Wall Street naik, data pekerjaan lemah picu harapan suku bunga turun

Penciptaan lapangan kerja di AS melambat pada Mei, dengan gaji nonpertanian naik hanya 75.000

New York (ANTARA) – Harga saham-saham di Wall Street lebih tinggi pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena data pekerjaan Amerika Serikat yang lemah memicu harapan bahwa bank sentral The Fed akan segera memangkas suku bunga acuannya.

Dilansir Xinhua, Indeks Dow Jones Industrial Average naik 263,28 poin atau 1,02 persen, menjadi berakhir di 25.983,94 poin.

Sementara, Indeks S&P 500 bertambah 29,85 poin atau 1,05 persen, menjadi ditutup di 2.873,34 poin.

Indeks Komposit Nasdaq berakhir naik 126,55 poin atau 1,66 persen, menjadi 7.742,10 poin.

Penciptaan lapangan kerja di AS melambat pada Mei, dengan gaji nonpertanian naik hanya 75.000, Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada Jumat (7/6/2019).

Para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones telah mencari untuk kenaikan sebanyak 180.000 pekerjaan.

Tingkat pengangguran tetap di 3,6 persen untuk bulan itu, kata laporan itu.

Menurut laporan tersebut, kenaikan lapangan pekerjaan bulanan telah mencapai rata-rata 164.000 pada 2019, dibandingkan dengan rata-rata kenaikan 223.000 per bulan pada 2018.

Data pekerjaan yang lebih lemah dari perkiraan meningkatkan kemungkinan kebijakan moneter yang lebih akomodatif dari Federal Reserve AS.

Pejabat bank sentral telah mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga.

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pada Selasa (4/6/2019) bahwa bank sentral sedang memantau perkembangan ekonomi saat ini dan akan melakukan apa yang harus dilakukan untuk mempertahankan ekspansi yang hampir mencapai rekor.

Dia mengatakan sementara The Fed tidak tahu bagaimana atau kapan masalah yang melibatkan negosiasi perdagangan dan hal-hal lain akan diselesaikan, bank sentral sedang memantau dengan seksama implikasi dari perkembangan ini untuk prospek ekonomi AS.

Baca juga: Wall Street naik didukung data dan harapan penurunan suku bunga
Baca juga: Pejabat Fed: Kebijakan moneter akomodatif mungkin jika prospek suram

Sensasi berbelanja di “bulk store” pertama Jakarta

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019