Bursa Wall Street ditutup lebih tinggi dalam tiga hari beruntun

Perang tarif China-Tiongkok yang meningkat terus menjadi perhatian bagi para pelaku pasar

New York (ANTARA) – Bursa Wall Street ditutup lebih tinggi dalam tiga hari beruntun pada Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB) karena pendapatan yang optimis dan data ekonomi yang kuat membuat investor bergairah melakukan pembelian dengan perusahaan teknologi memimpin perdagangan.

Tiga indeks saham utama Amerika Serikat (AS) berakhir naik. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 214,66 poin atau 0,84 persen menjadi 25.862,68, diikuti kenaikan Indeks S&P 500 25,36 poin atau 0,89 persen menjadi 2.876,32 dan Indeks Komposit Nasdaq Composite bertambah 75,90 poin, atau 0,97 persen, menjadi 7.898,05.

Sementara perang tarif China-Tiongkok yang meningkat terus menjadi perhatian bagi para pelaku pasar. Hasil kuartalan yang optimis dan data ekonomi AS yang kuat membantu meredakan kegelisahan terkait perang dagang.

Saham Walmart naik 1,4 persen setelah hasil kuartal pertamanya mengalahkan ekspektasi para analis. Saham Cisco Systems juga mengalami lonjakan terbesar sejak Februari 2016, naik 6,7 persen setelah hasil kuartalan yang lebih baik dari perkiraan.

Di data ekonomi, terobosan pada rumah baru AS meningkat lebih dari yang diharapkan pada April, karena penurunan suku bunga memberikan dukungan kepada sektor perumahan yang kesulitan, kata Departemen Perdagangan. Indeks Pembangunan Rumah S&P 1500 naik 1,2 persen.

Sementara Departemen Tenaga Kerja melaporkan jumlah warga AS yang mendaftar pengangguran menurun 16.000, di bawah perkiraan para ekonom.

“Jika Anda melihat ekonomi secara keseluruhan, kami berada dalam posisi yang secara fundamental kuat dan ini merupakan penguatnya,” kata Matthew Keator, Managing Partner Keator Group, sebuah perusahaan manajemen kekayaan di Lenox, Massachusetts.

Mengenai negosiasi perdagangan AS-China, Keator yakin yang terburuk mungkin sudah berakhir. “Segala sesuatunya harus menjadi lebih buruk sebelum menjadi lebih baik,” ujarnya, dikutip dari Reuters.

Sementara itu Washington menempatkan Huawei Technologies Co pada daftar hitam yang melarang perusahaan itu memperoleh komponen dan teknologi dari perusahaan AS tanpa persetujuan sebelumnya.

Saham pemasok Huawei Qorvo Inc, Skyworks Solutions Inc, Qualcomm Inc, Xilinx Inc, dan Micron Technology Inc kehilangan tempat. Philadelphia SE Semiconductor index mengakhiri sesi turun 1,7 persen.

Saham pembuat mobil listrik Tesla Inc turun 1,6 persen setelah agen keselamatan melaporkan bahwa fitur autopilot terlibat selama kecelakaan fatal di Florida pada bulan Maret.

Saingan Ride-hailing, Uber Technologies dan Lyft Inc membukukan kenaikan hari ketiga berturut-turut setelah menghabiskan sebagian besar hari perdagangan pasca-debut mereka di wilayah negatif. Saham mereka masing-masing naik 4,1 persen dan 2,9 persen.

Saham Nvidia Corp naik lebih dari 4 persen, namun saham Pinterest Inc turun lebih dari 12 persen.

Sebanyak 6,56 miliar saham diperdagangkan pada hari itu, naik dibandingkan dengan rata-rata perdagangan selama 20 hari terakhir sebanyak 6,98 miliar lembar saham.

Baca juga: Bursa Wall Street dibuka lebih tinggi

Penerjemah: Risbiani Fardaniah
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019