Saham Australia turun terseret sektor keuangan dan perawatan kesehatan

Sydney (ANTARA) – Saham-saham Australia berakhir melemah pada perdagangan Selasa, terseret penurunan saham sektor keuangan dan perawatan kesehatan meskipun perdagangan terbatas karena investor global tetap berhati-hati menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve AS.

Indeks acuan S&P/ASX 200 turun 5,7 poin atau 0,1 persen menjadi 6.184,8 poin pada penutupan perdagangan. Indeks naik 0,3 persen pada perdagangan Senin (18/3).

Saham-saham keuangan jatuh untuk sesi kedelapan berturut-turut. National Australia Bank kehilangan 0,6 persen, sementara pemberi pinjaman terkemuka Commonwealth Bank of Australia turun 0,7 persen.

Westpac Banking Corp berakhir 0,4 persen lebih rendah. Bank mengatakan akan keluar dari bisnis penasehat keuangan, ketika regulator meningkatkan tekanan pada sektor yang dilanda skandal untuk bertindak demi kepentingan terbaik nasabah.

“Ada kesadaran tinggi bahwa akan ada perubahan signifikan di sektor keuangan pada tahun-tahun mendatang setelah penyelidikan Komisi Kerajaan,” kata Michael McCarthy, kepala strategi pasar di CMC Markets.

“Pengumuman bahwa Westpac akan menjual bisnis penasehat (keuangan) hanyalah sebuah pengulangan dari perubahan yang akan terjadi.”

Saham-saham perawatan kesehatan, yang menjalankan sebagian besar bisnis mereka di luar negeri, tergelincir setelah dolar AS melemah semalam. Saham CSL Ltd turun 1,6 persen.

Mengimbangi kerugian, para penambang membukukan keuntungan kuat karena harga bijih besi naik, dengan raksasa pertambangan BHP Group dan saingannya Rio Tinto Ltd keduanya naik 1,7 persen.

“Kami telah melihat petunjuk kuat dari pasar AS dan Eropa, harga komoditas lebih tinggi … kegagalan pasar secara keseluruhan untuk mencatat kenaikan, dan bahkan keuntungan yang kurang bagus kemarin menunjukkan bahwa ada kelemahan mendasar di pasar Australia dan kami bisa naik untuk jatuh signifikan dalam waktu dekat,” tambah McCarthy.

Dalam risalah pertemuan bank sentral Australia, Reserve Bank of Australia (RBA) yang dirilis pada Selasa, anggota membahas penurunan tajam harga rumah dan pelemahan dalam konsumsi rumah tangga, dengan penjualan mobil terutama terpukul oleh jatuhnya harga-harga properti.

Sementara itu, ndeks acuan S&P/NZX 50 Selandia Baru turun 0,19 persen atau 17,85 poin menjadi mengakhiri sesi di 9.497,27 poin, dengan raksasa produk susu a2 Milk Company Ltd tergelincir.

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019