Wall Street bervariasi, investor tunggu kesaksian Powell di Kongres

New York (ANTARA) – Saham-saham di Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena para pelaku pasar menunggu kesaksian kebijakan moneter Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell kepada Kongres Amerika Serikat (AS), dalam upaya mencari lebih banyak sinyal untuk pergerakan penurunan suku bunga lebih lanjut.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 22,65 poin atau 0,08 persen, menjadi berakhir di 26.783,49 poin. Indeks S&P 500 naik 3,68 poin atau 0,12 persen, menjadi berakhir di 2.979,63 poin. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 43,35 poin atau 0,54 persen, menjadi ditutup di 8.141,73 poin.

Saham Netflix naik 1,0 persen, setelah layanan streaming video AS itu mengumumkan rekor pemirsa tertinggi sesi tiga dari pertunjukan aslinya “Stranger Things.”

Saham 3M turun hampir 2,1 persen, ketika bank investasi Kanada RBC Capital Markets menurunkan peringkat saham perusahaan menjadi “sector perform” dari “outperform”, karena “erosi” reputasi konglomerat AS sebagai “industri defensif, berkualitas tinggi.”

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan sektor real estat naik lebih dari 0,6 persen, memimpin kenaikan.

Investor sedang menunggu kesaksian setengah tahunan Ketua Fed Jerome Powell selama dua hari ke depan. Powell dijadwalkan untuk bersaksi di depan Komite Jasa Keuangan pada Rabu waktu setempat.

Pasar telah mempertimbangkan penurunan suku bunga potensial oleh The Fed pada pertemuan kebijakan 30-31 Juli. Namun laporan ketenagakerjaan yang kuat yang dirilis pada 5 Juli telah menurunkan ekspektasi penurunan suku bunga yang lebih agresif.

Kesaksian ini diharapkan akan menjelaskan bagaimana bank sentral akan menetapkan langkah-langkah pelonggaran akhir bulan ini.

Di sisi ekonomi, lowongan pekerjaan AS sedikit menurun ke tingkat disesuaikan secara musiman 7,32 juta pada hari kerja terakhir Mei secara bulan ke bulan, kata Departemen Tenaga Kerja pada Selasa (9/7).

Tingkat lowongan pekerjaan adalah 4,6 persen, turun dari 4,7 persen pada April. Lowongan pekerjaan menurun di sejumlah industri dengan penurunan terbesar dalam konstruksi, transportasi, pergudangan, dan utilitas, real estat, serta penyewaan dan sewa guna usaha. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Dolar terus menguat jelang kesaksian ketua bank sentral AS

Baca juga: Minyak naik di tengah ketegangan geopolitik dan khawatir permintaan

Baca juga: Harga emas naik jelang kesaksian Ketua Federal Reserve di Kongres

Bursa AS Anjlok Pasca-Pilpres

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019