BEI: Pemahaman pasar modal sebagai alternatif pendanaan masih rendah

Secara upaya kita juga sudah sering melakukan edukasi dan menyampaikan manfaat IPO

Jakarta (ANTARA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai bahwa pemahaman pengusaha mengenai pasar modal sebagai alternatif pendanaan selain perbankan relatif masih rendah.

“Ada pasar modal sebagai pendanaan jangka panjang, enterprenuer bisa menggalang dana selain dari sumber konvensional,” kata Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko PT BEI Fithri Hadi usai acara loka karya bertema “Road to Go Public” di Jakarta, Rabu.

Ia mengemukakan salah satu mekanisme untuk meraih pendanaan melalui pasar modal yakni dengan menawarkan sebagian sahamnya ke publik atau “initial public offering” (IPO).

Ia mengatakan pihaknya akan terus berupaya untuk melakukan edukasi mengenai IPO kepada perusahaan-perusahaan nasional. Dengan melaksanakan IPO maka perusahaan dapat meningkatkan modal kerja dalam rangka membiayai pertumbuhan perusahaan.

IPO, lanjut dia, juga dapat meningkatkan nilai ekuitas perusahaan sehingga perusahaan memiliki struktur pemodalan yang optimal.

“Secara upaya kita juga sudah sering melakukan edukasi dan menyampaikan manfaat IPO,” ucapnya.

Menurut data BEI per 6 September 2019, jumlah perusahaan yang telah mencatatkan saham di BEI mencapai 648 perusahaan.

Sementara itu, Direktur Utama MNC Sekuritas Susy Meilina mengatakan bahwa pihaknya juga terus berupa mendorong sejumlah perusahaan melakukan IPO, salah satunya bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Yayasan Global CEO Indonesia (CEO Indonesia).

“Kami siap mendampingi perusahaan-perusahaan dengan menyediakan jasa penasihat keuangan maupun mempersiapkan rencana strategis, serta mendampingi persiapan IPO,” katanya.

Di sisa tahun ini, lanjut dia, MNC Sekuritas akan mendampingi tiga perusahaan yang akan melaksanakan IPO. Perusahaan itu berasal dari sektor properti, perusahaan sektor jasa pengeboran minyak, dan perusahaan pupuk.

“Dana yang akan dihimpun perusahaan-perusahaan itu bervariasi, yakni Rp300 miliar hingga Rp500 miliar,” katanya.

Pada 2020, ia mengatakan, terdapat dua perusahaan yang telah merencanakan untuk melakukan IPO.

Baca juga: BEI tunjuk Axetrading kembangkan layanan perdagangan pasar alternatif

Baca juga: BEI: “public expose” dorong ketertarikan calon investor
 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019