergerak sideways di tengah pasar yang mengantisipasi rilis laporan laba kuartal pertama 2019 dan kelanjutan pembicaraan AS-China,” kata Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Selasa.

Utusan pemerintah AS Robert Lightizer dan Steven Mnuchin akan berangkat ke China untuk memulai pembicaraan dagang pada hari ini, diikuti oleh kunjungan Wakil PM Liu He ke Washington pada 8 Mei 2019.

Kedua belah pihak telah melaporkan kemajuan terutama pada bidang properti intelektual dan transfer teknologi.

“Namun, yang menjadi tantangan adalah enforcement atau penerapan perjanjian dagang tersebut yang menjadi penentu efektif atau tidaknya perdagangan kedua negara,” ujar Alfiansyah.

Sementara itu, bursa regional antara lain indeks Hang Seng melemah 171,04 poin (0,57 persen) ke 29.721,77 dan indeks Straits Times melemah 17,55 poin (0,52 persen) ke posisi 3.389,47.

Baca juga: Analis: IHSG terkoreksi, namun berpeluang kuat ditopang laba emiten
Baca juga: Bursa saham Hong Kong dibuka melemah, Hang Seng turun 0,22 persen
 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pompeo: AS upayakan pasar minyak global dipasok dengan baik

Kami yakin kami dapat memastikan pasar dipasok secara memadai. Kami terus bekerja untuk itu

Washington (ANTARA) – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengatakan pada Senin (29/4/2019) bahwa Amerika Serikat akan berusaha menstabilkan pasar minyak global setelah Washington memutuskan untuk tidak memberikan keringanan sanksi untuk pembelian minyak Iran.

“Kami yakin kami dapat memastikan pasar dipasok secara memadai. Kami terus bekerja untBaca juga: Harga minyak naik, meski dibayangi kelebihan pasokan ASuk itu,” katanya kepada hadirin dalam sebuah acara yang digelar oleh gerai berita The Hill.

Amerika Serikat akan bekerja sama dengan pemasok alternatif lain di dalam dan luar negeri dalam masalah ini, tambahnya.

Pemerintah Trump mengumumkan pada 22 April bahwa sanksi-sanksi AS akan diterapkan kembali pada semua negara yang mengimpor minyak Iran mulai 2 Mei, yang menyebabkan turbulensi di pasar minyak global.

Presiden Donald Trump pada Jumat (26/4/2019) mendesak Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan pemasok minyak utama Arab Saudi, untuk menurunkan harga minyak.

“Harga bensin turun. Saya menelepon OPEC, saya bilang Anda harus menurunkannya. Anda harus menurunkannya,” kata Trump kepada wartawan dalam perjalanan ke sebuah acara di Indianapolis, menurut media setempat.

Para analis mencatat bahwa upaya Trump sebelumnya untuk menekan harga bensin turun telah diikuti oleh harga tinggi baru, menurut laporan Reuters.

Washington pada November tahun lalu membatalkan kembali sanksi-sanksi terhadap industri-industri perbankan, energi dan pengiriman (pengapalan) Teheran sambil memberikan keringanan 180 hari kepada delapan pembeli minyak utama Iran untuk menstabilkan pasar energi global.

Baca juga: Harga minyak turun lebih rendah, pedagang khawatir kenaikan stok
Baca juga: Harga minyak naik tipis karena pengetatan pasokan global

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indeks CAC-40 Prancis berakhir naik 0,21 persen

Sebanyak 26 saham dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks CAC-40 tercatat mengalami kenaikan harga

Paris (ANTARA) – Saham-saham Perancis berakhir sedikit lebih tinggi pada perdagangan Senin (29/4/2019), dengan indeks acuan CAC-40 di Bursa Efek Paris naik 0,21 persen atau 11,62 poin, menjadi 5.580,98 poin.

Sebanyak 26 saham dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks CAC-40 tercatat mengalami kenaikan harga.

Penyedia layanan industri minyak dan gas internasional Technipfmc menguat 2,68 persen, merupakan peraih keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan atau blue chips.

Diikuti oleh saham kelompok perbankan Prancis Societe Generale yang bertambah 2,64 persen, dan perusahaan perbankan Prancis Credit Agricole naik 2,19 persen.

Sementara itu, raksasa energi global Total menderita kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 1,52 persen.

Disusul oleh saham perusahaan jasa makanan dan manajemen fasilitas Prancis Sodexo yang merosot 1,20 persen, serta perusahaan real estat komersial Eropa Unibail-Rodamco-Westfield SE turun 0,96 persen.

Baca juga: Bursa saham Prancis menguat, Indeks CAC 40 berakhir naik 0,21 persen

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indeks DAX-30 Jerman ditutup menguat 0,10 persen

Perusahaan perangkat lunak multinasional SAP adalah saham yang paling aktif diperdagangkan sepanjang hari dengan nilai transaksi mencapai 254,0 juta euro

Frankfurt (ANTARA) – Saham-saham Jerman ditutup sedikit lebih tinggi pada perdagangan Senin (29/4/2019), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt menguat 0,10 persen atau 12,84 poin, menjadi 12.328,02 poin.

Pemasok peralatan dialisis ginjal Fresenius Medical meraih keuntungan paling banyak (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya meningkat sebesar 2,09 persen.

Disusul oleh saham perusahaan perawatan kesehatan Eropa Fresenius SE serta perusahaan penyedia teknologi internet dan jasa keuangan global Wirecard, yang masing-masing naik sebesar 1,46 persen dan 1,12 persen.

Di sisi lain, perusahaan kimia dan farmasi multinasional, Bayer, mencatat kerugian paling banyak (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 3,51 persen.

Diikuti saham pemasok komponen otomotif dan banf Continental serta raksasa industri Thyssenkrupp, yang masing-masing turun sebesar 2,69 persen dan 2,10 persen.

Perusahaan perangkat lunak multinasional SAP adalah saham yang paling aktif diperdagangkan sepanjang hari dengan nilai transaksi mencapai 254,0 juta euro (283,2 juta dolar AS).

Baca juga: Bursa saham Jerman menguat, Indeks DAX 30 ditutup naik 32,58 poin

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indeks FTSE-100 Inggris berakhir 0,17 persen lebih tinggi

NMC Health, penyedia layanan kesehatan swasta, melonjak 5,64 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips

London (ANTARA) – Saham-saham Inggris berakhir lebih tinggi pada perdagangan Senin (29/4/2019), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek Frankfurt naik 0,17 persen atau 12,47 poin, menjadi 7.440,66 poin.

NMC Health, penyedia layanan kesehatan swasta, melonjak 5,64 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips.

Diikuti oleh saham perusahaan perjalanan dan pariwisata Inggris-Jerman TUI Group serta perusahaan jasa keuangan dan perbankan multinasional Barclays, yang masing-masing meningkat sebesar 2,65 persen dan 2,27 persen.

Sementara itu, Fresnillo, sebuah perusahaan pertambangan logam mulia yang berbasis di Meksiko, menderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya kehilangan 2,06 persen.

Disusul oleh saham Whitbread, sebuah perusahaan hotel dan restoran multinasional Inggris, yang merosot 2,02 persen, serta Pearson, sebuah perusahaan penerbitan dan pendidikan multinasional Inggris, turun 1,89 persen.

Baca juga: Indeks FTSE Inggris berakhir naik 0,74 persen
Baca juga: Bursa Inggris berakhir menguat, saham Next melonjak 4,66 persen

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indeks IBEX-35 Spanyol ditutup 0,12 persen lebih tinggi

Bank tabungan Bankia menjadi perusahaan berkinerja terbaik (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya menguat sebesar 2,92 persen

Madrid (ANTARA) – Saham-saham Spanyol ditutup sedikit lebih tinggi pada perdagangan Senin (29/4/2019), dengan indeks acuan IBEX-35 di Bursa Efek Madrid menguat 0,12 persen atau 11,20 poin, menjadi 9.517,20 poin setelah dibuka di 9.506,00 poin.

Sebanyak 22 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks IBEX-35 tercatat membukukan kenaikan harga, sedangkan 11 saham jatuh dan dua saham tidak berubah.

Bank tabungan Bankia menjadi perusahaan berkinerja terbaik (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya menguat sebesar 2,92 persen.

Disusul oleh saham bank tabungan Caixabank dan bank tabungan Banco Sabadell, yang masing-masing naik sebesar 2,82 dan 2,61 persen.

Di sisi lain, perusahaan produsen selulosa ENCE Energia y Celulosa menderita kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 4,78 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan energi Iberdrola yang mencatat penurunan 1,37 persen, serta saham perusahaan telekomunikasi Cellnex Telecom melemah 0,94 persen.

Baca juga: Bursa saham Spanyol menguat, Indeks IBEX 35 ditutup naik 0,05 persen
Baca juga: Bursa Spanyol menguat, Indeks IBEX 35 ditutup naik 44,80 poin

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Emas berjangka berakhir turun setelah naik dalam tiga sesi sebelumnya

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni, turun 7,3 dolar AS atau 0,57 persen, menjadi menetap di 1.281,5 dolar per ounce

Chicago (ANTARA) – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange sedikit lebih rendah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena investor merealisasikan keuntungannya setelah harga logam mulia naik selama tiga sesi sebelumnya.

Para pelaku pasar juga menunggu hasil pertemuan dua hari kebijakan Federal Reserve dan data pekerjaan utama Amerika Serikat pada pekan ini.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni, turun 7,3 dolar AS atau 0,57 persen, menjadi menetap di 1.281,5 dolar per ounce.

Beberapa penguatan di pasar saham Wall Street juga mengurangi minat para investor terhadap aset-aset safe haven seperti emas.

Pada pukul 17.40 GMT, indeks Dow Jones Industrial Average menambahkan 11,06 poin atau 0,04 persen. Indeks S&P 500 naik 3,15 poin atau 0,11 persen, dan Indeks Komposit Nasdaq naik 15,46 poin atau 0,19 persen.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan ekuitas AS. Ketika pasar saham sedang meningkat, investor dapat berhenti membeli aset safe haven seperti emas, karena lebih memilih aset-aset berisiko.

Namun penurunan emas lebih lanjut agak tertahan oleh pelemahan dolar AS pada perdagangan Senin (29/4/2019). Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,15 persen menjadi 97,8560 pada pukul 19.00 GMT.

Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah. Jika dolar AS turun maka emas berjangka akan naik, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Pada akhir pekan lalu, emas berjangka memperpanjang kenaikannya untuk hari ketiga berturut-turut didukung oleh pelemahan dolar AS.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 15,5 sen AS atau 1,03 persen, menjadi 14,933 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 2,3 dolar AS atau 0,25 persen, menjadi ditutup pada 901,3 dolar AS per ounce.

Baca juga: Harga emas lanjutkan kenaikan beruntun didukung pelemahan dolar
Baca juga: Harga emas berjangka naik lagi karena pasar ekuitas AS mundur

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Abaikan permintaan Trump, harga minyak AS naik namun Brent turun tipis

Sanksi AS terhadap industri minyak Iran akan merusak stabilitas pasar minyak global

New York (ANTARA) – Harga minyak AS lebih tinggi pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena pasar berusaha melanjutkan reli selama seminggu yang terhenti pada Jumat (26/4/2019) ketika Presiden AS Donald Trump meminta agar klub produsen OPEC meningkatkan produksi guna mengurangi dampak sanksi AS terhadap Iran.

Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, meningkat 0,20 dolar AS atau 0,3 persen, menjadi menetap pada 63,50 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni, turun 0,11 dolar AS atau 0,2 persen, menjadi ditutup pada 72,04 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Kedua kontrak acuan minyak mentah turun sekitar tiga persen pada Jumat (26/4/2019) setelah Trump mengatakan kepada wartawan bahwa dia telah meminta OPEC dan mengatakan kepada kartel untuk menurunkan harga minyak, tanpa mengidentifikasi siapa yang dia ajak bicara, atau apakah dia berbicara tentang diskusi sebelumnya dengan pejabat OPEC.

Analis dan pelaku pasar mengesampingkan pernyataan Trump karena rinciannya tidak jelas.

“Tidak ada perwakilan OPEC atau pemerintah Saudi yang maju untuk mengakui diskusi apa pun dalam hal ini,” kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates.

“Upaya nyata untuk menekan harga bensin ini telah dicoba sebelumnya oleh Trump dan sementara memaksa penurunan awal harga, kemunduran seperti itu setelah harga mencapai tertinggi baru, kadang-kadang dalam hitungan hari.”

Pernyataan Trump pada awalnya memicu aksi jual, menempatkan kenaikan sementara pada kenaikan harga 40 persen sejak awal tahun. Penurunan ini diperburuk oleh faktor-faktor teknikal termasuk posisi jangka panjang spekulatif yang berlebihan dalam minyak mentah AS, kata para analis.

Para spekulan meningkatkan gabungan posisi jangka panjang neto berjangka dan opsi di New York serta London sebanyak 24.078 kontrak menjadi 326.818 kontrak selama sepekan yang berakhir 23 April, level tertinggi sejak awal Oktober. Ini adalah peningkatan kesembilan berturut-turut.

Reli harga minyak telah mendapatkan momentum pada April, setelah Trump memperketat sanksi terhadap Iran dengan mengakhiri semua pengecualian yang sebelumnya diberikan kepada pembeli utama minyak Iran.

Sanksi AS terhadap industri minyak Iran akan merusak stabilitas pasar minyak global, kata seorang pejabat senior Iran seperti dikutip pada Senin (29/4/2019).

“Sanksi ini adalah contoh reaksi intimidasi Amerika terhadap perubahan keseimbangan kekuasaan di dunia,” Amir Hossein Zamaninia, wakil menteri perminyakan Iran, mengatakan dalam sebuah laporan yang dimuat situs berita kementerian minyak SHANA.

Sanksi AS terhadap Venezuela juga sedang berjalan untuk memperketat pasokan global, ketika pertempuran di Libya juga mengancam akan mengekang produksi minyak di sana.

Produksi minyak di anggota OPEC Libya telah berulang kali terganggu oleh konflik faksi-faksi dan blokade sejak pemberontakan 2011 yang menggulingkan diktator Muammar Gaddafi.

“Kami berhadapan dengan pasar yang sebenarnya tidak kekurangan pasokan, tetapi kekurangan karena tindakan bermotivasi politik, dan kami tahu seberapa cepat itu dapat berbalik jika perlu,” kata analis Saxo Bank, Ole Hansen kepada Reuters.

“Menjadi bearish (lesu) di pasar adalah tempat yang sangat sepi sekarang.”

Para pedagang mengatakan pasar mengalihkan fokus ke pemangkasan pasokan sukarela yang dipimpin oleh OPEC, kepala de facto kartel Arab Saudi merupakan pengekspor minyak utama dunia.

“Kami berpandangan bahwa Arab Saudi akan meningkatkan produksi secepatnya Mei, sesuatu yang kemungkinan besar akan mereka lakukan menjelang musim panas,” kata bank ING.

Ia menambahkan bahwa Saudi dapat meningkatkan outputnya dan “masih mematuhi perjanjian OPEC + untuk bulan Mei.”

“Kami percaya bahwa (penurunan harga) mungkin karena situasi di pasar berjangka saat ini sedang overbought,” tulis Commerzbank dalam sebuah catatan.

“Akibatnya, tingkat ketidakpastian yang kecil pun dapat memicu respons harga yang lebih nyata. Namun, karena situasi pasokan tetap ketat, kenaikan harga baru dimungkinkan.”

Baca juga: Harga minyak terus menurun pasca-Trump tekan OPEC tingkatkan produksi
Baca juga: Harga minyak jatuh setelah Trump tekan OPEC tingkatkan produksi

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wall Street berakhir naik seiring berlanjutnya musim laporan laba

New York (ANTARA) – Saham-saham di Wall Street lebih tinggi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena para pelaku pasar bersiap untuk minggu yang sibuk, menampilkan gelombang baru pelaporan laba sejumlah perusahaan, termasuk beberapa perusahaan terkemuka AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 11,06 poin atau 0,04 persen, menjadi ditutup di 26.554,39 poin. Indeks S&P 500 bertambah 3,15 poin atau 0,11 persen, menjadi berakhir di 2.943,03 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup meningkat 15,46 poin atau 0,19 persen, menjadi 8.161,85 poin.

Dari 11 sektor utama S&P 500, sektor keuangan dan komunikasi berkinerja paling baik sementara real estat dan utilitas berkinerja buruk.

Sekitar 150 perusahaan S&P 500 dijadwalkan akan melaporkan hasil kuartalan mereka minggu ini, termasuk raksasa teknologi Amerika Serikat Apple dan Qualcomm.

Induk perusahaan Google, Alphabet akan melaporkan hasil laba setelah penutupan perdagangan Senin (29/4/2019). Saham Alphabet turun lebih dari enam persen dalam perdagangan afterhours (setelah penutupan perdagangan reguler), tidak lama setelah perusahaan memberikan pendapatan kuartalan yang mengecewakan.

Dari perusahaan-perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan hasil kuartalan sejauh ini, sekitar 77,5 persen telah melampaui ekspektasi para analis, menurut data dari FactSet.

Di sisi ekonomi, pendapatan pribadi AS naik 0,1 persen pada Maret, menyusul kenaikan 0,2 persen pada Februari, menurut perkiraan yang dirilis Senin (29/4/2019) oleh Biro Analisis Ekonomi.

Laporan yang sama juga mengungkapkan bahwa pengeluaran konsumsi pribadi meningkat 0,9 persen pada Maret.

Para ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan kenaikan 0,8 persen dalam belanja konsumen dan kenaikan 0,4 persen dalam pendapatan.

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar saham Malaysia ditutup sedikit lebih rendah

Kuala Lumpur (ANTARA) – Pasar saham Malaysia berakhir sedikit lebih rendah pada perdagangan Senin, dengan Indeks Komposit Kuala Lumpur (KLCI) turun tipis 0,06 persen atau 0,98 poin, menjadi 1.637,40 poin.

Sementara itu, indeks Emas bergerak turun 33,15 poin atau 0,28 persen, menjadi ditutup di 11.632,66 poin.

Sebanyak 256 saham berhasil membukukan keuntungan, 623 saham menderita kerugian dan 340 saham diperdagangkan tidak berubah.

Volume transaksi turun menjadi 2,53 miliar saham senilai 1,64 miliar ringgit Malaysia (397,09 juta dolar AS), dibandingkan dengan 2,85 miliar saham senilai 2,07 miliar ringgit Malaysia (501,21 juta dolar AS) pada Jumat lalu (26/4/2019).

Baca juga: Pasar saham Malaysia ditutup menguat 0,17 persen

Baca juga: Pasar saham Malaysia ditutup lebih rendah

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tertekan sektor keuangan, saham Aussie turun dari tertinggi 11-tahun

Sydney (ANTARA) – Pasar saham Australia berakhir lebih rendah pada perdagangan Senin, setelah kerugian dalam saham sektor keuangan menyeret indeks acuan turun dari tingkat tertinggi 11-tahun, karena investor tetap berhati-hati menjelang laporan laba emiten bank.

Indeks S&P/ASX 200 ditutup turun 0,4 persen atau 26,10 poin menjadi 6.359,50 poin, menghentikan kenaikan empat hari berturut-turut. Indeks acuan naik 0,1 persen pada perdagangan Jumat (26/4/2019) menjadi berakhir di tingkat tertinggi sejak Desember 2007.

Investor sedang menunggu pertemuan Federal Reserve AS minggu ini dan data pabrik China untuk petunjuk lebih lanjut tentang arah kebijakan dan kesehatan ekonomi-ekonomi terbesar di dunia itu.

Keuangan, sektor acuan terbesar, melihat hari terburuk mereka dalam lebih dari dua minggu. Komponen utama indeks Australia and New Zealand (ANZ) Banking Group dan National Australia Bank akan melaporkan laba semesteran mereka masing-masing pada Rabu (1/5/2019) dan Kamis (2/5/2019).

“Bank-bank adalah bagian yang sangat besar dari indeks Australia. Ada banyak pembicaraan di sekitar (laba bank) dengan beberapa laporan selama akhir pekan mengatakan bahwa laba mereka mungkin mengecewakan. Itu tentu saja mempengaruhi penjualan yang kita lihat hari ini,” kata Michael McCarthy, kepala strategi pasar di CMC Markets.

Bank “Big Four” berada di zona merah dengan National Australia Bank sebagai penderita kerugian terbesar, merosot 0,9 persen. Indeks keuangan menghentikan kenaikan beruntun delapan hari menjadi berakhir 0,6 persen lebih rendah.

Indeks energi turun 0,7 persen karena harga minyak memperpanjang penurunan Jumat (26/4/2019) setelah Presiden Donald Trump menuntut agar klub produsen OPEC meningkatkan produksi untuk mengurangi dampak sanksi AS terhadap Iran.

Woodside Petroleum dan Oil Search masing-masing kehilangan 0,9 persen dan 1,2 persen.

Refiner Viva Energy Group jatuh 3,4 persen setelah memberi tanda bahwa segmen ritel energinya yang mendasari EBITDA (earnings before interest, taxes, depreciation and amortization) akan mencapai 30 juta dolar Australia hingga 35 juta dolar Australia (21,2 juta dolar AS-24,7 juta dolar AS) hingga April.

Di tempat lain, jaringan toko bahan makanan terbesar kedua di Australia, Coles Group, mencatat kenaikan penjualan triwulanan di supermarket-supermarketnya dalam laba pasca-demerger pertama mereka.

Saham pengecer itu naik 0,3 persen ke penutupan tertinggi sejak awal Februari, sementara pesaingnya yang lebih besar Woolworths Group kehilangan 0,9 persen.

Saham-saham emas memperpanjang kenaikannya menjadi ditutup 0,7 persen lebih tinggi, karena emas batangan diperdagangkan pada tertinggi lebih dari satu minggu.

Sementara itu, indeks acuan S&P NZX 50 Selandia Baru ditutup naik 0,2 persen atau 18,20 poin, menjadi 10.012,77 poin.

Baca juga: Usai libur Paskah, bursa saham Australia capai tertinggi 8 bulan

Baca juga: Bursa Australia lesu, Indeks ASX 200 dibuka turun 0,15 persen

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar saham Filipina ditutup menguat 0,37 persen

Manila (ANTARA) – Saham-saham Filipina ditutup sedikit lebih tinggi pada perdagangan Senin, dengan indikator utama Bursa Efek Filipina, indeks komposit PSE, menguat 0,37 persen atau 28,74 poin, menjadi 7.897,02 poin.

Sementara itu, indeks seluruh saham bergerak naik 8,04 poin atau 0,17 persen, menjadi berakhir di 4.864,39 poin.

Volume perdagangan mencapai 1,06 miliar saham senilai 5,81 miliar peso (111,12 juta dolar AS), 89 saham berhasil membukukan kenaikan, 97 saham turun, sementara 52 saham ditutup tidak berubah.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Seoul berakhir 1,70 persen lebih tinggi

Seoul (ANTARA) – Saham-saham Seoul berakhir lebih tinggi pada perdagangan Senin, dengan indikator utama bursa Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) naik 1,70 persen atau 37,12 poin, menjadi 2.216,43 poin.

Volume perdagangan mencapai 374 juta saham senilai 4,9 triliun won (4,2 miliar dolar AS).

Mata uang Korea Selatan berakhir pada 1.158,5 won terhadap greenback, naik 2,5 won dari tingkat penutupan akhir pekan lalu.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Hong Kong ditutup bertambah 0,97 persen

Hong Kong (ANTARA) – Saham-saham Hong Kong ditutup lebih tinggi pada perdagangan Senin, dengan indikator utama bursa Indeks Hang Seng (HSI) bertambah 0,97 persen atau 287,80 poin, menjadi 29.892,81 poin.

Indeks Hang Seng diperdagangkan berkisar antara 29.639,38 poin hingga 29.917,11 poin, dengan nilai transaksi mencapai 74,72 miliar dolar Hong Kong (sekitar 9,53 miliar dolar AS).

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Singapura berakhir 1,49 persen lebih tinggi

Singapura (ANTARA) – Saham-saham Singapura ditutup lebih tinggi pada perdagangan Senin, dengan indeks acuan STI (Straits Times Index) naik 1,49 persen atau 50,07 poin, menjadi 3.407,02 poin.

Sebanyak 1,05 miliar saham berpindah tangan senilai 1,23 miliar dolar Singapura (sekitar 903,78 juta dolar AS), dengan jumlah saham naik melebihi yang turun, sebanyak 218 saham terhadap 171 saham.

Indeks STI naik 0,2 persen atau 6,67 poin, menjadi ditutup di 3.356,95 poin pada perdagangan Jumat lalu (26/4/2019).

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Analis: IHSG terkoreksi, namun berpeluang kuat ditopang laba emiten

Pelaku pasar global kian optimistis dengan keseriusan dari AS dan China membicarakan kembali perdagangan yang dapat menghasilkan yang terbaik bagi keduanya

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bisa berbalik ke zona hijau, meskipun indeks perdagangan bursa terseret ke zona merah dengan koreksi hingga 0,2 persen atau 13 poin ke 6.388,38 pada awal pekan Senin ini.

Katalis pasar domestik yang bisa menopang IHSG antara lain pengumuman laba emiten sepanjang pekan ini, prospek positif neraca transaksi berjalan, dan pertumbuhan ekonomi, serta penopang eksternal dari negosiasi penyelesaian konflik dagang Amerika Serikat (AS) dan China.

“Pelaku pasar global kian optimistis dengan keseriusan dari AS dan China membicarakan kembali perdagangan yang dapat menghasilkan yang terbaik bagi keduanya,” ujar Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Senin.

Membuka perdagangan Senin ini, IHSG terperosok 13 poin atau 0,2 persen ke 6.388,38. Sementara kelompok saham unggulan, Indeks LQ45 melemah 5,23 poin (0,52 persen) ke 1.005,109.

Alfiansyah juga menyoroti sentimen domestik yang diyakini bisa menjadi penopang perdagangan. Pemerintah dan BI sama-sama yakin konsumsi rumah tangga akan menjadi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal I 2019 ini, dan akan lebih kuat dibandingkan pertumbuhan PDB kuartal I 2018 sebesar 5,06 persen.

Menko Perekonomian Darmin Nasution optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal I 2019 mencapai 5,1 persen secara tahunan (yoy). Sementara Bank Indonesia (BI) justeru lebih yakin dengan pertumbuhan ekonomi 5,2 persen (yoy) di paruh pertama tahun ini.

Beberapa kabar yang dirangkum Antara dan diperkirakan bisa menjadi pengaruh perdagangan pada awal pekan ini antara lain proyeksi pasar saham domestik yang masih diminati investor portofolio.

Setelah pengumuman pertumbuhan ekonomi AS akhir pekan lalu di 3,2 persen, pelaku pasar tampaknya tidak akan sulit menerka laju kenaikan suku bunga AS. Pasalnya inflasi inti AS tercatat melemah menjadi 1,3 persen secara tahunan di kuartal I 2019.

Inflasi akan menjadi rujukan atau sasaran bank sentral negara itu, Federal Reserve (Fed) dalam menentukan kebijakan suku bunga terbaru yang akan diputuskan pada pekan ini. Inflasi inti yang masih tertekan, diperkirakan membuat The Fed tidak akan menaikkan suku bunga acuannya dalam waktu dekat.

Aspek lainnya dari sisi domestik, Bank Indonesia (BI) sudah mengumumkan bahawa Neraca Pembayaran Indonesia akan surplus di kuartal I 2019, namun tidak akan lebih baik dibanding surplus kuartal IV 2018. Surplus pada paruh pertama tahun ini juga karena defisit transaksi berjalan yang terobati setelah pada kuartal IV 2018, defisit melebar hingga 3,5 persen dari PDB.

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Harga minyak terus menurun pasca-Trump tekan OPEC tingkatkan produksi

Saya menelepon OPEC, saya katakan Anda harus menurunkannya. Anda harus menurunkannya

Singapura (ANTARA) – Harga minyak dunia turun di perdagangan Asia pada Senin pagi, memperpanjang penurunan dari Jumat (26/4/2019) yang mengakhiri reli beberapa minggu, setelah Presiden AS Donald Trump mendesak klub produsen OPEC untuk meningkatkan produksi.

Minyak mentah berjangka Brent berada di 71,72 dolar AS per barel pada pukul 00.39 GMT (07.39 GMT), turun 43 sen AS atau 0,6 persen, dari penutupan terakhir mereka.

Minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di 62,92 dolar AS per barel, turun 38 sen AS atau 0,6 persen, dari penyelesaian sebelumnya. Kedua kontrak acuan turun sekitar tiga persen di sesi sebelumnya.

Bank ANZ mengatakan pada Senin, harga minyak “terpukul setelah Presiden Trump mengindikasikan ia telah berbicara dengan Arab Saudi tentang mengurangi dampak ekspor minyak Iran yang lebih rendah dengan meningkatkan aliran di tempat lain.”

Trump mengatakan pada Jumat (26/4/2019) bahwa ia menelepon Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan mengatakan kepada kartel untuk menurunkan harga minyak.

“Harga bensin turun. Saya menelepon OPEC, saya katakan Anda harus menurunkannya. Anda harus menurunkannya,” kata Trump kepada wartawan.

Pernyataan itu memicu aksi jual, menempatkan setidaknya pagu sementara reli harga minyak pada 40 persen sejak awal tahun.

Reli telah mendapatkan momentum pada April setelah Trump memperketat sanksi-sanksi terhadap Iran dengan mengakhiri semua pengecualian yang sebelumnya dimiliki oleh pembeli utama di Asia.

Para pedagang mengatakan pasar mengalihkan fokusnya pada pengurangan pasokan sukarela yang dipimpin oleh klub produsen OPEC, yang didominasi Timur Tengah, sejak awal tahun.

Pemotongan telah didukung oleh beberapa produsen non-OPEC, terutama Rusia, tetapi analis mengatakan kerja sama ini mungkin tidak akan bertahan melebihi pertemuan antara OPEC dan sekutunya , sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, dijadwalkan pada Juni.

Rusia mengatakan akan dapat memenuhi kebutuhan permintaan minyak China karena Beijing mencoba mengganti impor yang biasanya didapat dari Iran.

“Rusia tampaknya memiliki setiap alasan untuk memulai kembali meningkatkan produksi dan mulai menjadi tidak akan melihat OPEC + setuju untuk memperpanjang pengurangan produksi, dengan alasan untuk menutupi kekurangan dari Iran,” kata Edward Moya, analis senior di pialang berjangka OANDA.

Baca juga: Calon Trump untuk Fed, Stephen Moore yakin lolos dari kampanye kotor

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Australia melemah, terseret saham komoditas industri

Sydney (ANTARA) – Saham-saham pada Bursa Australia dibuka lebih rendah pada perdagangan Senin pagi, karena komoditas-komoditas industri berada di bawah tekanan, dengan saham-saham energi memimpin pasar lebih rendah.

Pada pukul 10.30 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 17,20 poin atau 0,27 persen menjadi diperdagangkan di 6.368,40 poin, sedangkan Indeks All Ordinaries yang lebih luas turun 15,00 poin atau 0,23 persen pada 6.458,20 poin.

Meskipun mendapat dukungan positif dari Wall Street, penguatan dolar AS yang sedang berlangsung telah menghambat saham-saham pada Bursa Australia pagi ini, dengan komoditas-komoditas industri berada di bawah tekanan.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia sebagian besar lebih rendah, dengan Commonwealth Bank turun 0,52 persen, Westpac Bank naik 0,02 persen, National Australia Bank turun 0,70 persen dan ANZ turun 0,40 persen.

Saham-saham pertambangan sebagian besar menguat, dengan BHP naik 0,43 persen, Rio Tinto turun 0,04 persen, Fortescue Metals naik 0,97 persen dan penambang emas Newcrest meningkat 1,74 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas melemah, dengan Woodside Petroleum turun 1,02 persen, Santos turun 1,09 persen dan Oil Search turun 0,93 persen.

Jaringan supermarket terbesar di Australia juga kehilangan posisi, dengan Wesfarmers turun 0,19 persen dan Woolworths turun 0,31 persen.

Sementara raksasa telekomunikasi Telstra turun 0,74 persen, maskapai penerbangan Qantas turun 0,54 persen dan perusahaan biomedis CSL naik tipis 0,05 persen.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa China bervariasi, Indeks Komposit Shanghai naik 0,14 persen

Beijing (ANTARA) – Saham-saham pada Bursa China dibuka bervariasi pada Senin pagi, dengan Indeks Komposit Shanghai naik 0,14 persen menjadi diperdagangkan di 3.090,63 poin.

Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua China dibuka 0,05 persen lebih rendah, menjadi diperdagangkan pada 9.775,95 poin.

Sementara itu, Indeks ChiNext, yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq China, dibuka naik tipis 0,02 persen menjadi diperdagangkan di 1.658,19 poin.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Harga emas lanjutkan kenaikan beruntun didukung pelemahan dolar

Chicago (ANTARA) – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange memperpanjang kenaikannya untuk hari ketiga berturut-turut pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), didukung oleh pelemahan dolar AS.

Emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni naik 9,10 dolar AS atau 0,71 persen, menjadi ditutup pada 1.288,80 dolar AS per ounce.

Dolar AS, yang telah menguat secara signifikan awal minggu ini, mundur kembali pada perdagangan Jumat (26/4/2019).

Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,19 persen menjadi 97,95 pada pukul 17.20 GMT, tak lama sebelum penyelesaian perdagangan emas.

Baca juga: Dolar justru melemah di tengah pertumbuhan ekonomi AS 3,2 persen

Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah. Jika dolar AS turun maka emas berjangka akan naik, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Emas juga mendapat dukungan tambahan dari jatuhnya imbal hasil surat utang AS.

Namun, kenaikan emas lebih lanjut tertahan oleh kenaikan di pasar ekuitas AS, dengan indeks Dow naik 0,31 persen menjadi 26.543,33 poin, S&P 500 meningkat 0,47 persen menjadi 2.939,88 poin, sementara Nasdaq meningkat 0,34 persen menjadi 8.146,40 poin.

Ketika pasar ekuitas menguat maka emas berjangka biasanya turun, karena investor kurang tertarik terhadap aset-aset safe haven, seperti emas, dan lebih memilih aset-aset berisiko seperti saham.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 12,6 sen AS atau 0,85 persen, menjadi menetap pada 15,005 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 13,90 dolar AS atau 1,56 persen, menjadi ditutup pada 903,60 dolar AS per ounce. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Bursa saham Spanyol menguat, Indeks IBEX 35 ditutup naik 0,05 persen

Baca juga: Analis: IHSG bergerak variatif, tertekan sentimen global

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa Wall Street menguat, namun saham Intel anjlok 8,99 persen

New York (ANTARA) – Saham-saham di Wall Street lebih tinggi pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena pasar didukung oleh pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat (AS) kuartal pertama yang lebih baik dari perkiraan, mengimbangi serangkaian kejatuhan saham-saham pembuat chip.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 81,25 poin atau 0,31 persen, menjadi berakhir di 26.543,33 poin. Indeks S&P 500 meningkat 13,71 poin atau 0,47 persen, menjadi ditutup di 2.939,88 poin. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 27,72 poin atau 0,34 persen, menjadi berakhir di 8.146,40 poin.

Saham Intel anjlok 8,99 persen, karena proyeksi pendapatan raksasa teknologi itu untuk 2019 gagal memenuhi ekspektasi pasar, yang juga mengimbangi labanya yang lebih kuat dari perkiraan untuk kuartal pertama.

Saham Western Digital jatuh sekitar 3,83 persen, karena peringkat saham penyedia layanan penyimpanan data AS itu diturunkan menjadi  underperform di tengah kekhawatiran atas kesehatan bisnisnya karena peningkatan nilai saham yang besar, menurut laporan media.

Namun saham Ford Motor melonjak sekitar 10,74 persen, menyusul laba kuartalan terbaru yang melampaui perkiraan analis, didorong oleh permintaan yang kuat untuk truk pickup dan SUV di Amerika Utara.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan sektor perawatan kesehatan naik hampir satu persen, memimpin para pencetak keuntungan.

Di sisi ekonomi, produks domestik bruto (PDB) AS untuk kuartal pertama tahun ini tumbuh 3,2 persen, mengalahkan ekspektasi pasar.

Baca juga: Dolar justru melemah di tengah pertumbuhan ekonomi AS 3,2 persen

Tingkat pertumbuhan tahunan 3,2 persen dari produk domestik bruto riil, yang diumumkan oleh Departemen Perdagangan pada Jumat (26/4/2019), menunjukkan percepatan ekspansi ekonomi dari tingkat tahunan yang direvisi turun sebesar 2,2 persen pada kuartal keempat tahun 2018.

Peningkatan kecepatan sebagian besar didorong oleh ekspor yang kuat dan investasi persediaan swasta, menurut laporan departemen.

Namun, pertumbuhan dalam investasi perumahan, sebuah proksi untuk pembangunan perumahan, turun menjadi 2,8 persen pada kuartal pertama, menandai penurunan kelima berturut-turut. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Harga emas lanjutkan kenaikan beruntun didukung pelemahan dolar

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Spanyol menguat, Indeks IBEX 35 ditutup naik 0,05 persen

Madrid (ANTARA) – Saham-saham pada Bursa Spanyol ditutup sedikit lebih tinggi pada perdagangan Jumat (26/4/2019), dengan indeks acuan IBEX 35 di Bursa Efek Madrid naik tipis 0,05 persen atau 4,80 poin, menjadi 9.506,00 poin setelah dibuka di 9.501,20 poin.

Sebanyak 22 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam komponen IBEX 35 berhasil mencatat kenaikan harga, sementara 10 saham perusahaan turun dan tiga saham perusahaan lainnya tidak berubah.

Bank tabungan Banco Sabadell melonjak 4,21 persen, menjadi perusahaan dengan kinerja terbaik (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips.

Disusul oleh saham perusahaan telekomunikasi Cellnex Telecom yang menguat 2,45 persen, serta bank tabungan lainnya, Bankia, meningkat sebesar 1,50 persen.

Di sisi lain, produsen selulosa dan kolagen Viscofan mencatat kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 2,96 persen.

Diikuti oleh saham produsen baja Arcelormittal dan perusahaan baja lainnya Acerinox, yang masing-masing turun sebesar 1,73 persen dan 1,42 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Bursa saham Inggris merosot, Indeks FTSE 100 ditutup turun 0,08 persen

Baca juga: Analis: IHSG bergerak variatif, tertekan sentimen global

Baca juga: Bursa saham Jerman menguat, Indeks DAX 30 ditutup naik 32,58 poin

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Jerman menguat, Indeks DAX 30 ditutup naik 32,58 poin

Frankfurt (ANTARA) – Bursa saham Jerman ditutup sedikit lebih tinggi pada perdagangan Jumat (26/4/2019), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt menguat 0,27 persen atau 32,58 poin, menjadi 12.315,18 poin.

Perusahaan penyedia teknologi internet dan jasa keuangan global Wirecard mencatat keuntungan paling banyak (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya meningkat 3,68 persen.

Disusul oleh pemasok komponen otomotif Continental dan perusahaan perawatan kesehatan Eropa Fresenius SE, yang masing-masing naik sebesar 2,85 persen dan 2,61 persen.

Di sisi lain, bank terbesar Jerman Deutsche Bank mengalami kerugian paling banyak (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya merosot 1,85 persen.

Diikuti oleh perusahaan konglomerat industri terbesar di Jerman Thyssenkrupp serta asosiasi pengembang perumahan Vonovia, yang masing-masing turun sebesar 1,61 persen dan 1,00 persen.

Perusahaan perangkat lunak multinasional SAP adalah saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang hari dengan nilai transaksi mencapai 434,7 juta euro (482,5 juta dolar AS).

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Inggris merosot, Indeks FTSE 100 ditutup turun 0,08 persen

London (ANTARA) – Saham-saham pada Bursa Inggris ditutup sedikit lebih rendah pada perdagangan Jumat (26/4/2019), dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London turun tipis 0,08 persen atau 5,94 poin, menjadi 7.428,19 poin.

Just Eat, perusahaan jasa pesanan dan pengiriman makanan dalam jaringan, mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya jatuh 4,57 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan jasa keuangan dan perbankan terkemuka Royal Bank of Scotland Group yang merosot 4,00 persen, serta Glencore, perusahaan perdagangan dan pertambangan komoditas multinasional Inggris-Swiss, turun 3,30 persen.

​​​​​​​Sementara itu, WPP, sebuah perusahaan periklanan dan humas multinasional Inggris, melonjak 5,41 persen, menjadi peraih keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham perusahaan pengemasan bergelombang terkemuka Eropa dan salah satu perusahaan pengemasan berbasis kertas terkemuka di dunia​​​​​​​, Smurfit Kappa Group, yang meningkat 2,70 persen, serta perusahaan jasa keuangan ​​​​​​​Hargreaves Lansdown naik 2,29 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Bursa saham Jerman menguat, Indeks DAX 30 ditutup naik 32,58 poin

Baca juga: Bursa saham Prancis menguat, Indeks CAC 40 berakhir naik 0,21 persen

Baca juga: Analis: IHSG bergerak variatif, tertekan sentimen global
 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Prancis menguat, Indeks CAC 40 berakhir naik 0,21 persen

Paris (ANTARA) – Saham-saham pada Bursa Prancis berakhir sedikit lebih tinggi pada perdagangan Jumat (26/4/2019), dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris naik 0,21 persen atau 11,69 poin, menjadi 5.569,36 poin.

Sebanyak 24 saham dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks CAC 40 berhasil membukukan kenaikan harga.

Pemasok berbagai produk untuk pembuat mobil dan aftermarket global Prancis Valeo melonjak 6,65 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips.

Diikuti oleh saham perusahaan periklanan dan humas multinasional Prancis Publicis Groupe yang menguat 3,70 persen, serta perusahaan farmasi multinasional Prancis Sanofi naik 3,50 persen.

Sementara itu, perusahaan multinasional Prancis yang menyediakan jasa konsultasi, teknologi, profesional dan alih daya, Capgemini, mengalami kerugian terbesar (top loser), dengan harga sahamnya jatuh 5,04 persen.

Disusul oleh saham perusahaan elektronik dan semikonduktor multinasional Prancis-Italia STMicroelectronics yang kehilangan 2,08 persen, serta perusahaan perangkat lunak Eropa Dassault Systemes turun 1,83 persen.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Singapura berakhir 0,2 persen lebih tinggi

Singapura (ANTARA) – Bursa saham Singapura ditutup lebih tinggi pada perdagangan Jumat, karena hasil kuartalan perusahaan-perusahaan Singapura baru-baru ini sebagian besar berada dalam ekspektasi pasar.

Indikator utama bursa indeks STI (Strait Times Index) naik 0,2 persen atau 6,67 poin menjadi berakhir di 3.356,95 poin.

Sebanyak 951,06 juta saham berpindah tangan senilai 1,04 miliar dolar Singapura (sekitar 763,09 juta dolar AS), dengan jumlah saham naik sedikit melebihi saham turun, sebanyak 195 saham berbanding 191 saham.

Indeks acuan STI turun 0,36 persen atau 12,15 poin, menjadi berakhir di 3.350,28 poin pada perdagangan Kamis (25/4).
 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Seoul berakhir melemah 0,51 persen

Seoul (ANTARA) – Saham-saham Seoul berakhir lebih rendah pada perdagangan Jumat, dengan indikator utama bursa Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) melemah 0,51 persen atau 11,19 poin menjadi 2.179,31 poin.

Volume perdagangan mencapai 560 juta saham senilai 5,1 triliun won (4,4 miliar dolar AS).

Mata uang Korea Selatan berakhir pada 1.161,0 won terhadap greenback, turun 0,5 won dari tingkat penutupan hari sebelumnya.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar saham Aussie berakhir datar tertahan oleh sektor sumber daya

“Apa yang telah dilakukan adalah menekan harga-harga komoditas, dengan saham pertambangan juga di bawah tekanan.”

Sydney (ANTARA) – Pasar saham Australia berakhir cenderung datar pada perdagangan Jumat, karena penurunan harga minyak dan penguatan dolar AS membebani saham-saham sumber daya.

Pada penutupan perdagangan, indeks acuan S&P/ASX 200 naik tipis 0,05 persen atau 3,50 poin menjadi 6.385,60 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas sedikit menguat 0,04 persen atau 2,60 poin menjadi 6.473,20 poin.

Selain penurunan harga minyak setelah melonjak pekan lalu, “semalam kami melihat dolar AS menguat ke level terbaik dalam sekitar dua tahun,” analis pasar Commsec, Tom Piotrowski, mengatakan kepada investor dalam laporan pasar terbaru.

“Apa yang telah dilakukan adalah menekan harga-harga komoditas, dengan saham pertambangan juga di bawah tekanan.”

Namun di sektor keuangan, bank-bank besar Australia berhasil melihat beberapa dukungan dengan Commonwealth Bank naik 0,39 persen, Westpac Bank naik 0,58 persen, National Australia Bank naik 0,04 persen dan ANZ naik 0,18 persen.

Saham-saham pertambangan melemah, dengan BHP turun 1,57 persen, Rio Tinto turun 0,78 persen, Fortescue Metals jatuh 5,40 persen, namun penambang emas Newcrest meningkat 2,42 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas juga jatuh, dengan Woodside Petroleum turun 1,47 persen, Santos turun 1,35 persen dan Oil Search turun 1,35 persen.

Jaringan supermarket terbesar di Australia melihat sedikit perbaikan, dengan Wesfarmers tidak berubah dan Woolworths naik 0,16 persen.

Sementara raksasa telekomunikasi Telstra merosot 0,30 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas menyusut 2,27 persen dan perusahaan biomedis CSL menguat 1,02 persen.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa Tokyo merosot tajam, Indeks Nikkei dibuka anjlok 182,41 poin

Tokyo (ANTARA) – Saham-saham pada Bursa Tokyo dibuka lebih rendah pada perdagangan Jumat pagi, setelah Wall Street ditutup bervariasi semalam (Kamis), karena saham-saham AS tertekan beberapa laporan laba perusahaan industri yang mengecewakan.

Pada pukul 09.15 waktu setempat, indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) mengalami kerugian 182,41 poin atau 0,82 persen, dibandingkan dengan tingkat penutupan Kamis (25/4/2019), menjadi diperdagangkan di 22.125,17 poin.

Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas dari semua saham papan utama di pasar Tokyo turun 12,82 poin atau 0,79 persen, menjadi diperdagangkan pada 1.607,46 poin.

Saham-saham aneka produk, produk minyak dan batu bara, serta yang terkait produk logam paling banyak mencatat penurunan pada menit-menit pembukaan setelah bel perdagangan pagi.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Seoul dibuka 0,58 persen lebih rendah

Seoul (ANTARA) – Saham-saham Seoul dibuka lebih rendah pada Jumat pagi, dengan indikator utama bursa Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) turun 0,58 persen atau 12,76 poin, menjadi 2.069,43 poin dalam 15 menit pertama perdagangan.

Mata uang Korea Selatan dikutip pada 1.159,4 won terhadap dolar AS, naik 1,1 won dari tingkat penutupan sehari sebelumnya.

Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Wall Street bervariasi, saham Facebook dan Microsoft melonjak

Baca juga: Bursa saham Jerman merosot, Indeks DAX 30 ditutup turun 30,56 poin

Baca juga: Harga emas berjangka naik lagi karena pasar ekuitas AS mundur

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa Australia lesu, Indeks ASX 200 dibuka turun 0,15 persen

Brent mencapai 75 dolar AS per barel pada Kamis (25/4/2019) pagi untuk pertama kalinya dalam hampir enam bulan

Sydney (ANTARA) – Saham-saham pada Bursa Australia dibuka melemah pada perdagangan Jumat pagi, karena penurunan saham-saham sektor energi menyeret pasar yang lebih luas.

Pada pukul 10.40 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 9,70 poin atau 0,15 persen menjadi diperdagangkan di 6.372.40 poin, sedangkan Indeks All Ordinaries yang lebih luas kehilangan 12,00 poin atau 0,19 persen pada 6.458,60 poin.

Meskipun mencapai tertinggi delapan bulan pada perdagangan Rabu (24/4/2019), pasar lokal kehilangan kekuatan pagi ini karena penurunan harga minyak membebani saham-saham energi.

“Menurut Badan Informasi Energi AS (EIA), persediaan minyak mentah naik minggu lalu ke level tertinggi sejak Oktober 2017,” kata Ekonom Senior Commonwealth Bank, James Tao kepada investor dalam catatan pagi. “Brent mencapai 75 dolar AS per barel pada Kamis (25/4/2019) pagi untuk pertama kalinya dalam hampir enam bulan.”

“Tapi pada penutupan, harga minyak mentah Brent turun 22 sen AS atau 0,30 persen menjadi 74,35 dolar AS per barel dan Nymex AS turun 68 sen AS atau 1,0 persen menjadi 65,21 dolar AS per barel,” katanya.

Baca juga: Harga minyak turun lebih rendah, pedagang khawatir kenaikan stok

Baca juga: Harga minyak di perdagangan Asia turun akibat OPEC naikkan produksi

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia sebagian besar lebih rendah, dengan Commonwealth Bank turun 0,15 persen, Westpac Bank naik 0,07 persen, National Australia Bank turun 0,12 persen dan ANZ turun 0,15 persen.

Saham-saham pertambangan melemah, dengan BHP turun 0,47 persen, Rio Tinto turun 0,17 persen, Fortescue Metals jatuh 4,07 persen, namun penambang emas Newcrest naik 3,07 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas jatuh, dengan Woodside Petroleum turun 1,17 persen, Santos turun 0,88 persen, dan Oil Search turun 0,49 persen.

Jaringan supermarket terbesar di Australia melihat hasil yang beragam, dengan Wesfarmers naik 0,39 persen dan Woolworths turun 0,38 persen.

Sementara raksasa telekomunikasi Telstra kehilangan 0,59 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas menyusut 0,79 persen, dan perusahaan biomedis CSL naik 0,54 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Wall Street bervariasi, saham Facebook dan Microsoft melonjak

Baca juga: Bursa saham Jerman merosot, Indeks DAX 30 ditutup turun 30,56 poin
 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Harga minyak di perdagangan Asia turun akibat OPEC naikkan produksi

AS akan terus menekan Arab Saudi untuk meningkatkan produksinya guna menutupi kesenjangan pasokan

Singapura (ANTARA) – Harga minyak merosot di perdagangan Asia pada Jumat pagi, di tengah ekspektasi bahwa klub produsen OPEC akan segera meningkatkan produksi untuk menebus penurunan ekspor dari Iran, menyusul pengetatan sanksi-sanksi oleh Amerika Serikat terhadap Teheran.

Minyak mentah berjangka Brent berada di 74,09 dolar AS per barel pada pukul 00.29 GMT (07.29 WIB), turun 26 sen AS atau 0,4 persen, dari penutupan terakhir mereka.

Sementara itu, minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI), diperdagangkan di 64,82 dolar AS per barel, turun 39 sen AS atau 0,6 persen, dari penyelesaian sebelumnya.

Penurunan terjadi setelah kenaikan Brent di atas 75 dolar AS per barel untuk pertama kalinya tahun ini pada Kamis (25/4/2019), setelah Jerman, Polandia dan Slovakia menangguhkan impor minyak Rusia melalui pipa besar, mengutip kualitas yang buruk. Langkah itu memotong sebagian Eropa dari rute pasokan utama.

Tetapi harga-harga sudah naik sebelum gangguan di Rusia, didorong oleh pengurangan pasokan yang dipimpin oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang didominasi Timur Tengah dan sanksi-sanksi AS terhadap Venezuela dan Iran. Minyak mentah berjangka naik sekitar 40 persen sepanjang tahun ini.

Washington mengatakan pada Senin (22/4/2019) bahwa pihaknya akan mengakhiri semua keringanan sanksi terhadap Iran, menuntut negara-negara menghentikan impor minyak dari Teheran mulai Mei atau menghadapi tindakan hukuman dari Washington.

Untuk menebus kekurangan dari Iran, Amerika Serikat menekan pemimpin de-facto OPEC Arab Saudi untuk mengakhiri pengendalian pasokan sukarela.

“AS akan terus menekan Arab Saudi untuk meningkatkan produksinya guna menutupi kesenjangan pasokan,” kata Alfonso Esparza, analis pasar senior di pialang berjangka OANDA seperti dikutip dari Reuters.

Konsultan energi FGE mengatakan, “Kebutuhan sekarang sangat jelas bagi OPEC+ untuk mengambil tindakan dan meningkatkan produksi” guna menjaga agar pasar tetap tersuplai dengan baik dan mencegah kenaikan harga.

Meskipun upaya-upaya AS untuk menekan ekspor minyak Iran turun menjadi nol, banyak analis memperkirakan beberapa minyak masih merembes ke luar negeri.

“Total 400.000 hingga 500.000 barel minyak mentah dan kondensat per hari akan terus diekspor,” kata FGE, turun dari sekitar satu juta barel per hari saat ini.

Sebagian besar minyak ini akan diselundupkan keluar dari Iran atau pergi ke China meskipun ada sanksi AS. China, pembeli minyak Iran terbesar di dunia, minggu ini secara resmi mengeluh kepada AS atas sanksi unilateral Iran.

Baca juga: Harga minyak turun lebih rendah, pedagang khawatir kenaikan stok

Baca juga: Wall Street bervariasi, saham Facebook dan Microsoft melonjak

Baca juga: Harga emas berjangka naik lagi karena pasar ekuitas AS mundur

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa China merosot, Indeks Komposit Shanghai dibuka turun 0,50 persen

Beijing (ANTARA) – Saham saham pada bursa China dibuka lebih rendah pada Jumat pagi, dengan Indeks Komposit Shanghai turun 0,50 persen menjadi diperdagangkan pada 3.108,16 poin.

Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua China, dibuka melemah 0,55 persen menjadi diperdagangkan di 9.852,94 poin.

Sementara itu, Indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq China, dibuka berkurang 0,36 persen, menjadi diperdagangkan di 1.664,04 poin. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Wall Street bervariasi, saham Facebook dan Microsoft melonjak

Baca juga: Harga minyak di perdagangan Asia turun akibat OPEC naikkan produksi

Baca juga: Dolar menguat didukung data positif ekonomi AS

Baca juga: Bursa saham Jerman merosot, Indeks DAX 30 ditutup turun 30,56 poin

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lanjutkan penurunan, IHSG dibuka melemah 0,36 persen

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Jumat, dibuka melemah 0,36 persen ke 6.349.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 dibuka turun lima poin ke 999,328.

Tren menurun ini sudah terlihat sejak perdagangan saham pada Kamis (25/6) yang ditengarai akibat minimnya katalis atau sentimen positif dari perekonomian global dan domestik.

Baca juga: Akhir pekan rupiah melemah delapan poin, dekati Rp14.200

Baca juga: Wall Street bervariasi, saham Facebook dan Microsoft melonjak

Baca juga: Dolar menguat didukung data positif ekonomi AS

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Analis: IHSG bergerak variatif, tertekan sentimen global

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat ini diperkirakan bergerak variatif yang didorong respons investor atas pengumuman kinerja para emiten dan tekanan yang datang dari sentimen global, terutama dari kebijakan perekonomian Amerika Serikat dan dinamika harga minyak dunia.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Jumat, mengatakan investor akan menyoroti dinamika hubungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Iran terkait ekspor minyak, dan juga kisruh politik Trump dengan rivalnya di Partai Demokrat, yang diwarnai desas desus pemakzulan.

“Itu dipandang sebagai risiko dari global, sedangkan katalis lainnya hanya bisa sebagai penopang bagi pasar,” ujar Alfiansyah.

Sementara itu, perkembangan terbaru datang dari proses negosiasi damai untuk konflik dagang antara AS dan China. Delegasi pejabat tinggi kedua negara dikabarkan akan mengadakan pertemuan di Beijing, China, pada 30 April 2019, yang selanjutnya disusul rencana kunjungan Presiden China Xi Jinping ke AS.

Di sisi lain, dinamika harga minyak diwarnai dengan upaya AS yang terus menekan ekspor minyak Iran ke angka nol dengan optimisme akan didukung pelaku pasar global.

Menurut pemerintah AS, pasokan minyak akan banyak di pasar sehingga memudahkan transisi tersebut dan menjaga harga tetap stabil. Dinamika ini membawa harga minyak global Brent dan West Texas Intermediate (WTI) naik dan dikhawatirkan bisa menimbulkan tekanan ke defisit transaksi berjalan Indonesia sebagai negara net importir minyak.

Baca juga: Harga minyak turun lebih rendah, pedagang khawatir kenaikan stok

Baca juga: Harga minyak di perdagangan Asia turun akibat OPEC naikkan produksi

IHSG pada Jumat pagi ini dibuka melemah 0,36 persen ke 6.349. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 dibuka turun lima poin ke 999,328. Adapun tren menurunnya IHSG ini sudah terlihat sejak perdagangan saham pada Rabu (24/6).

Baca juga: Wall Street bervariasi, saham Facebook dan Microsoft melonjak

Baca juga: Akhir pekan rupiah melemah delapan poin, dekati Rp14.200

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Prancis melemah, Indeks CAC 40 ditutup turun 18,39 poin

Paris (ANTARA) – Saham-saham pada Bursa Prancis berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis (25/4/2019), dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris turun 0,33 persen atau 18,39 poin, menjadi 5.557,67 poin.

Dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen Indeks CAC 40, tercatat 25 saham berhasil membukukan kenaikan harga.

Pabrikan mobil multinasional Prancis Peugeot mengalami kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya jatuh 3,05 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan elektronik dan semikonduktor multinasional Prancis-Italia STMicroelectronics yang berkurang 1,66 persen, serta pabrikan mobil multinasional Prancis lainnya Renault merosot 1,55 persen.

Sementara itu, peritel multinasional Prancis Carrefour melonjak 3,55 persen, merupakan peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham perusahaan jasa teknologi imformasi Eropa Atos yang menguat 1,22 persen, serta perusahaan multinasional Prancis yang memasok gas dan jasa industri ke berbagai industri, Air Liquide, naik 1,02 persen.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Jerman merosot, Indeks DAX 30 ditutup turun 30,56 poin

Frankfurt (ANTARA) – Saham-saham pada bursa Jerman ditutup sedikit lebih rendah pada perdagangan Kamis (25/4/2019), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt melemah 0,25 persen atau 30,56 poin, menjadi 12.282,60 poin.

Perusahaan penyedia teknologi internet dan jasa keuangan global Wirecard mencatat kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya kehilangan 3,73 persen.

Disusul oleh saham perusahaan pemasok komponen otomotif Continental dan bank terkemuka Jerman Deutsch Bank, yang masing-masing merosot sebesar 1,56 persen dan 1,49 persen.

Di sisi lain, perusahaan konglomerat industri Thyssenkrupp menguat sebesar 1,48 persen, menjadi peraih keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Diikuti oleh saham perusahaan kimia dan farmasi multinasional Bayer serta kelompok perusahaan energi E.ON, yang masing-masing naik sebesar 1,40 persen dan 0,69 persen.

Perusahaan perangkat lunak multinasional SAP adalah saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang hari dengan nilai transaksi mencapai 525,1 juta euro (583,9 juta dolar AS). Demikian laporan yang dikutip Xinhua.

Baca juga: Bursa saham Prancis melemah, Indeks CAC 40 ditutup turun 18,39 poin

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Inggris melemah, Indeks FTSE 100 ditutup turun 37,62 poin

London (ANTARA) – Saham-saham pada Bursa Inggris berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis (25/4/2019), dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London turun 0,50 persen atau 37,62 poin menjadi 7.434,13 poin.

Taylor Wimpey, pengembang perumahan berbasis di Inggris, menderita kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya jatuh 5,36 persen.

Diikuti oleh saham Legal & General Group, sebuah perusahaan jasa keuangan multinasional Inggris, yang merosot 4,94 persen, serta jaringan supermarket berbasis di Inggris Sainsbury, turun 4,68 persen.

Sementara itu, perusahaan pengemasan internasional yang berbasis di Inggris, DS Smith, menguat 1,56 persen, merupakan pencetak keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham produsen produk kesehatan, kebersihan dan produk rumah tangga asal Inggris Reckitt Benckiser Group yang bertambah 1,31 persen, serta saham perusahaan air minum terbesar di Inggris United Utilities Group naik 1,15 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Harga emas berjangka naik lagi karena pasar ekuitas AS mundur

Baca juga: Bursa saham Jerman merosot, Indeks DAX 30 ditutup turun 30,56 poin

Baca juga: Bursa saham Prancis melemah, Indeks CAC 40 ditutup turun 18,39 poin

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa Spanyol menguat, Indeks IBEX 35 ditutup naik 44,80 poin

Madrid (ANTARA) – Saham-saham pada Bursa Spanyol ditutup lebih tinggi pada perdagangan Kamis (25/4/2019), dengan indeks acuan IBEX 35 di Bursa Efek Madrid menguat 0,47 persen atau 44,80 poin, menjadi 9.501,20 poin setelah dibuka di 9.456,40 poin.

Sebanyak 23 saham dari 35 perusahaan perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks IBEX 35 berhasil membukukan kenaikan harga, sementara harga 12 saham perusahaan lainnya turun.

Perusahaan energi Iberdrola melonjak sebesar 4,30 persen, menjadi saham berkinerja terbaik (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips.

Disusul oleh saham perusahaan media Mediaset yang bertambah sebesar 3,58 persen, serta Endesa, penyedia energi lainnya, meningkat 1,55 persen.

Di sisi lain, raksasa perusahaan tekstil Inditex mencatat kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya merosot sebesar 2,56 persen.

Diikuti oleh saham produsen baja Arcelormittal yang melemah sebesar 2,00 persen, serta bank tabungan BBVQ turun 0,83 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Bursa saham Inggris melemah, Indeks FTSE 100 ditutup turun 37,62 poin

Baca juga: Bursa saham Jerman merosot, Indeks DAX 30 ditutup turun 30,56 poin

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Harga emas berjangka naik lagi karena pasar ekuitas AS mundur

Chicago (ANTARA) – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange memperpanjang kenaikannya untuk hari kedua berturut-turut pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), dipicu oleh penurunan di pasar ekuitas Amerika Serikat.

Emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni, naik 0,30 dolar AS atau 0,02 persen, menjadi ditutup pada 1.279,70 dolar AS per ounce.

Pada tengah hari waktu setempat, indeks acuan Wall Street Dow Jones Industrial Average jatuh 117,66 poin atau 0,44 persen, menjadi 26.479,39 poin.

Ketika pasar ekuitas turun maka emas berjangka biasanya naik, karena investor mencari aset-aset safe haven, seperti emas.

Sementara itu, kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi dunia menambah dukungan terhadap emas.

Laporan dari Jerman, mesin pertumbuhan Eropa, telah mengindikasikan suasana suram di antara perusahaan-perusahaan industri, pengecer, dan penyedia jasa-jasa Jerman pada April.

Menurut Lembaga Riset Ekonomi Jerman (Ifo), indeks iklim bisnis Ifo turun dari 99,7 poin yang direvisi pada Maret menjadi 99,2 poin pada April, menunjukkan bahwa “sedikit optimisme” pada bulan sebelumnya telah hilang.

Namun, dolar AS yang lebih kuat membatasi kenaikan emas lebih lanjut. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,11 persen menjadi 98,16 pada pukul 17.32 GMT.

Jika dolar AS menguat, daya tarik terhadap emas akan dibatasi karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 3,7 sen AS atau 0,25 persen, menjadi berakhir di 14,879 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli bertambah 1,1 dolar AS atau 0,12 persen, menjadi ditutup pada 889,70 dolar AS per ounce. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Bursa Spanyol menguat, Indeks IBEX 35 ditutup naik 44,80 poin

Baca juga: Bursa saham Inggris melemah, Indeks FTSE 100 ditutup turun 37,62 poin

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wall Street bervariasi, saham Facebook dan Microsoft melonjak

New York (ANTARA) – Saham-saham di Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena para pelaku pasar mencerna serangkaian laporan laba perusahaan yang beragam dari nama-nama besar di berbagai industri, termasuk Facebook dan Microsoft, serta data baru yang menunjukkan kesehatan pertumbuhan ekonomi AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 134,97 poin atau 0,51 persen, menjadi berakhir di 26.462,08 poin. Indeks S&P 500 berkurang 1,08 poin atau 0,04 persen, menjadi berakhir di 2.926,17 poin. Sedangkan, Indeks Komposit Nasdaq naik 16,67 poin atau 0,21 persen, menjadi ditutup di 8.118,68 poin.

Laporan laba triwulanan raksasa industri AS 3M yang suram memukul Indeks Dow, sementara Nasdaq yang sarat teknologi didukung oleh laporan laba yang kuat dari Facebook dan Microsoft.

Saham 3M anjlok 11,95 persen, setelah laba kuartal pertamanya meleset dari perkiraan pasar. Konglomerat manufaktur itu juga memangkas panduan labanya setahun penuh karena bernasib lebih buruk di pasar-pasar utama.

Perusahaan juga mengumumkan akan memangkas sekitar 2.000 pegawainya di seluruh dunia, dalam upaya merestrukturisasi operasi bisnis.

Namun saham Comcast naik 2,58 persen. Raksasa kabel ini gagal memenuhi estimasi pendapatan kuartal pertama tetapi menunjukkan pertumbuhan yang kuat di beberapa lini bisnisnya.

Saham Facebook dan Microsoft masing-masing melonjak sebesar 5,85 persen dan 3,31 persen, setelah dua perusahaan teknologi terkemuka itu melaporkan laba kuartal pertama yang lebih kuat dari perkiraan setelah penutupan pasar pada Rabu (24/4/2019).

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih rendah di sekitar penutupan pasar, dengan sektor industri jatuh hampir dua persen, memimpin kerugian.

Di sisi ekonomi, klaim pengangguran AS menunjukkan peningkatan tajam untuk pekan yang berakhir 20 April, menandai kenaikan terbesar dalam 19 bulan.

Jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran pekan lalu melonjak menjadi 230.000, meningkat 37.000 dari tingkat direvisi pekan sebelumnya, kata Departemen Tenaga Kerja.

Sementara itu, pesanan baru untuk barang-barang modal AS naik 2,7 persen pada Maret menjadi 258,5 miliar dolar AS, kata Biro Sensus AS, Kamis (25/4/2019).

Data tersebut menunjukkan pesanan baru untuk barang modal AS meningkat paling banyak dalam delapan bulan. Itu mengikuti data AS terbaru lainnya yang menunjukkan kekuatan dalam penjualan ritel dan ekspor, yang telah meredakan kekhawatiran ekonomi AS melambat tajam, kata para analis.  Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Harga minyak turun lebih rendah, pedagang khawatir kenaikan stok

Baca juga: Harga emas berjangka naik lagi karena pasar ekuitas AS mundur

Baca juga: Dolar menguat didukung data positif ekonomi AS

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Hong Kong berakhir melemah 0,86 persen

Hong Kong (ANTARA) – Saham-saham Hong Kong berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis, dengan indikator utama bursa Indeks Hang Seng (HSI) melemah 0,86 persen atau 256,03 poin, menjadi 29.549,8 poin.

Indeks Hang Seng diperdagangkan berkisar antara 29.535,2 poin hingga 29.849,7 poin, dengan nilai transaksi mencapai 97,51 miliar dolar Hong Kong (sekitar 12,44 miliar dolar AS).

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Singapura ditutup 0,36 persen lebih rendah

Singapura (ANTARA) – Saham-saham Singapura ditutup lebih rendah pada perdagangan Kamis, dengan indeks acuan STI (Straits Times Index) turun 0,36 persen atau 12,15 poin, menjadi 3.350,28 poin.

Sebanyak 921,01 juta saham berpindah tangan senilai 1,01 miliar dolar Singapura (sekitar 740,47 juta dolar AS), dengan jumlah saham turun melebihi yang naik, sebanyak 212 saham berbanding 171 saham.

Indeks STI naik 0,27 persen atau 8,96 poin, menjadi ditutup di 3.362,43 poin pada perdagangan Rabu (24).

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG ditutup melemah seiring koreksi rupiah

“Pelemahan IHSG hari ini karena pelemahan rupiah dan beberapa laporan keuangan yang tidak sesuai ekspektasi,” ujar Analis Panin Sekuritas William Hartanto di Jakarta.

Jakarta (ANTARA) – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada Kamis seiring koreksi nilai tukar rupiah.

IHSG ditutup melemah 75,10 poin atau 1,16 persen ke posisi 6.372,7,  sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 15,13 poin atau 1,48 persen menjadi 1.004,99.

“Pelemahan IHSG hari ini karena pelemahan rupiah dan beberapa laporan keuangan yang tidak sesuai ekspektasi,” ujar Analis Panin Sekuritas William Hartanto di Jakarta.

Dibuka melemah, IHSG terus berada di zona merah sepanjang hari hingga penutupan bursa saham.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual asing bersih atau “net foreign sell” sebesar Rp723,94 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 479.420 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 13,64 miliar lembar saham senilai Rp9,61 triliun. Sebanyak 128 saham naik, 272 saham menurun, dan 121 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa regional Asia antara lain indeks Nikkei menguat 107,58 poin (0,48 persen) ke 22.307,58, indeks Hang Seng melemah 256,03 poin atau 0,86 persen ke 29.549,8, dan indeks Straits Times melemah 12,15 poin (0,36 persen) ke posisi 3.350,28.

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pelemahan yen dorong bursa saham Tokyo ditutup menguat

Tokyo (ANTARA) – Saham-saham Tokyo ditutup menguat pada perdagangan Kamis, karena sentimen investor didukung pelemahan yen terhadap dolar AS yang membantu mengangkat saham-saham eksportir, sementara saham-saham lain menarik pembelian karena dinilai relatif murah.

Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) naik 107,58 poin atau 0,48 persen, dari tingkat penutupan Rabu (24/4/2019), menjadi mengakhiri perdagangan di 22.307,58 poin.

Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas dari semua saham papan utama di pasar Tokyo menambahkan 8,23 poin atau 0,51 persen, menjadi berakhir pada 1.620,28 poin.

Saham-saham transportasi darat, real estat, dan aneka produk paling banyak meraih keuntungan pada penutupan perdagangan.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019