Saham Wall Street berhenti turun pasca-pembicaraan dagang konstruktif

New York (ANTARA) – Saham-saham pada bursa  Wall Street lebih tinggi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), menghentikan penurunan beruntun empat hari, setelah Presiden Donald Trump dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China “konstruktif.”

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 114,01 poin atau 0,44 persen menjadi ditutup di 25.942,37 poin. Indeks S&P 500 bertambah 10,68 poin atau 0,37 persen menjadi berakhir di 2.881,40 poin. Sementara Indeks Komposit Nasdaq ditutup naik 6,35 poin atau 0,08 persen menjadi 7.916,94 poin.

Indeks acuan S&P 500 telah turun sebanyak 1,6 persen tetapi rebound dari terendah sesi setelah Mnuchin berbicara positif tentang negosiasi dua hari antara Amerika Serikat (AS) dan China. Indeks menambah kenaikan setelah Trump menggemakan sentimen itu dalam serangkaian cuitan.

Namun indeks mundur kembali dari tertinggi sesi, setelah Mnuchin mengatakan tidak ada pembicaraan perdagangan lebih lanjut yang direncanakan, menurut CNBC.

Tetapi, meskipun pada Jumat (10/5/2019) rebound, S&P 500 dan Nasdaq mencatat persentase kerugian mingguan terbesar mereka untuk tahun ini. Untuk minggu ini, Dow turun 2,12 persen, S&P 500 turun 2,17 persen dan Nasdaq turun 3,03 persen.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan sektor utilitas naik lebih dari 1,7 persen, memimpin keuntungan.

Saham Uber Technologies Inc turun 7,6 persen setelah dibuka di bawah harga penawaran umum perdananya, di tengah banyaknya perhatian pasar pada hari perdagangan pertama penyedia layanan berbagi perjalanan AS, yang go public di New York Stock Exchange pada Jumat (10/5/2019).

Uber memberi harga penawaran umum perdana pada 45 dolar AS per saham, harga terendah dari kisaran yang ditargetkan. Jika sepenuhnya terdilusi, Uber akan memiliki valuasi pasar 82,4 miliar dolar AS.

Saham Marriott International turun hampir 2,8 persen, setelah raksasa hotel itu membukukan pendapatan kuartal pertama yang jauh dari perkiraan pasar.

Saham Ford naik hampir 1,8 persen, setelah Bank of America Merrill Lynch meningkatkan peringkat saham perusahaan menjadi “beli” dari “netral.”  Baca juga: Bursa saham Jerman menguat, namun saham Daimler jatuh 3,16 persen

Bank mengatakan dalam sebuah catatan bahwa raksasa produsen mobil itu telah memulai “infleksi laba yang lebih berkelanjutan” didorong oleh produk yang menguntungkan dan upaya restrukturisasi.

Di sisi ekonomi, indeks harga konsumen AS naik 0,3 persen pada April, turun dari pertumbuhan 0,4 persen di bulan Maret, kata Biro Statistik Tenaga Kerja AS pada Jumat (10/5/2019).

Pertumbuhan April datang ketika indeks bensin terus meningkat, naik 5,7 persen dan merupakan lebih dari dua pertiga dari semua item kenaikan bulanan. Indeks energi juga naik, sedangkan indeks makanan turun untuk bulan pertama sejak Juni 2017.

Perkembangan terkini dalam hubungan perdagangan Amerika Serikat dan China, termasuk kenaikan tarif AS atas barang-barang China senilai 200 miliar dolar AS yang mulai berlaku pada Jumat (10/5/2019), telah mendorong para investor untuk bersiap menghadapi kemungkinan meningkatnya sengketa perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia. Yang pada gilirannya telah memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi global, mendorong pelarian ke aset-aset berisiko rendah seperti obligasi pemerintah.

Namun komentar Jumat (10/5/2019) dari Gedung Putih membuat beberapa investor berharap penuh pada akhir perjanjian perdagangan. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Harga emas naik dua hari beruntun di tengah ketegangan perdagangan

Baca juga: Dolar AS melemah tertekan data inflasi lebih rendah dari perkiraan

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019