Harga emas naik 2 hari beruntun, investor beralih ke aset aman

Chicago (ANTARA) – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange memperpanjang kenaikan mereka pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena para pedagang terus memantau perkembangan terkait dengan serangan Sabtu (14/9/2019) terhadap fasilitas minyak Arab Saudi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik 1,9 dolar AS atau 0,13 persen, menjadi ditutup pada 1.513,4 dolar AS per ounce merupakan kenaikan hari kedua berturut-turut.

Investor beralih ke aset-aset safe haven, termasuk obligasi dan logam mulia, setelah serangan terhadap fasilitas produksi minyak Arab Saudi pada Sabtu (14/9/2019).

Harga emas juga ditopang oleh pelemahan dolar AS menjelang keputusan Federal Reserve (Fed), karena investor menunggu langkah moneter berikutnya bank sentral AS.

Pertemuan kebijakan moneter September, Federal Reserve, dimulai pada Selasa (17/9/2019) dan akan mengumumkan keputusan terbaru tentang suku bunga pada Rabu sore waktu setempat. Pasar bertaruh tinggi pada penurunan suku bunga lebih lanjut. Setiap perubahan suku bunga akan berdampak besar pada logam mulia.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,36 persen menjadi 98,2640 pada perdagangan terakhir.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 11,4 sen atau 0,63 persen, menjadi ditutup pada 18,14 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 5,0 dolar AS atau 0,53 persen, menjadi menetap di 944,2 dolar AS per ounce.

Sehari sebelumnya, emas berjangka terangkat 12 dolar AS atau 0,8 persen, menjadi ditutup pada 1.511,5 dolar AS per ounce, karena lonjakan harga minyak setelah serangan terhadap fasilitas minyak di Arab Saudi selama akhir pekan telah mengguncang investor.  Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Harga minyak anjlok 6 persen, Arab Saudi berhasil pulihkan pasokan

Baca juga: Rupiah sore loyo, dipicu potensi terus naiknya harga minyak dunia

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Inggris datar, Indeks FTSE-100 ditutup turun 0,01 persen

London (ANTARA) – Bursa saham Inggris berakhir hampir tidak berubah pada perdagangan Selasa (17/9/2019), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London turun tipis 0,01 persen atau 1,01 poin, menjadi 7.320,40 poin.

Aveva Group, sebuah perusahaan teknologi informasi multinasional Inggris, melonjak 3,19 persen, menjadi peraih keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan atau blue chips.

Diikuti oleh saham perusahaan penerbitan dan penyelenggara pameran Relx serta kelompok perusahaan layanan bisnis Inggris Rentokil Initial, yang masing-masing naik sebesar 2,89 persen dan 2,83 persen.

Sementara itu, TUI, kelompok perusahaan pariwisata terintegrasi berbasis di Jerman, mengalami kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 4,62 persen.

Disusul oleh saham perusahaan pembuat dan pertambangan baja multinasional terintegrasi secara vertikal Evraz yang jatuh 3,88 persen, serta kelompok perusahaan pengemasan dan kertas internasional Mondi turun 3,04 persen.

Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Bursa saham Prancis menguat, Indeks CAC-40 berakhir naik 0,24 persen

Baca juga: Bursa saham Jerman melemah, Indeks DAX-30 ditutup turun 0,06 persen

Baca juga: IHSG ditutup menguat, dipicu kenaikan harga CPO dan ekspektasi The Fed

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Jerman melemah, Indeks DAX-30 ditutup turun 0,06 persen

Frankfurt (ANTARA) – Bursa saham Jerman ditutup cenderung datar pada perdagangan Selasa (17/9/2019), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt turun tipis 0,06 persen atau 7,70 poin, menjadi 12.372,61 poin.

Perusahaan perbankan Jerman, Deutsche Bank, mencatat kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya kehilangan 2,47 persen.

Disusul oleh saham perusahaan bahan bangunan multinasional HeidelbergCement dan produsen material Covestro, yang masing-masing turun sebesar 2,45 persen dan 2,31 persen.

Di sisi lain, perusahaan asosiasi pengembang perumahan Vonovia terangkat 2,57 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Diikuti oleh saham perusahaan perawatan pribadi Beiersdorf dan kelompok perusahaan energi RWE, yang masing-masing naik 1,99 persen dan 1,74 persen.

Kelompok perusahaan kimia BASF adalah saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang hari dengan nilai transaksi mencapai 235,1 juta euro (259,2 juta dolar AS). Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: IHSG ditutup menguat, dipicu kenaikan harga CPO dan ekspektasi The Fed

Baca juga: Rupiah sore loyo, dipicu potensi terus naiknya harga minyak dunia

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Prancis menguat, Indeks CAC-40 berakhir naik 0,24 persen

Paris (ANTARA) – Bursa saham Prancis berakhir lebih tinggi pada perdagangan Selasa (17/9/2019), dengan indeks acuan CAC-40 di Bursa Efek Paris naik 0,24 persen atau 13,28 poin, menjadi 5.615,51 poin.

Sebanyak 19 saham dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen Indeks CAC-40 berhasil membukukan kenaikan harga.

Produsen minuman suling Prancis Pernod Ricard terangkat 2,53 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan atau blue chips.

Diikuti oleh saham perusahaan listrik multinasional Prancis Engie SA yang bertambah 2,46 persen, serta perusahaan perangkat lunak Eropa Dassault Systems naik 2,25 persen.

Sementara itu, perusahaan penyedia layanan industri minyak dan gas internasional Technipfmc menderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 6,14 persen.

Disusul oleh saham perusahaan produsen cermin multinasional Prancis Compagnie de Saint-Gobain yang kehilangan 2,64 persen, serta perusahaan perbankan Prancis Credit Agricole turun 2,55 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Bursa saham Jerman melemah, Indeks DAX-30 ditutup turun 0,06 persen

Baca juga: IHSG ditutup menguat, dipicu kenaikan harga CPO dan ekspektasi The Fed

Baca juga: Rupiah sore loyo, dipicu potensi terus naiknya harga minyak dunia

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa Efek Singapura rontok, Indeks Straits Times turun 0,65 persen

Singapura (ANTARA) – Bursa Efek Singapura ditutup lebih rendah pada perdagangan Selasa, dengan indeks acuan STI (Straits Times Index) turun 0,65 persen atau 20,93 poin, menjadi 3.183,00 poin.

Sebanyak 1,02 miliar saham berpindah tangan senilai 838,33 juta dolar Singapura (sekitar 608,54 juta dolar AS), dengan jumlah saham turun melebihi yang naik, 224 saham berbanding 154 saham.

Indeks STI turun 0,24 persen atau 7,56 poin, menjadi 3.203,93 poin pada penutupan perdagangan Senin (16/9/2016).

Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: IHSG ditutup menguat, dipicu kenaikan harga CPO dan ekspektasi The Fed

Baca juga: Rupiah sore loyo, dipicu potensi terus naiknya harga minyak dunia

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Malaysia berakhir menguat 0,19 persen

Sebanyak 382 saham berhasil membukukan keuntungan, 510 saham mengalami kerugian dan 377 saham diperdagangkan tidak berubah.

Kuala Lumpur (ANTARA) – Bursa saham Malaysia berakhir lebih tinggi pada perdagangan Selasa, dengan indikator utama Indeks Komposit Kuala Lumpur (KLCI) menguat 0,19 persen atau 3,05 poin, menjadi 1.604,30 poin.

Sementara itu, indeks Emas bertambah 10,36 poin atau 0,09 persen menjadi ditutup pada 11.321,69 poin.

Sebanyak 382 saham berhasil membukukan keuntungan, 510 saham mengalami kerugian dan 377 saham diperdagangkan tidak berubah.

Nilai transaksi meningkat menjadi 2,73 miliar saham senilai 2,18 miliar ringgit Malaysia (521,53 juta dolar AS), dibandingkan dengan 2,10 miliar saham senilai 1,50 miliar ringgit Malaysia (360,58 juta dolar AS) pada Jumat lalu (13/9/2019).

Pasar saham Malaysia ditutup pada Senin (16/9/2019) untuk hari libur publik.

Baca juga: Bursa saham Malaysia ditutup naik tipis
Baca juga: Bursa saham Malaysia ditutup turun 0,08 persen

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Saham China kembali ditutup lebih rendah

Beijing (ANTARA) – Saham-saham China kembali ditutup lebih rendah pada perdagangan Selasa, setelah sehari sebelumnya melemah, dengan Indeks Komposit Shanghai turun 1,74 persen menjadi 2.978,12 poin.

Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua China merosot 1,97 persen menjadi berakhir di 9.722,79 poin.

Nilai transaksi saham dalam kedua indeks tersebut meningkat menjadi 585,9 miliar yuan (sekitar 82,84 miliar dolar AS) dari 581,3 miliar yuan pada hari perdagangan sebelumnya.

Sebagian besar saham mengalami penurunan, dengan jumlah saham turun lebih banyak daripada yang naik, sebesar 1.373 saham terhadap 144 saham di bursa Shanghai dan 1.945 saham berbanding 239 saham di bursa Shenzhen.

Perusahaan-perusahaan sci-tech di sektor elektronik, perangkat lunak dan komunikasi memimpin kerugian. Melawan tren, perusahaan yang terkait dengan urusan publik dan gas alam adalah di antara yang membukukan keuntungan.

Sementara itu, indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq China, jatuh 2,12 persen menjadi ditutup pada 1.677,99 poin.
Baca juga: Saham China dibuka turun memperpanjang kerugian hari sebelumnya
 

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Saham Tokyo ditutup sedikit lebih tinggi terangkat sektor energi

Tokyo (ANTARA) – Saham-saham Tokyo ditutup sedikit lebih tinggi pada perdagangan Selasa karena kenaikan harga minyak mentah telah mengangkat saham-saham energi dan mendorong pasar secara keseluruhan.

Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) bertambah 13,03 poin atau 0,06 persen, dari tingkat penutupan Jumat (13/9/2019) menjadi mengakhiri perdagangan pada 22.001,32 poin.

Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas dari semua saham papan utama di pasar saham Tokyo, menambahkan 4,71 poin atau 0,29 persen menjadi berakhir pada 1.614,58 poin.

Saham-saham pertambangan, minyak dan batu bara, serta saham-saham yang terkait kredit konsumen paling banyak meraih keuntungan pada penutupan perdagangan.

Pasar saham Tokyo ditutup pada Senin (16/9/2019) untuk hari libur nasional.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG ditutup menguat, dipicu kenaikan harga CPO dan ekspektasi The Fed

Jadi besok akan menguat kembali dalam range 6.220-6 280

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup menguat seiring harapan akan diturunkannya suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed).

IHSG ditutup menguat 17,26 poin atau 0,28 persen ke posisi 6.236,69. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 2,68 poin atau 0,27 persen menjadi 985,92.

“Untuk hari ini sentimen positif bagi IHSG datang dari penguatan harga CPO dan ekspektasi The Fed akan menurunkan suku bunga acuannya,” kata Analis Indopremier Sekuritas Mino di Jakarta, Selasa.

Sementara itu, Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan hari ini pasar kembali netral setelah efek kejut dari rencana kenaikan tarif cukai rokok 23 persen pada 2020 pada awal pekan lalu.

“Pasar telah kembali bergerak sebagaimana mestinya. Jadi besok akan menguat kembali dalam range 6.220-6 280,” ujar William.

Dibuka melemah, IHSG tak lama menguat dan terus berada di teritori positif sepanjang hari hingga penutupan perdagangan saham.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual asing bersih atau net foreign sell sebesar Rp585,66 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 571.739 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 14,46 miliar lembar saham senilai Rp8,81 triliun. Sebanyak 213 saham naik, 181 saham menurun, dan 151 saham tidak bergerak nilainya

Sementara itu, bursa saham regional Asia antara lain Indeks Nikkei menguat 13,03 poin (0,06 persen) ke 22.001,32, Indeks Hang Seng melemah 334,31 poin atau 1,23 persen ke 26.790,24, dan Indeks Straits Times melemah 20,93 poin (0,65 persen) ke posisi 3.183.

Baca juga: Bursa saham Australia berbalik arah, berakhir lebih tinggi

Baca juga: Bursa saham Seoul menguat, Indeks KOSPI ditutup naik 0,01 persen

Baca juga: Bursa saham Filipina rontok, Indeks PSE ditutup turun 0,81 persen

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Australia berbalik arah, berakhir lebih tinggi

Sydney (ANTARA) – Bursa saham Australia berakhir lebih tinggi pada perdagangan Selasa, mengabaikan kerugian awal dengan sektor layanan kesehatan dan utilitas memimpin kenaikan.

Indeks acuan S&P/ASX 200 naik 21,80 poin atau 0,33 persen menjadi berakhir di 6.695,30 poin, sedangkan Indeks All Ordinaries yang lebih luas bertambah 19,70 poin atau 0,29 persen menjadi ditutup pada 6.801,70 poin.

Secara keseluruhan, indeks berakhir di wilayah positif untuk sesi kelima berturut-turut, dengan keuntungan luas mengimbangi kerugian oleh sektor pertambangan dan consumer discretionary (konsumen kebutuhan sekunder).

“Fokus pada bagian awal minggu ini tetap pada harga minyak, yang melonjak 14 persen semalam karena serangan pesawat tak berawak di Arab Saudi pada Sabtu (14/9/2019),” kata Analis Pasar Commsec, Steven Daghlian.

“Saham-saham energi naik satu persen tambahan setelah terangkat sekitar empat persen pada Senin (16/9/2019).”

“(Maskapai nasional) Qantas – yang menghabiskan sekitar 2,7 miliar dolar AS untuk bahan bakar setiap tahun – turun sekitar 4,5 persen sejauh minggu ini.”

Di sektor keuangan, saham bank-bank besar Australia bangkit dengan Commonwealth Bank naik 0,67 persen, ANZ naik 0,54 persen, National Australia Bank naik 0,58 persen dan Westpac Bank naik 0,31 persen.

Saham-saham pertambangan sebagian besar lebih rendah dengan BHP turun 1,07 persen, Rio Tinto turun 1,55 persen dan Fortescue Metals turun 0,22 persen, namun penambang emas Newcrest naik 1,01 persen.

Saham produsen-produsen minyak dan gas menguat dengan Oil Search naik 0,39 persen, Santos naik 1,16 persen, dan Woodside Petroleum naik 2,02 persen.

Saham supermarket terbesar Australia meningkat dengan Coles naik 0,20 persen, dan Woolworths naik 1,85 persen.

Sementara itu, raksasa telekomunikasi Telstra tidak berubah, maskapai penerbangan nasional Qantas naik 0,98 persen dan perusahaan biomedis CSL bertambah 1,93 persen.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Seoul menguat, Indeks KOSPI ditutup naik 0,01 persen

Seoul (ANTARA) – Bursa saham Seoul berakhir hampir tidak berubah pada perdagangan Selasa, dengan indikator utama Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) naik tipis 0,01 persen atau 0,11 poin, menjadi 2.062,33 poin.

Volume perdagangan mencapai 497 juta saham senilai 4,4 triliun won (3,7 miliar dolar AS).

Mata uang Korea Selatan berakhir pada 1.190,7 won terhadap greenback, turun 7,6 won dari tingkat penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Baca juga: Bursa saham Australia berbalik arah, berakhir lebih tinggi

Baca juga: Rupiah diprediksi melemah hari ini, dipicu sentimen negatif global

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Filipina rontok, Indeks PSE ditutup turun 0,81 persen

Manila (ANTARA) – Bursa saham Filipina ditutup lebih rendah pada perdagangan Selasa, dengan indikator utama Bursa Efek Filipina, indeks komposit PSE, melemah 0,81 persen atau 64,67 poin menjadi 7.932,23 poin.

Sementara itu, indeks seluruh saham turun 28,85 poin atau 0,60 persen, menjadi berakhir di 4.794,20 poin.

Volume perdagangan mencapai 720,07 juta saham senilai 5,21 miliar peso (99,61 juta dolar AS), dengan 73 saham berhasil meraih keuntungan, 126 saham mengalami kerugian, sementara 45 saham ditutup tidak berubah.

Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Bursa saham Australia berbalik arah, berakhir lebih tinggi

Baca juga: Bursa saham Seoul menguat, Indeks KOSPI ditutup naik 0,01 persen

Baca juga: Rupiah diprediksi melemah hari ini, dipicu sentimen negatif global

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG melemah seiring kekhawatiran geopolitik Timur Tengah

Kondisi global yang belum kondusif, akibat kekhawatiran risiko geopolitik akan menjadi sentimen negatif bagi pergerakan indeks

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa pagi dibuka melemah seiring kekhawatiran pasar terhadap kondisi geopolitik di Timur Tengah pascaserangan terhadap ladang minyak Arab Saudi.

IHSG dibuka melemah 4,2 poin atau 0,07 persen ke posisi 6.215,24. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 1,8 poin atau 0,18 persen menjadi 981,45.

Baca juga: IHSG Senin dibuka melemah 72,56 poin

Baca juga: IHSG pada Senin dibuka lanjutkan penguatan

“Kondisi global yang belum kondusif, akibat kekhawatiran risiko geopolitik akan menjadi sentimen negatif bagi pergerakan indeks,” kata Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi di Jakarta, Selasa.

Tak hanya itu, lanjut Lanjar, aksi jual bersih asing yang masih berlanjut juga akan menjadi pemberat pergerakan indeks hari ini.

“Sehingga kami perkirakan IHSG akan bergerak cenderung melemah diikuti dengan aksi profit taking,” ujar Lanjar.

Bursa saham Asia sendiri pagi ini melemah di tengah kekhawatiran investor tentang risiko geopolitik dan ekonomi global.

Baca juga: IHSG pekan ini berpeluang menguat

Koalisi militer pimpinan Saudi yang memerangi gerakan Houthi dari Yaman mengatakan serangan terhadap ladang minyak Arab Saudi dilakukan dengan senjata Iran. Hal tersebut serta merta meningkatkan prospek konflik global yang melibatkan AS dan Iran.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei melemah 26,82 poin (0,12 persen) ke 21.961,47, indeks Hang Seng melemah 264,16 poin atau 0,97 persen ke 26.860,39, dan indeks Straits Times melemah 11,77 poin (0,37 persen) ke posisi 3.192,16.

Baca juga: IHSG ditutup menguat ikuti kenaikan bursa saham Asia
 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG Selasa dibuka melemah 4,2 poin

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa dibuka melemah 4,2 poin atau 0,07 persen ke posisi 6.215,24.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 1,8 poin atau 0,18 persen menjadi 981,45.

Baca juga: Wall Street anjlok menyusul serangan terhadap fasilitas minyak Saudi
Baca juga: IHSG ditutup melemah terimbas kondisi geopolitik di Timur Tengah

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Saham China dibuka turun memperpanjang kerugian hari sebelumnya

Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua China dibuka 0,28 persen lebih rendah menjadi diperdagangkan pada posisi 9.890,59

Beijing (ANTARA) – Saham-saham China dibuka lebih rendah pada Selasa pagi, memperpanjang kerugian hari sebelumnya dengan Indeks Komposit Shanghai turun 0,23 persen menjadi diperdagangkan pada posisi 3.023,71.

Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua China dibuka 0,28 persen lebih rendah menjadi diperdagangkan pada posisi 9.890,59.

Baca juga: Saham China ditutup lebih rendah pada Senin

Baca juga: Saham China ditutup lebih rendah untuk hari kedua berturut-turut

Sementara itu, Indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq China, kehilangan 0,21 persen menjadi dibuka pada 1.710,77.

Indeks ChiNext, bersama dengan Indeks Komponen Shenzhen dan Indeks Papan SME (perusahaan kecil dan menengah) Shenzhen, mencerminkan kinerja saham yang tercatat di Bursa Efek Shenzhen.

Baca juga: Saham China berakhir naik setelah dua hari beruntun turun

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Hong Kong dibuka 0,67 persen lebih rendah

Indeks Hang Seng melemah 0,67 persen atau 181,59 poin menjadi 26.942,96 poin

Hong Kong (ANTARA) – Bursa saham Hong Kong dibuka lebih rendah pada Selasa pagi, dengan indikator utama Indeks Hang Seng (HSI) melemah 0,67 persen atau 181,59 poin, menjadi diperdagangkan di 26.942,96 poin.

Indeks HSI turun 0,83 persen atau 228,14 poin menjadi 27.124,55 poin pada penutupan perdagangan Senin (16/9/2019), dengan nilai transaksi mencapai 81,38 miliar dolar Hong Kong (sekitar 10,41 miliar dolar AS), sebut Xinhua.

Baca juga: IHSG Selasa dibuka melemah 4,2 poin
Baca juga: Bursa saham Seoul dibuka melemah, indeks KOSPI turun 0,22 persen
Baca juga: Saham Tokyo dibuka melemah setelah serangan terhadap minyak Saudi

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Seoul dibuka melemah, indeks KOSPI turun 0,22 persen

Indeks KOSPI turun 0,22 persen atau 4,45 poin menjadi 2,057,77 poin

Seoul (ANTARA) – Bursa saham Seoul dibuka lebih rendah pada Senin pagi, dengan indikator utama Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) turun 0,22 persen atau 4,45 poin, menjadi 2,057,77 poin dalam 15 menit pertama perdagangan.

Mata uang Korea Selatan dikutip pada 1.186,5 won terhadap dolar AS, turun 3,5 won dari tingkat penutupan perdagangan hari sebelumnya, sebut Xinhua.

Indeks KOSPI naik 13,02 poin atau 0,64 persen menjadi 2.062,22 poin pada penutupan perdagangan Senin (16/9/2019), dengan volume perdagangan mencapai 478,9 juta saham senilai 5,3 triliun won (4,5 miliar dolar AS).

Baca juga: Saham Tokyo dibuka melemah setelah serangan terhadap minyak Saudi
Baca juga: Indeks FTSE-100 Inggris ditutup melemah 0,63 persen
Baca juga: Bursa Jerman berakhir turun, indeks DAX-30 melemah 0,71 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar saham Australia dibuka turun dengan kerugian meluas

Indeks acuan S&P/ASX 200 turun 9,20 poin atau 0,25 persen menjadi 3.699,50 poin

Sydney (ANTARA) – Pasar saham Australia dibuka lebih rendah pada perdagangan Selasa pagi, dengan kerugian meluas mengimbangi kenaikan moderat saham-saham minyak.

Pada pukul 10.30 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 9,20 poin atau 0,25 persen menjadi diperdagangkan di 3.699,50 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas turun 14,30 poin atau 0,21 persen pada 6.767,70 poin.

Saham-saham minyak terus reli karena lonjakan harga setelah serangan akhir pekan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi.

Namun, secara keseluruhan pasar cenderung menurun tajam dengan sektor material dan consumer discretionaries diskresi menyebabkan kerugian.

“Pengumuman perjanjian perdagangan terbatas atas tarif pertanian, industri dan perdagangan digital antara Jepang dan AS dapat mendukung sentimen,” kata kepala strategi pasar CMC Markets, Michael McCarthy, dikutip dari Xinhua.

“Pakta yang membicarakan tidak hanya menghapus lonjakan kecepatan global, tapi juga meningkatkan harapan kesepakatan dengan China.”

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia bervariasi dengan Commonwealth Bank turun 0,10 persen, ANZ turun 0,25 persen, National Australia Bank naik 0,07 persen dan Westpac Bank turun 0,17 persen.

Saham-saham pertambangan sebagian besar lebih rendah dengan BHP turun 1,31 persen, Rio Tinto turun 1,48 persen dan Fortescue Metals turun 0,78 persen, namun penambang emas Newcrest naik 0,26 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas melonjak dengan Oil Search naik 1,16 persen, Santos naik 1,42 persen, dan Woodside Petroleum naik 1,77 persen.

Supermarket terbesar Australia beragam dengan Coles turun 0,17 persen, dan Woolworths naik 1,21 persen.

Sementara itu, raksasa telekomunikasi Telstra melemah 0,98 persen, perusahaan penerbangan nasional Qantas kehilangan 0,16 persen dan perusahaan biomedis CSL naik 0,25 persen.

Baca juga: Bursa saham Seoul dibuka melemah, indeks KOSPI turun 0,22 persen
Baca juga: Saham Tokyo dibuka melemah setelah serangan terhadap minyak Saudi
Baca juga: Indeks FTSE-100 Inggris ditutup melemah 0,63 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Saham Tokyo dibuka melemah setelah serangan terhadap minyak Saudi

Indeks Nikkei kehilangan 37,59 poin atau 0,17 persen menjadi 21.950,70 poin

Tokyo (ANTARA) – Saham-saham Tokyo dibuka lebih rendah pada perdagangan Selasa pagi, karena meningkatnya kekhawatiran atas kenaikan harga minyak mentah dan pasokan di waktu mendatang menyusul serangan pesawat tanpa awak terhadap fasilitas minyak Saudi selama akhir pekan.

Pada pukul 09.15 waktu setempat, indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) kehilangan 37,59 poin atau 0,17 persen, dari tingkat penutupan Jumat (13/9/2019), menjadi diperdagangkan di 21.950,70 poin. Pasar Tokyo ditutup pada Senin (16/9/2019) untuk hari libur publik.

Sementara itu, sebut Xinhua, indeks Topix yang lebih luas dari semua saham papan utama di pasar saham Tokyo, turun 0,61 poin atau 0,04 persen, menjadi diperdagangkan pada 1.609,26 poin.

Saham-saham transportasi laut, transportasi udara, serta yang terkait bubur kayu dan kertas paling banyak mengalami penurunan pada menit-menit pembukaan setelah bel perdagangan pagi.

Baca juga: Indeks IBEX-35 Spanyol berakhir turun 0,94 persen
Baca juga: Indeks FTSE-100 Inggris ditutup melemah 0,63 persen

Baca juga: Bursa Jerman berakhir turun, indeks DAX-30 melemah 0,71 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wall Street anjlok menyusul serangan terhadap fasilitas minyak Saudi

Indeks Dow Jones turun 142,70 poin atau 0,52 persen menjadi 27.076,82 poin

New York (ANTARA) – Saham-saham di Wall Street sebagian besar jatuh pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena sentimen pasar dipengaruhi oleh serangan pesawat tanpa awak terhadap fasilitas minyak di Arab Saudi selama akhir pekan.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 142,70 poin atau 0,52 persen, menjadi ditutup di 27.076,82 poin. Indeks S&P 500 berkurang 9,43 poin atau 0,31 persen, menjadi berakhir di 2.997,96 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup 23,17 poin atau 0,28 persen lebih rendah, menjadi 8.153,54 poin.

Dikutip dari Xinhua, delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih rendah, dengan sektor material dan consumer discretionary masing-masing turun 1,63 persen dan 1,31 persen, memimpin kerugian. Namun sektor energi, melonjak 3,29 persen, mengungguli sektor sisanya.

Harga minyak naik secara signifikan pada perdagangan Senin (16/9/2019) karena serangan akhir pekan lalu di ladang minyak Saudi menyebabkan gangguan produksi minyak di wilayah tersebut, yang juga meningkatkan kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

Bahkan lonjakan sementara harga minyak dapat mengganggu, terutama pada saat ekonomi global sudah menunjukkan kelemahan dari penyebab lain, catat beberapa ahli.

Saham General Motors ditutup jatuh 4,25 persen di tengah pemogokan setelah negosiasi kontrak antara pembuat mobil dan Serikat Pekerja Otomotif (United Auto Workers) gagal mencapai kesepakatan.

Sementara itu, Wall Street sedang menunggu pengumuman terbaru Federal Reserve AS tentang suku bunga, yang dijadwalkan pada Rabu sore (18/9/2019) waktu setempat.

Baca juga: Indeks IBEX-35 Spanyol berakhir turun 0,94 persen
Baca juga: Indeks FTSE-100 Inggris ditutup melemah 0,63 persen
Baca juga: Bursa Jerman berakhir turun, indeks DAX-30 melemah 0,71 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wall Street jatuh menyusul serangan terhadap fasilitas minyak Saudi

Indeks Dow Jones turun 142,70 poin atau 0,52 persen menjadi 27.076,82 poin

New York (ANTARA) – Saham-saham di Wall Street sebagian besar jatuh pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena sentimen pasar dipengaruhi oleh serangan pesawat tanpa awak terhadap fasilitas minyak di Arab Saudi selama akhir pekan.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 142,70 poin atau 0,52 persen, menjadi ditutup di 27.076,82 poin. Indeks S&P 500 berkurang 9,43 poin atau 0,31 persen, menjadi berakhir di 2.997,96 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup 23,17 poin atau 0,28 persen lebih rendah, menjadi 8.153,54 poin.

Dikutip dari Xinhua, delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih rendah, dengan sektor material dan consumer discretionary masing-masing turun 1,63 persen dan 1,31 persen, memimpin kerugian. Namun sektor energi, melonjak 3,29 persen, mengungguli sektor sisanya.

Harga minyak naik secara signifikan pada perdagangan Senin (16/9/2019) karena serangan akhir pekan lalu di ladang minyak Saudi menyebabkan gangguan produksi minyak di wilayah tersebut, yang juga meningkatkan kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

Bahkan lonjakan sementara harga minyak dapat mengganggu, terutama pada saat ekonomi global sudah menunjukkan kelemahan dari penyebab lain, catat beberapa ahli.

Saham General Motors ditutup jatuh 4,25 persen di tengah pemogokan setelah negosiasi kontrak antara pembuat mobil dan Serikat Pekerja Otomotif (United Auto Workers) gagal mencapai kesepakatan.

Sementara itu, Wall Street sedang menunggu pengumuman terbaru Federal Reserve AS tentang suku bunga, yang dijadwalkan pada Rabu sore (18/9/2019) waktu setempat.

Baca juga: Indeks IBEX-35 Spanyol berakhir turun 0,94 persen
Baca juga: Indeks FTSE-100 Inggris ditutup melemah 0,63 persen
Baca juga: Bursa Jerman berakhir turun, indeks DAX-30 melemah 0,71 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indeks FTSE-100 Inggris ditutup melemah 0,63 persen

Prudential, sebuah perusahaan asuransi jiwa dan jasa keuangan multinasional Inggris, mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya jatuh 3,46 persen

London (ANTARA) – Saham-saham Inggris ditutup lebih rendah pada perdagangan Senin (16/9/2019), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London melemah 0,63 persen atau 46,05 poin, menjadi 7.321,41.

Prudential, sebuah perusahaan asuransi jiwa dan jasa keuangan multinasional Inggris, mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya jatuh 3,46 persen.

Baca juga: Bursa saham Inggris berakhir naik, indek FTSE-100 menguat 0,31 persen

Baca juga: Indeks FTSE-100 Inggris berakhir naik tipis 0,09 persen

Disusul oleh saham perusahaan pembuat dan pertambangan baja multinasional yang terintegrasi secara vertikal Evraz, yang harga sahamnya merosot 3,25 persen, serta perusahaan teknik berbasis di Inggris, Rolls-Royce Holdings, turun 3,15 persen

Di sisi lain, BP, perusahaan minyak dan gas multinasional Inggris, melonjak 4,00 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan.

Diikuti oleh saham perusahaan industri jasa telekomunikasi BT Group serta perusahaan minyak dan gas multinasional Royal Dutch Shell PLC, yang masing-masing meningkat 3,38 persen dan 2,12 persen.

Baca juga: Bursa saham Inggris ditutup menguat, indeks FTSE-100 naik 0,44 persen
 

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indeks IBEX-35 Spanyol berakhir turun 0,94 persen

Perusahaan telekomunikasi Cellnex Telecom mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya jatuh 3,30 persen

Madrid (ANTARA) – Saham-saham Spanyol berakhir lebih rendah pada perdagangan Senin (16/9/2019), dengan indeks acuan IBEX-35 di Bursa Efek Madrid turun 0,94 persen atau 85,90 poin, menjadi 9.052,00 setelah dibuka di 9.137,90.

Sebanyak 27 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks IBEX-35 mencatat penurunan harga.

Baca juga: Indeks IBEX-35 Spanyol ditutup 0,61 persen lebih tinggi

Baca juga: Indeks IBEX-35 Spanyol ditutup 0,25 persen lebih tinggi

Perusahaan telekomunikasi Cellnex Telecom mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya jatuh 3,30 persen.

Diikuti oleh saham bank tabungan Bankinter yang berkurang 2,79 persen, serta saham perusahaan asuransi Mapfre SA kehilangan 2,33 persen.

Sementara itu, perusahaan industri CIE Automotive membukukan hasil terbaik (top gainer) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya terangkat 1,83 persen.

Disusul oleh saham perusahaan produsen selulosa dan energi bersih ENCE Celulosa y Energia yang menguat 1,40 persen, serta raksasa petrokimia Repsol naik 1,07 persen.

Baca juga: Bursa saham Spanyol melemah, Indeks IBEX-35 ditutup turun 18,70 poin
 

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa Jerman berakhir turun, indeks DAX-30 melemah 0,71 persen

Indeks DAX-30 turun 0,71 persen atau 88,22 poin menjadi 12.380,31 poin

Frankfurt (ANTARA) – Saham-saham Jerman berakhir lebih rendah pada perdagangan Senin (16/9/2019), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt turun 0,71 persen atau 88,22 poin, menjadi 12.380,31 poin.

Maskapai penerbangan Jerman Lufthansa kehilangan 2,84 persen, mencatat kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips.

Diikuti oleh saham perusahaan bahan bangunan multinasional HeidelbergCement dan bank terkemuka Jerman Deutsche Bank, yang masing-masing merosot sebesar 2,72 persen dan 2,08 persen.

Sementara itu, sebut Xinhua, perusahaan penyedia teknologi internet dan jasa keuangan global Wirecard bertambah 2,54 persen, menjadi peraih keuntungan teratas (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham kelompok perusahaan energi E.ON dan perusahaan farmasi Merck, yang masing-masing naik 0,96 persen dan 0,48 persen.

Kelompok perusahaan kimia BASF adalah saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang hari, dengan nilai transaksi mencapai 210,3 juta euro (231,9 juta dolar AS).

Baca juga: Bursa saham Hong Kong berakhir melemah 0,83 persen
Baca juga: Saham China ditutup lebih rendah pada Senin

Baca juga: IHSG ditutup melemah terimbas kondisi geopolitik di Timur Tengah

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Singapura ditutup 0,24 persen lebih rendah

Singapura (ANTARA) – Bursa saham Singapura ditutup lebih rendah pada perdagangan Senin, dengan indeks acuan STI (Straits Times Index) turun 0,24 persen atau 7,56 poin menjadi 3.203,93 poin.

Total 989,26 juta saham berpindah tangan senilai 752,49 juta dolar Singapura (sekitar 547,94 juta dolar AS), dengan jumlah saham turun melebihi yang naik, sebanyak 227 saham berbanding 169 saham.

Indeks STI bertambah 0,52 persen atau 16,53 poin, menjadi 3.211,49 poin pada penutupan perdagangan Jumat lalu (13/9/2019).
Baca juga: Bursa saham Singapura berakhir menguat 0,52 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Saham Seoul naik karena kekhawatiran sengketa dagang global mereda

Indeks KOSPI naik 13,02 poin atau 0,64 persen menjadi berakhir di 2.062,22 poin

Seoul (ANTARA) – Saham-saham Seoul berakhir lebih tinggi pada perdagangan Senin, karena meredanya kekhawatiran atas sengketa perdagangan global memberikan sentimen positif bagi pasar.

Saham-saham Korsel mencatat keuntungan untuk hari ketujuh berturut-turut, dengan indikator utama Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) naik 13,02 poin atau 0,64 persen, menjadi berakhir di 2.062,22 poin.

Volume perdagangan mencapai 478,9 juta saham senilai 5,3 triliun won (4,5 miliar dolar AS).

KOSPI, yang ditutup pada perdagangan Kamis dan Jumat lalu untuk liburan Chuseok, mengambil awal yang kuat dan melayang di wilayah positif sepanjang sesi.

Dilansir Xinhua, sentimen bullish datang karena kekhawatiran melemah tentang sengketa perdagangan global selama periode liburan di pasar saham global, memulihkan selera terhadap aset berisiko.

Investor institusi adalah pembeli bersih, membantu KOSPI terus mendapatkan dasar untuk sesi ketujuh berturut-turut. Investor asing dan ritel adalah penjual bersih di bursa utama.

Saham-saham berkapitalisasi besar berakhir bervariasi. Pembuat baja terkemuka POSCO naik 0,9 persen, dan perusahaan kimia terkemuka LG Chem naik 0,2 persen. Mesin pencari yang paling banyak digunakan Naver bertambah 0,7 persen, dan perusahaan biofarmasi terbesar Celltrion naik 0,9 persen.

Pemimpin pasar Samsung Electronics kehilangan 0,1 persen, dan raksasa chip memori SK Hynix turun 3,8 persen. Pembuat mobil No.1 Hyundai Motor turun 0,8 persen, dan pembuat suku cadang mobil terbesar Hyundai Mobis turun 1,2 persen.

Mata uang Korea Selatan berakhir pada 1.183,1 won terhadap greenback, naik 7,9 won dari penutupan hari perdagangan sebelumnya.

Baca juga: Pasar saham Australia berakhir datar meski harga minyak melonjak
Baca juga: Saham Filipina ditutup naik tipis 0,06 persen
Baca juga: Bursa saham Hong Kong dibuka 0,51 persen lebih rendah

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Saham China ditutup lebih rendah pada Senin

Indeks Shanghai turun tipis 0,02 persen menjadi 3.030,75 poin

Beijing (ANTARA) – Saham-saham China ditutup lebih rendah pada perdagangan Senin, dengan Indeks Komposit Shanghai turun tipis 0,02 persen, menjadi 3.030,75 poin.

Sementara itu, sebut Xinhua, Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua China berakhir sedikit melemah 0,02 persen, menjadi 9.918,09 poin.

Sementara itu, indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq China, kehilangan 0,22 persen menjadi ditutup pada 1.714,37 poin.

Indeks ChiNext, bersama dengan Indeks Komponen Shenzhen dan Indeks Papan SME (perusahaan kecil dan menengah) Shenzhen, mencerminkan kinerja saham yang tercatat di Bursa Efek Shenzhen.

Baca juga: IHSG ditutup melemah terimbas kondisi geopolitik di Timur Tengah
Baca juga: Saham Seoul naik karena kekhawatiran sengketa dagang global mereda
Baca juga: Pasar saham Australia berakhir datar meski harga minyak melonjak

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Hong Kong berakhir melemah 0,83 persen

Indeks Hang Seng melemah 0,83 persen atau 228,14 poin menjadi 27.124,55 poin

Hong Kong (ANTARA) – Bursa saham Hong Kong berakhir lebih rendah pada perdagangan Senin, dengan indikator utama Indeks Hang Seng (HSI) melemah 0,83 persen atau 228,14 poin, menjadi 27.124,55 poin.

Indeks Hang Seng diperdagangkan berkisar antara terendah 26.976,3 poin hingga tertinggi 27.212,89 poin, dengan nilai transaksi mencapai 81,38 miliar dolar Hong Kong (sekitar 10,41 miliar dolar AS), dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Saham China ditutup lebih rendah pada Senin
Baca juga: IHSG ditutup melemah terimbas kondisi geopolitik di Timur Tengah
Baca juga: Saham Seoul naik karena kekhawatiran sengketa dagang global mereda

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar saham Australia berakhir datar meski harga minyak melonjak

Indeks S&P/ASX 200 naik tipis 1,10 poin atau 0,016 persen menjadi 6.670,30 poin

Sydney (ANTARA) – Saham-saham Australia berakhir cenderung datar pada perdagangan Senin, meskipun terjadi lonjakan pada harga minyak karena kenaikan saham sektor energi mengimbangi kerugian di sebagian besar indeks.

Pada penutupan pasar, indeks acuan S&P/ASX 200 naik tipis 1,10 poin atau 0,016 persen menjadi 6.670,30 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas bertambah 1,80 poin atau 0,027 persen pada 6.778,90 poin.

Saham-saham energi memimpin kenaikan dengan perusahaan minyak melonjak karena harga komoditas yang jauh lebih baik, sementara sektor material juga meningkat.

Sementara itu sektor industri anjlok serta sektor teknologi, komunikasi, keuangan dan utilitas sangat tertekan.

Di sektor keuangan, sebut Xinhua, bank-bank besar Australia jatuh dengan Commonwealth Bank turun 0,72 persen, ANZ turun 1,04 persen, National Australia Bank turun 0,21 persen dan Westpac Bank turun 0,62 persen.

Saham-saham pertambangan beragam dengan BHP terangkat 3,42 persen, Rio Tinto naik 0,83 persen, Fortescue Metals turun 0,55 persen dan penambang emas Newcrest naik 3,52 persen.

Produsen minyak dan gas naik tajam dengan Oil Search melonjak 6,34 persen, Santos melompat 5,01 persen, dan Woodside Petroleum melambung 4,50 persen.

Supermarket terbesar Australia bervariasi dengan Coles naik 0,34 persen, dan Woolworths turun 0,71 persen.

Sementara raksasa telekomunikasi Telstra turun 1,11 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas anjlok 4,38 persen dan perusahaan biomedis CSL naik tipis 0,06 persen.

Baca juga: IHSG pekan ini berpeluang menguat
Baca juga: Saham China dibuka menguat setelah libur panjang akhir pekan
Baca juga: Pasar saham Australia dibuka lebih rendah dengan kerugian luas

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Saham Filipina ditutup naik tipis 0,06 persen

Manila (ANTARA) – Saham-saham Filipina ditutup sedikit lebih tinggi pada perdagangan Senin, dengan indikator utama Bursa Efek Filipina, indeks komposit PSE, naik tipis 0,06 persen atau 4,58 poin, menjadi 7.996,90 poin.

Sementara itu, indeks seluruh saham bertambah hanya 0,08 poin atau 0,002 persen, menjadi berakhir di 4.823,05 poin.

Volume perdagangan mencapai 942,23 juta saham senilai 4,97 miliar peso (95,83 juta dolar AS), dengan 68 saham berhasil membukukan keuntungan, 131 saham mengalami kerugian, sementara 47 saham ditutup tak berubah.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BPS: daya beli buruh terjaga pada Agustus 2019

Ini menandakan bahwa daya beli buruh pada Agustus 2019 terjaga.

Jakarta (ANTARA) – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan bahwa daya beli buruh terjaga pada Agustus 2019 yang tercermin dari upah nominal harian buruh tani nasional yang naik sebesar 0,22 persen dibandingkan Juli 2019, yaitu menjadi Rp54.354 dari Rp54.237 per hari.

“Ini menandakan bahwa daya beli buruh pada Agustus 2019 terjaga,” katanya di Jakarta, Senin.

Sementara itu, upah riil buruh pertanian juga naik sebesar 0,13 persen dibanding Juli 2019, yaitu menjadi Rp37.904 dari Rp37.856.

Kenaikan juga terjadi pada upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Agustus 2019 yang naik 0,14 persen dibanding upah Juli 2019, yaitu menjadi Rp89.063 dari Rp88.939 per hari. Upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,02 persen.

Rata-rata upah nominal buruh potong rambut wanita per kepala pada Agustus 2019 dibanding Juli 2019 mengalami kenaikan sebesar 2,22 persen, yaitu menjadi Rp28.372 dari Rp27.756. Upah riil Agustus 2019 dibanding Juli 2019 naik sebesar 2,10 persen, yaitu menjadi Rp20.449 dari Rp20.028.

Sementara itu, rata-rata upah nominal pembantu rumah tangga per bulan pada Agustus 2019 dibanding Juli 2019 mengalami kenaikan sebesar 0,26 persen, yaitu menjadi Rp415.422 dari Rp414.345. Upah riil Agustus 2019 dibanding Juli 2019 naik sebesar 0,14 persen, yaitu dari Rp298.972,00 menjadi Rp299.403,00.

Upah nominal buruh adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.

“Upah riil buruh menggambarkan daya beli dari pendapatan atau upah yang diterima buruh,” jelas Kecuk.

Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan.
Baca juga: KSPI: Kenaikan tarif BPJS Kesehatan turunkan daya beli masyarakat

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dolar jatuh setelah serangan terhadap fasilitas minyak Saudi

Harga minyak melonjak lebih dari 15 persen setelah serangan terhadap dua pabrik, termasuk fasilitas pemrosesan minyak bumi terbesar di dunia di Abqaiq, mengurangi lebih dari lima persen pasokan minyak global.

Singapura (ANTARA) – Kurs dolar AS jatuh, sedangkan mata uang safe-haven dan mata uang negara-negara penghasil minyak menguat pada perdagangan Senin pagi, menyusul serangan terhadap fasilitas penyulingan minyak Arab Saudi yang mengganggu pasokan minyak global dan meningkatkan ketegangan di Timur Tengah.

Harga minyak melonjak lebih dari 15 persen setelah serangan terhadap dua pabrik, termasuk fasilitas pemrosesan minyak bumi terbesar di dunia di Abqaiq, mengurangi lebih dari lima persen pasokan minyak global.

Kelompok Houthi yang sejajar dengan Iran mengklaim bertanggung jawab atas kerusakan itu, tetapi AS telah mengarahkan jari ke Iran.

Dolar Kanada naik 0,5 persen dalam perdagangan pagi di Asia menjadi 1,3224 per dolar AS, dan Krone Norwegia naik hampir 0,6 persen menjadi 8,9363 per dolar AS.

Kedua mata uang ini sering bergerak bersama dengan harga minyak karena negara-negara tersebut adalah eksportir minyak utama.

Serangan-serangan itu menghapus selera risiko yang sangat besar minggu lalu dan mendorong Presiden AS Donald Trump mencuit bahwa Amerika Serikat “siap sepenuhnya” untuk menanggapi serangan tersebut.

Mata uang safe-haven yen Jepang dan franc Swiss masing-masing terangkat setidaknya 0,3 persen terhadap dolar AS. Yen mencapai 107,60 per dolar AS dan franc menyentuh 0,9871 dolar AS. Sementara emas melonjak satu persen.

Baca juga: Rupiah Senin pagi melemah 43 poin

Terhadap sekeranjang mata uang, dolar AS melemah 0,2 persen menjadi 98,053.

“Jika itu bagian dari alasan penurunan minyak minggu lalu dan peningkatan sentimen risiko geopolitik adalah berita pemecatan John Bolton … dan pemikiran ini adalah pendahulu untuk beberapa bentuk pemulihan hubungan antara Trump dan Iran, maka itu tidak valid lagi,” kata Ray Attrill, kepala strategi valas di National Australia Bank di Sydney.

Di luar minyak, pasar mata uang sedang menunggu hasil pertemuan bank sentral di AS dan Jepang minggu ini serta data ekonomi penting di Australia dan Selandia Baru yang dapat menentukan prospek suku bunga di Antipodes (Australia dan SElandia Baru)

Banyak selera risiko yang dipamerkan pekan lalu didorong oleh tanda-tanda mencairnya ketegangan perdagangan AS-China, dengan kedua belah pihak menawarkan kedamaian menjelang pembicaraan perdagangan bulan depan.

Namun dengan sedikit tanda kemajuan yang solid, sentimen tetap rapuh.

“Risiko geopolitik dan retorika bank sentral tetap menjadi pendorong utama risiko minggu ini,” analis Australia and New Zealand Banking Group mengatakan dalam sebuah catatan.

Di Amerika Serikat, investor yang telah mulai memangkas ekspektasi untuk penurunan suku bunga Federal Reserve AS pada Rabu (18/9/2019) sekarang suku bunga tertentu akan turun dan hanya dibagi atas berapa banyak.

Pasar juga memperkirakan bank sentral Jengan, Bank of Japan (BOJ), akan mendorong suku bunga lebih jauh ke wilayah negatif, dengan sepertiga ekonom yang disurvei oleh Reuters pekan lalu memperkirakan stimulus akan meningkat.
Baca juga: Harga minyak melonjak usai serangan terhadap fasilitas Saudi

Pasar Jepang tutup pada Senin untuk hari libur umum.

Perdana menteri China pada Senin mengatakan mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional di atas enam persen, sulit dicapa di tengah beban proteksionisme.

Angka penjualan ritel dan produksi industri pada Senin kemungkinan akan memberikan wawasan lebih lanjut tentang kesehatan ekonomi terbesar kedua di dunia. Yuan China datar di perdagangan pagi hari di lepas pantai.

Pound menahan kenaikan pekan lalu, karena kekhawatiran Inggris tersingkir dari Uni Eropa tanpa kesepakatan perceraian surut, sementara laporan berita pada Jumat (13/9/2019) juga meningkatkan harapan bahwa kesepakatan dapat diamankan pada 31 Oktober.

Mata uang Inggris stabil di bawah level tertinggi sejak 25 Juli di 1,2491 dolar AS. Euro stabil di 1,1077 dolar AS.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Saham China dibuka menguat setelah libur panjang akhir pekan

Indikator utama Indeks Komposit Composite dibuka menguat 0,35 persen menjadi diperdagangkan pada 3.041,92 poin

Beijing (ANTARA) – Saham-saham China dibuka lebih tinggi pada perdagangan Senin pagi, setelah libur panjang akhir pekan festival tengah musim gugur yang digelar pada 13-15 September 2019.

Indikator utama Indeks Komposit Composite dibuka menguat 0,35 persen menjadi diperdagangkan pada 3.041,92 poin, sementara Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua China, dibuka naik 0,33 persen menjadi diperdagangkan di 9.952,33 poin.

Sementara itu, indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq China, bertambah 0,31 persen menjadi dibuka pada 1.715,92 poin.

Indeks ChiNext, bersama dengan Indeks Komponen Shenzhen dan Indeks Papan SME (perusahaan kecil dan menengah) Shenzhen, mencerminkan kinerja saham yang tercatat di Bursa Efek Shenzhen.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Yuan naik jadi 7,0657 terhadap dolar setelah libur panjang akhir pekan

Yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan

Beijing (ANTARA) – Kurs tengah nilai tukar mata uang China renminbi atau yuan menguat setelah libur panjang akhir pekan, naik 189 basis poin menjadi 7,0657 poin terhadap dolar AS pada Senin, menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China.

Di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Kurs tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antarbank pada setiap hari kerja.

Baca juga: Yuan melemah, setelah tiga hari beruntun menguat
Baca juga: Yuan perpanjang penguatan, naik tiga poin jadi 7,0843 terhadap dolar

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG pekan ini berpeluang menguat

Pernyataan IMF dapat meredakan kekhawatiran pelaku pasar global selama ini akan ancaman krisis termasuk juga pelaku pasar di dalam negeri

Jakarta (ANTARA) – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan ini berpeluang menguat didukung sentimen positif dari domestik dan eksternal.

IHSG Senin pagi dibuka melemah 72,56 poin atau 1,15 persen ke posisi 6.262,29. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 7,21 poin atau 0,73 persen menjadi 985,04.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Senin, mengatakan, pernyataan Dana Moneter Internasional (IMF) yang menegaskan dunia masih jauh dari resesi, menjadi sentimen positif bagi pasar.

Baca juga: IHSG akhir pekan ditutup melanjutkan pelemahan

“Pernyataan IMF dapat meredakan kekhawatiran pelaku pasar global selama ini akan ancaman krisis termasuk juga pelaku pasar di dalam negeri,” ujar Alfiansyah.

Selain itu, lanjutnya, perkiraan neraca perdagangan yang surplus pada Agustus dapat menambah katalis positif bagi IHSG pada perdagangan di pekan ini, sekaligus mengantarkan peluang bergerak ke zona hijau.

IMF menilai, dunia masih jauh dari resesi, meski ketegangan antara AS dan China memang membebani pertumbuhan di seluruh dunia.

IMF menyatakan bahwa perang dagang membawa pelemahan bagi ekonomi global, namun hanya 0,8 persen dari “output” ekonomi dunia di 2020.

Kendati, aktivitas manufaktur lemah, sisi lain ketahanan di sektor jasa dan kepercayaan konsumen terus meningkat.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Hang Seng melemah 235,73 poin atau 0,86 persen ke 27.116,96 dan indeks Straits Times melemah 10,8 poin (0,34 persen) ke posisi 3.200,69.

Baca juga: IHSG Senin dibuka melemah 72,56 poin
Baca juga: IHSG dibuka menguat seiring ketegangan perang dagang mereda

 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Harga minyak melonjak usai serangan terhadap fasilitas Saudi

Ini akan membuat minyak mentah Brent menguji tanda 70 dolar AS per barel dalam jangka pendek

Seoul (ANTARA) – Harga minyak melonjak diperdagangan Asia pada Senin pagi, mencapai level tertinggi sejak Mei pada pembukaan, di tengah kekhawatiran gangguan pasokan menyusul serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi pada Sabtu (14/9/2019) yang memotong lebih dari lima persen pasokan minyak global.

Patokan internasional minyak mentah berjangka Brent terangkat 7,06 dolar AS per barel atau 11,7 persen dari penutupan New York pada Jumat (13/9/2019) menjadi diperdagangkan di 67,28 dolar AS per barel pada pukul 01.08 GMT (08.08 WIB), setelah melonjak lebih dari 19 persen ke tertinggi sesi 71,95 dolar AS per barel pada pembukaan.

Patokan AS, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) melompat 5,76 dolar AS per barel atau 10,5 persen menjadi diperdagangkan di 60,60 dolar AS per barel, setelah melonjak lebih dari 15 persen ke tertinggi sesi di 63,34 dolar AS per barel.

Harga berkurang dari puncaknya setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan ia menyetujui pelepasan minyak dari Cadangan Minyak Strategis AS (SPR) jika diperlukan dalam jumlah yang akan ditentukan karena serangan terhadap fasilitas Arab Saudi.

Raksasa minyak negara Saudi Aramco mengatakan serangan itu memangkas produksi sebesar 5,7 juta barel per hari, pada saat Aramco sedang mencoba untuk mempersiapkan diri untuk apa yang diharapkan menjadi penjualan saham terbesar di dunia.

Aramco tidak memberikan batas waktu untuk dimulainya kembali produksi. Sebuah sumber yang dekat dengan masalah ini mengatakan kepada Reuters bahwa kembali ke kapasitas minyak penuh bisa memakan waktu “minggu, bukan hari.”

Baca juga: Harga minyak naik tipis namun mencatat penurunan dalam seminggu

Ekspor minyak Arab Saudi akan berlanjut seperti biasa minggu ini ketika kerajaan memanfaatkan stok dari fasilitas penyimpanannya yang besar, sumber industri menjelaskan tentang perkembangan tersebut kepada Reuters, Minggu. (15/9/2019).

“Lonjakan harga adalah reaksi spontan alami tetapi jalan di depan dan kemampuan untuk mempertahankan pada tingkat yang tinggi tetap tergantung pada durasi penutupan, kemampuan untuk memenuhi komitmen ekspor melalui penarikan domestik, elastisitas permintaan dengan harga yang lebih tinggi serta kebijakan pemerintah dan agensi,” kata Michael Tran, direktur pelaksana strategi energi di RBC Capital Markets di New York.

Serangan terhadap pabrik-pabrik di jantung industri minyak Arab Saudi, termasuk fasilitas pemrosesan minyak bumi terbesar di dunia, datang dari arah Iran, dan rudal jelajah mungkin telah digunakan, menurut seorang pejabat senior AS.

Trump juga mengatakan Amerika Serikat “siap sepenuhnya” untuk tanggapan potensial terhadap serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi.

Premi Risiko

Menyusul serangan terhadap fasilitas minyak utama Arab Saudi, S&P Global Platts mengatakan kekhawatiran tentang keamanan pasokan di Timur Tengah telah meningkat dan premi risiko di pasar minyak mentah global diperkirakan akan meningkat.

ANZ Research juga mengatakan dalam sebuah catatan bahwa pasar akan dihargai dalam “premi risiko geopolitik global yang cukup besar”.

“Setiap ekspektasi yang dimiliki pasar tentang sanksi pelonggaran AS terhadap Iran setelah pemberhentian John Bolton oleh Presiden Trump akan segera hilang. Ini akan membuat minyak mentah Brent menguji tanda 70 dolar AS per barel dalam jangka pendek,” kata ANZ Research.

Arab Saudi akan menjadi pembeli signifikan produk kilang setelah serangan pada Sabtu (14/9/2019), kata konsultan Energy Aspects dalam sebuah catatan.

Saudi Aramco kemungkinan akan membeli sejumlah besar bensin, solar, dan kemungkinan bahan bakar minyak sambil memotong ekspor gas minyak cair.

Bensin berjangka AS melonjak 11 persen, sedangkan minyak pemanas berjangka AS naik sekitar 6,5 persen pada pembukaan.

Sementara itu, Saudi Aramco telah mengatakan kepada satu kilang India bahwa tidak akan ada dampak langsung pada pasokan minyak karena akan mengirim minyak mentah dari sumber lain dan memiliki persediaan yang memadai, kata sumber dengan kilang tersebut.

Pembeli Asia lainnya seperti Thailand juga mengatakan serangan itu tidak akan berdampak langsung pada impor minyak.

Baca juga: Menteri Irak: OPEC+ akan bahas pemotongan minyak lebih dalam
Baca juga: Harga minyak Asia meningkat, ditopang langkah meredakan perang dagang

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar saham Australia dibuka lebih rendah dengan kerugian luas

Kontrak minyak mentah Brent melonjak lebih dari 20 persen pada pembukaan Asia Pasifik pagi ini

Sydney (ANTARA) – Pasar saham Australia dibuka lebih rendah pada perdagangan Senin pagi, dengan kerugian luas mengimbangi lonjakan saham-saham energi.

Pada pukul 10.30 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 21,00 poin atau 0,31 persen menjadi diperdagangkan di 6.648,20 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas turun 17,90 poin atau 0,26 persen pada 6.759,20 poin.

Indeks Australia secara luas lebih rendah dengan sebagian besar sektor turun sekitar satu persen, namun saham-saham sumber daya melawan tren dengan sektor material dan energi melonjak mendekati lima persen.

“Kontrak minyak mentah Brent melonjak lebih dari 20 persen pada pembukaan Asia Pasifik pagi ini,” kata kepala strategi pasar CMC Markets Michael McCarthy.

“Pembelian tersebut dilakukan setelah serangan pesawat tanpa awak yang terkoordinasi pada dua fasilitas minyak utama di Arab Saudi selama akhir pekan.”

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia jatuh dengan Commonwealth Bank turun 0,77 persen, ANZ turun 1,22 persen, National Australia Bank turun 0,72 persen dan Westpac Bank turun 1,18 persen.

Saham-saham pertambangan beragam dengan BHP naik 3,11 persen, Rio Tinto turun 0,83 persen, Fortescue Metal turun 0,55 persen, dan penambang emas Newcrest naik 2,51 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas melonjak dengan Oil Search terangkat 4,96 persen, Santos naik tajam 6,09 persen, dan Woodside Petroleum melambung 6,54 persen.

Supermarket terbesar Australia melemah dengan Coles turun 0,68 persen, dan Woolworths turun 1,07 persen.

Sementara itu raksasa telekomunikasi Telstra turun 1,39 persen, maskapai nasional Qantas kehilangan 3,59 persen dan perusahaan biomedis CSL turun 0,74 persen.

Baca juga: Bursa saham Tokyo ditutup naik didukung pelonggaran bank sentral Eropa
Baca juga: Pasar Australia berakhir naik didukung saham keuangan dan industri

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Seoul dibuka menguat tipis 0,03 persen

Seoul (ANTARA) – Bursa saham Seoul dibuka sedikit lebih tinggi pada Senin pagi, dengan indikator utama Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) menguat tipis 0,03 persen atau 0,63 poin, menjadi 2,049,83 poin dalam 15 menit pertama perdagangan.

Mata uang Korea Selatan dikutip pada 1.184,5 won terhadap dolar AS, naik 6,5 won dari tingkat penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Baca juga: Bursa saham Seoul berakhir menguat 0,84 persen
Baca juga: Bursa saham Seoul dibuka bertambah 0,59 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Hong Kong dibuka 0,51 persen lebih rendah

Hong Kong (ANTARA) – Saham-saham Hong Kong dibuka lebih rendah pada Senin pagi, dengan indikator utama Indeks Hang Seng (HSI) turun 0,51 persen atau 139,80 poin, menjadi diperdagangkan di 27.212,89 poin.

Indeks HSI meningkat 0,98 persen atau 265,06 poin menjadi 27.352,69 poin pada penutupan perdagangan Jumat (13/9/2019), dengan nilai transaksi mencapai 57,68 miliar dolar Hong Kong (sekitar 7,38 miliar dolar AS).

Baca juga: Bursa Hong Kong ditutup menguat, indeks Hang Seng naik 0,98 persen
Baca juga: Bursa saham Hong Kong dibuka 0,25 persen lebih tinggi

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG Senin dibuka melemah 72,56 poin

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin dibuka melemah 72,56 poin atau 1,15 persen ke posisi 6.262,29.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 7,21 poin atau 0,73 persen menjadi 985,04.

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Harga minyak naik tipis namun mencatat penurunan dalam seminggu

Harga minyak tampaknya menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi global telah dipengaruhi oleh tarif

New York (ANTARA) – Harga minyak naik tipis pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB) namun membukukan kerugian mingguan, karena kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi global yang lebih lambat melebihi petunjuk kemajuan dalam sengketa perdagangan AS-China.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November turun 0,16 dolar AS menjadi ditutup pada 60,22 dolar AS per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober turun 0,24 dolar AS menjadi menetap di 54,85 dolar AS per barel.

Brent turun 2,1 persen untuk minggu ini, penurunan pertama dalam lima minggu. WTI kehilangan sekitar tiga persen dalam seminggu, penurunan pertama dalam tiga minggu.

Baca juga: Menteri Irak: OPEC+ akan bahas pemotongan minyak lebih dalam

Dua negara ekonomi terbesar di dunia telah melakukan gerakan perdamaian saat mereka bersiap untuk pembicaraan baru. China akan membebaskan beberapa produk pertanian AS dari tarif tambahan, kata kantor berita resmi China, Xinhua.

Namun demikian, harga minyak tetap di bawah tekanan oleh kekhawatiran tentang prospek permintaan yang lebih lemah.

“Harga minyak tampaknya menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi global telah dipengaruhi oleh tarif, sementara pasar lainnya seperti ekuitas tampaknya lebih fokus pada kemajuan masa depan,” kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates, dalam sebuah catatan.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Badan Energi Internasional (IEA) minggu ini mengatakan pasar minyak bisa berakhir dalam surplus tahun depan, meskipun ada pakta oleh OPEC dan sekutunya untuk membatasi pasokan yang sebagian besar diimbangi dengan pertumbuhan produksi AS.

Perusahaan energi AS minggu ini mengurangi jumlah rig minyak yang beroperasi selama empat minggu berturut-turut, memotong lima rig minggu ini dan menjadikan totalnya turun menjadi 733 rig, terendah sejak November 2017, perusahaan jasa energi General Electric Co Baker Hughes mengatakan.

Harga Brent telah meningkat sekitar 12 persen sejauh pada tahun ini, dibantu oleh kesepakatan antara OPEC dan sekutu, yang dikenal sebagai OPEC+, untuk memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari.

Komite pemantau OPEC+ minggu ini memastikan janji dari anggota OPEC Nigeria dan Irak untuk memberikan bagian mereka dari pemotongan, sesuatu yang telah gagal mereka lakukan sejauh ini, tetapi sejauh ini kelompok tersebut belum memutuskan untuk memperdalam pembatasan.

Beberapa delegasi OPEC mengatakan gagasan pemotongan yang lebih besar untuk tahun depan mendapatkan dukungan, meskipun menteri energi baru Arab Saudi mengatakan pembicaraan tentang masalah itu akan dibiarkan sampai pertemuan OPEC+ berikutnya pada Desember.

Tetapi “jika kesepakatan perdagangan AS-China tercapai, mereka mungkin harus meningkatkan produksi, bukan memotong,” kata Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group di Chicago, dalam sebuah catatan.

Baca juga: Harga minyak Asia meningkat, ditopang langkah meredakan perang dagang
Baca juga: Minyak turun karena keraguan perdagangan AS-China, pembicaraan OPEC+

 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa Wall Street ditutup bervariasi di tengah data ekonomi positif

Indeks Dow Jones meningkat 37,07 poin atau 0,14 persen, menjadi 27.219,52 poin

New York (ANTARA) – Saham-saham di Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena investor mencerna data penjualan ritel terbaru yang datang di atas ekspektasi pasar dan rebound di data sentimen konsumen.

Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 37,07 poin atau 0,14 persen, menjadi berakhir di 27.219,52 poin, sebut Xinhua.

Indeks S&P 500 turun 2,18 poin atau 0,07 persen, menjadi ditutup di 3.007,39 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir turun 17,75 poin atau 0,22 persen, menjadi 8.176,71 poin.

Lebih dari setengah dari 30 saham-saham unggulan atau blue-chips di Dow diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan saham bellwethers atau penentu arah perdagangan Caterpillar dan Boeing, masing-masing naik 1,54 persen dan 1,10 persen, berada di antara para pemain terbaik.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih rendah di sekitar bel penutupan, dengan sektor real estat turun 1,27 persen, memimpin kerugian.

Saham Apple turun 1,94 persen, setelah Goldman Sachs memangkas target harga untuk saham Apple menjadi 165 dolar AS per saham dari 187 dolar AS per saham.

Bank juga memperkirakan penurunan 26 persen pada saham tersebut, karena metode akuntansi perusahaan yang akan memiliki “dampak negatif material” pada pendapatan.

Di sisi ekonomi, sentimen konsumen rebound ringan pada September ke angka 92 dari penurunan tajam Agustus, University of Michigan mengatakan dalam survei pada Jumat (13/9/2019).

Namun, angka tersebut masih menandai level terendah ketiga sejak pemilihan Presiden AS Donald Trump.

“Kekhawatiran tentang dampak tarif terhadap ekonomi domestik juga meningkat pada awal September, dengan 38 persen dari semua konsumen membuat referensi spontan terhadap dampak negatif tarif, persentase tertinggi sejak Maret 2018,” kata Richard Curtin, kepala ekonom Survei Konsumen.

Penjualan ritel dan layanan makanan AS untuk Agustus naik 0,4 persen bulan ke bulan menjadi mencapai 526,1 miliar dolar AS dan 4,1 persen di atas level Agustus 2018, Biro Sensus AS mengatakan Jumat (13/9/2019).

Keuntungan terutama didorong oleh pengeluaran yang lebih tinggi untuk kendaraan bermotor dan suku cadang, serta bahan bangunan.

Baca juga: Indeks IBEX-35 Spanyol ditutup 0,61 persen lebih tinggi
Baca juga: Bursa saham Inggris berakhir naik, indek FTSE-100 menguat 0,31 persen
Baca juga: Bursa saham Jerman ditutup menguat, indeks DAX-30 naik 0,47 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indeks IBEX-35 Spanyol ditutup 0,61 persen lebih tinggi

Indeks IBEX-35 naik 0,61 persen atau 55,60 poin menjadi 9.137,90 poin

Madrid (ANTARA) – Saham-saham Spanyol ditutup lebih tinggi pada perdagangan Jumat (13/9/2019), dengan indeks acuan IBEX-35 di Bursa Efek Madrid naik 0,61 persen atau 55,60 poin, menjadi 9.137,90 poin, setelah dibuka di 9.082,30 poin.

Sebanyak 21 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks IBEX-35 membukukan kenaikan harga, sementara 13 saham turun dan satu saham tidak berubah.

Bank tabungan Banco Sabadell melonjak sebesar 7,80 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips.

Disusul oleh saham bank tabungan lainnya, Caixabank, yang juga melonjak sebesar 7,27 persen, serta produsen selulosa dan energi bersih ENCE Energia y Celulosa terangkat 4,87 persen.

Di sisi lain, sebut Xinhua, perusahaan produsen energi Naturgy membukukan kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 2,04 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan penyedia layanan kesehatan Grifols Clase A yang melemah 1,81 persen dan perusahaan penyedia energi lainnya Red Electrica Corporacion turun 1,50 persen.

Baca juga: Bursa saham Inggris berakhir naik, indek FTSE-100 menguat 0,31 persen
Baca juga: Bursa saham Jerman ditutup menguat, indeks DAX-30 naik 0,47 persen

Baca juga: Indeks CAC-40 Prancis berakhir naik 0,22 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Harga emas berjangka jatuh, ditutup di bawah 1.500 dolar

Kontrak emas turun 7,9 dolar AS atau 0,52 persen menjadi 1.499,5 dolar AS per ounce

Chicago (ANTARA) – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange jatuh pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena kenaikan dalam obligasi dan aset-aset lainnya yang dianggap berisiko mendorong para investor menjauh dari aset-aset safe haven.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun 7,9 dolar AS atau 0,52 persen, menjadi ditutup pada 1.499,5 dolar AS per ounce.

Baca juga: Emas berjangka naik kembali didukung pelemahan greenback

Emas memangkas beberapa kenaikan sebelumnya kemudian berbalik lebih rendah setelah data pada Jumat (13/9/2019) mengungkapkan bahwa indeks sentimen konsumen Universitas Michigan rebound menjadi 92 pada September dari 89,8 pada Agustus.

Menurut data pasar Dow Jones, imbal hasil surat utang pemerintah AS bertenor dua tahun berada di jalur untuk naik terbesar dalam sepekan sejak Juni 2009, sementara obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahun ditetapkan untuk kenaikan mingguan paling tajam sejak November 2016.

Imbal hasil obligasi yang meningkat dapat menumpulkan kilau emas, yang tidak menawarkan imbal hasil.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 60,8 sen atau 3,34 persen, menjadi ditutup pada 17,569 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 40 sen atau 0,04 persen, menjadi menetap di 952,2 dolar AS per ounce.

Sehari sebelumnya, harga emas rebound kembali berada di atas level psikologis 1.500 dolar AS, karena ekspektasi penurunan suku bunga menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis (12/9/2019) dan pertemuan Federal Reserve (Fed) AS minggu depan.

Baca juga: Harga emas kembali sentuh di atas 1.500 dolar
Baca juga: Harga emas berjangka jatuh di bawah nilai psikologis

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Jerman ditutup menguat, indeks DAX-30 naik 0,47 persen

Indeks acuan DAX-30 menguat 0,47 persen atau 58,28 poin menjadi 12.468,53 poin

Frankfurt (ANTARA) – Saham-saham Jerman ditutup lebih tinggi pada perdagangan Jumat (13/9/2019), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt menguat 0,47 persen atau 58,28 poin, menjadi 12.468,53 poin.

Pabrikan material Covestro meraih keuntungan paling banyak (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya melonjak sebesar 4,13 persen.

Disusul oleh saham perusahaan bahan bangunan multinasional HeidelbergCement, dan bank terkemuka Jerman Deutsche Bank, yang masing-masing naik sebesar 3,26 persen dan 3,19 persen.

Di sisi lain, sebut Xinhua, kelompok perusahaan energi RWE mengalami kerugian paling banyak (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya merosot sebesar 1,73 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan perangkat lunak multinasional SAP serta pembuat pakaian dan peralatan olahraga Adidas, yang masing-masing turun sebesar 1,34 persen dan 1,20 persen.

SAP adalah saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang hari dengan omset mencapai 241,0 juta euro (267,4 juta dolar AS).

Baca juga: Indeks CAC-40 Prancis berakhir naik 0,22 persen
Baca juga: Bursa saham Tokyo ditutup naik didukung pelonggaran bank sentral Eropa
Baca juga: Indeks DAX-30 Jerman ditutup menguat 0,41 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Inggris berakhir naik, indek FTSE-100 menguat 0,31 persen

Indeks FTSE-100 bertambah 0,31 persen atau 22,79 poin menjadi 7.367,46 poin

London (ANTARA) – Saham-saham Inggris berakhir lebih kuat pada perdagangan Jumat (13/9/2019), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London bertambah 0,31 persen atau 22,79 poin, menjadi 7.367,46 poin.

Barratt Developments, salah satu perusahaan pengembangan properti residensial terbesar di Inggris, melonjak sebesar 5,64 persen, menjadi peraih keuntungan teratas (top gainer) dari saham-saham unggulan atau blue chips.

Diikuti oleh saham kelompok perusahaan perbankan Inggris Royal Bank of Scotland Group dan perusahaan jasa keuangan multinasional Barclays, yang masing-masing terangkat sebesar 5,51 persen dan 5,33 persen.

Sementara itu, dikutip dari Xinhua, Coca-Cola HBC AG, perusahaan jangkar botol Coca-Cola, menderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 4,06 persen.

Disusul oleh saham perusahaan rokok terkemuka British American Tobacco yang merosot 3,35 persen, serta Diageo, perusahaan minuman beralkohol multinasional Inggris, turun 2,99 persen.

Baca juga: Bursa saham Jerman ditutup menguat, indeks DAX-30 naik 0,47 persen
Baca juga: Indeks CAC-40 Prancis berakhir naik 0,22 persen
Baca juga: Indeks FTSE-100 Inggris berakhir naik tipis 0,09 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indeks CAC-40 Prancis berakhir naik 0,22 persen

Indeks acuan CAC-40 naik 0,22 persen atau 12,60 poin menjadi 5.655,46 poin

Paris (ANTARA) – Saham-saham Prancis berakhir sedikit lebih tinggi pada perdagangan Jumat (13/9/2019), dengan indeks acuan CAC-40 di Bursa Efek Paris naik 0,22 persen atau 12,60 poin, menjadi 5.655,46 poin.

Perusahaan perbankan Prancis Credit Agricole terangkat 2,96 persen, menjadi peraih keuntungan tertinggi (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips.

Diikuti oleh saham perusahaan pabrikan mobil multinasional Prancis Renault yang bertambah 2,95 persen, dan kelompok perusahaan keuangan internasional Prancis BNP Paribas naik 2,53 persen.

Sementara itu, dikutip dari Xinhua, perusahaan produsen minuman suling Perancis Pernod Ricard mengalami kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 2,46 persen.

Disusul oleh saham perusahaan perawatan pribadi Perancis L’Oreal yang kehilangan 2,16 persen, dan perusahaan utilitas listrik multinasional Prancis Engie S.A, turun 1,94 persen.

Baca juga: Bursa saham Singapura berakhir menguat 0,52 persen
Baca juga: Indeks CAC-40 Prancis berakhir naik 0,44 persen
Baca juga: Wall Street berakhir menguat ditopang langkah ECB dan data ekonomi

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Singapura berakhir menguat 0,52 persen

Singapura (ANTARA) – Bursa saham Singapura berakhir lebih tinggi pada perdagangan Jumat, dengan indeks acuan STI (Straits Times Index) menguat 0,52 persen atau 16,53 poin, menjadi 3.211,49 poin.

Total 939,16 juta saham berpindah tangan senilai 938,46 juta dolar Singapura (sekitar 683,26 juta dolar AS), dengan jumlah saham naik melebihi yang turun, sebanyak 243 saham berbanding 135 saham.

Indeks STI turun 0,3 persen atau 9,56 poin, menjadi 3.194,96 poin pada penutupan perdagangan Kamis (12/9/2019).

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Malaysia ditutup naik tipis

Kuala Lumpur (ANTARA) – Bursa saham Malaysia ditutup hampir tidak berubah pada perdagangan Jumat, dengan indikator utama Indeks Komposit Kuala Lumpur (KLCI) naik tipis 0,02 persen atau 0,25 poin, menjadi 1.601,25 poin.

Sementara itu, indeks Emas bertambah 0,25 persen atau 28,26 poin, menjadi berakhir di 11.311,33 poin.

Sebanyak 450 saham berhasil membukukan keuntungan, 324 saham mengalami kerugian dan 419 saham diperdagangkan tidak berubah.

Volume transaksi meningkat menjadi 2,10 miliar saham senilai 1,50 miliar ringgit Malaysia (360,58 juta dolar AS), dibandingkan dengan 1,89 miliar saham senilai 1,74 miliar ringgit Malaysia (418,27 juta dolar AS) pada Kamis (12/9/2019).

Baca juga: Bursa saham Singapura berakhir menguat 0,52 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG akhir pekan ditutup melanjutkan pelemahan

Sebagian investor juga cemas mengingat sentimen perang dagang selalu bervariasi yang akhirnya mendorong transaksi jangka pendek di pasar saham

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat ditutup melanjutkan pelemahan seiring sikap investor yang masih berhati-hati terhadap sentimen perang dagang.

IHSG ditutup melemah 7,33 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.334,83. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 0,37 poin atau 0,04 persen menjadi 992,24.

Baca juga: IHSG dibuka menguat seiring ketegangan perang dagang mereda

Baca juga: IHSG Jumat dibuka menguat 27,24 poin

Direktur Utama PT Foster Asset Management Andreas Yasakasih di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa pelaku pasar saham saat ini cenderung melakukan transaksi jangka pendek seraya mengantisipasi babak perang dagang Amerika Serikat dan China selanjutnya.

“Belum lama ini kabar mengenai penundaan tarif barang-barang impor dari China ke AS sempat membuat investor kembali optimistis terhadap aset berisiko seperti saham. Namun, sebagian investor juga cemas mengingat sentimen perang dagang selalu bervariasi yang akhirnya mendorong transaksi jangka pendek di pasar saham,” ujarnya.

Ia menambahkan investor asing yang kembali melakukan aksi jual turut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pergerakan IHSG.

Baca juga: IHSG ditutup melemah dipicu aksi ambil untung

Berdasarkan data BEI, investor asing membukukan jual bersih saham atau foreign net sell sebesar Rp111,59 miliar pada Jumat (13/9) ini.

Sementara sentimen dari dalam negeri, menurut Andreas, relatif netral. Produk domestik bruto (PDB) Indonesia masih dapat tumbuh di atas lima persen pada tahun 2019 ini.

“Dibandingkan negara berkembang lain, PDB Indonesia masih cukup baik di tengah kekhawatiran resesi ekonomi global,” katanya.

Baca juga: IHSG menguat seiring harapan meredanya perang dagang

Sementara itu, tercatat frekuensi perdagangan saham di BEI sebanyak 589.173 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 13,94 miliar lembar saham senilai Rp6,96 triliun. Sebanyak 164 saham naik, 229 saham menurun, dan 154 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa regional antara lain indeks Nikkei menguat 228,68 poin (1,05 persen) ke 21,988,28, indeks Hang Seng melemah 265,05 poin (0,98 persen) ke 27.352,69, dan indeks Straits Times menguat 16,53 poin (0,52 persen) ke posisi 3.211,49.

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG dibuka menguat seiring ketegangan perang dagang mereda

Meskipun keadaan membaik, namun kami menilai masih cukup sulit untuk mencapai kesepakatan dalam waktu dekat ..

Jakarta (ANTARA) – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan dibuka menguat seiring investor menyambut baik meredanya ketegangan perang dagang.

IHSG dibuka menguat 27,24 poin atau 0,43 persen menjadi 6.369,42, seadangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 7,49 poin atau 0,75 persen menjadi 1.000,11.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Jumat, mengatakan Bursa kawasan Asia masih menyambut baik keputusan Washington untuk membalas penundaan pengenaan tarif terhadap barang-barang impor dari China.

“Meskipun keadaan membaik, namun kami menilai masih cukup sulit untuk mencapai kesepakatan dalam waktu dekat karena banyaknya isu yang akan dibahas. Namun, paling tidak Washington dan Beijing terus berkomunikasi,” katanya.

Dari dalam negeri, lanjut dia, pemerintah yang optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di atas lima persen pada 2020 mendatang juga direspons positif investor. Optimisme itu berbeda dengan yang diprediksikan oleh Bank Dunia pertumbuhan ekonomi hanya 4,9 persen pada 2020.

“Pemerintah beralasan bahwa
pertumbuhan ekonomi bisa mencapai di atas lima persen karena fundamental ekonomi yang lebih baik dan dukungan reformasi struktural antara lain berupa kemudahan berusaha dengan cara pembebasan lahan, penyederhanaan dan percepatan perizinan serta memberikan insentif fiskal untuk mendorong investasi,” katanya.

Baca juga: China kecualikan beberapa barang AS dari tarif pembalasan

Kendati demikian, ia mengatakan bahwa pernyataan Presiden AS Donald Trump yang kembali menyerang atas kebijakan the Fed diperkirakan dapat mengganggu sikap pelaku pasar global dalam mengambil keputusan, termasuk pelaku pasar di BEI yang akhirnya ikut mencari posisi aman untuk portofolionya.

“Trump kembali melanjutkan serangan
verbal terhadap The Fed dengan tuduhan melambatkan perekonomian. Sentimen itu dapat menimbulkan tekanan dan bahkan potensi koreksi IHSG,” katanya.

Sementara itu, bursa regional antara lain indeks Nikkei menguat 194,67 poin (0,89 persen) ke 21,954,27, indeks Hang Seng menguat 75,21 poin (0,28 persen) ke 27.162,85, dan indeks Straits Times menguat 7,18 poin (0,22 persen) ke posisi 3.202,14.
Baca juga: IHSG Jumat dibuka menguat 27,24 poin

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar saham Australia dibuka naik terangkat sentimen positif

Sydney (ANTARA) – Pasar saham Australia dibuka lebih tinggi pada perdagangan Jumat pagi, dengan hampir setiap sektor melihat peningkatan terangkat oleh sentimen positif.

Pada pukul 10.55 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 14,30 poin atau 0,21 persen menjadi diperdagangkan di 6.669,20 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas bertambah 12,90 poin atau 0,19 persen pada 6.778,60 poin.

“Pasar berjangka Asia Pasifik menunjuk ke keuntungan pembukaan moderat,” kepala strategi pasar CMC Markets, Michael McCarthy mengatakan kepada investor dalam catatan pagi.

Namun, McCarthy memperingatkan bahwa keuntungan mata uang regional terhadap dolar AS bersama dengan pengumuman oleh Badan Energi Internasional yang mengkonfirmasi kelebihan pasokan minyak tahun depan, dapat menghambat antusiasme investor.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia menguat dengan Commonwealth Bank naik 0,74 persen, Westpac Bank naik 0,17 persen, National Australia Bank naik 0,66 persen dan ANZ naik 0,54 persen.

Saham-saham pertambangan beragam dengan BHP naik 0,38 persen, Rio Tinto turun 0,05 persen, Fortescue Metals naik 0,89 persen dan penambang emas Newcrest turun 2,06 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas gagal menemukan daya tarik dengan Woodside Petroleum turun tipis 0,06 persen, Santos turun 0,20 persen dan Oil Search tidak berubah.

Jaringan supermarket terbesar di Australia meningkat dengan Coles Group naik 0,47 persen dan Woolworths turun 0,16 persen.

Sementara raksasa telekomunikasi Telstra terangkat 0,14 persen, operator penerbangan nasional Qantas menguat 1,28 persen dan perusahaan biomedis CSL naik 0,14 persen.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Hong Kong dibuka 0,25 persen lebih tinggi

Tokyo (ANTARA) – Bursa saham Hong Kong dibuka lebih tinggi pada Jumat pagi, dengan indikator utama Indeks Hang Seng (HSI) naik 0,25 persen atau 66,88 poin, menjadi diperdagangkan di 27.154,51 poin.

Indeks HSI terangkat 1,78 persen atau 475,38 poin menjadi 27.159,06 poin pada penutupan perdagangan Kamis (12/9/2019), dengan nilai transaksi mencapai 89,48 miliar dolar Hong Kong (sekitar 11,41 miliar dolar AS).

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG Jumat dibuka menguat 27,24 poin

Jakarta (ANTARA) – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, dibuka menguat 27,24 poin atau 0,43 persen menjadi 6.369,42.

Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 7,49 poin atau 0,75 persen menjadi 1.000,11.

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rupiah Jumat menguat jadi Rp13.950

Jakarta (ANTARA) – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi bergerak menguat sebesar 40 poin atau 0,29 persen menjadi Rp13.950 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp13.990 per dolar AS.

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Nikkei dibuka lebih tinggi karena langkah stimulus ECB

Tokyo (ANTARA) – Nikkei Tokyo dibuka lebih tinggi pada perdagangan Jumat pagi, mengikuti kenaikan di Wall Street semalam karena sentimen investor didukung oleh Bank Sentral Eropa (ECB) yang mengumumkan langkah-langkah stimulus baru.

Pada pukul 09.15 waktu setempat, indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) naik 83,67 poin atau 0,38 persen, dari tingkat penutupan Kamis (12/9), menjadi diperdagangkan di 21.843,28 poin.

Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas dari seluruh saham papan utama di pasar Tokyo turun tipis 0,87 poin atau 0,05 persen, menjadi diperdagangkan pada 1.594,23 poin.

Saham-saham yang berorientasi pada layanan, farmasi, dan real estat paling banyak mencatat keuntungan pada menit-menit pembukaan setelah bel perdagangan pagi.

Saham-saham di Wall Street menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena para pelaku pasar mempertimbangkan keputusan moneter baru Bank Sentral Eropa (ECB), perkembangan terakhir skenario perdagangan AS-China dan sejumlah data ekonomi.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 45,41 poin atau 0,17 persen, menjadi ditutup di 27.182,45 poin. Indeks S&P 500 menguat 8,64 poin atau 0,29 persen, menjadi berakhir di 3.009,57 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup meningkat 24,79 poin atau 0,30 persen, menjadi 8.194,47 poin.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Minyak turun karena keraguan perdagangan AS-China, pembicaraan OPEC+

Sebelumnya, harga telah didukung oleh berita bahwa dua negara ekonomi terbesar di dunia itu membuat beberapa konsesi dalam perang dagang mereka yang berkepanjangan.

New York (ANTARA) – Harga minyak turun sekitar satu persen pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah laporan media meragukan kemungkinan kesepakatan sementara perdagangan AS-China dan pertemuan aliansi OPEC+ tidak menghasilkan keputusan tentang memperdalam pengurangan pasokan minyak mentah.

Minyak tertekan lebih lanjut setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga deposito ke rekor terendah minus 0,5 persen dari minus 0,4 persen, dan mengatakan akan memulai kembali pembelian obligasi 20 miliar euro per bulan dari November untuk menopang pertumbuhan zona euro.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November turun 0,43 dolar AS atau 0,71 persen menjadi ditutup pada 60,38 dolar AS per barel, sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober turun 0,66 dolar AS atau 1,18 persen menjadi menetap di 55,09 dolar AS per barel.

Minyak berjangka memperpanjang kerugian setelah pejabat senior Gedung Putih membantah laporan Bloomberg News bahwa Amerika Serikat sedang mempertimbangkan perjanjian perdagangan sementara dengan China, menurut CNBC.

Sebelumnya, harga telah didukung oleh berita bahwa dua negara ekonomi terbesar di dunia itu membuat beberapa konsesi dalam perang dagang mereka yang berkepanjangan.

“Kami memiliki banyak bagian yang bergerak. Kami datang dengan ECB, lalu kami melihat AS akan mencapai semacam perjanjian sementara dengan China, kemudian mereka mengatakan tidak,” kata Phillip Streible, ahli strategi komoditas senior di RJO Futures di Chicago.

Baca juga: ECB pangkas suku bunga simpanan dan memulai kembali pembelian aset

“Sekarang kami hanya mengayuh mundur dan dengan hati-hati menunggu perkembangan selanjutnya di pasar, apakah itu dari data ekonomi, lebih banyak kata-kata dari OPEC, dan kami masih akan memantau persediaan secara keseluruhan.”

Harga minyak juga tersandung setelah komentar dari menteri energi baru Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman bahwa pemotongan lebih dalam tidak akan diputuskan sebelum pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak yang direncanakan Desember.

Pertemuan komite pengawas pasar yang dibentuk oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya yang pemimpin de facto-nya Arab Saudi pada Kamis (12/9/2019), menghasilkan janji untuk menjaga negara-negara dalam kuota produksi yang mereka janjikan dalam kesepakatan pasokan global.

Sebuah pernyataan dari OPEC dan sekutunya, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, mengatakan stok minyak di negara-negara industri tetap di atas rata-rata lima tahun. Menteri energi Oman mengatakan “prospeknya tidak terlalu bagus untuk 2020.”

Pangeran Abdulaziz mengatakan Arab Saudi akan terus memotong lebih dari yang dijanjikan dalam pakta itu, yang telah mencekik pasokan dari OPEC+ sebesar 1,2 juta barel per hari.

Juga memberikan sentimen bearish, Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan lonjakan produksi AS akan membuat keseimbangan pasar “menakutkan” pada 2020.

“Booming produksi serpih telah memungkinkan AS untuk mendekati dan secara singkat menyalip, Arab Saudi sebagai pengekspor minyak utama dunia … pada Juni, setelah ekspor minyak mentah melonjak di atas tiga juta barel per hari,” badan tersebut, yang memberikan saran tentang kebijakan energi kepada negara-negara industri, mengatakan dalam laporan bulanannya.

IEA yang berbasis di Paris mempertahankan ramalan pertumbuhan permintaan minyaknya untuk tahun ini dan tahun depan masing-masing sebesar 1,1 juta barel dan 1,3 juta barel per hari.
Baca juga: Harga minyak Asia meningkat, ditopang langkah meredakan perang dagang

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Emas berjangka naik kembali didukung pelemahan greenback

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS,.

Chicago (ANTARA) – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik untuk sesi kedua berturut-turut pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena dolar AS yang lebih lemah mendukung aset safe haven emas.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik 4,2 dolar AS atau 0,28 persen, menjadi ditutup pada 1,507,4 dolar AS per ounce.

Indeks dolar AS, yang mengukur dolar terhadap enam mata uang utama lainnya turun 0,38 persen menjadi 98,27 pada pukul 17.30 GMT, sesaat sebelum penyelesaian perdagangan emas.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS melemah maka emas berjangka akan naik, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 0,7 persen atau 0,04 persen menjadi ditutup pada 18,177 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 12,4 dolar AS atau 1,32 persen, menjadi menetap pada 952,6 dolar AS per ounce.

Sehari sebelumnya, emas berjangka kembali bangkit berada di atas level psikologis 1.500 dolar AS, karena ekspektasi penurunan suku bunga menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) dan pertemuan Federal Reserve AS minggu depan.
Baca juga: Harga emas kembali sentuh di atas 1.500 dolar

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wall Street berakhir menguat ditopang langkah ECB dan data ekonomi

New York (ANTARA) – Saham-saham di Wall Street menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena para pelaku pasar mempertimbangkan keputusan moneter baru Bank Sentral Eropa (ECB), perkembangan terakhir skenario perdagangan AS-China dan sejumlah data ekonomi.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 45,41 poin atau 0,17 persen, menjadi ditutup di 27.182,45 poin. Indeks S&P 500 menguat 8,64 poin atau 0,29 persen, menjadi berakhir di 3.009,57 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup meningkat 24,79 poin atau 0,30 persen, menjadi 8.194,47 poin.

Mayoritas dari 30 saham-saham unggulan atau blue-chips di Dow diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan saham penentu arah perdagangan tradisional 3M naik 1,49 persen, kinerja terbaik kedua dalam penghitungan.

Perusahaan semikonduktor, yang pendapatan utamanya bergantung pada perdagangan dengan China, juga memperpanjang kenaikan ringan, karena Philadelphia Semiconductor Index lebih tinggi, naik hampir 0,3 persen di sekitar bel penutupan.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan sektor material naik lebih dari 0,7 persen, memimpin para pencetak keuntungan.

ECB memutuskan untuk memangkas suku bunga simpanano sebesar 10 basis poin menjadi minus 0,5 persen dan meluncurkan program pembelian obligasi besar-besaran pada Kamis (12/9/2019) untuk menopang perekonomian zona euro yang melorot.

Di bawah program pelonggaran kuantitatif, bank akan membeli aset bersih 20 miliar euro (21,9 miliar dolar AS) per bulan.

China pada Rabu (11/9) meluncurkan set pertama barang-barang AS yang dikeluarkan dari putaran pertama tarif tambahan untuk produk AS, yang akan membantu secara efektif menangani friksi ekonomi dan perdagangan serta meringankan beban perusahaan, kata para ahli.

Pengecualian, yang mencakup dua daftar dengan 16 kategori barang, akan berlaku mulai 17 September 2019 hingga 16 September 2020.

Di sisi ekonomi, Indeks Harga Konsumen untuk Semua Konsumen Perkotaan (CPI-U) meningkat 0,1 persen pada Agustus berdasarkan penyesuaian secara musiman, setelah naik 0,3 persen pada Juli, Biro Statistik Tenaga Kerja AS mengatakan Kamis (12/9).

Peningkatan dalam indeks untuk tempat tinggal dan perawatan medis adalah faktor utama dalam peningkatan bulanan semua item yang disesuaikan secara musiman, melebihi penurunan indeks energi.

Dalam pekan yang berakhir 7 September, klaim pengangguran awal turun 15.000 menjadi 204.000 dari minggu sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja mengatakan pada Kamis (12/9).

Angka tersebut mencapai level terendah hampir lima bulan. Rata-rata pergerakan empat minggu juga turun ke 212.500, berkurang 4.250 dari level minggu sebelumnya.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indeks IBEX-35 Spanyol ditutup 0,25 persen lebih tinggi

Perusahaan telekomunikasi Cellnex Telecom meraih keuntungan terbanyak (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips…

Madrid (ANTARA) – Saham-saham Spanyol ditutup sedikit lebih tinggi pada perdagangan Kamis (12/9/2019), dengan indeks acuan IBEX-35 di Bursa Efek Madrid naik 0,25 persen atau 22,80 poin menjadi 9.082,30 poin setelah dibuka di ​​​​​​9.059,50 poin.

Sebanyak 18 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen IBEX-35 mencatat kenaikan harga dan 17 saham turun.

Perusahaan telekomunikasi Cellnex Telecom meraih keuntungan terbanyak (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan nilai sahamnya meningkat 2,32 persen.

Disusul oleh saham perusahaan infrastruktur Ferrovial yang terangkat 2,25 persen, dan perusahaan telekomunikasi Masmovil Ibercom naik 1,60 persen.

Di sisi lain perusahaan produsen selulosa dan energi terbarukan ENCE  Energia y Celulosa mengalami kerugian terbesar (top loser), dengan harga sahamnya jatuh 3,44 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan produsen selubung untuk produk daging Viscofan, serta saham kelompok perusahaan jaringan hotel Melia Hotels International, yang masing-masing turun 3,11 persen dan 3,03 persen.
Baca juga: Bursa saham Spanyol melemah, Indeks IBEX-35 ditutup turun 18,70 poin

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019