Emas berjangka menguat setelah ekuitas dan dolar AS turun

Ketika pasar ekuitas membukukan kerugian tajam, logam mulia biasanya akan naik, karena investor mencari aset-aset safe haven seperti emas untuk memarkir investasi.

Chicago (ANTARA) – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange menguat kembali pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) setelah sehari sebelumnya jatuh, ditopang oleh penurunan di pasar ekuitas AS dan pelemahan dolar AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni naik 3,8 dolar AS atau 0,3 persen, menjadi ditutup pada 1.285,20 dolar AS per ounce.

Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan lebih dari 100 poin pada perdagangan Kamis (9/5/2019). Dua indikator utama saham Wall Street lainnya, S&P 500 dan Nasdaq, mengikuti kejatuhan Dow karena kekhawatiran atas gesekan perdagangan global.

Ketika pasar ekuitas membukukan kerugian tajam, logam mulia biasanya akan naik, karena investor mencari aset-aset safe haven seperti emas untuk memarkir investasi.

Sementara itu, indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,21 persen menjadi 97,39 tidak lama sebelum penyelesaian perdagangan emas, memberikan dukungan tambahan bagi logam mulia.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS melemah maka emas berjangka akan naik, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 8,9 sen AS atau 0,6 persen menjadi 14,773 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 13 dolar AS atau 1,5 persen, menjadi ditutup pada 851,40 dolar AS per ounce.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019