Bursa saham Hong Kong dibuka jatuh 2,46 persen

Hong Kong (ANTARA) – Saham-saham Hong Kong dibuka turun tajam pada Senin pagi, dengan indikator utama Indeks Hang Seng (HSI) jatuh 2,46 persen atau 739,17 poin menjadi diperdagangkan pada 29.342,38 poin.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Yuan China melemah jadi 6,7344 terhadap dolar AS

Beijing (ANTARA) – Kurs tengah nilai tukar mata uang China, renminbi atau yuan, melemah 58 basis poin menjadi 6,7344 terhadap dolar AS pada Senin, menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China.

Di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Kurs tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antarbank pada setiap hari kerja.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Flash – IHSG Senin dibuka melemah 64,65 poin

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin dibuka melemah 64,65 poin atau 1,02 persen ke posisi 6.254,81.

Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 16,28 poin atau 1,63 persen menjadi 981,05.

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Inggris ditutup naik, indeks FTSE-100 menguat 0,40 persen

Easyjet menderita kerugian paling besar (top loser) dengan harga sahamnya kehilangan 2,10 persen

London (ANTARA) – Saham-saham Inggris ditutup lebih tinggi pada perdagangan Jumat (3/5/2019), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London naik 0,40 persen atau 29,33 poin, menjadi 7.380,64 poin.

Smith & Nephew, sebuah perusahaan manufaktur peralatan medis multinasional Inggris, melonjak 3,29 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips.

Diikuti oleh saham perusahaan supermarket dalam jaringan Ocado Group dan perusahaan pertambangan multinasional Anglo American, yang masing-masing meningkat 2,60 persen dan 2,34 persen.

Sementara itu, dikutip dari Xinhua, Easyjet, maskapai penerbangan berbiaya rendah Inggris, menderita kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya kehilangan 2,10 persen.

Disusul oleh saham International Consolidated Airlines Group, sebuah perusahaan induk maskapai penerbangan multinasional Anglo-Spanyol, yang merosot 2,05 persen, serta perusahaan asuransi Hiscox turun 1,93 persen.

Baca juga: Indeks DAX-30 Jerman berakhir naik, Adidas “top gainer” 9,13 persen
Baca juga: Bursa saham Prancis menguat, Indeks CAC-40 ditutup naik 0,18 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Spanyol merosot, Indeks IBEX 35 ditutup turun 0,09 persen

Madrid (ANTARA) – Saham-saham pada Bursa Spanyol berakhir sedikit lebih rendah pada perdagangan Jumat (3/5/2019), dengan indeks acuan IBEX 35 di Bursa Efek Madrid melemah 0,09 persen atau 8,6 poin, menjadi 9.409,60 poin.

Sebanyak 20 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks IBEX 35 mencatat penurunan harga.

Bank kelima terbesar di Spanyol, Banco Sabadell, mencatat kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya merosot 2,63 persen.

Disusul oleh saham jaringan hotel Melia Hotels yang melemah sebesar 1,59 persen dan grup maskapai penerbangan IAG turun 1,35 persen.

Di sisi lain, perusahaan energi terbarukan Siemens Gamesa menguat 1,65 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Diikuti oleh saham perusahaan real estat Merlin yang bertambah 1,41 persen, dan perusahaan listrik Endesa naik 1,32 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Bursa saham Prancis menguat, Indeks CAC-40 ditutup naik 0,18 persen

Baca juga: Analis: Meski dibuka melemah, IHSG berpotensi menguat hari ini

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Emas berjangka naik didukung pelemahan dolar AS

Chicago (ANTARA) – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange lebih tinggi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah sehari sebelumnya jatuh karena logam mulia didorong oleh dolar AS yang lebih lemah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni, naik 9,3 dolar AS atau 0,73 persen, menjadi menetap di 1.281,3 dolar AS per ounce.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,3 persen menjadi 97,55 pada pukul 17.30 GMT.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS melemah maka emas berjangka akan naik karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Emas berjangka jatuh pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), ditutup pada tingkat terendah dalam 4-bulan, sehari setelah Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell melemparkan keraguan tentang prospek untuk penurunan suku bunga dalam waktu dekat.

Powell dalam konferensi pers menyusul keputusan The Fed yang diperkirakan secara luas akan mempertahankan suku bunga acuannya, menggambarkan bahwa tekanan inflasi yang lemah sebagai “sementara”, sehingga tidak ada alasan untuk menurunkan suku bunga.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 36,1 sen AS atau 2,47 persen, menjadi 14,978 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli melonjak 20,6 dolar AS atau 2,41 persen, menjadi ditutup pada 874,8 dolar AS per ounce. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Analis: Rupiah kembali terkoreksi ikuti pelemahan mata uang Asia

Baca juga: Bursa saham Spanyol merosot, Indeks IBEX 35 ditutup turun 0,09 persen

Baca juga: Bursa saham Prancis menguat, Indeks CAC-40 ditutup naik 0,18 persen
 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wall Street naik setelah investor optimis prospek ekonomi AS

Kami terus memiliki pertumbuhan pekerjaan yang lebih kuat dan lebih kuat…

New York (ANTARA) – Saham-saham di Wall Street naik dalam reli berbasis luas pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena pertumbuhan pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan pada April, ditambah dengan kenaikan upah yang lemah membuat investor optimis tentang prospek ekonomi dan suku bunga.

Indeks Komposit Nasdaq mencatat rekor penutupan tertinggi, sementara Indeks S&P 500 berakhir hanya sedikit dari rekor tertinggi.

Departemen Tenaga Kerja mengatakan para pengusaha menambahkan 263.000 pekerjaan pada April, melampaui ekspektasi sebelumnya, dan tingkat pengangguran turun menjadi 3,6 persen, level terendah sejak Desember 1969. Penghasilan rata-rata per jam datang hanya sedikit di bawah ekspektasi, menunjukkan tekanan inflasi yang lembut.

Data tersebut mendukung sikap sabar bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) untuk menaikkan suku bunga, yang positif untuk pasar saham.

“Kami terus memiliki pertumbuhan pekerjaan yang lebih kuat dan lebih kuat, dan sepertinya inflasi semakin sedikit, yang adalah benar-benar aneh. Anda biasanya tidak melihat itu, dan pada dasarnya apa yang memberi sinyal kepada pasar adalah bahwa The Fed sedang ditahan,” kata Managing Partner Harris Financial Group, Jamie Cox, di Richmond, Virginia. “Itu bisa menandakan laba yang lebih baik di masa depan bagi perusahaan-perusahaan.”

Mengangkat S&P 500 dan Nasdaq, Amazon.com Inc naik 3,2 persen, setelah CNBC melaporkan bahwa Warren Buffett’s Berkshire Hathaway Inc telah membeli saham raksasa ritel internet itu untuk pertama kalinya.

Sektor consumer discretionary naik 1,5 persen, memimpin reli di antara 11 sektor S&P utama.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 197,16 poin atau 0,75 persen, menjadi berakhir di 26.504,95 poin. Indeks S&P 500 naik 28,12 poin atau 0,9 persen, menjadi ditutup di 2.945,64 poin. Indeks Komposit Nasdaq menambahkan 127,22 poin atau 1,58 persen, menjadi berakhir di 8.164,00 poin.

Untuk minggu ini, Indeks S&P 500 dan Nasdaq naik 0,2 persen, sementara Indeks Dow tergelincir 0,2 persen.

Dengan hampir 400 perusahaan S&P 500 telah melaporkan hasil kuartalan mereka sejauh ini, tiga perempat telah melampaui estimasi laba, menurut data Refinitiv.

Laporan positif telah membalikkan estimasi laba S&P 500 untuk kuartal pertama naik hampir satu persen dibandingkan dengan penurunan dua persen yang diproyeksikan pada awal April.

Saham Newell Brand Inc melonjak 13,5 persen, setelah pembuat Rubbermaid dan barang-barang konsumen lainnya itu melebihi ekspektasi Wall Street untuk laba yang disesuaikan secara triwulanan, karena diuntungkan dari penghematan biaya dan harga yang lebih tinggi.

Pembuat peralatan jaringan Arista Networks Inc anjlok 10,4 persen setelah memperkirakan pendapatan kuartal saat ini lemah, sementara Activision Blizzard Inc turun 4,8 persen setelah pembuat videogame ini memperkirakan laba kuartal saat ini di bawah ekspektasi karena menempatkan lebih banyak uang ke dalam waralaba untuk memerangi persaingan.

Jumlah saham yang naik melebihi yang menurun di NYSE dengan rasio 3,77 banding satu, serta di Nasdaq dengan rasio 3,85 banding satu.

Indeks S&P 500 membukukan posisi 36 tertinggi baru dan dua terendah baru dalam 52-minggu, serta Indeks Komposit Nasdaq mencatat 91 tertinggi baru dan 30 terendah baru.

Volume transaksi di bursa Amerika Serikat mencapai 6,47 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 6,62 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir. Demikian laporan yang dikutip dari Reuters.

Baca juga: Bursa saham Spanyol merosot, Indeks IBEX 35 ditutup turun 0,09 persen

Baca juga: Emas berjangka naik didukung pelemahan dolar AS

Baca juga: Harga minyak mentah naik dipicu pengurangan produksi Rusia

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Prancis menguat, Indeks CAC-40 ditutup naik 0,18 persen

Paris (ANTARA) – Saham-saham pada Bursa Prancis ditutup sedikit lebih tinggi pada perdagangan Jumat (3/5/2019), dengan indeks acuan CAC-40 di Bursa Efek Paris menguat 0,18 persen atau 9,98 poin, menjadi 5.548,84 poin.

Sebanyak 21 saham dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen Indeks CAC-40 tercatat berhasil membukukan kenaikan harga.

Kelompok perusahaan jasa keuangan Prancis AXA meningkat 1,94 persen, menjadi peraih keuntungan tertinggi (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips.

Diikuti oleh konglomerat produsen barang-barang fashion mewah multinasional Prancis LVMH yang bertambah 1,15 persen, dan kelompok perbankan Prancis Societe Generale naik 1,13 persen.

Sementara itu, perusahaan real estat komersial Eropa Unibail-Rodamco-Westfield SE mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya merosot 1,89 persen.

Disusul oleh saham pemimpin transformasi digital Prancis Atos yang berkurang 1,74 persen, dan perusahaan telekomunikasi Prancis Orange turun 1,24 persen.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indeks DAX-30 Jerman berakhir naik, Adidas “top gainer” 9,13 persen

Lufthansa mencatat ‘top loser’ dengan harga sahamnya jatuh 2,09 persen

Frankfurt (ANTARA) – Saham-saham Jerman berakhir sedikit lebih tinggi pada perdagangan Jumat (3/5/2019), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt naik 0,55 persen atau 67,33 poin, menjadi 12.412,75 poin.

Pembuat pakaian dan peralatan olahraga Adidas meraih keuntungan paling banyak (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya melonjak sebesar 9,13 persen.

Disusul oleh saham perusahaan pemasok peralatan dialisis ginjal Fresenius Medical dan perusahaan perawatan kesehatan Eropa Fresenius SE, yang masing-masing naik sebesar 1,41 persen dan 1,34 persen.

Di sisi lain, sebut Xinhua, maskapai penerbangan Jerman Lufthansa mencatat kerugian paling banyak (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 2,09 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan penyedia teknologi internet dan jasa keuangan global Wirecard serta raksasa industri Thyssenkrupp, yang masing-masing turun 1,08 persen dan 0,97 persen.

Adidas adalah saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang hari dengan nilai transaksi mencapai 497,8 juta euro (552,5 juta dolar AS).

Baca juga: Wall Street dibuka lebih tinggi di tengah data pekerjaan yang kuat

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wall Street dibuka lebih tinggi di tengah data pekerjaan yang kuat

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 138,07 poin atau 0,52 persen ke 26.445,86

New York (ANTARA) – Saham-saham di Wall Street, Amerika Serikat (AS), dibuka lebih tinggi pada Jumat, karena sentimen pasar terangkat oleh data pekerjaan yang lebih baik dari perkiraan.

Tak lama setelah bel pembukaan, Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 138,07 poin atau 0,52 persen ke 26.445,86. Indeks S&P 500 naik 14,21 poin atau 0,49 persen menjadi 2.931,73 dan Indeks Komposit Nasdaq naik 51,20 poin atau 0,64 persen menjadi 8.087,98.

Semua 11 sektor utama S&P 500 menguat pada awal perdagangan dengan saham energi naik lebih dari satu persen tak lama setelah pembukaan, melampaui sisanya, sebut XInhua.

Total pekerjaan penggajian nonpertanian AS meningkat 263.000 pada April, menurut Departemen Tenaga Kerja, Jumat. Angka itu dengan mudah melampaui 217.000 dari perkiraan ekonom yang disurvei oleh MarketWatch.

Pekerjaan penting meraih keuntungan yang terjadi dalam layanan profesional dan bisnis, konstruksi, perawatan kesehatan, dan bantuan sosial.

Sementara itu, tingkat pengangguran turun 0,2 poin persentase menjadi 3,6 persen pada April, tingkat terendah sejak Desember 1969, kata departemen itu.

Ekuitas AS turun dalam dua sesi terakhir berturut-turut setelah Federal Reserve (Fed) AS pada Rabu mengurangi harapan untuk penurunan segera suku bunga.

Baca juga: Wall Street ditutup jatuh untuk hari kedua setelah keputusan The Fed
Baca juga: Bursa saham Singapura ditutup melemah 0,03 persen

Pewarta: Risbiani Fardaniah
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar saham Aussie berakhir hampir datar

Sydney (ANTARA) – Pasar saham Australia berakhir hampir datar pada Jumat, setelah diperdagangkan lebih tinggi sepanjang sore, dengan saham-saham bank dan penambang membebani indeks.

Pada penutupan pasar, indeks acuan S&P/ASX 200 turun tipis 2,60 poin atau 0,041 persen menjadi 6.335,80 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas turun 2,80 poin atau 0,044 persen menjadi 6.427,20 poin.

“Jumat telah melihat sesi perdagangan berfluktuasi dengan ASX 200 berayun antara keuntungan dan kerugian,” kata analis pasar Commsec, James Tao.

Saham-saham energi merosot sepanjang hari, jatuh 1,28 persen pada penutupan indeks, menyusul penurunan harga minyak global sebesar dua persen.

Sementara itu, sektor keuangan turun sekitar 0,2 persen dan sektor material naik tipis.

Sebagian besar saham lainnya meningkat dengan kebutuhan pokok konsumen dan teknologi informasi berjalan sangat baik.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia sebagian besar lebih tinggi dengan Commonwealth Bank naik 0,16 persen, ANZ naik 0,51 persen, National Australia Bank turun 0,12 persen, dan Westpac Bank naik 0,11 persen.

Saham pertambangan melemah, dengan Rio Tinto turun 0,02 persen, Fortescue Metals naik 1,53 persen, BHP turun 0,22 persen dan penambang emas Newcrest turun 1,04 persen.

Produsen minyak dan gas negara itu merosot dengan Oil Search turun 1,30 persen, Santos turun 2,25 persen, dan Woodside Petroleum turun 0,88 persen.

Supermarket terbesar Australia menguat, dengan Coles naik 0,48 persen dan Woolworths naik 1,89 persen.

Sementara itu, raksasa telekomunikasi Telstra menguat 0,60 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas naik 0,17 persen dan perusahaan biomedis CSL turun 0,69 persen.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Seoul berakhir 0,74 persen lebih rendah

Seoul (ANTARA) – Saham-saham Seoul berakhir lebih rendah pada perdagangan Jumat, dengan indikator utama bursa Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) turun 0,74 persen atau16,43 poin menjadi 2.196,32 poin.

Volume perdagangan mencapai 609,8 juta saham senilai 5,2 triliun won (4,4 miliar dolar AS).

Mata uang Korea Selatan berakhir pada 1.170,0 won terhadap greenback, turun 4,3 won dari tingkat penutupan hari sebelumnya.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar saham Filipina ditutup melemah 0,42 persen

Manila (ANTARA) – Saham-saham Filipina ditutup lebih rendah pada perdagangan Jumat, dengan indikator utama Bursa Efek Filipina, indeks komposit PSE, melemah 0,42 persen atau turun 33,59 poin menjadi 7.967,98.

Sementara itu, indeks seluruh saham bergerak turun 6,83 poin atau 0,14 persen, menjadi berakhir pada 4.906,06 poin.

Volume perdagangan mencapai 788,07 juta saham senilai 8,18 miliar peso (157,76 juta dolar AS), dengan 102 saham berhasil membukukan keuntungan, 100 saham mencatat kerugian, sementara 50 saham ditutup tidak berubah.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Hong Kong ditutup 0,46 persen lebih tinggi

Hong Kong (ANTARA) –

Bursa saham Hong Kong ditutup lebih tinggi pada perdagangan Jumat, dengan indikator utama Indeks Hang Seng naik 0,46 persen atau 137,37 poin, menjadi 30.081,55 poin.

Indeks Hang Seng diperdagangkan berkisar antara 29.678,86 poin hingga 30.081,55 poin, dengan nilai transaksi mencapai 66,72 miliar dolar Hong Kong (sekitar 8,51 miliar dolar AS).

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Singapura ditutup melemah 0,03 persen

Singapura (ANTARA) – Saham-saham Singapura ditutup lebih rendah pada perdagangan Jumat, dengan indeks acuan STI (Straits Times Index) melemah 0,03 persen atau 1,04 poin, menjadi 3.392,29 poin.

Sebanyak 759,46 juta saham berpindah tangan senilai1,01 miliar dolar Singapura (sekitar 740,35 juta dolar AS), dengan jumlah saham turun melebihi yang naik, sebanyak 191 saham berbanding 174 saham.

Indeks STI turun 0,2 persen atau 6,87 poin, menjadi ditutup di 3.393,33 poin pada perdagangan Kamis.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar saham Malaysia ditutup 0,31 persen lebih tinggi

Kuala Lumpur (ANTARA) – Pasar saham Malaysia berakhir lebih tinggi pada perdagangan Jumat, dengan indikator utama Indeks Komposit Kuala Lumpur (KLCI) naik 0,31 persen atau 5,06 poin, menjadi 1.637,30 poin.

Sementara itu, indeks Emas bergerak menguat 38,11 poin atau 0,33 persen, menjadi 11.611,76 poin.

Sebanyak 447 saham berhasil membukukan keuntungan, 395 saham mencatat kerugian dan 383 saham diperdagangkan tidak berubah.

Volume transaksi naik menjadi 2,82 miliar saham senilai 2,11 miliar ringgit Malaysia (509,30 juta dolar AS), dibandingkan dengan 2,68 miliar saham senilai 1,95 miliar ringgit Malaysia (471,58 juta dolar AS) pada Kamis (2/5).

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG akhir pekan melemah dipengaruhi sentimen domestik dan eksternal

Dari eksternal, pelemahan harga komoditas dan tertutupnya peluang penurunan suku bunga acuan di Amerika. Kalau dari internal, mengecewakannya beberapa laporan keuangan emiten di kuartal satu, situasi politik terkait hasil pemilu yang belum juga beres

Jakarta (ANTARA) – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir pekan ditutup melemah dipengaruhi kombinasi sentimen domestik dan eksternal.

IHSG ditutup melemah 54,96 poin atau 0,86 persen ke posisi 6.319,46. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 9,61 poin atau 0,95 persen menjadi 997,34.

“Dari eksternal, pelemahan harga komoditas dan tertutupnya peluang penurunan suku bunga acuan di Amerika. Kalau dari internal, mengecewakannya beberapa laporan keuangan emiten di kuartal satu, situasi politik terkait hasil pemilu yang belum juga beres, dan pelemahan nilai tukar rupiah,” kata analis Indopremier Sekuritas Mino di Jakarta, Jumat.

Dibuka menguat, IHSG terus berada di zona merah sepanjang hari hingga penutupan bursa saham.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual asing bersih atau “net foreign sell” sebesar Rp967,33 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 425.758 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 12,55 miliar lembar saham senilai Rp9,42 triliun. Sebanyak 128 saham naik, 264 saham menurun, dan 130 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa regional Asia antara lain indeks Hang Seng menguat 137,37 poin atau 0,46 persen ke 30.081,55 dan indeks Straits Times melemah 1,04 poin (0,03 persen) ke posisi 3.392,29.

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar saham Australia menguat, Indeks ASX 200 dibuka naik 11,90 poin

Komoditas-komoditas industri turun dalam perdagangan semalam

Sydney (ANTARA) – Pasar saham Australia dibuka lebih tinggi pada perdagangan Jumat pagi, dengan keuntungan meluas dan hanya sektor energi yang cenderung menurun tajam.

Pada pukul 10.30 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 11,90 poin atau 0,19 persen menjadi diperdagangkan di 6.350,30 poin, sedangkan Indeks All Ordinaries yang lebih luas naik 11,30 poin atau 0,18 persen pada 6.441.30 poin.

Pasar saham Australia membalikkan beberapa kerugian dari hari sebelumnya, mengangkat kenaikan luas di seluruh indeks.

Hanya saham-saham energi dan keuangan yang berada di wilayah negatif dengan merosot mendekati 0,9 persen, sementara bank-bank membukukan penurunan yang lebih moderat.

“Komoditas-komoditas industri turun dalam perdagangan semalam, dipimpin oleh penurunan tiga persen dalam harga minyak mentah,” kata Kepala Strategi Pasar CMC Markets Michael McCarthy.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia beragam dengan Commonwealth Bank turun 0,07 persen, ANZ naik 0,59 persen, National Australia Bank naik 0,08 persen, dan Westpac Bank naik 0,06 persen.

Baca juga: Harga emas jatuh terendah dalam empat bulan pasca-pernyataan Fed

Saham-saham pertambangan juga bervariasi, dengan Rio Tinto turun 0,22 persen, Fortescue Metals naik 0,14 persen, BHP turun 0,38 persen dan penambang emas Newcrest turun 0,84 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas melemah, dengan Oil Search turun 0,78 persen, Santos turun 0,98 persen, dan Woodside Petroleum turun 0,41 persen. Baca juga: Harga minyak jatuh, investor khawatir kelebihan pasokan global

Supermarket terbesar Australia menguat dengan Coles naik 0,56 persen dan Woolworths naik 1,15 persen.

Sementara itu raksasa telekomunikasi Telstra menyusut 0,15 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas naik 0,17 persen dan perusahaan biomedis CSL terangkat 1,24 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Wall Street ditutup jatuh untuk hari kedua setelah keputusan The Fed

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Seoul merosot, Indeks KOSPI dibuka turun 0,13 persen

Seoul (ANTARA) – Saham-saham Seoul dibuka lebih rendah pada Jumat pagi, dengan indikator utama bursa Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) turun 0,13 persen atau 2,93 poin, menjadi 2.209,82 poin dalam 15 menit pertama perdagangan.

Mata uang Korea Selatan dikutip pada 1.168,7 won terhadap dolar AS, turun 3.0 won dari tingkat penutupan hari sebelumnya. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Pasar saham Australia menguat, Indeks ASX 200 dibuka naik 11,90 poin

Baca juga: Harga emas jatuh terendah dalam empat bulan pasca-pernyataan Fed

Baca juga: Kurs dolar AS diperkirakan lebih kuat pada perdagangan di Asia

Baca juga: Wall Street ditutup jatuh untuk hari kedua setelah keputusan The Fed

Baca juga: Bursa saham Spanyol rontok, Indeks IBEX 35 ditutup jatuh 152,40 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa Hong Kong melemah, Indeks Hang Seng dibuka jatuh 125,70 poin

Hong Kong (ANTARA) – Saham-saham Hong Kong dibuka lebih rendah pada Jumat pagi, dengan indikator utama bursa Indeks Hang Seng (HSI) melemah 0,42 persen atau 125,70 poin, menjadi diperdagangkan di 29.818,48 poin.

Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Wall Street ditutup jatuh untuk hari kedua setelah keputusan The Fed

Baca juga: Harga emas jatuh terendah dalam empat bulan pasca-pernyataan Fed

Baca juga: Kurs dolar AS diperkirakan lebih kuat pada perdagangan di Asia

Baca juga: Harga minyak jatuh, investor khawatir kelebihan pasokan global

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG Jumat dibuka turun 7,67 poin

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat dibuka melemah 7,67 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.366,75.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 2,03 poin atau 0,2 persen menjadi 1.004,92.

Baca juga: Bursa Hong Kong melemah, Indeks Hang Seng dibuka jatuh 125,70 poin

Baca juga: Bursa saham Seoul merosot, Indeks KOSPI dibuka turun 0,13 persen

Baca juga: Pasar saham Australia menguat, Indeks ASX 200 dibuka naik 11,90 poin

Baca juga: Wall Street ditutup jatuh untuk hari kedua setelah keputusan The Fed

Baca juga: Harga emas jatuh terendah dalam empat bulan pasca-pernyataan Fed

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Analis: Meski dibuka melemah, IHSG berpotensi menguat hari ini

…inflasi April yang relatif terkendali dan optimis pasar atas kesepakatan negosiasi Amerika Serikat dan China mengenai perdagangan, akan menjadi katalis positif bagi pasar…

Jakarta (ANTARA) – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat berpotensi menguat seiring rilis data inflasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Kamis (2/5) lalu.

IHSG sendiri pagi ini dibuka dibuka melemah 7,67 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.366,75. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak turun 2,03 poin atau 0,2 persen menjadi 1.004,92.

“Sentimen dari dalam negeri berkenaan dengan data ekonomi teranyar untuk inflasi April yang relatif terkendali dan optimis pasar atas kesepakatan negosiasi Amerika Serikat dan China mengenai perdagangan, akan menjadi katalis positif bagi pasar untuk mendorong IHSG bergerak ke zona positif pada perdagangan saham hari ini,” kata Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Jumat.

Inflasi April mencapai 0,44 persen bulan ke bulan dan inflasi inti secara tahun ke tahun sebesar 2,83 persen. Inflasi April memang tidak sesuai dengan ekspektasi pasar yaitu 0,3 persen dan 2,5 persen, namun secara keseluruhan inflasi dinilai masih terkendali

Dari eksternal, pemerintah AS dan China dikabarkan hampir sepakat mengenai negosiasi damai di bidang perdagangan, terutama berkaitan dengan perang tarif. Dalam negosiasi damai tersebut, Presiden AS Donald Trump akan segera menghapus tarif 10 persen atas sebagian dari impor China senilai 200 miliar dolar AS dengan catatan kesepakatan kedua negara bisa terjadi.

“Ekspektasi bahwa China dan AS akan mencapai kesepakatan dagang ditanggapi positif pelaku pasar beberapa bulan terakhir. Diperkirakan sentimen ini kembali dapat dipandang positif pelaku pasar,” ujar Alfiansyah.

Sementara itu, bursa regional antara lain Indeks Hang Seng melemah 230,84 poin (0,77 persen) ke 29.713,34 dan Indeks Straits Times melemah 19,47 poin (0,57 persen) ke posisi 3.373,86.

Baca juga: Jumat pagi, rupiah melemah, dekati Rp14.300

Baca juga: Wall Street ditutup jatuh untuk hari kedua setelah keputusan The Fed

Baca juga: Bursa saham Spanyol rontok, Indeks IBEX 35 ditutup jatuh 152,40 persen

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Prancis merosot, Indeks CAC 40 ditutup turun 47,55 poin

Paris (ANTARA) – Saham-saham pada Bursa Prancis berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis (2/5/2019), dengan indeks acuan CAC-40 di Paris turun 0,85 persen atau 47,55 poin, menjadi 5.538,86 poin.

Dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen Indeks CAC-40, tercatat 23 saham mengalami penurunan harga.

Penyedia layanan industri minyak dan gas internasional TechnipFMC kehilangan 5,34 persen, mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips.

Diikuti oleh saham kelompok industri Prancis Legrand yang jatuh 5,13 persen, serta produsen baja internasional Arcelomittal SA merosot 3,66 persen.

Sementara itu, pemimpin transformasi digital Prancis, Atos, membukukan keuntungan terbesar (top gianer) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya menguat 1,50 persen.

Disusul oleh saham pabrikan mobil Prancis Peugeot yang bertambah 1,42 persen, dan kelompok perusahaan keuangan internasional Prancis BNP Paribas naik 1,16 persen.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Jerman ditutup melemah, namun saham Volkswagen melonjak

Frankfurt (ANTARA) – Saham-sahan pada Bursa Jerman ditutup cenderung datar pada perdagangan Kamis (2/5/2019), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt naik tipis 0,01 persen atau 1,34 poin, menjadi 12.345,42 poin, namun saham Volkswagen melonjak.

Perusahaan kimia dan farmasi multinasional Bayer, meraih keuntungan paling banyak (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya terangkat 3,76 persen.

Disusul oleh saham produsen otomotif Volkswagen serta asosiasi pengembang perumahan Vonovia, yang masing-masing meningkat sebesar 3,68 persen dan 1,69 persen.

Di sisi lain, perusahaan reasuransi Munich Re menderita kerugian paling banyak (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 4,53 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan penyedia teknologi internet dan jasa keuangan global Wirecard serta produsen material Covestro, yang masing-masing turun 2,66 persen dan 1,99 persen.

Bayer adalah saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang hari, dengan nilai transaksi mencapai 394,0 juta euro (441,2 juta dolar AS). Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Bursa saham Prancis merosot, Indeks CAC 40 ditutup turun 47,55 poin

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Inggris jatuh, Indeks FTSE 100 ditutup turun 33,95 poin

London (ANTARA) – Saham-saham pada bursa Inggris berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis (2/5/2019), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London melemah 0,46 persen atau 33,95 poin, menjadi 7.351,31 poin.

Paddy Power Betfair, perusahaan taruhan olahraga dan game mengalami kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya jatuh 5,41 persen.

Diikuti oleh saham Micro Focus International, perusahaan perangkat lunak multinasional dan teknologi informasi, yang merosot 4,42 persen, serta Marks & Spencer Group, pengecer multinasional Inggris terkemuka, turun 4,14 persen.

Sementara itu, Smith & Nephew, perusahaan teknologi medis global, meningkat 2,98 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham perusahaan kemasan bergelombang terkemuka Eropa Smurfit Kappa Group serta perusahaan minyak dan gas multinasional Royal Dutch Shell PLC (RDSB), yang masing-masing meningkat 2,74 persen dan 1,89 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Bursa saham Jerman ditutup melemah, namun saham Volkswagen melonjak

Baca juga: Bursa saham Prancis merosot, Indeks CAC 40 ditutup turun 47,55 poin

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Spanyol rontok, Indeks IBEX 35 ditutup jatuh 152,40 persen

Madrid (ANTARA) – Saham-saham pada Bursa Spanyol ditutup lebih rendah pada perdagangan Kamis (2/5/2019), dengan indeks acuan IBEX 35 di Bursa Efek Madrid jatuh 1,59 persen atau 152,40 poin, menjadi 9,418,20 poin setelah dibuka dibuka di 9.570,60 poin.

Sebanyak 26 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen Indeks IBEX 35 mencatat penurunan harga, sedangkan sembilan saham perusahaan lainnya naik.

Perusahaan liburan Amadeus menderita kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya terpuruk 4,20 persen.

Disusul oleh perusahaan telekomunikasi Cellnex Telecom, yang melihat saham kehilangan 3,79 persen, serta produsen baja Arcelormittal merosot 3,65 persen.

Di sisi lain, bank tabungan Banco Sabadell berhasil membukukan keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya terangkat 2,90 persen.

Diikuti oleh saham produsen selulosa Ence Energia y Celusola yang menguat 1,00 persen, serta bank tabungan lainnya Caixabank naik 0,95 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Bursa saham Inggris jatuh, Indeks FTSE 100 ditutup turun 33,95 poin

Baca juga: Bursa saham Jerman ditutup melemah, namun saham Volkswagen melonjak

Baca juga: Bursa saham Prancis merosot, Indeks CAC 40 ditutup turun 47,55 poin
 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Harga emas jatuh terendah dalam empat bulan pasca-pernyataan Fed

Chicago (ANTARA) – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange jatuh pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), ditutup pada tingkat terendah dalam 4-bulan, sehari setelah Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell melemparkan keraguan tentang prospek untuk penurunan suku bunga dalam waktu dekat.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni, jatuh 12,2 dolar AS atau 0,95 persen, menjadi menetap pada 1.272 dolar AS per ounce.

Emas berakhir lebih rendah pada perdagangan Rabu (1/5/2019), kemudian memperpanjang kerugiannya dalam perdagangan elektronik, karena Powell dalam konferensi pers menyusul keputusan Fed yang diperkirakan secara luas akan mempertahankan suku bunga, menggambarkan bahwa tekanan inflasi yang lemah sebagai “sementara.”

Itu tampaknya mengecewakan pandangan beberapa orang di pasar bahwa The Fed mungkin melakukan upaya preemptive untuk mencegah inflasi yang lebih rendah atau resesi dengan memangkas suku bunga.

Seperti yang dikatakan Powell, pedagang suku bunga jangka pendek Amerika Serikat (AS) mulai memangkas taruhan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebelum akhir tahun.

Harga emas juga tertekan oleh penguatan dolar AS. Indeks dolar AS, yang mengukur dolar terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,19 persen menjadi 97,84 pada pukul 17.30 GMT.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS menguat maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 11,2 sen AS atau 0,76 persen, menjadi menetap di 14,617 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 23,2 dolar AS atau 2,64 persen, menjadi ditutup pada 854,2 dolar AS per ounce. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Harga minyak jatuh, investor khawatir kelebihan pasokan global

Baca juga: Bursa saham Spanyol rontok, Indeks IBEX 35 ditutup jatuh 152,40 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kurs dolar AS menguat setelah pertemuan kebijakan Federal Reserve

New York (ANTARA) – Kurs dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena investor terus mencerna pesan dari pertemuan kebijakan Federal Reserve (Fed) Amerika Serikat (AS) yang baru saja selesai.

Federal Reserve AS pada Rabu (2/5/2019) membiarkan suku bunga acuannya tidak berubah dan mengabaikan kekhawatiran tentang inflasi yang lemah, karena bank sentral melihat tidak perlu mengubah pendekatan “sabar” pada pergerakan suku bunga.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), komite pembuat kebijakan The Fed, memutuskan untuk mempertahankan kisaran target suku bunga federal fund di 2,25 persen hingga 2,50 persen, bank sentral mengatakan dalam sebuah pernyataan setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari.

The Fed mencatat bahwa pasar tenaga kerja “tetap kuat” dan aktivitas ekonomi “naik pada tingkat yang solid” sejak Maret, sementara pertumbuhan belanja rumah tangga dan investasi tetap bisnis “melambat” pada kuartal pertama.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,14 persen menjadi 97,8228 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1175 dolar AS dari 1,1194 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3027 dolar AS dari 1,3044 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,6997 dolar AS dari 0,7011 dolar AS.

Dolar AS dibeli 111,49 yen Jepang, lebih rendah dari 111,59 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 1,0193 franc Swiss dari 1,0181 franc Swiss, dan menguat menjadi 1,3470 dolar Kanada dari 1,3450 dolar Kanada. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Harga emas jatuh terendah dalam empat bulan pasca-pernyataan Fed

Baca juga: Harga minyak jatuh, investor khawatir kelebihan pasokan global

Baca juga: Bursa saham Spanyol rontok, Indeks IBEX 35 ditutup jatuh 152,40 persen
 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wall Street ditutup jatuh untuk hari kedua setelah keputusan The Fed

New York (ANTARA) – Saham-saham di Wall Street jatuh pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), memperpanjang kerugian di hari sebelumnya, setelah bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed) mengurangi harapan untuk setiap penurunan suku bunga potensial dalam waktu dekat.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 122,35 poin atau 0,46 persen, menjadi berakhir di 26.307,79 poin. Indeks S&P 500 turun 6,21 poin atau 0,21 persen, menjadi ditutup di 2.917,52 poin. Indeks Komposit Nasdaq mundur 12,87 poin atau 0,16 persen, menjadi berakhir di 8.036,77 poin.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih rendah, dengan sektor energi turun 1,71 persen, memimpin kerugian. Sementara sektor perawatan kesehatan naik 0,47 persen, mengungguli sektor lainnya.

Federal Reserve pada Rabu (2/4/2019) membiarkan suku bunga tidak berubah setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari, mengutip inflasi yang lemah.

Baca juga: Kurs dolar AS menguat setelah pertemuan kebijakan Federal Reserve

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pada konferensi pers bahwa sikap kebijakan bank sentral “tepat” saat ini dan “kami tidak melihat kasus yang kuat untuk bergerak ke arah lain.”  Ia menambahkan bahwa kelemahan baru-baru ini dalam tekanan harga kemungkinan bersifat sementara dan inflasi akan kembali ke target dua persen dari waktu ke waktu.

Pernyataan itu mendorong kembali ekspektasi pedagang akan kemungkinan penurunan suku bunga, merusak suasana pasar, para ahli mencatat.

Wall Street juga mencerna beberapa berita perusahaan dan sejumlah data ekonomi. Saham Tesla melonjak 4,31 persen setelah pembuat mobil listrik itu meluncurkan rencana untuk mengumpulkan dana sekitar 2,3 miliar dolar AS dengan menjual bauran surat utang dan ekuitas. Baca juga: Bursa saham Jerman ditutup melemah, namun saham Volkswagen melonjak

Di sisi ekonomi, dalam pekan yang berakhir 27 April, klaim pengangguran awal AS angka kasar untuk mengukur PHK, berdiri pada angka 230.000, tidak berubah dari level minggu sebelumnya yang tidak direvisi. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Harga emas jatuh terendah dalam empat bulan pasca-pernyataan Fed

Baca juga: Harga minyak jatuh, investor khawatir kelebihan pasokan global

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Singapura berakhir 0,2 persen lebih rendah

Singapura (ANTARA) – Saham-saham Singapura berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis, dengan indeks acuan STI (Straits Times Index) turun 0,2 persen atau 6,87 poin, menjadi 3.393,33 poin.

Total 878,11 juta saham berpindah tangan senilai 1,11 miliar dolar Singapura (sekitar 815,69 juta dolar AS), dengan jumlah saham turun melebihi yang naik, sebanyak 218 saham berbanding 192 saham.

Indeks STI turun 0,2 persen atau 6,82 poin, menjadi ditutup di 3.400,2 poin pada Selasa (30/4/2019. Bursa Efek Singapura (SGX) dan STI ditutup pada Rabu (1/5/2019) untuk liburan Hari Buruh Internasional.
 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar saham Malaysia ditutup melemah 0,61 persen

Kuala Lumpur (ANTARA) – Pasar saham Malaysia berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis, dengan indikator utama Indeks Komposit Kuala Lumpur (KLCI) melemah 0,61 persen atau 10,05 poin, menjadi 1.632,24 poin.

Sementara itu, indeks Emas bergerak turun 79,19 poin atau 0,68 persen menjadi 11.573,65 poin.

Sebanyak 225 saham berhasil mencatat keuntungan, 669 saham mengalami kerugian dan 348 saham diperdagangkan tidak berubah.

Volume transaksi meningkat menjadi 2,68 miliar saham senilai 1,95 miliar ringgit Malaysia (471,58 juta dolar AS), dibandingkan dengan 2,36 miliar saham senilai 2,24 miliar ringgit Malaysia (542,68 juta dolar AS) pada Selasa (30/4/2019).

Pasar saham Malaysia ditutup pada Rabu (1/5) karena libur Hari Buruh Internasional.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wall Street dibuka lebih rendah setelah penyataan Federal Reserve

New York (ANTARA) – Saham-saham di Wall Street, Amerika Serikat, dibuka sedikit lebih rendah pada Kamis, karena investor terus mengikuti pernyataan Federal Reserve tentang suku bunga dan inflasi.

Tak lama setelah bel pembukaan, Indeks Dow Jones Industrial Average turun 46,67 poin atau 0,18 persen ke 26.383,47. Indeks S&P 500 turun 1,29 poin atau 0,04 persen, menjadi 2.922,44. Indeks Komposit Nasdaq turun 3,16 poin atau 0,04 persen menjadi 8.046,48.

Dari 11 sektor utama S&P 500, saham bahan-bahan material mengalami kesulitan, sementara saham real estat unggul.

Federal Reserve (Fed) pada hari Rabu membiarkan suku bunga tidak berubah setelah menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari.

The Fed juga memupus harapan penurunan awal suku bunga. Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pada konferensi pers bahwa sikap kebijakan bank sentral “tepat” saat ini dan “kami tidak melihat kasus yang kuat untuk bergerak ke dua arah.”

Ia menambahkan kelemahan tekanan harga baru-baru ini kemungkinan bersifat sementara dan inflasi akan kembali ke target dua persen dari waktu ke waktu.

Pernyataan itu muncul ketika Wall Street melanjutkan musim pendapatan perusahaan. Lebih dari setengah perusahaan S&P 500 telah melaporkan laba kuartalan. Dari perusahaan yang telah melaporkan sejauh ini, menurut FactSet, sekitar 74,7 persen telah melampaui estimasi analis.

Ekuitas AS mengalami kemunduran pada sesi akhir Rabu dengan Dow ditutup lebih rendah dari 150 poin.
 

Penerjemah: Risbiani Fardaniah
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG melemah seiring kekhawatiran pasar terkait kebijakan The Fed

:IHSG melemah karena ada kekhawatiran pemangkasan suku bunga The Fed. Selain itu, hari ini IHSG diperparah oleh penurunan saham BDMN sampai “auto rejection” bawah,” ujar Analis Panin Sekuritas William Hartanto di Jakarta.

Jakarta (ANTARA) – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada Kamis seiring kekhawatiran pasar terkait kebijakan bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed).

IHSG ditutup melemah 80,93 poin atau 1,25 persen ke posisi 6.374,42, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 12,38 poin atau 1,21 persen menjadi 1.006,95.

“IHSG melemah karena ada kekhawatiran pemangkasan suku bunga The Fed. Selain itu, hari ini IHSG diperparah oleh penurunan saham BDMN sampai “auto rejection” bawah,” ujar Analis Panin Sekuritas William Hartanto di Jakarta.

Harga saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) terkoreksi tajam pada perdagangan hari ini yaitu hampir mencapai 20 persen. Saham BDMN terkoreksi 1.750 poin atau 19,77 persen menjadi 7.100.

Harga saham di atas Rp5.000 per saham, batasan penolakan secara otomatis (auto rejection) yaitu 20 persen. Auto rejection ini terjadi pasca transaksi atas saham BDMN di awal pekan yang akan oleh bank asal Jepang Mitsubishi UFJ Financial Group Inc (MUFG), termasuk transaksi merjer BDMN dengan Bank Danamon dengan PT Bank Nasional Parahyangan Tbk (BBNP).

Dibuka menguat, IHSG tak lama langsung melemah dan terus berada di zona merah sepanjang hari hingga penutupan bursa saham.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual asing bersih atau “net foreign buy” sebesar Rp178,99 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 472.086 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 15,24 miliar lembar saham senilai Rp9,51 triliun. Sebanyak 149 saham naik, 267 saham menurun, dan 115 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa regional Asia antara lain indeks Hang Seng menguat 245,07 poin atau 0,83 persen ke 29.944,18 dan indeks Straits Times melemah 6,87 poin (0,2 persen) ke posisi 3.393,33.

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar Aussie berakhir turun tertekan saham perbankan dan pertambangan

Sydney (ANTARA) – Pasar saham Australia ditutup lebih rendah pada perdagangan Kamis, tertekan sektor sumber daya dan keuangan menyusul dukungan internasional yang lemah.

Pada penutupan pasar, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 37,50 poin atau 0,59 persen menjadi 6.338,40 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas merosot 36,50 poin atau 0,56 persen menjadi 6.430,00 poin.

“Pasar saham lokal telah kembali ke kerugian setelah mencatat kenaikan kuat pada Rabu (1/5/2019),” kata analis pasar Commsec, James Tao.

Saham-saham bank dan penambang adalah penekan utama dengan sebagian besar sektor cenderung lebih rendah.

“Yang paling menonjol, National Australia Bank memutuskan untuk memotong dividen interim sebesar 16 persen menjadi 0,58 dolar AS per saham,” kata Tao.

Namun, penambang lithium dan rare earths Kidman Resources melonjak 42 persen setelah menerima tawaran pengambilalihan dari Wesfarmers sebesar 1,33 dolar AS per saham, dengan nilai transaksi mencapai 544 juta dolar AS.”

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia melemah, dengan Commonwealth Bank turun 0,85 persen, ANZ turun 2,43 persen, National Australia Bank turun 0,31 persen, dan Westpac Bank turun 2,59 persen.

Saham-saham pertambangan merosot, dengan Rio Tinto turun 1,18 persen, Fortescue Metals turun 1,51 persen, BHP turun 1,23 persen dan penambang emas Newcrest turun 0,92 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas juga melemah, dengan Oil Search turun 1,28 persen, Santos turun 1,11 persen, dan Woodside Petroleum turun 0,73 persen.

Supermarket terbesar Australia beragam, dengan Coles turun 0,40 persen dan Woolworths naik 0,81 persen.

Sementara itu raksasa telekomunikasi Telstra melemah 1,18 persen, perusahaan penerbangan nasional Qantas naik 1,05 persen dan perusahaan biomedis CSL menguat 0,43 persen.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Seoul ditutup menguat 0,42 persen

Seoul (ANTARA) – Saham-saham Seoul ditutup lebih tinggi pada perdagangan Kamis, dengan indikator utama bursa Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) menguat 0,42 persen atau 9,16 poin, menjadi 2.212,75 poin.

Volume perdagangan mencapai 358 juta saham, senilai 4,9 triliun won (4,2 miliar dolar AS).

Mata uang Korea Selatan berakhir pada 1.165,7 won terhadap greenback, naik 2,5 won dari tingkat penutupan perdagangan Selasa (1/5/2019).

Pasar keuangan Seoul ditutup pada Rabu (2/5/2019) karena libur memperingati Hari Buruh Internasional.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar saham Filipina berakhir 0,61 persen lebih tinggi

Manila (ANTARA) – Saham-saham Filipina berakhir lebih tinggi pada perdagangan Kamis, dengan indikator utama Bursa Efek Filipina, indeks komposit PSE, naik 0,61 persen atau 48,85 poin, menjadi 8.001,57 poin.

Sementara itu, indeks seluruh saham bergerak menguat 23,33 poin atau 0,48 persen, menjadi ditutup di 4.912,89 poin.

Volume perdagangan mencapai 746,08 juta saham senilai 8,17 miliar peso (156,86 juta dolar AS), dengan 109 saham berhasil mencatat keuntungan, 81 saham merugi, sementara 52 saham ditutup tidak berubah.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Hong Kong ditutup menguat 0,83 persen

Hong Kong (ANTARA) – Saham-saham Hong Kong ditutup lebih tinggi pada perdagangan Kamis, dengan indikator utama bursa Indeks Hang Seng (HSI) menguat 0,83 persen atau 245,07 poin, menjadi 29.944,18 poin.

Indeks Hang Seng diperdagangkan berkisar antara 29.643,05 poin hingga 29.967,74 poin, dengan nilai transaksi mencapai 71,46 miliar dolar Hong Kong (sekitar 9,11 miliar dolar AS).

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Australia merosot tajam, terseret saham bank dan tambang

Prospek pasar saham negatif dan penurunan hampir tiga persen…

Sydney (ANTARA) – Saham-saham pada Bursa Australia dibuka lebih rendah pada perdagangan Kamis pagi, dengan sektor sumber daya dan keuangan sangat membebani dan mengimbangi kenaikan moderat.

Pada pukul 10.30 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 45,40 poin atau 0,71 persen menjadi diperdagangkan di 6.330,50 poin, sedangkan Indeks All Ordinaries yang lebih luas turun 42,00 poin atau 0,65 persen pada 6.424,50 poin.

Saham-saham sektor energi dan material keduanya merosot sekitar satu persen, sementara keuangan turun lebih jauh, jatuh lebih dari 1,3 persen.

“Prospek pasar saham negatif dan penurunan hampir tiga persen dalam harga tembaga diperparah oleh berita buruk perusahaan pagi ini,” kata Kepala Strategi Pasar CMC Markets, Michael McCarthy.

“National Australia Bank memangkas dividennya setelah mengungkapkan penurunan setengah tahun dalam pendapatan dan margin.”

Namun, saham-saham kebutuhan pokok konsumen dan layanan kesehatan berhasil menguat, sementara indeks lainnya beragam.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia merosot, dengan Commonwealth Bank turun 0,93 persen, ANZ turun 2,61 persen, National Australia Bank turun 1,13 persen, dan Westpac Bank turun 2,11 persen.

Saham-saham pertambangan jatuh, dengan Rio Tinto turun 1,47 persen, Fortescue Metals turun 3,01 persen, BHP turun 1,60 persen dan penambang emas Newcrest turun 0,24 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas juga melemah, dengan Oil Search turun 1,92 persen, Santos turun 1,11 persen, dan Woodside Petroleum turun 0,99 persen.

Supermarket terbesar Australia beragam, dengan Coles turun 0,16 persen dan Woolworths naik 1,28 persen.

Sementara itu raksasa telekomunikasi Telstra melemah 0,59 persen, maskapai penerbanganl Qantas naik 0,53 persen dan perusahaan biomedis CSL naik 1,00 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Wall Street jatuh setelah Fed kurangi harapan penurunan suku bunga

Baca juga: Bursa saham Inggris merosot, Indeks FTSE 100 ditutup turun 32,96 poin
 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Seoul melemah, Indeks KOSPI dibuka turun 0,11 persen

Seoul (ANTARA) – Saham-saham pada Bursa Seoul dibuka lebih rendah pada Kamis pagi, dengan indikator utama bursa Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) turun 0,11 persen atau 2,43 poin, menjadi 2.201,16 poin dalam 15 menit pertama perdagangan.

Mata uang Korea Selatan dikutip pada 1.164,6 won terhadap dolar AS, naik 3,7 won dari tingkat penutupan perdagangan hari sebelumnya (30/4/2019).

Pasar Seoul ditutup pada Rabu (1/5/2019) untuk peringatan Hari Buruh Internasional. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Wall Street jatuh setelah Fed kurangi harapan penurunan suku bunga

Baca juga: Bursa saham Inggris merosot, Indeks FTSE 100 ditutup turun 32,96 poin

Baca juga: Bursa saham Australia merosot tajam, terseret saham bank dan tambang

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Minyak turun di perdagangan Asia, produksi AS sentuh rekor tertinggi

Harga minyak mentah turun tajam karena persediaan di AS naik ke level tertinggi sejak 2017

Singapura (ANTARA) – Harga minyak dunia merosot di perdagangan Asia pada Kamis pagi, setelah data menunjukkan rekor produksi minyak mentah AS, yang mengakibatkan lonjakan persediaan.

Namun, di luar Amerika Serikat, pasar minyak tetap ketat karena semua pengecualian terhadap sanksi AS terhadap Iran berakhir, krisis politik di Venezuela meningkat, dan klub produsen OPEC terus menahan pasokan.

Patokan internasional, minyak mentah berjangka Brent, berada di 72,09 dolar AS per barel pada pukul 00.32 GMT (07.32 WIB), turun sembilan sen AS atau 0,1 persen, dari tingkat penutupan terakhir mereka.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun tipis dua sen AS, menjadi diperdagangkan di 63,58 dolar AS per barel, setelah turun 0,5 persen di sesi sebelumnya.

“Harga minyak mentah turun tajam karena persediaan di AS naik ke level tertinggi sejak 2017,” kata bank ANZ, Kamis, dikutip dari Reuters.

“Ini terjadi ketika kilang-kilang AS menuju ke periode pemeliharaan musim semi, memicu kekhawatiran bahwa permintaan minyak mentah akan lemah dan stok akan terus meningkat,” tambahnya.

Stok minyak mentah AS pekan lalu naik ke level tertinggi sejak September 2017, melonjak 9,9 juta barel menjadi 470,6 barel, karena produksi mencetak rekor tertinggi 12,3 juta barel per hari (bph), sementara tingkat kegiatan penyulingan turun, Badan Information Energi AS (EIA) ) melaporkan pada Rabu (1/5/2019).

Namun demikian, di luar Amerika Serikat, pasar minyak tetap ketat di tengah krisis politik di Venezuela, semakin ketatnya sanksi AS terhadap Iran yang tidak memungkinkan lagi keringanan mulai Mei, dan ketika Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) terus menahan pasokan untuk menopang harga.

Menteri energi Oman Mohammed bin Hamad al-Rumhy mengatakan pada Rabu (1/4/2019) bahwa OPEC berencana untuk memperpanjang pemotongan, yang dimulai pada Januari, ketika mereka bertemu berikutnya pada Juni.

Bagi produsen-produsen, kondisi pasar yang ketat berarti keuntungan yang lebih tinggi.

Analis di Bernstein Energy mengatakan tingkat harga saat ini mencerminkan biaya marginal rata-rata untuk sebagian besar produsen minyak yang tercatat.

“Kami telah mensurvei 50 perusahaan minyak dan gas terbesar yang tercatat secara global … Berdasarkan laporan tahunan 2018 kami memperkirakan bahwa biaya marjinal global minyak tetap stabil pada 71 dolar AS per barel,” kata Bernstein dalam sebuah catatan pada Kamis.

“Ini sejalan dengan harga spot saat ini tetapi lebih tinggi dari harga minyak berjangka jangka panjang 61 dolar AS per barel,” kata catatan itu.

“Dengan harga minyak naik lebih besar dari biaya, margin industri meningkat lebih dari 200 persen pada 2018,” kata Bernstein, yang menghasilkan keuntungan industri “paling tinggi dalam lima tahun terakhir.”

Baca juga: Harga minyak bervariasi dipicu pemotongan OPEC dan kenaikan pasokan AS

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG Kamis dibuka menguat tipis 2,77 poin

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis dibuka menguat 2,77 poin atau 0,04 persen ke posisi 6.458,12.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,58 poin atau 0,06 persen menjadi 1.019,91.

Baca juga: Wall Street jatuh setelah Fed kurangi harapan penurunan suku bunga

Baca juga: Kurs dolar naik dipicu pernyataan Ketua Federal Reserve

Baca juga: Harga minyak bervariasi dipicu pemotongan OPEC dan kenaikan pasokan AS

Baca juga: Bank sentral AS abaikan kekhawatiran inflasi, suku bunga tak berubah

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa Hong Kong melemah, Indeks Hang Seng dibuka turun 56,06 poin

Hong Kong (ANTARA) – Saham-saham pada Bursa Hong Kong dibuka lebih rendah pada perdagangan Kamis pagi, dengan indikator utama Indeks Hang Seng (HSI) turun 0,19 persen atau 56,06 poin, menjadi diperdagangkan di 29.643,05 poin.

Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: IHSG Kamis dibuka menguat tipis 2,77 poin

Baca juga: Bursa saham Seoul melemah, Indeks KOSPI dibuka turun 0,11 persen

Baca juga: Wall Street jatuh setelah Fed kurangi harapan penurunan suku bunga

Baca juga: Kurs dolar naik dipicu pernyataan Ketua Federal Reserve

Baca juga: Harga minyak bervariasi dipicu pemotongan OPEC dan kenaikan pasokan AS

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG diprediksi melemah seiring keterbatasan sentimen

Pasar global Asia yang rawan koreksi kian akan menekan bagi IHSG

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis diprediksi bergerak melemah seiring keterbatasan sentimen baik domestik maupun eksternal.

IHSG dibuka menguat 2,77 poin atau 0,04 persen ke posisi 6.458,12. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,58 poin atau 0,06 persen menjadi 1.019,91.

“Terbatasnya katalis bagi pasar saham Indonesia baik dari eksternal maupun internal, dapat menyulitkan bagi IHSG untuk bisa bergerak ke teritorial positif,” kata Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Kamis.

Sementara itu, sentimen pasar juga akan dihadapi ancaman berlanjutnya pelemahan rupiah serta kekhawatiran kenaikan harga minyak yang akan membayangi bagi pergerakan IHSG pada perdagangan saham hari ini.

“Di samping itu, pasar global Asia yang rawan koreksi kian akan menekan bagi IHSG,” ujar Alfiansyah.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS secara beruntun dalam tujuh hari mencatatkan pelemahan. Pelemahan rupiah ini sejalan dengan mayoritas mata uang negara-negara Asia lainnya melemah terhadap dolar AS.

Namun, pelemahan rupiah menjadi yang terdalam kedua. Kinerja rupiah hanya lebih baik dari won Korea yang jatuh hingga 0,36 persen.

Tekanan atas mata uang Asia akibat rentetan rilis data ekonomi yang mengecewakan di kawasan regional ini.

“Dampak dari pelemahan nilai tukar rupiah akan memberatkan bagi laju IHSG untuk dapat melenggang ke zona hijau,” kata Alfiansyah.

Sementara itu, bursa regional antara lain indeks Hang Seng menguat 110,31 poin (0,37 persen) ke 29.809,42 dan indeks Straits Times melemah 12,38 poin (0,36 persen) ke posisi 3.387,82.

Baca juga: IHSG ditutup menguat seiring ‘window dressing’ kuartal pertama

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wall Street jatuh setelah Fed kurangi harapan penurunan suku bunga

…’kita tidak lebih dekat dengan pemotongan daripada sebelumnya’ membuat pasar menjual

New York (ANTARA) – Saham-saham di Wall Street lebih rendah pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), dengan S&P 500 mengakhiri rekor penutupan tertinggi selama tiga hari karena komentar Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell tampak memupus harapan bank sentral dapat bergerak memangkas suku bunga tahun ini.

Dalam pengumuman kebijakannya, The Fed mempertahankan suku bunga stabil seperti yang diperkirakan dan memukul nada hati-hati pada inflasi. Tetapi Powell, berbicara setelah pernyataan The Fed, mengatakan penurunan inflasi tahun ini bisa disebabkan oleh faktor sementara.

Itu tampaknya mengecewakan pandangan beberapa orang di pasar bahwa The Fed mungkin melakukan upaya preemptive untuk mencegah inflasi yang lebih rendah atau resesi dengan memangkas suku bunga.

Seperti yang dikatakan Powell, pedagang suku bunga jangka pendek Amerika Serikat (AS) mulai memangkas taruhan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebelum akhir tahun.

“Fakta bahwa dia pada dasarnya mengatakan ‘kita tidak lebih dekat dengan pemotongan daripada sebelumnya’ membuat pasar menjual,” kata Ahli Strategi Pasar di Robert W Baird, Michael Antonelli, di Milwaukee, AS.

Saham-saham telah lebih tinggi untuk sebagian besar sesi dan S&P 500 mencapai rekor intraday awal, didorong oleh lonjakan saham Apple Inc. Perusahaan pada Selasa (30/4/2019) malam melaporkan hasil kuartalan yang mengalahkan perkiraan Wall Street, meskipun terjadi rekor penurunan pendapatan iPhone.

Apple juga mengumumkan rencana untuk pembelian kembali saham baru senilai 75 miliar dolar AS dan meningkatkan dividen tunai sebesar 5,0 persen. Saham Apple berakhir naik 4,9 persen.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 162,77 poin atau 0,61 persen, menjadi berakhir di 26.430,14 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 22,1 poin atau 0,75 persen, menjadi ditutup di 2.923,73 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 45,75 poin atau 0,57 persen, menjadi berakhir di 8.049,64 poin.

Penjualan berbasis luas karena hampir setiap sektor S&P 500 mengakhiri hari dengan lebih rendah. Jumlah saham turun melebihi yang naik, di NYSE dengan rasio 1,68 banding satu, dan di Nasdaq dengan rasio 2,15 banding satu.

S&P 500 membukukan 47 posisi tertinggi baru dan dua posisi terendah baru dalam 52-minggu serta Indeks Komposit Nasdaq mencatat 84 tertinggi baru dan 52 terendah baru.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 7,44 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 6,61 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir. Demikian laporan yang dikutip dari Reuters.

Baca juga: Harga minyak bervariasi dipicu pemotongan OPEC dan kenaikan pasokan AS

Baca juga: Kurs dolar naik dipicu pernyataan Ketua Federal Reserve

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Inggris merosot, Indeks FTSE 100 ditutup turun 32,96 poin

London (ANTARA) – Saham-saham pada Bursa Inggris berakhir lebih rendah pada perdagangan Rabu (1/5/2019), dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London turun 0,44 persen atau 32,96 poin, menjadi 7.385,26 poin.

Paddy Power Betfair, perusahaan taruhan olahraga dan permainan, melonjak sebesar 4,28 persen, menjadi peraih keuntungan tertinggi (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips.

Diikuti oleh saham jaringan supermarket terbesar ketiga di Inggris J Sainsbury dan penyelenggara perdagangan saham London Stock Exchange Group, yang masing-masing naik sebesar 3,91 persen dan 3,43 persen.

Sementara itu, Micro Focus International, perusahaan perangkat lunak multinasional dan teknologi informasi mencatat kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 5,07 persen.

Disusul oleh saham Just Eat, perusahaan jasa pemesanan dan pengiriman makanan dalam jaringan yang merosot turun 2,72 persen, serta Antofagasta, perusahaan pertambangan tembaga, turun 2,18 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Harga emas naik 4,2 dolar didukung pelemahan greenback

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Emas berjangka ditutup turun 0,12 persen jadi 1.284,2 dolar per ounce

Namun, penurunan emas lebih lanjut dibatasi oleh pelemahan greenback

Chicago (ANTARA) – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange lebih rendah pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena para pedagang memilih beralih ke penjualan teknis (technical selling) setelah kenaikan di sesi sebelumnya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni turun 1,5 dolar AS atau 0,12 persen, menjadi menetap di 1.284,2 dolar AS per ounce.

Namun, penurunan emas lebih lanjut dibatasi oleh pelemahan greenback. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,22 persen menjadi 97,31 pada pukul 17.30 GMT.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS melemah maka emas berjangka akan naik, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi murah bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Pada akhir perdagangan sehari sebelumnya Selasa (Rabu pagi WIB), sebut Xinhua, emas berjangka naik 4,2 dolar AS atau 0,33 persen, menjadi menetap pada 1.285,7 dolar AS per ounce, karena logam mulia mendapat dukungan dari dolar AS yang lebih lemah. Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 25,5 sen AS atau 1,7 persen, menjadi menetap di 14,729 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 14,3 dolar AS, atau 1,6 persen, menjadi ditutup pada 877,4 dolar AS per ounce.

Baca juga: Harga emas naik 4,2 dolar didukung pelemahan greenback

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar saham Aussie melonjak dalam perdagangan pagi

Sydney (ANTARA) – Pasar saham Australia dibuka naik tajam pada perdagangan Rabu pagi, meskipun dukungan dari Wall Street lesu dan beberapa sinyal beragam dalam logam dasar dan komoditas lainnya.

Pada pukul 10.35 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 41,20 poin atau 0,65 persen menjadi diperdagangkan di 6.366,70 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas bertambah 38,20 poin atau 0,60 persen pada 6.456,60 poin.

“Meskipun indeks S&P 500 dan Dow Jones mencatat kenaikan moderat, Nasdaq turun karena investor memperhitungkan ekspektasi yang lebih rendah untuk saham-saham teknologi,” kepala strategi pasar CMC Markets, Michael McCarthy mengatakan kepada investor dalam catatan pagi.

“Raksasa teknologi, Alphabet melaporkan laba yang lebih baik dari yang diperkirakan semalam, namun pertumbuhan penjualannya yang melambat telah membuat para analis khawatir.”

Tetapi ini tidak menghalangi investor Australia yang menumpuk saham pagi ini, mengirim sektor teknologi informasi melonjak, bersama dengan saham industri dan material.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia menguat, dengan Commonwealth Bank naik 0,99 persen, Westpac Bank naik 1,60 persen, National Australia Bank naik 1,30 persen dan ANZ naik 2,94 persen.

Saham-saham pertambangan menguat, dengan BHP naik 0,40 persen, Rio Tinto naik 0,46 persen, Fortescue Metals naik 2,31 persen dan penambang emas Newcrest naik 2,00 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas juga lebih tinggi, dengan Woodside Petroleum naik 0,40 persen, Santos naik 0,56 persen dan Oil Search naik 0,77 persen.

Jaringan supermarket terbesar Australia melihat hasil yang beragam, dengan Wesfarmers turun 0,40 persen dan Woolworths naik 0,13 persen.

Sementara raksasa telekomunikasi Telstra tidak berubah, maskapai penerbangan nasional Qantas naik tipis 0,09 persen dan perusahaan biomedis CSL menguat 0,53 persen.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar saham Aussie ditutup pada tingkat tertinggi 11-tahun

Sydney (ANTARA) – Pasar saham Australia berakhir naik tajam ke tingkat tertinggi 11-tahun pada Rabu, setelah laba Australia and New Zealand Banking Group secara mengejutkan melampaui perkiraan, mendorong selera risiko dan memicu pembelian di seluruh sektor.

Saham-saham keuangan dan teknologi memimpin indeks lebih tinggi, dengan indeks acuan S&P/ASX 200 terangkat 50,40 poin atau 0,80 persen menjadi ditutup di 6.375,90 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas meningkat 48,10 poin atau 0,75 persen menjadi berakhir di 6.466,50 poin.

“Itu adalah jalur positif untuk memulai bulan Mei dengan penutupan pasar pada level tertinggi 11-tahun, yang kami terpukul pada Rabu (pekan) lalu,” analis Commsec, Steven Daghlian mengatakan kepada investor dalam laporan pasar sore.

Seiring dengan beberapa laporan laba yang kuat dari sektor perbankan yang memacu investor, saham-saham material dan energi juga berkontribusi pada reli karena kenaikan harga bijih besi, emas dan minyak semalam.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia melonjak, dengan Commonwealth Bank naik 1,32 persen, Westpac Bank naik 2,29 persen, National Australia Bank naik 1,70 persen dan ANZ naik 2,76 persen.

Saham-saham pertambangan menguat secara keseluruhan, dengan BHP naik 0,21 persen, Rio Tinto naik 0,22 persen, Fortescue Metals naik 2,10 persen, dan penambang emas Newcrest naik 0,48 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas juga meningkat, dengan Woodside Petroleum naik 0,31 persen, Santos naik 0,14 persen dan Oil Search naik 0,51 persen.

Jaringan supermarket terbesar di Australia melihat hasil yang beragam, dengan Wesfarmers turun 0,61 persen dan Woolworths naik 0,38 persen.

Sementara itu raksasa telekomunikasi Telstra naik 0,59 persen, operator nasional Qantas meningkat 1,60 persen dan perusahaan biomedis CSL menguat 0,92 persen.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa Prancis menguat, Indeks CAC 40 Prancis ditutup naik 0,10 persen

Paris (ANTARA) – Saham-saham pada Bursa Prancis ditutup hampir datar pada perdagangan Selasa (30/4/2019), dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris naik tipis 0,10 persen atau 5,43 poin, menjadi 5.586,41 poin.

Sebanyak 17 saham dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen Indeks CAC 40 berhasil membukukan kenaikan harga.

Raksasa energi global Total meningkat sebesar 1,95 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips.

Diikuti oleh saham perusahaan perangkat lunak Eropa Dassault Systems yang menguat sebesar 1,77 persen, dan spesialis manajemen energi internasional Perancis Schneider Electric naik sebesar 1,42 persen.

Sementara itu, perusahaan telekomunikasi Prancis, Orange, mencatat kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya kehilangan 2,92 persen.

Disusul oleh saham perusahaan pemasok komponen otomotif multinasional Prancis Valeo yang merosot 2,23 persen, serta penyedia layanan industri minyak dan gas internasional Technipfmc turun 2,12 persen.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Jerman menguat, Indeks DAX 30 ditutup naik 16,6 poin

Frankfurt (ANTARA) – Saham-saham pada Bursa Jerman ditutup sedikit lebih tinggi pada perdagangan Selasa (30/4/2019), dengan indeks acuan DAX 30 di Bursa Efek Frankfurt sedikit menguat 0,13 persen atau 16,06 poin, menjadi 12.344,08 poin.

Perusahaan perawatan pribadi Beiersdorf meraih keuntungan paling banyak (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya bertambah sebesar 3,57 persen.

Disusul oleh saham perusahaan penyelenggara perdagangan saham dan sekuritas kelompok Deutsche Boerse serta perusahaan kimia multinasional Linde, yang masing-masing naik sebesar 1,67 persen dan 1,20 persen.

Di sisi lain, perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang polimer Covestro mengalami kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 3,43 persen.

Diikuti oleh saham maskapai penerbangan Jerman Lufthansa dan perusahaan perawatan kesehatan Eropa Fresenius SE, yang masing-masing turun sebesar 3,11 persen dan 1,90 persen.

Perusahaan perangkat lunak multinasional SAP adalah saham yang paling aktif diperdagangkan sepanjang hari dengan nilai transaksi mencapai 292,0 juta euro (327,0 juta dolar AS). Demikian laporan yang dikutip Xinhua.

Baca juga: Bursa Prancis menguat, Indeks CAC 40 Prancis ditutup naik 0,10 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Inggris merosot, Indeks FTSE 100 ditutup turun 22,44 poin

London (ANTARA) – Saham-saham pada Bursa Inggris berakhir lebih rendah pada perdagangan Selasa (30/4/2019), dengan indeks acuan FTSE100 di Bursa Efek London turun 0,30 persen atau 22,44 poin, menjadi 7.418,22 poin.

Whitbread, sebuah perusahaan hotel dan restoran multinasional Inggris, mencatat kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya jatuh 6,18 persen.

Diikuti oleh saham Smurfit Kappa Group, sebuah perusahaan pengemasan bergelombang terkemuka, yang merosot 4,26 persen, serta DS Smith, perusahaan pengemasan internasional yang berbasis di Inggris, turun 4,21 persen.

Sementara itu, Standard Chartered, perusahaan perbankan dan jasa keuangan multinasional Inggris, melonjak 4,57 persen, menjadi peraih keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham perusahaan farmasi Hikma Pharmaceuticals dan grup perusahaan teknologi yang membuat produk untuk deteksi bahaya dan perlindungan jiwa Halma, yang masing-masing meningkat 2,23 persen dan 1,38 persen.

Baca juga: Bursa saham jerman menguat, Indeks DAX 30 ditutup naik 16,6 poin

Baca juga: Bursa Prancis menguat, Indeks CAC 40 Prancis ditutup naik 0,10 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Spanyol melonjak, Indeks IBEX 35 ditutup naik 53,40 poin

Madrid (ANTARA) – Saham-saham pada Bursa Spanyol ditutup lebih tinggi pada perdagangan Selasa (30/4/2019), dengan indeks acuan IBEX 35 di Bursa Efek Madrid menguat 0,56 persen atau 53,40 poin, menjadi 9.570,60 poin setelah dibuka di 9.517,20 poin.

Sebanyak 23 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam komponen Indeks IBEX 35 berhasil membukukan kenaikan harga, sedangkan 12 saham perusahaan lainnya turun.

Perusahaan telekomunikasi Cellnex Telecom mencatat keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya terangkat 3,55 persen.

Disusul oleh saham di perusahaan minyak dan gas Repsol, yang meningkat sebesar 2,61 persen, serta saham penyedia energi Iberdrola naik sebesar 2,07 persen.

Di sisi lain, bank tabungan Caixabank menderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 2,74 persen.

Diikuti oleh saham kelompok industri pemasok komponen otomotif CIE Automotive, yang merosot sebesar 1,27 persen, serta saham produsen baja Acerinox melemah 1,15 persen.

Baca juga: Bursa saham Inggris merosot, Indeks FTSE 100 ditutup turun 22,44 poin

Baca juga: Bursa Prancis menguat, Indeks CAC 40 Prancis ditutup naik 0,10 persen
 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Harga emas naik 4,2 dolar didukung pelemahan greenback

Chicago (ANTARA) –

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena logam mulia mendapat dukungan dari dolar AS yang lebih lemah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni naik 4,2 dolar AS atau 0,33 persen, menjadi menetap pada 1.285,7 dolar AS per ounce.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,34 persen menjadi 97,51 pada pukul 17.30 GMT.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS melemah maka emas berjangka akan naik, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Sehari sebelumnya, emas berjangka berakhir sedikit lebih rendah, karena para investor merealisasikan keuntungan mereka setelah harga logam mulia naik selama tiga sesi berturut-turut.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 5,1 sen AS atau 0,34 persen, menjadi 14,984 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 9,6 dolar AS atau 1,07 persen, menjadi ditutup pada 891,7 dolar AS per ounce. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.
Baca juga: Bursa saham Spanyol melonjak, Indeks IBEX 35 ditutup naik 53,40 poin

Baca juga: Bursa saham Inggris merosot, Indeks FTSE 100 ditutup turun 22,44 poin

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wall Street bervariasi, saham Alphabet jatuh akibat Google melambat

New York (ANTARA) – Saham-saham di Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena para pelaku pasar mencerna gelombang baru laporan laba sejumlah perusahaan, di antaranya saham Alphabet yang jatuh akibat pertumbuhan iklan Google melambat, di samping memantau data ekonomi terbaru.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 38,52 poin atau 0,15 persen, menjadi berakhir di 26.592,91 poin. Indeks S&P 500 bertambah 2,80 poin atau 0,10 persen, menjadi ditutup di 2.945,83 poin. Sementara Indeks Komposit Nasdaq turun 66,47 poin atau 0,81 persen, menjadi berakhir pada 8.095,39 poin.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan utilitas, kebutuhan pokok konsumen, dan real estat naik lebih dari satu persen, memimpin keuntungan. Namun, sektor jasa komunikasi turun 2,56 persen, menjadi kelompok dengan kinerja terburuk.

Saham Alphabet jatuh lebih dari 7,0 persen setelah perusahaan melaporkan pendapatan kuartal pertamanya tidak memenuhi harapan pasar. Pendapatan yang lebih lemah terutama didorong oleh pertumbuhan penjualan iklan yang melambat di Google, menurut perusahaan.

Saham Apple turun 1,93 persen pada penutupan, menjadi penghambat terbesar Dow. Namun, sahamnya melonjak lebih dari 5,0 persen dalam perdagangan after-hours (setelah penutupan perdagangan reguler), setelah pembuat iPhone itu menerbitkan panduan kuat untuk kuartal berikutnya.

Saham General Electric dan McDonald’s menguat pada perdagangan Selasa (30/4/2019) karena hasil kuartalan mereka lebih kuat dari perkiraan para analis.

Wall Street juga mengawasi pertemuan dua hari kebijakan moneter bank sentral AS pada Selasa (30/4/2019) dan Rabu (1/5/2019) waktu setempat. Investor bertaruh tinggi pada suku bunga yang tidak berubah dan menunggu petunjuk lebih lanjut tentang prospek ekonomi Federal Reserve.

Di sisi ekonomi, indeks kepercayaan konsumen AS naik menjadi 129,2 pada April dari 124,2 pada Maret, kata sebuah laporan yang dirilis Selasa (30/4/2019) oleh Conference Board yang berbasis di New York. Angka tersebut melampaui ekspektasi para analis yang disurvei oleh MarketWatch. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Harga minyak kembali naik di tengah ketegangan politik Venezuela

Baca juga: Dolar AS melemah terdesak kenaikan kurs euro

Baca juga: Harga emas naik 4,2 dolar didukung pelemahan greenback

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar saham Aussie berakhir lebih rendah terseret sektor sumber daya

Produsen-produsen energi lebih lemah dengan sesi bervariasi untuk harga-harga minyak global

Sydney (ANTARA) – Pasar saham Australia berakhir lebih rendah pada perdagangan Selasa terseret sektor sumber daya dengan saham-saham perusahaan energi dan pertambangan anjlok karena harga-harga komoditas bervariasi.

Pada penutupan pasar, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 34,00 poin atau 0,53 persen menjadi 6.325,50 poin, sedangkan indeks All Ordinaries, yang lebih luas turun 31,20 poin atau 0,48 persen menjadi 6.418,40 poin.

“Kerugian berlanjut pada Selasa untuk saham-saham lokal dengan ASX 200 tergelincir … setelah mencapai tertinggi 11 tahun selama sepekan terakhir,” kata analis pasar Commsec, James Tao.

“Indeks mencapai titik terendah sesi pada data manufaktur China yang lebih lemah.”

Saham-saham sumber daya adalah beban terbesar di pasar, dengan perusahaan energi dan pertambangan anjlok.

“Produsen-produsen energi lebih lemah dengan sesi bervariasi untuk harga-harga minyak global,” kata Tao, dikutip dari Xinhua.

Sementara itu, saham-saham kebutuhan pokok konsumen dan layanan kesehatan mengelola keuntungan moderat seperti halnya teknologi informasi.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia melemah, dengan Commonwealth Bank turun 0,71 persen, ANZ turun 0,26 persen, National Australia Bank turun 0,39 persen, dan Westpac Bank turun 0,18 persen.

Saham-saham pertambangan merosot, dengan Rio Tinto jatuh 2,41 persen, Fortescue Metals turun 1,38 persen, BHP turun 1,11 persen dan penambang emas Newcrest jatuh 2,42 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas juga lebih rendah, dengan Oil Search jatuh 2,38 persen, Santos turun 1,10 persen, dan Woodside Petroleum turun 1,42 persen.

Jaringan supermarket terbesar Australia beragam, dengan Coles turun 0,24 persen, dan Woolworths naik 0,44 persen.

Sementara itu, raksasa telekomunikasi Telstra menyusut 0,60 persen, perusahaan penerbangan nasional Qantas naik 0,72 persen dan perusahaan biomedis CSL naik 0,22 persen.

Baca juga: Bursa saham Hong Kong dibuka melemah, Hang Seng turun 0,22 persen
Baca juga: Pasar saham China dibuka lebih rendah

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar saham China menguat meski data aktivitas pabrik mengecewakan

Indeks Komposit Shanghai naik 0,52 persen menjadi berakhir di 3.078,34 poin

Beijing (ANTARA) – Pasar saham China berakhir menguat pada perdagangan Selasa, meskipun data kegiatan pabrik tidak bersemangat, dengan beberapa analis mengatakan bahwa koreksi tajam baru-baru ini sebagian besar mencerminkan ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat.

Aktivitas pabrik di China mencatat ekspansi untuk bulan kedua berturut-turut pada April tetapi pada kecepatan jauh lebih lambat dari yang diperkirakan, sebuah survei resmi menunjukkan pada Selasa, menggambarkan bahwa ekonomi masih berjuang untuk mendapatkan traksi meskipun ada banyak langkah-langkah stimulus.

Indeks Komposit Shanghai naik 0,52 persen, menjadi berakhir di 3.078,34 poin, dan Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua China, ditutup 0,54 persen lebih tinggi menjadi 9.674,53 poin.

Sementara itu, sebut Xinhua, indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq China, bertambah 0,51 persen, menjadi ditutup pada 1.623,78 poin.

Pasar China akan ditutup mulai Rabu (1/5/2019) untuk libur Hari Buruh, dan akan dibuka kembali pada Senin, 6 Mei.

Baca juga: Pasar saham China dibuka lebih rendah

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Seoul ditutup melemah 0,58 persen

Seoul (ANTARA) – Saham-saham Seoul ditutup lebih rendah pada perdagangan Selasa, dengan indikator utama bursa Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) melemah 0,58 persen atau 12,84 poin, menjadi 2.203,59 poin.

Volume perdagangan mencapai 375 juta saham senilai 5,6 triliun won (4,8 miliar dolar AS).

Mata uang Korea Selatan berakhir pada 1.168,2 won terhadap greenback, turun 9,7 won dari tingkat penutupan hari sebelumnya.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar saham Filipina berakhir 0,71 persen lebih tinggi

Indeks seluruh saham bergerak menguat 25,17 poin atau 0,52 persen menjadi ditutup pada 4.889,56 poin

Manila (ANTARA) – Saham-saham Filipina berakhir lebih tinggi pada perdagangan Selasa, dengan indikator utama Bursa Efek Filipina, indeks komposit PSE, naik 0,71 persen atau 55,70 poin, menjadi 7.952,72 poin.

Sementara itu, sebut Xinhua, indeks seluruh saham bergerak menguat 25,17 poin atau 0,52 persen, menjadi ditutup pada 4.889,56 poin.

Volume perdagangan mencapai 943,57 juta saham senilai 6,98 miliar peso (133,94 juta dolar AS), dengan 99 saham berhasil mencatat keuntungan, 89 saham merugi, sementara 49 saham ditutup tidak berubah.

Baca juga: Bursa saham Seoul ditutup melemah 0,58 persen
Baca juga: Pasar saham China menguat meski data aktivitas pabrik mengecewakan

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Hong Kong ditutup 0,65 persen lebih rendah

Hong Kong (ANTARA) – Saham-saham Hong Kong ditutup lebih rendah pada perdagangan Selasa, dengan indikator utama bursa Indeks Hang Seng (HSI) turun 0,65 persen atau 193,70 poin, menjadi 29.699,11 poin.

Indeks Hang Seng diperdagangkan berkisar antara 29.620,45 poin hingga 29.855,76 poin, dengan nilai transaksi mencapai 73,92 miliar dolar Hong Kong (sekitar 9,43 miliar dolar AS).

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa saham Singapura ditutup 0,2 persen lebih rendah

Singapura (ANTARA) – Saham-saham Singapura ditutup lebih rendah pada perdagangan Selasa, dengan indeks acuan STI (Straits Times Index) turun 0,2 persen atau 6,82 poin, menjadi 3.400,20 poin.

Sebanyak 911,33 juta saham berpindah tangan senilai 1,26 miliar dolar Singapura (sekitar 926,04 juta dolar AS), dengan jumlah saham turun melebihi yang naik, sebanyak 239 saham berbanding 153 saham.

Indeks STI naik 1,49 persen atau 50,07 poin, menjadi ditutup di 3.407,02 poin pada perdagangan Senin (29/4/2019), sebut Xinhua.

Baca juga: Pasar saham China menguat meski data aktivitas pabrik mengecewakan

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019