Bursa Australia dibuka datar meski saham bank dan energi menguat

Sydney (ANTARA) – Pasar saham Australia dibuka cenderung datar pada perdagangan Senin pagi, dengan lonjakan saham-saham energi dan keuangan mengimbangi kerugian yang lebih luas.

Pada pukul 09.30 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 4,20 poin atau 0,067 persen menjadi diperdagangkan di 6.255,50 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas turun 4,20 poin atau 0,066 persen pada 6.349,90 poin.

Pelemahan di sebagian besar indeks diimbangi oleh kenaikan oleh saham-saham bank dan perusahaan energi.

“Harga minyak global naik pada Jumat (12/4/2019). Investor didorong oleh data ekspor China yang lebih baik dari perkiraan dan investor percaya bahwa sanksi-sanksi terhadap Venezuela dan Iran serta konflik di Libya akan terus membatasi pasokan minyak global,” kata analis pasar Commsec Craig James.

“Jumlah rig minyak AS yang beroperasi naik sebanyak dua rig pada minggu lalu menjadi 833 rig, berpotensi menyebabkan pasokan lebih tinggi di waktu mendatang.”

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia menguat, dengan Commonwealth Bank naik 0,73 persen, Westpac Bank naik 0,58 persen, ANZ naik 0,92 persen dan National Australia Bank naik 0,61 persen.

Saham-saham pertambangan sebagian besar lebih tinggi, dengan Rio Tinto naik 0,71 persen, Fortescue Metals naik 0,87 persen dan BHP naik 0,35 persen, namun penambang emas Newcrest turun 2,39 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas juga meningkat, dengan Oil Search naik satu persen, Santos naik 0,57 persen, dan Woodside Petroleum naik 0,22 persen.

Supermarket terbesar Australia beragam, dengan Coles naik 0,16 persen, dan Woolworths turun 0,05 persen.

Sementara itu, raksasa telekomunikasi Telstra melemah 0,30 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas kehilangan 0,62 persen, dan perusahaan biomedis CSL turun 0,58 persen.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019