Indef: Investor asing akan “tancap gas” setelah Pemilu

Sejumlah orang mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (23/10). (ANTARA FOTO/Rendhik Andika).

Nanti setelah Pilpres investor asing akan ‘tancap gas’ lagi, akan masuk karena bagaimanapun kita tetap pasar yang prospektif tumbuhnya di atas lima persen

Jakarta (ANTARA) – Insutute for Development of Economics and Finance (Indef) memperkirakan investor asing akan kembali aktif atau “tancap gas” di pasar saham setelah Pemilu 2019.

“Nanti setelah Pilpres investor asing akan ‘tancap gas’ lagi, akan masuk karena bagaimanapun kita tetap pasar yang prospektif tumbuhnya di atas lima persen,” kata peneliti Indef Bhima Yudhistira kepada Antara di Jakarta, Rabu.

Bhima menjelaskan menjelang Pilpres 2019, investor asing sementara cenderung untuk menghindari beli bersih saham (nett buy) dan cenderung jual bersih saham (nett sell).

Dia menyebutkan selama seminggu terakhir “nett sell” dari investor asing mencapai Rp1,06 triliun dan diproyeksikan pekan depan kegiatan beli saham sudah mulai bergeliat kembali.

“IHSG trennya bagus, positif naik. Asing itu melakukan penjualan bersih saham sepekan terakhir cukup besar, investor asing cukup sensitif terhadap isu-isu Pemilu, mereka lebih menahan diri, siapapun yang menang bukan itu masalahya tapi ke arah ‘behaviour’ asing aja yang sedikit menghindar sementara,” katanya.

Geliat investor asing akan kembali muncul, menurut dia, juga karena dari sisi demografi di Indonesia banyak usia produktif.

“Ini pasar yang masih bagus, kalau kita lihat kecenderungan ekonomi global sedang melemah, banyak dana asing negara larinya ke ‘emerging market’, salah satunya Indonesia,” katanya.

Sebagai informasi, pada periode Pemilu 2019 ini, IHSG menguat tipis 0,08 persen selama dua pekan terakhir, dibandingkan dengan Pemilu 2014 yang naik signifikan hingga 22,3 persen, Pemilu 2009 meroket hingga 87 persen dan Pemilu 2004 naik 44,6 persen.

Baca juga: Jelang pencoblosan pilpres, investor saham cenderung lebih hati-hati

Baca juga: Pemerintah imbau pengusaha dan investor tidak khawatir situasi politik

Pewarta:
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2019