Saham Australia naik didukung sektor sumber daya dan teknologi

Sydney (ANTARA) – Pasar saham Australia berakhir lebih tinggi pada perdagangan Kamis, dengan dukungan yang berasal dari sektor sumber daya dan teknologi mengimbangi kerugian sektor perbankan.

Pada penutupan pasar, sebut Xinhua, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 18,40 poin atau 0,30 persen menjadi 6.179,60 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas bertambah 20,80 poin atau 0,33 persen menjadi 6.266,80 poin.

Pasar Aussie merosot di bawah level awal sekitar jam makan siang sebelum naik kembali.

Secara lokal, saham sektor sumber daya dan teknologi memberikan dukungan paling besar dan mengimbangi kerugian oleh bank-bank.

“Pasar lokal telah melonjak sekitar 15 persen sejak Natal, namun setelah mencapai tertinggi enam bulan pekan lalu mungkin mencari katalis positif untuk bergerak lebih tinggi lagi,” kata analis pasar Commsec, Steven Daghlian.

Pengecer online Kogan.com melonjak 7,00 persen setelah mengumumkan penambahan pada platformnya yang memungkinkan pengguna untuk menjual langsung ke pembeli, mirip dengan pesaing pasar Amazon.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia merosot, dengan Commonwealth Bank turun 0,16 persen, National Australia Bank turun 0,28 persen, Westpac Bank turun 0,19 persen dan ANZ turun 0,67 persen.

Saham-saham pertambangan menguat, dengan BHP naik 0,79 persen, Rio Tinto naik 0,95 persen, Fortescue Metals naik 0,46 persen dan Newcrest naik 0,04 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas terangkat, dengan Oil Search naik 1,91 persen, Santos naik 1,90 persen dan Woodside Petroleum naik 1,39 persen.

Jaringan supermarket terbesar di Australia bervariasi, dengan Coles turun 1,14 persen dan Woolworths turun 0,07 persen.

Sementara itu, raksasa telekomunikasi Telstra tidak berubah, operator penerbangan nasional Qantas terangkat 0,18 persen dan perusahaan biomedis CSL naik tipis 0,08 persen.

Baca juga: Bursa saham Hong Kong ditutup menguat, Hang Seng naik 0,15 persen
Baca juga: Saham Tokyo ditutup cenderung datar tertekan ketidakpastian Brexit

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019