Bursa saham Singapura berakhir menguat 1,55 persen

Indeks Strait Times naik 48,81 poin atau 1,55 persen menjadi 3.204,52 poin

Singapura (ANTARA) – Bursa saham Singapura berakhir menguat 1,55 persen pada perdagangan Rabu, karena investor memiliki harapan tinggi atas pelonggaran moneter dari pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis (12/9/2019) dan Federal Reserve AS minggu depan.

Sementara itu, harga minyak mentah stabil dari penurunan sebelumnya setelah American Petroleum Institute melaporkan penurunan stok minyak mentah yang lebih besar dari perkiraan.

Harga minyak turun semalam setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia telah memecat Penasihat Keamanan Nasional John Bolton, salah satu pembantunya paling hawkish yang mendukung sikap keras terhadap Iran.

Maybank-Kim Eng Retail Research mengatakan secara teknis, indeks STI (Strait Times Index) sedang menguji resistensi di 3.190 poin, sementara dukungan sisi bawah terletak di 3.085 poin.

Indeks acuan Singapura STI (Strait Times Index), sebut Xinhua, naik 48,81 poin atau 1,55 persen menjadi 3.204,52 poin, dengan volume perdagangan mencapai 1,45 miliar saham senilai 1,41 miliar dolar Singapura (sekitar 102,23 juta dolar AS). Jumlah saham naik melebihi yang turun, sebanyak 238 saham terhadap 157 saham.

Di antara yang memperoleh keuntungan tertinggi, Jardine Matheson naik 5,5 persen menjadi 57,70 dolar Singapura, sementara Singapore Airlines menjadi salah satu yang paling merugi dengan jatuh 0,7 persen menjadi 9,03 dolar Singapura. (1 dolar AS sama dengan 1,38 dolar Singapura).

Baca juga: Bursa saham Hong Kong ditutup 1,78 persen lebih tinggi
Baca juga: Bursa saham Seoul berakhir menguat 0,84 persen
Baca juga: Nikkei Tokyo perpanjang kenaikan beruntun tujuh hari berturut-turut

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019