Bursa Australia berakhir turun tertekan saham tambang

Indeks acuan S&P/ASX 200 turun 79,10 poin atau 1,17 persen menjadi 6.672,20 poin

Sydney (ANTARA) – Pasar saham Australia berakhir turun pada perdagangan Senin, karena saham-saham penambang merosot dipicu harga bijih besi yang lebih rendah.

Pada penutupan pasar, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 79,10 poin atau 1,17 persen menjadi 6.672,20 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas turun 74,40 poin atau 1,09 persen menjadi 6.757,40 poin.

“Saham-saham Aussie mundur setelah lima sesi kenaikan berturut-turut pekan lalu,” kata analis pasar Commsec James Tao, dilansir Xinhua.

“Penambang adalah hambatan utama karena harga bijih besi merosot 6,6 persen selama akhir pekan.”

Semua sektor cenderung lebih rendah di pasar Aussie pada Senin, membalikkan sebagian besar keuntungan minggu sebelumnya.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia melemah dengan Commonwealth Bank turun 1,19 persen, ANZ turun 0,96 persen, Westpac Bank turun 1,16 persen dan National Australia Bank turun 0,82 persen.

Saham-saham pertambangan bervariasi dengan Rio Tinto turun 0,98 persen, Fortescue Metals naik 0,57 persen, BHP turun 1,77 persen dan penambang emas Newcrest turun 0,81 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas merosot dengan Oil Search turun 0,43 persen, Santos turun 0,29 persen, dan Woodside Petroleum turun 0,33 persen.

Supermarket terbesar Australia merosot dengan Coles turun 0,73 persen dan Woolworths turun 1,14 persen.

Sementara itu raksasa telekomunikasi Telstra melemah 0,77 persen, perusahaan penerbangan nasional Qantas kehilangan 0,87 persen dan perusahaan biomedis CSL turun 1,49 persen.

Baca juga: IHSG ditutup melemah seiring koreksi bursa saham Asia
Baca juga: Pasar saham Asia melemah, ekspektasi penurunan suku bunga AS berkurang
Baca juga: Bursa saham Australia merosot, Indeks ASX 200 dibuka turun 0,64 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019