Sepertiga Pengemudi Beri Alasan Macet Bila Terlambat

Suara.com – Hampir sepertiga pengemudi di Inggris mengambil alasan kemacetan lalu-lintas bila mereka mengalami keterlambatan dalam pertemuan sosial atau memenuhi janji. Meskipun situasi di jalan raya saat itu tidaklah seperti yang dipaparkan. Demikian dilansir dari The Evening Standard.

Hasil ini diperoleh dari penelitian yang dilakukan The Automobile Association (AA), Britania Raya, dengan responden sebanyak lebih dari 20 ribu pengemudi. Hasilnya adalah sepertiga pengemudi di Inggris gemar memberi alasan kemacetan.

Fakta yang diperoleh terbilang mengejutkan, karena 51 persen dari mereka sama-sama melakukan white lies; kondisi lalu-lintas dijadikan kambing hitam. Kemudian 32 persen atau sepertiga dari seluruh responden menyebutkan bahwa kondisi macet menjadi alasan keterlambatan, dan 10 persen menyebutkan lebih detail telah terjadi penutupan jalan atau pengalihan jalan yang sejatinya tidak ada.

Di luar itu, ada persentase yang menunjukkan bahwa responden menciptakan alasan yang berpusat pada diri mereka sendiri, seperti 18 persen di antaranya mengaku sakit atau ketiduran.

Pengemudi di London ditengarai paling berpotensi melakukan kebohongan, dengan poin mencapai 57 persen mengaku telah berusaha menutupi jejak dengan alasan yang dibuat-buat.

Pengemudi muda usia bahkan cenderung berkreasi dengan fakta, di mana responden berusia 18 – 24 mencapai 74 persen melakukan kebohongan, sementara 40 persen pengemudi berusia 65 ke atas berbohong tentang alasan keterlambatan mereka.

Edmund King, presiden AA, mengatakan bahwa menyalahkan lalu-lintas dipandang sebagai hal yang masuk akal.

“Lalu lintas yang padat dan perbaikan jalan adalah kondisi umum di jalan-jalan milik kami, sehingga tidak heran bila kondisi ini dijadikan alasan yang paling mungkin dipercaya bila mesti mengalami keterlambatan,” tukasnya.

“Bahkan, kemacetan dan pengalihan jalur masih lebih mungkin disalahkan, dibandingkan masalah harus mengurusi anak terlebih dahulu, sakit, atau ketiduran,” imbuhnya.

Sedangkan Royal Automobile Club (RAC) badan layanan asistensi jalan raya sampai asuransi kendaraan Britania Raya melakukan penelitian dengan hasil 61 persen pengemudi berpikir bahwa kondisi jalan bebas hambatan telah memburuk kurun dua tahun terakhir ini.

Sebanyak 55 persen pengemudi menyatakan akibat kondisi ruas jalan raya kini, aktivitas berkendara atau bermobil menjadi kurang bisa diandalkan.

Inilah hal yang kemudian terus mengemuka, bahwa alasan kemacetan lalu-lintas  adalah hal paling sering disampaikan oleh pengemudi bila mengalami keterlambatan.

Bagaimana dengan Anda sendiri, apakah macet tetap dijadikan kambing hitam bila datang ke rapat atau pertemuan tidak bisa sesuai jadwal?

Harley – Davidson Pamer Motor Listrik versi Produksi

Suara.com – Pabrikan kuda besi kondang Amerika Serikat (AS), Harley – Davidson akhirnya memperkenalkan motor listrik versi produksi LiveWire untuk pertama kalinya dalam ajang Esposizione Internazionale Ciclo e Motociclo (EICMA) 2018, di Milan, Italia.

Mengutip Cycle World, Harley – Davidson sebenarnya telah memperkenalkan versi konsep dari LiveWire sejak 2014. Namun baru kali ini pabrikan otomotif berjuluk American Iron itu menampilkannya secara utuh.

Harley - Davidson Livewire di EICMA [Cycle World].Harley – Davidson Livewire di EICMA [Cycle World].

Sayangnya, perusahaan berlogo elang mengepak ini belum mau mengungkapkan spesifikasi teknis dari proyek motor listrik mereka. Sedangkan peluncurannya sendiri baru akan dilakukan pada Januari 2019.

Harley-Davidson berencana hanya akan memasarkan LiveWire untuk pasar Amerika Utara dan Eropa. Pengembangannya sendiri akan dilakukan di pusat pengembangan produk Harley-Davidson di Wisconsin, AS dan diproduksi di fasilitas manufaktur di York, Pennsylvania, AS.

Selain LiveWire, Harley-Davidson menargetkan bisa memperkenalkan jajaran lengkap sepeda motor listrik mereka pada 2022.

Menristek: Motor Listrik Gesits Diproduksi Massal Awal Tahun 2019

Suara.com – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir memastikan motor listrik Gesits diproduksi massal awal tahun 2019. Hal itu diakatakan di depan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Jokowi melakukan audiensi dengan orang-orang yang terlibat dalam produksi sepeda motor listrik Gesits. Pertemun berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (7/11/2018) pagi.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan inovasi ini melibatkan dua perguruan tinggi di Indonesia.

“Inovasi yang telah dilakukan oleh perguruan tinggi yaitu dalam bentuk motor listrik. Mungkin nanti bisa sampaikan oleh Wijaya Karya karena beliau yang sudah memanfaatkan hasil inovasi motor listrik yang akan dilakukan,” ujar Nasir.

Nasir menjelaskan, PT. Wijaya Karya (WIKA) yang membiayai riset yang dilakukan ITS dan ITB, sampai ke tahap produksi. Motor hasil kolaborasi Institut Sepuluh Nopember (ITS), Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan PT. Gesits Technologies Indo (GTI) ini akan diproduksi massal pada awal tahun 2019.

“Tahap industri ini barangnya sudah sangat siap dan Insya Allah produksi massal akan dilakukan pada bulan Januari. Sekarang ini sudah dilakukan uji tes semuanya,” kata dia.

Meluncur Januari, Kawasaki Buka Pemesanan Ninja ZX-6R 2019

Suara.com – Kawasaki Motors India mulai membuka pemesanan terhadap model Ninja ZX-6R 2019. Untuk melakukan pemesanan, calon konsumen diwajibkan membayar uang muka sebesar INR 15 lakh atau sekitar Rp3 jutaan.

Mengutip Indianautos, produsen otomotif asal Jepang tersebut mengungkapkan pengiriman akan dimulai pada Januari 2019. Sedangkan unitnya sendiri hanya akan tersedia dalam jumlah terbatas.

Ninja ZX-6R sendiri merupakan model yang terinspirasi dari ZX-10R. Di mana produk terbaru dari Kawasaki akan hadir dengan menggunakan lampu LED ganda, kluster instrumen semi digital dan bagian ekor yang lebih tinggi. Selain itu, bagian tempat duduk hanya akan mengusung satu tempat duduk saja.

Fiturnya sendiri dilengkapi dengan fitur seperti KIBS (Kawasaki Intelligent anti-lock Brake System), KQS (Kawasaki Quick Shifter), dan KTRC (Kawasaki Traction Control).

Untuk urusan tenaga, Ninja ZX-6R diperkirakan akan menggendong mesin 636 cc segaris empat silinder berpadu transmisi 6 percepatan. Berdasarkan bocoran yang ada, mesin digunakan mampu menghasilkan tenaga maksimum 128 tenaga kuda dengan kecepatan tertinggi 248 km/jam. Namun sejauh ini belum ada keterangan resmi dari pihak pabrikan terkait spesifikasi mesin.

Rencananya, Ninja ZX-6R akan dirakit di fasilitas pabrik Kawasaki di Chakan, Pune. Motor ini akan tersedia dalam dua balutan warna hijau dan hitam.

Di kelasnya, Kawasaki Ninja ZX-6R akan menjadi penantang dari Ducati Panigale 959 dan MV Agusta F3 800.

Gaya Roy Djordy ‘Suliwa’ di Dalam Mobilnya, Awet Muda dan Kece

Di awal tahun 2000-an lalu, ada banyak tontonan di televisi tentang cerita kolosal zaman dulu. Sebut saja salah satunya adalah Angling Dharma. Serial dengan bintang utama Prabu Angling Dharma yang diperankan Anto Wijaya itu juga melambungkan nama Roy Djordy yang memerankan tabib sakti bernama Suliwa.

Bertahun-tahun berlalu, Roy Djordy kini banyak menghabiskan waktunya menjadi seorang Disk Jockey (DJ) SBOBET. Meski begitu ia terbilang awet muda dan makin kece. Apalagi ketika ‘nampang’ bersama mobilnya.

Tak percaya? Lihat beberapa fotonya berikut ini.

1. Pose Kerennya di Depan Mobil.

Roy Djordy (Instagram/roydjordy)Roy Djordy (Instagram/roydjordy)

Penasaran dengan pose kece lain dari aktor berusia 40 tahun tersebut?

Sistem Pengereman ABS Mampu Tekan Angka Kecelakaan

Suara.com – Berdasarkan data yang dikeluarkan Universitas Indonesia (UI), sistem pengereman Anti-Lock Braking System (ABS) untuk kendaraan roda dua (R2) atau sepeda motor diketahui mampu menekan angka kecelakaan hingga 27 persen.

Sedangkan data milik Mabes Polri, angka kecelakaan selama 2017 di Tanah Air untuk sepeda motor tercatat paling banyak, yaitu sebesar 72 persen. Sementara untuk roda empat hanya 11 persen, truk 12 persen, dan bus 1 persen.

“Keselamatan menjadi salah satu tantangan paling mendesak di pasar sepeda motor,” kata Andrew Powell, Managing Director Bosch di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Jakarta, baru-baru ini.

Itu sebabnya mengapa perlu diterapkan pemakaian ABS. Namun mengapa harus ABS?

Menurutnya, sistem ini bisa menjaga kestabilan berkendara saat posisi pengereman, sehingga roda tidak terkunci. Pasalnya cara kerja ABS sendiri umumnya sanggup melakukan pengereman dengan sistem komputer.

Atau dengan kata lain, dalam satu detik saat tuas rem ditekan, sistem ini akan beroperasi dengan menjepit cakram sebanyak 15 kali.

“Kami percaya bahwa implementasi teknologi ini mampu memberikan dampak positif di Indonesia dan membantu menyelamatkan hingga 5.000 jiwa per tahun,” katanya.

Namun, untuk Indonesia sendiri, hingga kini ABS belum menjadi kewajiban bagi produsen dalam menghadirkan produk R2. Di Tanah Air, sistem ini diketahui hanya bisa ditemui pada segmen motor tertentu saja.

Baru: Nissan Produksi X-Trail di Rusia

Suara.com – X-Trail adalah salah satu kendaraan tipe Sport Utility Vehicle (SUV) paling laris dari Nissan. Kini, produksinya bakal digarap di pabrik mereka yang berada di St. Petersburg, Rusia.

“Dengan bangga kami sampaikan bahwa pabrik Nissan di Sankt Petersburg telah beroperasi dan kami siap melansir Nissan X-Trail,” papar Igor Boytsov, wakil presiden Nissan Motor Manufacturing Rusia.

Dilansir kantor berita Antara dari Nissan Europe, X-Trail versi terbaru itu siap hadir dengan sejumlah nilai plus. Seperti desain eksterior yang lebih kontemporer, suspensi lebih mumpuni, kabin yang tetap lega sekaligus bergaya, dan tak kalah penting adalah dihadirkannya fitur Nissan Intelligent Mobility.

Fokus dari teknologi baru ini adalah pendukung keselamatan pengemudi di jalan, dengan Rear Cross Traffic Alert, yaitu sebuah sistem detektor kendaraan bergerak saat pengendara melakukan aktivitas memundurkan tunggangan ini.

Selain itu hadir pula fitur dengan teknologi Intelligent Emergency Braking untuk membantu menghindari tabrakan dengan mendeteksi potensi rintangan di depan.

Lantas masih ada sistem Yandex.Avto dengan kemampuan memberikan informasi cuaca, streaming musik, serta asistensi menggunakan suara. Ditambah sistem Yandex.Navigator yang tak lain adalah sistem SatNav atau navigasi satelit atau sistem GPS yang membantu pencarian rute bebas macet.

Sementara dari segi rentang produksinya sendiri, pihak Nissan juga melakukan serangkaian peningkatan untuk pabrik di St. Petersburg ini. Contohnya sensor laser yang dipasang di semua peralatan pengelasan untuk meningkatkan akurasi, di samping pengenalan sistem perangkat lunak untuk meningkatkan isolasi kebisingan kendaraan.

Catat: Obat Poles Mobil Kualitas Premium Punya Ciri Tersendiri

Suara.com – Technical Support Sonax Indonesia, Mochammad Edy menjelaskan pelayanan poles mobil premium bisa dilihat dari hasil setelah dilakukan proses pemolesan. Berbeda dengan hasil obat coating mobil biasa, menurut Mochammad Edy, bodi mobil yang sudah dipoles pasti akan terlihat sebening kaca.

“Untuk hasil efek kualitas premium seperti Sonax ada efek mirror bening seperti kaca,” ujar Mochammad Edy, di Jakarta, Kamis (1/11/2018).

Tidak ketinggalan, Mochammad Edy mengingatkan bahwa faktor penting dalam coating mobil terletak pada sumber daya manusia (SDM) yang memumpuni. Karena, menurutnya obat coating yang baik juga harus bisa digunakan secara efektif oleh para teknisi perawatan mobil.

“Balik lagi ke SDM. Kalau jam terbang sedikit tidak bisa, dibutuhkan pembimbing,” ujarnya.

Mochammad Edy juga mengingatkan, dari segi waktu kualitas premium membutuhkan waktu lebih lama daripada biasanya.

“Dari segi waktu, pekerjaan bakal lebih lama bila menggunakan poles premium. Bila dibandingkan dengan obat coating biasa. Perlu waktu sekitar dua atau tiga hari, untuk detail, baret diminimalis, jangan sampai masih ada baret atau jamur yang tertutup coating. Jadi sebelum dicoating permukaan cat harus benar-benar bersih,” jelas Mochammad Edy.

Ia pun menambahkan, bahwa faktor lokasi pengerjaan juga menjadi hal penting untuk salon mobil. Hal ini, tukasnya, meliputi ruangan pekerjaan yang mesti tertutup dan dibutuhkan suhu udara dingin.

“Dari mulai coating, suhu air conditioning atau A/C di dalam ruangan mesti 16 derajat Celcius, jadi tidak terlalu panas,” papar Mochammad Edy.

Sonax yang lahir sejak 1950 saat ini telah menyediakan varian khusus untuk dipakai para ahli poles mobil di bidangnya. Hal ini mulai dari pembersih interior dan eksterior, gel ban, pembersih cat, sampo, sampai teknologi nanoceramic yang ramah lingkungan.

Korea Selatan Bermitra dengan Cina untuk Energi Hidrogen

Suara.com – Negeri Tirai Bambu dan Negeri Ginseng sepakat untuk mempercepat lahirnya “masyarakat hidrogen”, lewat penandatanganan nota kesepahaman (MOU) dalam membentuk dana energi hidrogen. Hal ini dilakukan oleh Hyundai Motor, serta Institut Litbang Industri Beijing-Tsinghua (BTIRDI).

Dilansir dari kantor berita Antara, dana energi hidrogen atau The Hydrogen Energy Fund akan dioperasikan bersama oleh Hyundai Motor dan Yield Capital, firma investasi BTIRDI, dengan pendanaan sekitar Rp 1,5 miliar lebih. Dana ini akan digunakan untuk menarik investasi dari perusahaan-perusahaan modal ventura terkemuka yang berbasis di Cina, Eropa, dan Amerika Serikat (AS).

Kemitraan ini akan memanfaatkan keahlian secara kolektif dalam teknologi hidrogen untuk melakukan analisa terperinci tentang potensi pertumbuhan calon investor di masa depan, serta membuat investasi terbaik yang akan menguntungkan seluruh industri dan ekosistem.

Secara konkret, Hyundai Motor akan membuka jalan bagi peluang bisnis baru terkait hidrogen di Cina. Termasuk terjun ke pasar kendaraan sel bahan bakar listrik (Fuel Cell Electric Vehicle atau FCEV) di masa depan.

“Hyundai Motor memiliki teknologi FCEV terkemuka di industri yang akan kami manfaatkan untuk mendapatkan pijakan di ekosistem hidrogen Cina,” kata Wakil Direktur Dewan Sekolah Universitas Tsinghua, Zongkai Shi.

Sebagai catatan, hidrogen muncul sebagai pilar utama untuk pertumbuhan masa depan di Cina. Awal tahun ini, China Hydrogen Alliance secara resmi diluncurkan untuk mempercepat penyebaran hidrogen di Cina dan mempromosikan pembangunan masyarakat hidrogen di negara itu.

Pemerintah Cina juga menargetkan pengerahan besar-besaran satu juta FCEV dan seribu stasiun isi ulang pada 2030.

Sambut 2025, Volkswagen Makin Berkonsentrasi di Pasar SUV

Suara.com – Salah satu produsen kendaraan roda empat (R4) Jerman, Volkswagen, bersiap-siap makin memperkokoh produksi sektor Sport Utility Vehicle (SUV) di saat mendatang. Diperkirakan pada 2015, lebih dari 30 jenis SUV bakal meluncur dari pabrikan mereka.

“Jenis SUV semakin populer di kalangan pelanggan kami di seluruh dunia,” demikian alasan yang dikemukakan oleh Jurgen Stackmann, Board of Management dari Volkswagen Passenger Cars yang bertanggung jawab atas penjualan global, seperti dilansir kantor berita Antara.

“Itulah sebabnya kami secara konsisten meluncurkan produk SUV. Jenis tunggangan ini bakal menjadi kontribusi utama untuk memperkuat bisnis inti kami sehingga mampu berinvestasi di berbagai hal, termasuk mendesain kendaraan swakemudi,” lanjutnya.

Beberapa produk Volkswagen dari kelas SUV premium, menengah, sampai kompak dan kecil yang siap “bertempur” tahun-tahun mendatang sudah dipersiapkan sejak kini oleh SBOBET Indonesia.

Sebutlah Volkswagen T-Cross, Tiguan serta T-Roc, dan sebuah SUV bertenaga listrik yang kabarnya bakal siap dilansir pada 2020. Lantas puncaknya adalah 2025.

Volkswagen T-Roc sendiri adalah SUV yang tergolong baru. Mulai diproduksi pada 2017, saat ini telah terjual sekitar 130 juta unit secara global. Sementara Volkswagen T-Cross dijadikan SUV serba guna oleh para pemiliknya.

Peranti standar yang diunggulkan Volkswagen T-Cross adalah sistem pantauan Ambient Front Assist untuk deteksi pejalan kaki, fungsi pengereman darurat dalam kota, serta Blind Spot Detection.

4 Kebiasaan Keliru saat Mengendarai Motor

Suara.com – Terdapat empat kebiasaan keliru yang kerap dilakukan oleh pengemudi sepeda motor saat berkendara di jalan raya, demikian kata instruktur keselamatan berkendara dari Safety & Defensive Driving Consultant Indonesia (SDCI) Doddy Setiadi YP.

“Setidaknya ada empat kebiasaan salah yang sering dilakukan bikers,” ucap Doddy dalam acara MPM Road Safety Campaigne 2018 di Bogor, Jawa Barat, Minggu (28/10/2018).

 Kebiasaan keliru pertama adalah terkait posisi jari tangan pada saat menggenggam setang kemudi. Doddy mengatakan masih banyak pengendara sepeda motor yang memiliki kebiasaan menggenggam setang kemudi dengan seluruh jari tangan.

Padahal, kata dia, cukup tiga jari tangan saja yang berperan untuk menggenggam setang kemudi, yakni ibu jari, jari manis dan jari kelingking. Khusus ibu jari, posisinya harus melingkari grip guna menahan posisi tubuh ketika hendak melakukan pengereman.

Sementara dua jari lainnya, yaitu jari telunjuk dan jari tengah diposisikan siaga pada tuas rem tangan dan atau kopling.

“Jadi dua jari lainnya itu stand by di atas handle rem. Pada saat melakukan pengereman, jari sudah siap,” ucapnya.

Kebiasaan keliru yang kedua mengenai arah pandangan, lanjutnya, sebagian pengemudi motor masih mempunyai kebiasaan menunduk pada saat berkendara di jalan.

Posisi seperti itu cukup membahayakan karena membuat pengendara menjadi tidak memiliki ruang pandang yang baik.

“Mata harus lihat jauh ke depan. Hal itu agar bisa melihat situasi dengan baik dan bisa cepat melakukan antisipasi bila terjadi sesuatu yang bahaya,” ujar pria yang juga aktif sebagai crosser itu.

Kebiasaan keliru selanjutnya, sambung Doddy adalah menurunkan kaki dari foot step atau pijakan kaki pada saat menunggangi kuda besi.

Kebiasaan seperti itu sebaiknya dihilangkan karena dapat membuat keseimbangan pada saat berkendara menjadi tidak stabil.

Kebiasaan keliru terakhir yang kerap dilakukan oleh pengendara motor adalah mencondongkan badan ke arah depan pada saat sedang melakukan pengereman.

“Seharusnya saat mengerem posisi badan jangan ikut maju, tapi justru tahan ke belakang, sedikit saja. Tujuannya, karena pada saat melakukan pengereman bobot tubuh berpindah ke depan, itu harus dilawan. Posisi badan mundur sehingga kita bisa menguasai pengereman,” katanya. [Antara]

Cerita Dave Mustaine Tentang Motor Kesayangan, Penuh Kenangan

Suara.com – Band Haevy Metal legendaris asal Amerika Serikat, Megadeth hari ini akan mengguncang Kota Yogyakarta. Mereka akan tampil dalam ajang musik rock tahunan bernama JogjaRockarta 2018 yang akan digelar Sabtu (27/10) di Stadion Kridosono, Yogyakarta.

Salah satu anggota band yang berdiri tahun 1970an yang paling ngetop adalah sang vokalis Dave Mustaine. Selain moncer bersama Megadeth, dirinya juga pernah jadi lead  gitaris band Metallica. Meski begitu, dirinya adalah sosok yang sederhana dalam kesehariannya.

Pentolan band Megadeth, Dave Mustaine. [Instagram] Pentolan band Megadeth, Dave Mustaine. [Instagram]

Salah satu contohnya adalah di masa mudanya dulu, ia selalu ke mana-mana dengan sepeda motor kecil yang jadi kesayangannya. Dikisahkan Dave dalam media sosialnya, sepeda motor Puch Maxi itu selalu menemaninya bekerja, berselancar dan kemana pun.

Ia pun punya kisah terkait kematian sang ayah yang membuatnya bersedih.

Apa hubungannya dengan sepeda motor kesayangannya itu? Bagaimana bentuk sepeda motornya sekarang?

Volkswagen Gandeng Korea untuk Urusan Ban

Suara.com – Hankook Tire, produsen premium asal Korea Selatan, terpilih sebagai pemasok ban orisinal untuk salah satu andalan Volkswagen (VW), Tiguan R-Line 2018. Tunggangan jenis Sport Utility Vehicle (SUV) kelas menengah generasi kedua dari Tiguan, dengan tampilan sporty-look, serta dapur pacu berisi mesin 2.000 cc TSI turbocharged.

Kerjasama ini sejatinya bukan sebuah hal baru, mengingat kemitraan antara VW dan Hankook Tire telah terjalin sejak 2001, saat pabrikan Korea Selatan itu dipercaya untuk pengadaan ban bagi VW Jetta.

Kemudian diteruskan dengan menyiapkan ban original equipment (OE) untuk VW Polo pada 2003, dan selanjutnya memasok kebutuhan bagi VW Beetle, Passat, Golf serta beberapa jenis lagi.

Kini, kemitraan ini semakin kokoh, saat pihak Volkswagen meminta Hankook Tire menyiapkan ban OE untuk produk VW Tiguan R-Line 2018.

“Hankook Tire bangga bisa terus memperluas kemitraan bersama Volkswagen di mana kami memasok Tiguan R-Line dengan ban berperforma tinggi buatan kami, yaitu Ventus S1 Noble 2,” papar Hyun Jun Cho, Kepala Divisi OE Hankook Tire.

Menurutnya, dengan kepercayaan menggarap ban OE yang diberikan VW, maka Hankook Tire pun semakin mampu memperluas pemasaran produknya di pasar Amerika Serikat serta global, sekaligus mencanangkan merek premium.

Kembali ke soal performa, Ventus S1 Noble 2 sendiri adalah ban berperforma tinggi dalam segala cuaca dengan handling dan rolling resistance, sekaligus dirancang untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi kebisingan saat bergesekan dengan permukaan jalan.

Sementara penerapan Hankook 3D vibration control technology yang populer di kalangan penggemar otomotif khususnya mobil sport juga menjadikan ban OE ini semakin paten saat dijadikan sepatu VW Tiguan R-Line 2018.

NCAP Tetapkan Standar Pengujian Baru bagi Kendaraan

Suara.com – European New Car Assessment Programme (Euro NCAP) sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap keamanan kendaraan yang baru meluncur dari pabrik, belum lama ini menetapkan sebuah standar baru untuk pengujian.

Langkah ini diambil berdasarkan semakin banyaknya fitur yang digunakan pada setiap kendaraan. Dengan begitu, NCAP juga akan melakukan penilaian terhadap fitur-fitur yang digunakan.

Saat ini memang belum ada kendaraan yang dipasarkan dengam sistem otonom penuh. Namun dari studi yang dilakukan Euro NCAP, lebih dari 70 persen pengemudi berpikir bila telah dilansir mobil dengan fitur otonom penuh.

“Pesan yang ingin disampaikan Euro NCAP lewat tes ini cukup jelas, mobil dengan sistem bantuan mengemudi paling canggih sekalipun masih memerlukan kewaspadaan dan perhatian dari pengemudi di balik setir. Fitur-fitur keselamatan baik aktif maupun pasif itu berfungsi sebagai peranti bantu untuk menunjang keselamatan,” ujar Michael van Ratingen, Sekretaris umum Euro NCAP, melalui laman resmi NCAP.

Dari hasil evaluasi sistem-sistem otonom atau swakemudi yang terdapat pada kendaraan modern, total ada 10 model mobil dengan sistem otonom yang akan diujikan. Antara lain BMW Seri 5, Ford Focus, Mercedes-Benz C Class, Audi A6, Nissan LEAF, Hyundai Nexo, Tesla Model S, Toyota Corolla, DS 7 Crossback, dan Volvo V60.

Model-model ini sudah dilengkapi dengan fitur adaptive cruise control, lane centering system, dan speed assist system (terkait bantuan pengereman).

Hasil dari pengujian menunjukkan bila secara umum DS dan BMW memberikan bantuan berkemudi paling minimum, sementara Tesla menjanjikan otomatisasi berkendara paling tinggi. Namun dari sistem kemudi semi-otonom yang terlalu baik juga teranyata malah bisa membahayakan.

Catatan lain yang ditemukan, kesepuluh pabrikan sebenarnya menjelaskan keterbatasan sistem otonom dengan cukup jelas dalam buku panduan manual. Hanya, BMW dan Tesla dianggap bisa memberikan informasi yang keliru.

Pasalnya kedua pabrikan memperagakan adegan lepas tangan dari setir kemudi untuk kebutuhan publikasi. Hal ini dianggap bisa menggiring persepsi sistem kemudi otonom yang kurang tepat porsinya.

Mitsubishi Xpander Kembali Naik Harga

Suara.com – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mengumumkan kenaikan harga untuk model Xpander mulai Oktober 2018. Menurut Imam Choeru Cahya, Kepala Penjualan dan Pemasaran PT MMKSI, dari delapan varian yang tersedia, kenaikan terjadi pada tipe Ultimate dan GLX.

“Oktober memang ada penyesuaian harga. Ultimate naik Rp 500 ribu dan GLX Rp 2 jutaan,” kata Imam Choeru Cahya, di Pulomas Jakarta, Rabu (24/10/2018).

Lebih lanjut, Imam Choeru Cahya menjelaskan, penyesuaian harga ditentukan oleh banyak faktor. Di antaranya ada faktor exchange rate, peningkatan fitur dan faktor lainnya.

Semisal seperti Mitsubish GLX naik sampai Rp 2 jutaan karena fiturnya memang ditambah. Contoh dari single blower sekarang ada second blower.

“Sehingga kenaikan harga pada Oktober condong lebih banyak, karena adanya peningkatan fitur,” ujar Imam Choeru Cahya.

Sebelumnya Mitsubishi Xpander tipe GLX MT dijual seharga Rp 197,1 juta. Setelah mengalami kenaikan menjadi Rp 201.100.000.

Sementara itu, untuk tipe Mitsubishi Ultimate sebelumnya dipatok Rp 245,2 juta menjadi Rp 255.900.000.

Antara Terra, Pajero Sport, dan Fortuner, Manakah Lebih Murah ?

Suara.com – Diperkenalkan di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, akhirnya PT Nissan Motor Indonesia (NMI) mengumumkan harga resmi All New Nissan Terra.

Mengisi segmen Sport Utility Vehicle (SUV), Nissan Terra otomatis akan menjadi penantang dari Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport. Saat mengintip masing-masing harga yang ditawarkan, Nissan Terra rupanya datang dengan harga yang lebih murah dibandingkan para kompetitor.

Nissan Terra. [YouTube/@Nissan] Nissan Terra  [YouTube/@Nissan]

Bila dilihat dari varian terendah, Nissan Terra dan Mitsubitshi Pajero Sport masih memiliki harga yang sebanding. Namun Toyota Fortuner terlihat lebih mahal dibandingkan keduanya.

Nissan Terra 2.5 (4×2) MT dilepas seharga Rp 464 juta, dan Mitsubishi Pajero Sport Exceed (4X2) MT Rp 464 juta. Sementara, Toyota Fortuner (4×2) 2.4 G MT dilepas Rp 471,85 juta.

Sementara untuk varian lainnya, harga Nissan Terra masih berada di bawah keduanya.

Pajero Sport Exceed 4x2 AT Rakitan Lokal. [Suara.com/Insan Akbar Krisnamusi]Pajero Sport Exceed 4×2 AT Rakitan Lokal. [Suara.com/Insan Akbar Krisnamusi]

Berikut daftar harga resmi jajaran mobil berbodi besar tadi:

Nissan Terra

Nissan Terra 2.5 (4×2) MT      Rp 464.000.000
Nissan Terra 2.5 (4×2) E AT    Rp 490.000.000
Nissan Terra 2.5 (4×2) VL AT  Rp 515.000.000
NIssan Terra 2.5 (4×4) VL AT  Rp 661.000.000

Mitsubishi Pajero Sport

Mitsubishi Pajero Exceed (4X2) MT                 Rp 464.000.000
Mitsubishi Pajero Exceed (4×2) AT                  Rp 479.000.000
Mitsubishi Pajero GLX (4×4) MT                       Rp 521.000.000
Mitsubishi Pajero Dakar (4×2) AT                     Rp 522.000.000
Mitsubishi Pajero Dakar Ultimate (4×2) AT    Rp 566.000.000
Mitsubishi Pajero Dakar (4×4) AT                     Rp 672.000.000

Toyota Fortuner

Toyota Fortuner 4X2 2.4 G A/T DSL                 Rp 489.850.000
Toyota Fortuner 4X2 2.4 G M/T DSL                Rp 471.850.000
Toyota Fortuner 4X2 2.4 VRZ A/T DSL TRD     Rp 532.450.000
Toyota Fortuner 4X2 2.4 VRZ A/T DSL             Rp 520.450.000
Toyota Fortuner 4X2 2.7 SRZ A/T BSN TRD    Rp 532.450.000
Toyota Fortuner 4×4 2.4 VRZ A/T DSL             Rp 663.950.000
Toyota Fortuner 4×4 2.4 G A/T DSL                 Rp 592.350.000
Toyota Fortuner 4×2 2.7 SRZ A/T BSN             Rp 545.850.000

Keren, Singapura Bakal Segera Punya Taksi Terbang !

Suara.com – Singapura siap melakukan uji coba taksi udara pada paruh kedua 2019. Rencana ini telah masuk dalam agenda Kementerian Transportasi Singapura.

Perusahaan Jerman Volocopter akan melakukan uji coba penerbangan taksi ini, serta mengumumkannya di ajang KTT Mobilitas Perkotaan di Paris, Perancis pekan ini.

Dilansir melalui ABC News, Volocopter mengatakan bahwa kendaraan berbasis drone itu akan mengambil alih langit Singapura dalam serangkaian “tes penerbangan dalam kota”, dengan dukungan dari pemerintah setempat.

Sebelumnya, perusahaan Jerman ini telah melakukan uji tak berawak satu kali di Dubai, UAE dan menerbangkannya bersama penumpang di Jerman.

Dalam sebuah pernyataan soal mewujudkan kendaraan penumpang terbang menjadi kenyataan, Florian Reuter, CEO Volocopter menggambarkan Singapura sebagai “mitra logis”.

“Kota ini adalah pelopor sejati dalam teknologi dan pembangunan kota. Kami yakin, ini adalah langkah menarik untuk membuat layanan taksi udara menjadi kenyataan,” tuturnya, seperti dilansir dari ABC News, Senin (22/10/2018).

Nantinya pengoperasian unit taksi ini seperti Uber, di mana pemesanannya menggunakan skema atau sistem e-hail. Jadi, konsumen hanya perlu order taksi terbang dengan menggunakan smartphone, kemudian unit taksi akan datang menjemput.

Aturan Mobil Listrik Harus Mampu Merangsang Industri Otomotif

Suara.com – Kendaraan listrik, terutama mobil listrik, disiapkan untuk menjadi transportasi masa depan di Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut, baru-baru ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) selesai mengkaji draf peraturan presiden (Perpres) terkait Program Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik untuk Transportasi Jalan dan menyerahkannya ke Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

Menanggapi hal tersebut, PT Honda Prospect Motor (HPM) sebagai salah satu produsen otomotif berharap skema seperti low carbon emission vehicle (LCEV), sama dengan low cost and green car (LCGC), di mana aturan yang dibuat bisa merangsang pasar otomotif di Indonesia.

“Saya belum melihat seperti apa skemanya. Tapi saya pikir di Indonesia perlu ada proyek-proyek yang bisa membuat terjadinya pembelian baru. Memang ada sesuatu yang dijalankan dengan insentif, kemudian diatur kembali segala sesuatunya termasuk kebijakan LCEV,” ujar Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT HPM, di Bali, baru-baru ini.

Kendati demikian, Jonfis mengaku tidak ingin terburu-buru. Pihaknya saat ini masih menunggu kebijakan mobil listrik rampung dibuat.

“Kami menunggu supaya kami bisa follow up ke prinsipal. Jadi kalau sudah jelas, kami bisa lebih percaya diri menghadirkan produk yang sesuai. Walaupun mungkin tidak langsung mobil listrik, bertahap,” terang Jonfis.

Lebih lanjut, ia berpendapat, penerapan produk ramah lingkungan paling tepat adalah perlahan-lahan menuju produk listrik. Kendaraan listrik yang menghilangkan mesin pembakaran internal membutuhkan infrastruktur yang memadai.

“Bicara mobil listrik, kami sebagai produsennya, kami siapkan produknya. Kemudian infrastruktur harus disiapkan siapa? Kalau semua ditimpakan ke produsen, ya tidak bisa jalan, harus ada yang investasi,” papar Jonfis.