Bursa Australia naik tipis, tertekan saham finansial dan material

Sydney (ANTARA) – Saham-saham pada Bursa Australia dibuka cenderung datar pada perdagangan Jumat pagi, sedikit lebih tinggi dengan saham sektor material dan keuangan membebani indeks.

Pada pukul 10.35 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 naik tipis 1,70 poin atau 0,03 persen menjadi diperdagangkan di 6.181,30 poin, sedangkan Indeks All Ordinaries yang lebih luas naik 2,90 poin atau 0,05 persen pada 6.269,70 poin.

Dengan parlemen Inggris memilih untuk menunda batas waktu Brexit 29 Maret dan berlanjutnya ketegangan perdagangan global, sentimen di seluruh dunia bervariasi semalam.

“Ayunan dari pengambilan risiko Eropa ke penghindaran risiko AS awalnya menekan aset-aser safe haven seperti obligasi dan emas, sebelum reli kembali ke titik awal,” kata Kepala Strategi Pasar CMC Markets, Michael McCarthy kepada investor dalam catatan pagi.

“Data global baru-baru ini yang menawarkan janji pertumbuhan di masa depan tanpa mendorong suku bunga lebih tinggi segera secara luas mendukung semua aset.”

“Sisi gelap dari fenomena ini adalah bahwa setiap indikasi-indikasi pelemahan atau penguatan ekonomi dapat membalikkan keseimbangan.”

Di sektor keuangan, pada Bursa Australia, terlihat bank-bank besar Australia sebagian besar melemah, dengan Commonwealth Bank turun 0,58 persen, Westpac Bank turun 0,09 persen, ANZ turun 1,17 persen, namun National Australia Bank naik 0,20 persen.

Saham-saham pertambangan merosot, dengan BHP turun 0,81 persen, Rio Tinto turun 0,46 persen, Fortescue Metals turun 0,23 persen dan Newcrest Mining turun 1,03 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas menguat, dengan Woodside Petroleum naik 0,77 persen, Santos naik 0,36 persen dan Oil Search naik 0,31 persen.

Jaringan supermarket terbesar di Australia memperlihatkan hasil yang beragam, dengan Wesfarmers naik 0,12 persen dan Woolworths turun 0,13 persen.

Sementara itu, raksasa telekomunikasi Telstra tidak berubah, operator penerbangan nasional Qantas juga datar, dan perusahaan biomedis CSL mengaut 0,69 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Wall Street ditutup bervariasi, jumlah pendaftar tunjangan di AS naik

Baca juga: Dolar AS menguat terdampak penundaan Brexit

Baca juga: Bank Sentral Kanada sebut kenaikan utang global ancam pertumbuhan ekonomi dunia

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019